Merantau di Sydney

batch_5IMG_4578_Fotor Annisa Sarahayu (Nisa) – The Beatles lover, daydreamer, love to cook and write. I can sometimes get a bit too friendly, touchy-feely, and silly! My personality is kind of complex I guess. I take a lot of time to get used to new people – before I feel comfortable with them.

Nisa dan Keluarga. Saya mulai merantau di awal tahun 2014 ke Amerika Serikat untuk menyusul suami yang pindah untuk bekerja di salah satu perusahaan elektronik di kota San Francisco. Selang beberapa bulan kemudian, suami mendapatkan  kesempatan  untuk melanjutkan studi Master di salah satu Universitas di Sydney. Maka pada bulan Agustus 2014 yang lalu, kami sekeluarga hijrah ke Sydney. Kami memiliki seorang anak laki-laki bernama Bazylio Sakha Harsono (Bazyl ) yang saat ini berusia 2.5 tahun.

batch_5IMG_0828

Bersama keluarga

Visa Australia untuk Keluarga Mahasiswa. Saat ini status kami menggunakan student visa . Dengan visa tersebut, saya sebagai dependent diperbolehkan untuk bekerja full-time, pengecualian buat suami karena berstatus student hanya diperbolehkan untuk kerja part-time; yakni maksimal bekerja 20 jam per minggu, kecuali saat liburan summer dan winter baru bisa bekerja full-time (40 jam per minggu).

Sydney adalah ibukota negara bagian New South Wales (NSW). Warga Sydney dikenal sebagai “Sydneysiders” dan merupakan kota paling multikultural di Australia

Saat ini saya bekerja casual work di salah satu kampus di Sydney; maksud casual work di sini adalah untuk jadwal bekerjanya (baik hari dan jam) tidak tentu setiap minggunya, tergantung dari kebutuhan pihak kampusnya. Hal ini jadi lebih fleksibel dan menguntungkan juga buat saya, karena dengan sistem seperti ini saya bisa menyesuaikan dengan jadwal kuliah dan kerja suami serta jadwal Bazyl sekolah dan kegiatan dia lainya. Mungkin kalau Bazyl sudah agak lebih besar, baru saya mau ambil kerja full-time. Kami berencana ke depannya untuk apply sebagai permanent resident di sini, salah satu caranya adalah dengan membuat pengajuan melalui sponsor dari pihak keluarga atau perusahaan tempat bekerja, dengan syarat minimal tinggal 2 tahun terlebih dahulu di Australia. Doakan dapat ya ;p

batch_5IMG_1156

Kota Sydney diambil dari kapal ferry

Status Non-citizen. Dengan status kami yang yang masih non – citizen ini hampir tidak ada benefits apapun dari pemerintah setempat. Walau demikian, di sini tersedia program kesehatan gratis, seperti check-up kesehatan gigi anak di bawah usia 18 tahun yang diadakan oleh pemerintah negara bagian NSW, tepatnya di bawah Department of Human Services atau yang sering juga disebut Centerlink yang bekerja sama dengan komunitas di area atau suburb tempat kami tinggal. Diadakannya setiap 1 -2 bulan sekali. Cukup dengan membuat appointment melalui telepon terlebih dahulu dan jika sesuai dengan persyaratan eligibility-nya akan diminta untuk mengisi formulir yang sudah mereka siapkan.

batch_5IMG_4867

Salah satu health service dari Centerlink

Centerlink ini tidak hanya mengurusi kesehatan saja tapi mulai dari para imigran (legal) yang baru datang sampai masalah domestic family violence. Nah untuk masalah keringanan biaya pendidikan anak juga bisa diurus di sini: misalkan mau minta keringanan biaya buat daftar anak ke childcare. Hanya saja, syaratnya minimal sudah berapa tahun tinggal disini dan punya income history dll. Untuk program lain yang Centerlink tawarkan, bisa dicek di Web mereka.

