Hal-hal Yang Mempermudah Hidup di Singapura

858533_10151441582214637_205627387_oAnya Windira –  A mother of two, used to work in an office with shared cubicles before decided to pack her stuffs and flew to Singapore. Likes good friends, good foods, and clean houses. Sometimes she tells people that she loves traveling around the world while in fact a trip to wet market is enough to make her happy.

Untuk saya, menjadi first-time mother di negara orang saja adalah sesuatu yang spektakuler hebohnya. Mulai dari masih canggungnya saya dan suami dalam memegang anak, tidak ada orang tua sebagai tempat bertanya, dan masih ditambah dengan perubahan status dari pekerja kantoran menjadi ibu rumah tangga. Semuanya bikin saya dan suami harus beradaptasi, baik secara emosional maupun finansial.

Anya dan keluarga

Anya dan keluarga

Tapi setelah dijalani, lama-lama ritmenya mulai ketemu dan tidak lagi seheboh yang awalnya saya bayangkan. Kalau masalah capek sih, ya namanya punya anak kecil pasti capek, tapi di sini banyak sekali fasilitas yang meringankan. Misalnya, listrik yang tidak byar-pet (hallo PLN!) sehingga banyak alat elektronik yang bisa dimanfaatkan, atau transportasi umum yang nyaman, sehingga para ibu tidak perlu mati gaya dan tetap bisa beraktivitas di luar rumah, meskipun harus membawa anak sendirian. Punya banyak teman sesama ibu juga membuat saya tidak merasa sendirian. Ada teman untuk bertanya dan bercerita, terutama masalah pengasuhan dan kesehatan anak.

Yang paling penting, bagi saya, suami saya selalu mau turun tangan dalam pengasuhan anak dan membantu pekerjaan rumah. Setelah anak saya umur 1 tahun pun saya sudah bisa meninggalkan mereka berdua, sementara saya pergi untuk refreshing, biarpun hanya ke supermarket, berolahraga, atau ketemuan dengan teman-teman.

Tips Pembagian Waktu Menjadi Ibu di Perantauan ala Anya:

1. Tetapkan Prioritas. Yang pertama tentu saja hal yang sifatnya general seperti mengeset prioritas dan ekspektasi. Ada kan ya ibu yang punya anak 4 kecil-kecil dan tetap masak makanan lengkap dengan lauk dan cemilan (dan masih terima order catering – ini kisah nyata). Ada juga student moms yang anak-anaknya selalu rapi dan nggak makan keefsi mekdi and friends (kisah nyata juga). Tapi kan nggak semua orang sama. Untuk saya misalnya, merecycle makanan dan sesekali (=sering) makan sosis nugget adalah hal yang bisa diterima. Tapi saya paling nggak tahan dengan rumah yang kotor dan anak yang lama bermain gadget. Jadi saya menghabiskan lebih banyak effort untuk menjaga rumah supaya bersih dan menemani anak saya bermain, dibanding untuk memasak. Dengan begini, saya bisa memfokuskan energi saya untuk hal yang saya anggap paling utama, dan tidak terlalu bete kalau harus mengabaikan hal yang saya anggap kurang signifikan.

Nah...!

Nah…!

2. Belanja Online. Kemudian, karena jaringan internet di Singapura cepat dan aman, hampir semua transaksi bisa dilakukan secara online. Beberapa hal penting yang bisa dilakukan dari rumah adalah:

        • Pembayaran utilities (listrik, air, gas), tv kabel, internet, telepon, dan iuran sekolah
        • Belanja groceries dari online store berikut ini, termasuk fresh product: redmart.com, fairprice.com.sg, halalmarket.sg.

Note: beberapa supermarket juga menawarkan free home delivery untuk minimum perbelanjaan tertentu. Biasanya fasilitas ini saya gunakan untuk keperluan belanja bulanan.

