Kegiatan Murah Meriah untuk Anak dan Keluarga di London

YokeYoke Wulansari – An Indonesian currently living a life in London. A native speaker of Indonesian with English and Dutch as the second language. I speak Spanish quite well to have a sobremesa-style conversation. My Italian is sufficient to make me survive when I need to buy food or ask for directions. My Mandarin, not bad to order rice with Peking duck. An extrovert that has turned out to be an introvert. I love Indonesia, and constantly miss Bandung.

Merantau di London

Semenjak kurang lebih dua tahun terakhir, saya dan anak laki-laki saya berusia 7 tahun tinggal di London untuk mendampingi suami yang berstatus sebagai karyasiswa di sebuah universitas di bagian barat kota. Sudah jadi rahasia umum khan, bahwa biaya hidup di London, seperti di kebanyakan kota besar lain di Eropa, tidak bisa dibilang rendah dan sering bikin sakit kepala. Tapi, untungnya saya bisa mengatakan kalau kota ini adalah kota yang pengertian dan ramah untuk keluarga dan anak-anak. Mengapa saya berpikir begitu? Karena ternyata pemerintah kota dan berbagai institusi banyak menyediakan kegiatan berkualitas untuk anak yang bisa diikuti tanpa dipungut bayaran dan itu jadi pengalaman yang menyenangkan tidak hanya bagi anak tapi juga bagi orang tuanya. Saya ingin berbagi sedikit tentang pengalaman saya mengikuti kegiatan gratis dan low-budget bersama keluarga.

Berkunjung ke museum yang masuk kategori “The Best Museum in the World”

London punya beberapa museum terbaik dunia dan bayangkan, kita tidak perlu bayar untuk bisa masuk dan menikmati semua koleksinya. Memang sih, mereka menyediakan kotak donasi, tapi kita tidak wajib memberikan donasi. Museum-museum terkenal seperti British Museum, Natural History Museum, Science Museum, Victoria and Albert Museum dan banyak museum lainnya punya koleksi keren yang sayang untuk dilewatkan. Di situs Web museum selalu ada info untuk kegiatan anak dan keluarga. Selalu klik di situ untuk tahu informasi tentang kegiatan yang dirancang khusus untuk anak.

london-natural-history-museum

Di Natural History Museum

Di Natural History Museum

Satu lagi, museum-museum ini ukurannya besar sekali jadi idealnya memang sekali berkunjung dengan anak, kita fokus di area tertentu saja karena apalagi jika kita membawa anak masih kecil biasanya jadi kelelahan. Tapi kalau memang waktunya sempit, selalu cari tahu tentang highlights setiap museum. Jadi dalam waktu singkat kita bisa melihat dan menikmati koleksi paling populer di museum tersebut.

irwinopolis-victoria-and-albert-museum-10

Museum Victoria dan Albert, London, adalah museum seni dekoratif dan desain terbesar di dunia, menampung koleksi permanen lebih dari 4,5 juta objek. Didirikan pada tahun 1852 dan dinamai menurut Queen Victoria dan Prince Albert

Ikut workshop seni dipandu seniman berpengalaman di National Gallery

National Gallery di London memiliki lebih dari 2000 koleksi lukisan dan banyak di antaranya bahkan lukisan maha karya pelukis kenamaan. Untuk anak-anak, mungkin masih sulit memahami lukisan tapi National Gallery punya program yang namanya Studio Sunday. Program ini adalah art workshop untuk anak yang dilakukan setiap hari Minggu. Kegiatannya berbeda-beda seperti menggambar sketsa, melukis, membuat 3-D object, membuat buku ilustrasi, dll. Anak-anak akan dibimbing oleh seniman yang memang bekerja di National Gallery. 

Hasil Menggambar Anak-anak di National Gallery

Hasil Menggambar Anak-anak di National Gallery

Studio Sunday Drawing Session
Studio Sunday Drawing Session

Saya pernah sesekali browsing mencari tahu tentang beberapa seniman pembimbing program ini dan wow, mereka punya jam terbang dan pengalaman yang juga tinggi. Selain Studio Sunday, National Gallery juga punya program seperti storytelling dan pertunjukan musik.

Bebas main di taman-taman London yang super luas.

London dikenal juga sebagai the green capital atau ibu kota yang hijau karena punya 43% lahan hijau. Jumlah taman kotanya juga banyak, ada 3.000 taman. Beberapa yang paling luas dan cantik adalah Hyde Park, Kensington Garden, Green Park, Greenwich Park, Hampstead Heath dan Richmond Park.