Aerial view – bagian hijau adalah Royal Botanic Gardens dengan track untuk berolahraga

Tempat tinggal. Untuk tempat tinggal, kami cari sendiri dengan bantuan agent. Sebenarnya agak susah kalau mau sewa apartment apalagi kalau kita tidak ada referensi dan history pernah sewa sebelumnya di Australia, karena di sini  semua sewa/jual/beli properti harus menggunakan jasa agent. Terlebih lagi di sini biayanya mahal, kita harus punya surat jaminan, deposito, dan referensi keluarga atau kerabat. Kebetulan kami memiliki keluarga dekat yang sudah menjadi citizen dan bisa kami jadikan referensi/jaminan sebagai salah satu syarat  penyewaan apartemen disini. Alhamdulillah  kami bisa mendapatkan potongan harga sewa juga dan lokasi apartemen yang sangat strategis, dekat dari rumah keluarga, lokasi kampus, tempat kerja suami, tempat grocery dan pantai…! ;p

Suasana jalan di lingkungan kami

Suasana jalan di lingkungan kami

Lokasi tempat tinggal kami adalah di kawasan suburb, yaitu di daerah Maroubra. Lokasinya dekat sekali dengan pantai “Maroubra Beach” yang bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 15 – 20 menitan, kalau naik bus yang berhenti di depan gedung apt, 5 menit juga sudah sampai..! Selain faktor yang sudah saya ceritakan di atas, kami kadung cinta dengan lokasi apartemen kami, terlebih mengetahui lokasi apartemen kami dekat banget dengan pantai dan KBRI, ahaha jadi kalau ada yang mau diurus tinggal “ngesot” nyampe deh ;p . Dan daerah kami juga tidak terlalu jauh  dari City, kalau naik bus hanya sekitar 20 menit juga sampai. Untuk range harga apartemen 1-2 bedroom di daerah sini berkisar dari $500week – $800week.

batch_5IMG_8647

Maroubra Beach

Lokasi Tempat Tinggal Idaman di Sydney. Saya dan suami suka sekali dengan daerah Surry Hills, daerah itu bagus banget..! Termasuk daerah yang “Trendy, artistic dan bohemian”, lalu banyak coffeeshop enak-enak, salah satunya Bourke Street Bakery yang terkenal dan termasuk must visit bakery before you die versi Buzzfeed. Tempatnya pun seru dan unik, kalau Anda dan keluarga termasuk coffee lover saya sarankan berkunjung ke Surry Hill. Di daerah sini juga banyak toko-toko atau pun butik-butik vintage lucu.

Beautiful Surry Hills

Beautiful Surry Hills

Vibrant colours

Selain itu, daerah North Sydney terutama Milsons Point. Di sana adalah daerah tempat orang-orang berada kulit putih di Sydney, termasuk lokasi rumahnya aktor Russel Crowe, Gubernur Sydney dan pejabat-pejabat sini. Di sana, setiap rumahnya pasti punya dermaga kapal sendiri, hehehehe. Kalau mereka mau ke City, ya tinggal naik boat atau nungguin kapal ferry yang lewat deh…! Untuk biaya sewa apartemen di kedua daerah tersebut, pastinya mahal sekali. Denger-denger, untuk 1 bedroom apt daerah North itu kisaran $4000 ke atas, karena view mereka ini menghadap area harbor dan Sydney Harbour Bridge yang terkenal sebagai icon kota ini. Pokoke kawasan ini million dollar view…!

The Famous Sydney Harbour Bridge

Tentang Sydney. Sydney merupakan  salah satu kota yang saya rasa sangat menyenangkan karena memiliki banyak keindahan alam yang bisa dieksplor setiap saat. Restaurant dan kuliner yang unik, museum-museum yang bagus dan terawat (dan banyak di antaranya yang gratis pada hari-hari tertentu), pelabuhan mereka yang iconic, taman-taman yang asri dan rindang, dan lainnya. Selain itu, Sydney termasuk kota yang aman dan nyaman. Saya masih berani kalau pulang berdua dengan Bazyl dalam keadaan langit sudah gelap, tapi ya gak pas midnight juga yaa 😀

Nyaman dan aman untuk pejalan kaki

Nyaman dan aman untuk pejalan kaki

Kegiatan favorite di taman: main di playground..!

Kalau untuk hal yang kurang disukai: biaya hidup di sini mahal banget, ahahaa. Secara Sydney kan termasuk salah satu kota yang living cost nya mahal. bahkan biaya sewa apt kita itu masih murahan waktu di SF kemarin dan juga untuk beberapa kebutuhan pangan di sini serba mahal. Makanya orang sini banyak yang prefer online shop.