Belanja barang-barang secondhand: Carousell apps, gumtree.com.sg, forum seperti hardwarezone.com.sg, vr-zone.com.sg

Carousel Apps yang membantu untuk jual-beli barang seken

Carousell Apps yang membantu untuk jual-beli barang seken

Belanja home products (misalnya alat masak, keperluan bayi, bahkan benda-benda seperti plasticware atau panci), baju, kosmetik, dsb. Online shop yang cukup populer di Singapura misalnya: qoo10.com.sg (serba ada), zalora.com.sg (fashion), luxola.com.sg (kosmetik), atau iherb.com (organic products).

3. Selain itu, kalau memang merasa tidak sanggup: outsourcing. Istilahnya canggih ya, tapi maksud sebenarnya adalah, cari bantuan. Di sini sayangnya tidak murah untuk mencari pembantu rumah tangga, tapi ada beberapa alternatif, misalnya untuk masalah makanan, kalau tidak sempat memasak, membeli makan di hawker center juga tidak terlalu jauh bedanya. Seporsi nasi lemak di hawker center harganya berkisar 2.5-3 dolar. Nasi briyani atau dan nasi padang sekitar 3-5 dolar. Untuk yang non-Muslim tentunya lebih mudah karena lebih banyak pilihan, tapi untuk yang Muslim pun banyak masakan halal yang enak, bersih, dan murah. Selain itu ada juga teman-teman yang menerima order catering. Asyiknya, masakan yang ditawarkan umumnya masakan Indonesia, seperti pempek, batagor, nasi bakar, martabak, serabi, soto padang, dan banyak lagi.

Salah satu Hawker Centre yang cukup terkenal: Changi Village

4. Memanfaatkan fasilitas sekitar rumah untuk aktivitas anak supaya mereka tidak cepat merasa bosan. Di sini, setiap kompleks memiliki playground yang memadai dan aman. Selain itu, ada juga community center yang sering mengadakan kegiatan atau kursus untuk warga setempat, misalnya kegiatan art and craft untuk anak umur 4-7 tahun. Biasanya fee-nya jauh lebih murah dibandingkan dengan kegiatan serupa di tempat yang lebih komersil.

05 HDB playground

HBD Playground: Playground di kompleks apartemen tempat saya tinggal

5. Pembagian tugas dengan suami. Sebelum nikah, saya dan suami sudah sepakat dengan garis besar pembagian tugas di rumah. Dia sangat hands-on dalam pengasuhan anak-anak kami, termasuk urusan mengganti popok dan menidurkan anak. Jadi sejak anak kami masih bayi, suami saya cukup nyaman ditinggal berdua dengan anaknya. Dan anaknya pun karena memang sudah biasa dekat bapaknya sejak bayi, jarang sekali rewel kalau ditinggal berdua bapaknya. Malah sepertinya kok lebih banyak tingkah kalau ada ibunya ya? 😀

Tapi namanya juga bapak-bapak yaa… Tetap aja standarnya beda. Kadang kalau ditinggal, begitu pulang anak saya belum mandi dan dikasih sarapan doritos! Akhirnya daripada ngomel-ngomel, setiap mau pergi saya memastikan semua keperluan anak saya tersedia dan mudah dicari. Misalnya, roti, selai, sampai pisau oles dan piringnya harus disediakan supaya suami saya tidak perlu mencari-cari lagi. Agak bingung sih, yang model gini cuma suami saya atau ada yang senasib? :))

Mencari  Asisten Rumah Tangga/ Maid di Singapura.

Di sini mencari jasa maid cukup mudah, tapi tidak murah. Range gaji per bulan untuk full-time maid berkisar antara 300-600 SGD, tergantung kewarganegaraan dan pengalaman. Tapi selain gaji, non-Singaporean employer juga wajib membayar levy ke pemerintah sebesar 295 SGD per bulan. Termasuk makan dan keperluan pribadi maid, total biaya bulanan untuk mempekerjakan ART sekitar 800-1000 SGD. Majikan juga bertanggung jawab atas biaya medis maid selama bekerja. Pemerintah mewajibkan majikan untuk membiayai medical check-up 6 bulanan ART dan menanggung seluruh biaya pengobatan apabila maid menderita sakit, termasuk biaya rawat inap.

