Mencari Apartemen di Dallas

Pencarian tempat tinggal sebaiknya disesuaikan dengan tempat anda/suami bekerja/ belajar. Karena luasnya yang melebihi state lainnya di Amerika Serikat, kota-kota di Texas pada umumnya mengalami ‘urban sprawl’, yaitu penyebaran penduduk ke daerah-daerah yang jauh dari pusat kota, sehingga penggunaan transportasi umum sangat sulit, dan akhirnya pengunaan kendaraan pribadi merupakan sebuah ‘kebutuhan’ bahkan ‘keharusan’.

Tidak seperti di New York, yang gedung perkantoran dan apartemennya dapat dijangkau dengan mudah melalui subway dan bus, perumahan dan perkantoran di Texas khususnya di Dallas sangat menyebar. Dengan demikian, naik bus bahkan naik train (yang disebut dengan DART – Dallas Rapid Transit) bukanlah pilihan yang paling nyaman. Karena jarak dari train stop atau bus stop (halte) ke daerah perkantoran/ perumahan seringkali tidak dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Jadi mau tidak mau, anda harus memilihi kendaraan pribadi.

Sisi positif dari kondisi urban sprawl ini adalah : anda dapat memilih tinggal di daerah suburb yang lebih murah.

Sedikit sekali orang yang memilih tinggal di downtown. Kebanyakan keluarga, khususnya keluarga Asia memilih tinggal di daerah Plano & Carrollton. Disana terdapat banyak restaurant dan supermarket Asia bahkan Indonesia. Harga rumahnya pun masih terjangkau dan school district nya juga tergolong cukup baik.

Processed with VSCOcam with f2 preset

Saya pribadi memilih tinggal di daerah Irving tepatnya di Las Colinas. Selain berjarak hanya 10 menit dari kantor suami dan 15 menit dari pusat kota, Las Colinas memiliki banyak pilihan apartemen yang masih terjangkau ($930 untuk apartemen 1 kamar + 1 kamar kerja yang bisa dijadikan kamar tidur). Sedangkan di downtown, apartemen 1 kamar kini berkisar antara $1200 per bulannya.

Website seperti apartments.com dan zillow.com sangat membantu!

Sementara itu, Indomie, kerupuk, bumbu rendang — banyak sekali bahan makanan dan kebutuhan groceries a la Indonesia lainnya yang kita perlukan dari waktu ke waktu, tetapi tidak bisa ditemukan di supermarket biasa di Amerika. Maka itu berikut beberapa list supermarket & restoran yang menjual produk dan makanan Indonesia di Dallas, Texas.

Supermarket

Restoran

 

Advertisements

17-an di Bulan September

Oleh Debora Manusama-Sinaga

Hari Minggu tanggal 21 Septermber lalu,KMI Dallas-Fort Worth menyelenggarakan acara Indonesian Festival untuk merayakan HUT RI yang ke 69. Mengapa diadakan pada bulan September? Diantara banyak alasan lainnya, KMI sepertinya menyadari bahwa musim panas di Texas merupakan salah satu yang terburuk di Amerika, dengan ketinggian suhu yang dapat mencapai 104 derajat Fahrenheit, khususnya di bulan Agustus. Sayangnya, meski sudah memasuki bulan-bulan musim gugur, Texas masih saja didera panasnya matahari, dan Indonesian Festival minggu lalu juga tidak luput dari sengatannya.

Processed with VSCOcam with f2 preset

Puluhan (bahkan mungkin ratusan) warga Indonesia dan keluarganya memenuhi pavillion kecil di Mary Heads Carter Park, Carrollton mulai dari pukul 11.30 siang hingga 3.30 sore. Meski cuaca sangat panas, kami berbondong-bondong mengantri untuk membeli sate, lontong sayur, pastel, risol dan bakso sambil menikmati hiburan karaoke lagu-lagu Indonesia.

Processed with VSCOcam with f2 preset

Dengan $8 kami bisa mengobati rasa kangen  makanan Indonesia dengan menyantap  5 tusuk sate, lontong, acar, dan kerupuk. Pengunjung yang membawa anak juga bisa mendaftar untuk lomba makan kerupuk dan lompat karung ala 17-an.

Processed with VSCOcam with f2 preset

Saya dan keluarga sangat excited bisa mengajak sepasang orang tua murid dari sekolah renang anak kami yang ternyata berketurunan Jawa-Jerman. Dibesarkan oleh keluarga ‘setengah bule‘, teman kami ini sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia dan sudah lama sekali tidak pulang ke Indonesia. Setelah melahap 4 porsi makanan kesukaan kami, panasnya Texas pun akhirnya mendorong kami untuk pulang lebih awal. “Jangan lupa untuk mengajar anak anda berbahasa Indonesia. Jangan sampai mereka melupakannya,” tutur salah satu anggota KMI  sebelum kami pulang. Sebuah pesan yang tentunya akan kami ingat selama perantauan kami 🙂