Circulay Quay Sydney

Circular Quay Sydney

Sama saya kurang suka dengan mall dan pertokoan yang tutupnya cepat, ahahaha. Ada yang dari jam 4 atau jam 5 sudah tutup. kecuali tiap hari Kamis mereka buka sampai jam 9-10 malam. apalagi kaya coffeeshop gitu mereka tutup cepat termasuk weekend; buka jam 9-10 pagi tutup biasanya jam 3 atau jam 4 sore…! Yah walau gak semua sih yaa, tapi mayoritas seperti itu. Mungkin juga hal ini yang membuat work-life di sini jadi seimbang. Ada kejadian, waktu awal datang ke Sydney dan lagi nungguin suami selesai kuliah, kami janjian untuk ketemu di City, ya udah sekalian “numpang” ngopi di salah satu coffee shop deket situ. padahal baru jam 3 sore tapi bangku-bangku sudah diangkat dan secara halus saya disuruh keluar karena mereka mau tutup..! xD

Transportasi umum di Sydney. Salah satu hal yang membuat hidup di Sydney menyenangkan dan mudah itu adalah transportasi umumnya  yang aman dan nyaman. Bus, kereta, ferry, light rail/tram, taxi, dan tentunya pemerintah di sini sudah sangat memperhitungkan buat kenyamanan anak-anak, wanita hamil, orang tua, dan yang menggunakan kursi roda. Di setiap transportasi umum (kecuali taksi) selalu ada tempat khusus untuk anak dengan stroller, wheelchair accessible service, ibu hamil dan orang tua. Sedikit tips, jika menggunakan bus dan menunggu di halte, kita wajib kasih signal tangan ke driver; kalau gak, mereka akan lewat begitu saja walau kita udah jelas-jelas menunggu di halte tersebut..! Jadi ngerasa kaya lagi berhentiin Kopaja di Jakarta jadinya, hehehe.

Salah satu stasiun kereta

Station Macquarie center

Di sini penentuan harga untuk transportasi umumnya menggunakan sistem Opal. Opal adalah sistem ‘pay-as – you-go’, sehingga Anda hanya membayar bila Anda menggunakan kereta, bus, ferry, atau light rail. Jadi setiap naik kendaraan umum, harus tap on dan jangan lupa tap off waktu turun agar dapat harga yang sesuai, kalau tidak (kelupaan tap off) nantinya bisa di-charge lebih dari biaya seharusnya.

Public transportation in Sydney actually gives you more freedom to go anywhere because of its comprehensive network of buses, trains, taxis and ferries

Suasana di kapal ferry

Suasana di kapal ferry

Sementara harga tiket Opal terbagi dalam beberapa kategori: tiket dewasa (harga bervariasi sesuai dengan jarak), tiket orang tua (gold senior)/ pensiunan (pensioner), penyandang cacat, dan anak sekolah (child/youth) dapat benefit harga tiket diskon setengah harga dan tiketnya dapat tanda khusus, sementara anak-anak di bawah usia 5 tahun masih gratis. Selain itu ada juga tiket khusus untuk warga yang belum memiliki pekerjaan, selama dia sudah memiliki surat keterangan tidak mampu dari pemerintah lokal setempat. Untuk keluarga, ada tiket khusus untuk family. Jadi misalkan setiap keluarga tiketnya dipegang oleh si kepala keluarga, tapi setiap masing-masing anggota keluarga juga punya tiketnya dan wajib tap on. Cuma yang saya perhatikan, jarang ada keluarga yang pakai tiket family ini, karena agak ribet juga sistemnya.

Sydney South East Light Rail

Dan di sini setiap hari Minggu, harga tiket untuk semua transportasi menjadi $2.5 unlimited travel baik untuk bus, train, tram ataupun ferry. Jadi mau kemana-mana naik apa saja seharian ya bayarnya tetep $2.5, seru yaa…! Istilahnya Family Funday Sunday. Biasanya hari Minggu ini suka kita pergunakan buat jalan-jalan menggunakan kereta ataupun tram dari ujung ke ujung ahahahah. Habisnya Bazyl suka banget naik kereta ataupun tram  di sini..!

Family funday Sunday

Nyaman di kereta

Nyaman berkeliling dengan kereta

Walau transportasi umumnya sudah sangat bagus, pengguna mobil pribadi di sini juga banyak, karena tidak bisa dipungkiri, untuk beberapa wilayah sangat mudah dijangkau jika menggunakan kendaraan pribadi. Catatan bagi pemilik SIM Indonesia, sejak tahun 2006 ada perubahan kebijakan, sehingga jika mau menyetir kendaraan pribadi di sini, sangat diwajibkan untuk memiliki SIM Australia dan mengikuti driving test.