Biaya lain adalah one-time security bond deposit sebesar 5000 SGD. Intinya, majikan bertanggung jawab atas keberadaan ART selama bekerja di rumah mereka. Misalnya nih, ada kejadian ART hamil atau kabur, maka kalau majikan tidak segera memulangkan atau menemukan ART yang kabur, 5000 SGD ini akan diambil oleh pemerintah sebagai penalti. Alternatifnya, majikan bisa membeli asuransi yang preminya jauh di bawah fee security bond.

Salah satu contoh selebaran: maid di Singapura kebanyakan berasal dari Indonesia, Filipin, dan Myanmar.

Untuk mempekerjakan maid, bisa lewat 2 jalur: yang pertama adalah melalui maid agency. Menggunakan jasa maid agency tentunya jauh lebih simpel. Sebelum memilih, calon majikan boleh mewawancara calon ART yang terdaftar pada agen tersebut. Kalau sudah menemukan yang cocok, calon majikan bisa langsung meminta agen untuk mengurus semua keperluan maid, seperti dokumen dan medical check up pertama. Calon majikan hanya perlu membayar agent fee yang berkisar antara 2000-4500 SGD (tergantung proses dan agen masing-masing).

Cara kedua adalah membawa sendiri maid dari negara asal. Jadi kalau ingin membawa mbak dari Indonesia, boleh kok. Tentu saja prosesnya lebih rumit, karena kita sendiri yang harus mengurus semuanya. Dari pengalaman beberapa teman, meskipun langkahnya cukup panjang, semua proses jelas dan tidak memakan waktu lama. Lagipula biayanya bisa jauh lebih murah dibanding melalui agen. Singkatnya, bila ingin mengurus work permit maid tanpa agen langkah yang harus dilakukan adalah:

  • Memastikan calon majikan dan calon maid memenuhi syarat yang ditetapkan Ministry of Manpower (MOM = Depnakernya Singapura)
  • Mengurus keperluan dokumen di Indonesia seperti paspor (beberapa orang membuatkan paspor baru untuk maid mereka karena paspor lama yang dibuatkan oleh PJTKI memiliki ‘cap’ TKI yang sering menyulitkan maid dalam berurusan dengan imigrasi bandara)
  • Meminta In-Principle-Approval (visa sementara) dari MOM
  • Mengurus security bond deposit dan asuransi kesehatan di bank atau perusahaan asuransi di Singapura
  • Melakukan medical check-up untuk calon maid di klinik-klinik terdaftar di Singapura
  • Mengikuti orientasi untuk first-timers (Employers’ Orientation Programme untuk calon employer, Settling-In-Programme untuk calon maid).

Detail lebih lanjut dapat dilihat di sini ya.

Full-time maid di sini juga berhak mendapat cuti setiap hari Minggu. Biasanya mereka pergunakan untuk kumpul-kumpul di tempat seperti Lucky Plaza Orchard atau Paya Lebar, namun tak jarang yang memilih untuk bersekolah. Beberapa tempat menyediakan enrichment classes untuk maids, seperti bahasa Inggris, memasak, atau pelatihan perawatan lansia. KBRI Singapura bekerjasama dengan Sekolah Indonesia Singapura (SIS) juga mengadakan program pelatihan untuk para TKI dengan materi yang beragam.

Sementara itu, jasa part-time maid juga bisa didapat melalui agen resmi, dengan tarif 18-20 SGD per jam. Akan tetapi, ada juga jasa PT maid yang lebih murah yang biasa didapat dari mulut ke mulut, atau melalui noticeboard yang biasa terdapat di supermarket atau terminal bus.

——

Anya: Instagram @lengkengaddicts. Semua foto terlampir adalah milik Anya dan beberapa foto penunjang terhubung langsung dengan link foto asli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s