View from Royal Botanical gardens " CBD Sydney Area" -

View from Royal Botanical gardens ” CBD Sydney Area”

Penduduk Lokal di Sydney. Kalau untuk di kota orang-orangnya agak cuek; tipikal orang kota kali ya, serba in a rush bawaanya dan individual. Tapi kalau untuk daerah suburb seperti di daerah saya, tipenya lebih relax, santai dan ramah. Mungkin juga karena dekat dengan alam dan gak seriweh di City. Tapi jika saya bandingkan dengan orang-orang di Amerika (waktu kami di SF), orang di Sydney tidak se-easy going orang-orang di Amerika, yang kalau tiap berpapasan khan mereka suka menyapa “Hi, how are you?” atau “Good morning..!”, kalau di sini yaa lewat saja. Walau ada juga beberapa yang ramah, tapi kebanyakan orang tua . Apalagi kalau kita udah kenal baik, mereka suka negur duluan dan diajakin ngobrol dulu. Kadang ajak ngobrolnya suka kelamaan, hehe, rata-rata yang dibahas tentang cuaca hari itu. Jadinya saya kadang harus potong pembicaraan, kalau gak yaa gak selesai-selesai deh oborolannya, ahahahah. Selain itu, kalau mereka sudah kenal baik sama kita, mereka suka mengundang untuk barbeque-an atau sekedar makan dan tea time di tempat mereka; itu tandanya mereka suka dan nyaman dengan kita. Karena jarang banget penduduk lokal “bule” yang terlalu “open” dengan orang lain, kecuali dengan keluarga atau kerabat mereka.

The Sydney Town Hall is a landmark sandstone building in Sydney

Sebagai orang Indonesia. Di sini kan pendatang lumayan banyak dari mana saja, terutama orang Asia banyak banget di sini. Jadi sebenarnya orang-orang di Sydney secara general sangat menerima perbedaan. Walau terkadang emang ada juga yang menganggap orang Asia termasuk orang Indonesia itu kaya gak bisa apa-apa. Dianggap “lemah” atau gak berani “speak up”, jadi terkadang suka disepelekan. Walau gak semua yaa. Apalagi baru-baru ini ada berita  heboh tentang klinik pijat yang dituntut, dikarenakan kesalahan teknik pijat dari salah satu pegawainya yang berakibat fatal. Di sini khan kebanyakan klinik pijat pegawainya orang  Asia, ternyata setelah ditelusuri si terapi pijatnya itu tidak bisa berbahasa Inggris yang baik dan benar, jadi ketika si pelanggan menjelaskan mana yang sakit, si terapis tidak paham. Jadi ada sebagian orang-orang sini yang menganggap orang Asia itu “bodoh”.

Tentang I’ll Ride With You. Pasca kejadian teror dan penyanderaan selama hampir 16 jam di Lindf cafe Sydney pada bulan Desember 2014 yang lalu, beberapa konsekuensi dan sindiran negatif yang tidak mengenakan akhirnya harus ditanggung oleh warga Muslim di sini, apalagi bagi mereka yang menggunakan atribut jilbab dan lainnya. Saya sendiri, pernah mengalami kejadian yang tidak mengenakan dari salah satu teman di sini beberapa saat setelah kejadian “Sydney Siege” tersebut berlangsung. Di tempat saya mengikuti kelas Zumba, para Ibu-ibu di kelas dan beberapa teman lainnya berniat untuk mengadakan acara berdoa bersama di sebuah Gereja terdekat dan mengajak saya untuk gabung. Ketika saya bilang bahwa saya Muslim dan akan berdoa menurut ajaran dan keyakinan saya untuk para korban, beberapa dari mereka langsung diam, hening dan tidak percaya kalau saya adalah seorang Muslim. Kemudian salah satu dari mereka bilang: “I cant believe that you’re a Muslim dear, how could your people do this to us?”, terus terang saya kaget dengan pernyataan salah satu teman Zumba tersebut. Saya gak nyangka akan dikasih pertanyaan (dan pernyataan) seperti itu. Sempat hening dan ngerasa “awkward“, sembari bingung juga kemudian saya hanya berkata “As a Muslim, I really didn’t want that to happen and I feel ashamed for that. They’re not Muslim, they’re just people who didn’t understand what Islam is”. Kemudian saya langsung permisi untuk pulang. Mereka juga gak komentar lagi, daripada tambah panjang urusannya. Aksi teroris ini benar-benar merusak image umat Muslim lainnya di sini. Tapi Alhamdulillah, sekarang semua sudah baik-baik saja antara saya dan teman tersebut.

Kampanye #I’llRideWithYou

Nah, I’ll Ride With You ini merupakan kampanye yang awalnya dimulai oleh salah seorang wanita di Sydney bernama Rachael Jacosb yang menceritakan pengalamannya ketika di kereta melihat wanita muslim secara diam-diam melepas jilbabnya karena takut akan diserang atau di-bully. Lalu dia menghampiri si wanita ini untuk tetap menggunakan jilbabnya dan menemani si wanita ini selama di perjalanan. Rachael menceritakan kisahnya ini di Twitter dan di-Retweet oleh orang-orang lain, yang akhirnya menjadi trending dan mendapat banyak sekali dukungan dari warga Australia kepada kaum Muslim agar tidak takut dan berani untuk terus merasa aman dan nyaman di sini.

Pasca kejadian di Lindf Cafe, juga sempat heboh dengan video yang beredar di salah satu akun sosmed yang isinya tentang society experiment terhadap kaum Muslim, terutama yang menggunakan hijab atapun peci dan atribut Muslim lainnya. Dari situ terlihat sekali kalau masyarakat di Sydney sangat menerima dan bahkan ada yang membela secara terang-terangan ketika salah satu wanita Muslim yang menggunakan jilbab dilecehkan  dan di-bully . Jadi emang terbukti kampanye I’ll Ride With You ini sangat efektif dan bahkan saya sebagai Muslim sangat merasa nyaman dan aman. Bahkan teman-teman Indonesia di sini banyak juga yang berjilbab dan tidak ada masalah. Orang-orang di sini sangat modern dan meneirma perbedaan. Selain kampanye tersebut, ada lagi dukungan atau kampanye “Racism. It Stops With Me” yang intinya untuk semua warga Australia harus saling menghormati setiap etnis yang ada dan mendapatkan hak yang sama di area umum dan diharapkan tidak adanya hal diskriminasi .

Kampanye “Racism. It Stops With Me”

Yang Unik di Syndey. Tau kah? Kebanyakan orang-orang Australia itu sukanya nyeker…! Gak pake sendal atau pun sepatu, bebas aja gitu lenggang-kangkung masuk ke mall atau di coffeeshop, dan tempat umum lainnya. Alasan mereka: lebih nyaman dan menyatu dengan alam, ahahaha…! Mungkin karena di sini daerah alamnya khan masih banyak kali yaa 😀

“Nyeker”

Lalu awal-awal di sini (yaa sampai sekarang) masih suka bingung kalau denger logat mereka kalau ngomong. Mana ngomongnya terkadang cepat dan banyak sekali istilah slang atau singkatan yang harus saya pelajari..! Mungkin karena saya lebih terbiasa dengan American-English. Contohnya nih : Arvo = afternoon, Banger/Snag = sausage, Chook = chicken , Hungryjack = Burger King, Pram = Stroller, Uni = University, dan “Yeewww…!!” = I hear a lot of Aussies saying this when expressing their excitement ;p, dan masih banyak lagi sebenarnya tapi belum terlalu update.

Australians sometimes say several words as one ‘Waddayareckon’ (what do you reckon?), “Owyagoin” (how are you going?) etc. This can be confusing for an overseas visitor but you can soon get used to it..!

Sama di sini banyak sekali snake catcher..! Terutama pas summer (Desember – Februari) sekarang ini. Seperti beberapa waktu yang lalu ketika kami mau ke pantai, ternyata beberapa area ditutup karena ada ular muncul di area park.. ! Pokoknya kalau ada mobil snack catcher berhenti, pasti di situ lagi ada ular berkeliaran ;p. Jadi yaa, balik lagi, gak jadi lewat daerah situ deh. Suka jadi parno kadang. Cuma biasanya hanya terjadi di daerah yang deket hutan kecil atau park yang lokasinya emang masih alam banget (national park). Sydney walaupun sudah “kota” banget, tapi buat sebagian wilayahnya ya masih alam banget, jadi hal-hal seperti ini (banyak ular) masih sering  terjadi.

Snake Catcher beraksi

Festival di Sydney. Sejak pindah ke sini, kami sudah beberapa kali mengunjungi berbagai festival-festival yang diadakan di Sydney: Acara kuliner yaitu Night Noodle Market yang mayoritas standnya adalah kuliner makanan asia, sayangnya gak ada stand makanan Indonesia, hiks.

batch_5IMG_9763

Lampions at Night Noodle Festival at Hyde Park

Suasana di Night Noodle Market – Hyde Park, Sydney

Ada juga ada Chocolate Festival yang kesemuanya tentang dessert dan coklat. Trus sebelumnya lagi, ketika winter kemarin ada Beer Festival di The Rocks.

Smooth Chocolate Festival

Smooth Chocolate Festival

La Maison De L’Eclair display window at Smooth Chocolate Festival

Bulan lalu, baru saja ada perayaan Australia Day (26 Januari) yang merupakan hari lahirnya Australia. Banyak banget acara seru; seperti balapan kapal-kapal/ferry, konser lagu oleh artis di tengah laut. Lalu touring museum yang masuknya gratis (yeay!!), karena sebagian museum kalau di hari biasa ada yang harus bayar. Dan juga acara anak dan keluarga untuk meet and greet tokoh kartun Nickeledeon, konser Hi5, dan bagi-bagi snack gratis dari salah satu brand biskuit terkenal di sini yaitu Arnott’s, pameran koleksi mobil antik, parade bus-bus antiknya kota Sydney yang sengaja dikeluarkan lagi buat sightseeing kota Sydney; cukup dengan membayar gold coin $1-$2 yang mana uangnya juga dipakai untuk perawatan bus-bus tersebut. Seru banget! :).

Australia Day Fireworks at Darling Harbour

Vintage Bus saat Australia Day

Yang terakhir kami datangi yaitu Sydney Festival saat musim panas, yang meliputi acara kuliner, seni, konser musik, dan pemutaran film-film asing. The best part-nya buat masuk ke acara-acara festival ini adalah free…!

Summer in the City

City of Sydney Lawn Library, which is home to a lot of activities for all ages like calligraphy, circus skills and pop-up crafts

Salah satu yang dinanti pada bulan Mei mendatang adalah Vivid Sydney:

In 2015, Vivid Light will engage lighting artists, designers and manufacturers from around Australia and the world to illuminate, interpret and transform Sydney’s urban spaces for 18 nights through their creative vision

Kegiatan dengan Anak usia Prasekolah. Di Australia, usia wajib sekolah adalah usia 5 tahun untuk level Kindegarten (TK) dan biasanya untuk daftar sekolah, si anak masuk ke sekolah di area tempat dia tinggal. Kalau sudah jadi citizen, di sini sekolah gratis, kecuali dimasukin di sekolah swasta. Jadi sebelum usia 5 tahun, anak bisa ikutan acara playgroup atau playtime ataupun dimasukan ke childcare. Bazyl sendiri saat ini aktif mengikuti playgroup yang lokasinya tidak jauh dari rumah: seminggu jadwalnya dua kali pertemuan, dengan membayar donasi sebesar $9  di awal dan setiap datang hanya membayar $5 atau gold coin sebesar $1 – $2 untuk snack supplied berupa buah dan biscuit. Tapi ada juga beberapa playgroup yang benar-benar gratis dan hanya dengan membayar gold coin saja.

Bazyl di Playgroup

Bazyl di Playgroup

Selain itu ada juga story time, outdoor activity, art class, dll. Saya sendiri suka bawa Bazyl ke perpustakaan dekat rumah, karena di sini setiap perpustakaan pasti ada baby and kids activity and it’s free. Di perpustakaan ini juga hanya dengan sign in menjadi member kita bisa pinjam aneka macam buku dan mainan anak (maksimal 2 minggu). Kegiatan lainnya, Bazyl saya daftarkan di swimming lesson khusus untuk toddler yang jadwalnya seminggu 1x pertemuan.

batch_5IMG_0205

Kegiatan playgroup di perpustakaan

Kalau untuk childcare, Bazyl harus waiting list terlebih dahulu. Apalagi kalau yang disubsidi pemerintah. pasti selalu penuh. Untuk biayanya sendiri per-hari itu kisaran $95 – $135 tergantung fasilitas si childcare tersebut. Seminggu harus daftar atau masuk minimal 2x. Bisa dapat potongan harga juga, kalau kita lapor ke Centerlink (seperti yang saya jelaskan sebelumnya).

 Menemukan Komunitas. Biasanya dengan ibu-ibu Indonesia di sini, kami sering mengadakan playdate bareng di park atau pantai. Atau gak, kalau lagi pengen santai, ya kumpul di salah satu rumah teman yang bersedia rumahnya “diacak-acak”, ahahahaha; jadi anak-anak bebas main, dan ibu-ibu biasanya masak-masak, atau bisa delivery sembari mengawasi anak-anak, trus makan-makan deh..! Tipikal kegiatan ibu-ibu banget pokoke :D. Hal-hal simple seperti itu saja sih, tapi menyenangkan. Setidaknya bisa jadi pengobat kangen keluarga dan teman di Indonesia. Selain itu untuk Keluarga Pelajar Islam Indonesia (PII) ada kegiatan mengadakan pengajian rutin sebulan sekali.

batch_5IMG_4964_1 batch_5IMG_5156

Saya juga tergabung dalam komunitas Mommy (International) English Class yang kegiatannya hampir sama, semacam playdate tetapi ada sesi sharing tentang parenting style dari berbagai negara asal si mommy. Di sini saya banyak mendapat teman-teman dari mancanegara, kebetulan yang term kemarin ada dari Columbia, Singapore, Malaysia, Iran, Canada dan Saudi Arabia, kalau udah kumpul ramean kita suka saling tukar makanan khas kita masing-masing  🙂

batch_5IMG_0209

Mommy International English Class

Menjadi Mamarantau. Bersyukur banget bisa dapat kesempatan dan memiliki pengalaman hidup  untuk tinggal di negeri orang, kenal lingkungan baru, budaya baru, dan dapat teman-teman baru, juga jadi tambah membuka wawasan dalam berpikir dan melihat perspektif hidup lebih luas lagi. Ditambah dengan lingkungan yang serba bersih, teratur, senang aja gitu tiap hari kalau bawa Bazyl jalan pagi, siang, sore, bahkan malam. Pikiran jadi fresh. Kegiatan kala me time saya pergunakan dengan zumba ataupun lari di sekitaran rumah, walaupun gak lama, tapi setidaknya bisa buat pikiran kembali segar dan badan tetap fit dan siap sedia buat ngurus urusan anak dan rumah.

Zumba Class - menjaga tubuh tetap fit dan menyegarkan pikiran..!

Zumba Class – menjaga tubuh tetap fit dan menyegarkan pikiran..!

 Kadang saya suka iseng cobain berbagai macam resep, kebetulan saya memang hobi masak, dan kadang juga janjian jalan-jalan trus ngopi-ngopi dengan teman-teman.

Homemade Makanan Indonesia

Homemade Makanan Indonesia

Yang gak disukai, yaitu tadi: biaya hidup di sini mahal  banget, plus apa-apa harus ngerjain sendiri. Kangen sama keluarga. Jujur terkadang ada kalanya saya masih suka homesick hehe, apalagi kalau udah capek banget. Iya kan… di sini kami kerjakan segala sesuatu ya sendiri (yaa bagi tugas sama suami). Trus kaya nyalon atau pun perawatan badan disini mahal banget..!! Huhu. Untuk tempat rekomendasi jalan-jalan di Syndey, tunggu di artikel selanjutnya ya 🙂

—-

If you like to follow along our journey we’re on Web: http://nisadanchicco.com/ and Instagram: @qyusha and @denchicco.

Disclaimer: foto-foto pada laman ini adalah karya Nisa dan Chicco – dan beberapa diambil dari URL yang terhubung langsung dengan image gambar. Diedit oleh: @chiceniza.

Advertisements

24 thoughts on “Merantau di Sydney

    • NisadanChicco says:

      Hai Erin, iya ternyata di Sydney itu lebih mahal dibanding sf ahahaha. misalkan makan diluar kalau di sf average : $7 – $ 10 / orang di Sydney bisa $ 8 – $16 / orang. beberapa bahan makanan pun juga.jadi kangen cereal2 di amrik deh.huhuhu trus ongkos bus, sewa apt yang pasti mahal!!! huhuhuhu bahkan tiket nonton bisokop disini juga mahal $ 18 – $30 !!! . apalagi kaya misal baju mainan dll. bisa 2x lipat dari harga di amrik.

      Like

  1. nengwie says:

    Oh ya semenjak kejadian Charlie itu, teteh rasa sedikit parno, apalagi kalau ada orang yg jalan ngedeketin… duuuh..
    Belum lagi yg ngeliatin kita. Jadi takut keluar malam2 sendiri gitu 😦

    Like

  2. resaude says:

    wow… seru cerita oz-nya, tp mendadak bingung dgn SNACK CATCHER kok gambarnya org pegang ular, hiyyy… mungkin maksud mba nisa SNAKE CATCHER yaa, aq kepikirnya ada food truck di taman tp bnyk ular disekitarnya ikut makan juga… hahahahaa parah kali ini imajinasinya

    Like

  3. greenly says:

    Hai kak Nisa,
    Seru bacanya… Btw kak, kalo suami apply visa student di Ausie, trus agar istrinya bisa ikut, perlu syarat2 apa kak?? Terima kasih kak 🙂

    Like

  4. Vera says:

    Sydney selalu menjadi negara yang diincar oleh para pendatang khususnya orang Asia, karena welfare systemnya bagus dan terjamin, nggak kalah dengan negara Eropa disamping itu kAustralia juga masuk dalam salah satu negara dengan pendapatan perorangan tertinggi di dunia. Saya cukup lama timggal di Sydney walaupun sering pula pindah ke beberapa states di Aussie karena mengikuti suami yg bekerja di mining industri, namun tetap base camp kami di Sydney.
    Kisah yang yang disampaikan Nisa menggambarkan sydney namun ada yg perlu dikoreksi mengenai penggunaan SIM Indonesia yang tidak diperbolehkan menyetir mobil sendiri sangat tidak tepat. Setiap state atau negara bagian Aussie mempunyai aturan masing2 namun secara general khususnya negara bagian New South Wales (Sydney masuk NSW) , visitor boleh menyetir kendaraan pribadi dengan SIM International (SIM Indonesia), kecuali jika sudah mendapatkan PR maka diwajibkan mengambil SIM Aussie melalui driving test tentunya. Monggo dicheck ke link : ,

    Like

  5. Vera says:

    Sydney selalu menjadi negara yang diincar oleh para pendatang khususnya orang Asia, karena welfare systemnya bagus dan terjamin, nggak kalah dengan negara Eropa disamping itu kAustralia juga masuk dalam salah satu negara dengan pendapatan perorangan tertinggi di dunia. Saya cukup lama timggal di Sydney walaupun sering pula pindah ke beberapa states/negara bagian di Aussie karena mengikuti suami yg bekerja di mining industri, namun tetap base camp kami di Sydney.
    Kisah yang yang disampaikan Nisa menggambarkan kota sydney-CBD dan area minus suburb2 yg menarik lainnya, namun ada yg perlu dikoreksi mengenai penggunaan SIM Indonesia yang tidak diperbolehkan menyetir mobil sendiri sangat tidak tepat. Setiap state atau negara bagian Aussie mempunyai aturan hukum masing2 namun secara general, dan khususnya negara bagian New South Wales (Sydney masuk NSW), visitor boleh menyetir kendaraan pribadi dengan SIM International (SIM Indonesia), kecuali jika sudah mendapatkan PR maka diwajibkan mengambil SIM Aussie melalui driving test. Monggo dicheck ke link : http://www.rms.nsw.gov.au/roads/licence/moving-to-nsw.html#Internationaldriversandriders.
    Anyway sukses selalu buat Nisa dan suami.

    Like

  6. Dhilla says:

    Salam kenal Mommy.. Kebetulan saya jg di Sydney (Alexadria, dekat kan klo keShurry Hills 🙂
    Tapi saya belum jadi mommy, kapan2 bisa kopdar dunk/boleh ikutan gabung di community na 🙂
    Thanks

    Like

  7. Theo Wijaya says:

    Wah artikel yg bagus, aku rencana mau kerj di OZ , kira2 sulit gak untuk mendapatkan Permanent Resident , kebetulan aku udah 2 kali ke oz, anyway thanks ya mbak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s