Di Kensington Garden, anak-anak bisa bermain di area pasir tempat berlabuh kapal bajak laut dengan ukuran besar. Mereka bisa masuk kapal, memanjat, dll.

playground-1

The Princess Diana Memorial Playground in Kensington Garden

Di Hampstead Heath saat musim panas kita bisa berenang di danau dan hiking sedikit ke Parliament Hill kita akan disuguhi pemandangan kota London yang indah dari atas bukit.

parl-hill-415x275

Parliament Hill Viewpoint – Grassy, romantic hilltop park with benches & iconic views of the London skyline

Kalau mau melihat rusa, kita bisa mengunjungi Richmond Park. Main di taman untuk keluarga kami selalu jadi kegiatan yang menyenangkan. 

image

Kadang dalam sehari kita bisa park hopping karena jarak tamannya berdekatan.

Menyaksikan Changing of the Guards

Siapa yang tidak mengenali penjaga istana dengan seragam merah dan topi bearskin-nya? Hampir setiap hari, bertempat di Istana Buckingham kita bisa menyaksikan prosesi pergantian petugas jaga istana. Mereka berbaris berjalan menuju istana diiringi drumben. Prosesi biasanya dimulai jam 11.00 pagi tapi kalau bawa anak kecil, sebaiknya hindari area Buckingham Palace karena pasti ramai kerumunan orang. Lebih nyaman kalau kita ke arah Wellington Barracks pada sekitar jam 10.15. Di sana para penjaga istana sedang bersiap untuk berjalan menuju Buckingham Palace dan selama menunggu kita malah akan terhibur karena drumben akan memainkan beberapa lagu. Dengan cara ini, kita juga melihat penjaga lebih dekat. 

changing-of-the-guard-buckingham-palace-1

di depan gerbang Buckingham, harus digendong yaa supaya bisa lihat penjaga istana

Di depan gerbang Buckingham, harus digendong yaa supaya bisa lihat penjaga istana

Oh iya, jangan lupa cek dulu jadwal pergantian penjaga di situs webnya British Army karena ada hari-hari tertentu prosesi ini tidak dilaksanakan.

Family Sunday di Royal Opera House

Royal Opera House adalah gedung pertunjukan opera dan balet yang masuk dalam daftar Top 10 Opera Houses versi National Geographic. Untuk orang Inggris sendiri, menikmati pertunjukan di sini adalah hal yang istimewa banget karena harga tiket pertunjukan yang mahal. Tapi khusus untuk keluarga, setiap hari Minggu terakhir dari setiap bulan mereka mengadakan Family Sunday.

11311707403_6db9919197_b

Di acara ini kita bisa masuk gedung opera yang megah dan mengikuti berbagai aktivitas menyenangkan yang berhubungan dengan seni pertunjukan seperti menyanyi, menari, pakai kostum, dll. Setiap bulan susunan kegiatannya berbeda tapi biasanya ada pertunjukan balet, demonstrasi kostum, serta backstage tour. Biayanya tidak terlalu mahal kok, hanya £5 untuk orang dewasa dan £3 untuk anak-anak dan acara berlangsung selama 4 jam.

Jadi anggota Public Library

Jangan lupa untuk daftar jadi anggota perpustakaan. Pendaftarannya gratis dan perpustakaan selalu punya banyak program untuk anak berbagai usia dengan tujuan untuk mengisi hari libur sekolah. Aktivitasnya banyak sekali dan bervariasi mulai dari storytelling, origami, manga drawing, kerajinan tangan dll. Tak jarang aktivitas itu juga disesuaikan dengan tema sesuai musim atau hari raya seperti Paskah, Natal, Diwali, Remembrance Day, dll.

berkegiatan di perpustakaan lokal

Berkegiatan di perpustakaan lokal

Di perpustakaan ini juga kita biasanya bisa dapat info tentang acara anak-anak di sekitar daerah tempat tinggal kita, misalnya pertunjukan teater, open house kantor polisi, stasiun pemadam kebakaran, dll.

di acara open house metropolitan police dan london fire brigade

Di acara open house metropolitan police dan london fire brigade

Main Air Mancur Spektakuler di Musim Panas.

Biasanya saat musim panas, kita bisa menemukan beberapa air mancur di London yang bisa dipakai bermain anak. Awalnya saya juga hanya lihat-lihat saja karena kalau di Indonesia biasanya kan dilarang yaaaaa bermain di air mancur. Tapi saya perhatikan, anak-anak lain kok bebas main air mancur basah-basahan malah ada yang ganti baju pakai baju renang. Saya lihat orang tua mereka juga membawakan baju ganti.

Main Air Mancur di Southbank

Main Air Mancur di Southbank

Jadi ternyata air mancur itu memang boleh banget jadi arena bermain anak. Beberapa tempat air mancur yang keren buat splish splash splosh ada di Southbank, Granary Square, Diana Memorial Fountain dan Queen Elizabeth Olympic Park Fountain. Water jets-nya bikin anak-anak betah banget.

image1

Queen Elizabeth Olympic Park Fountains

Winter Wonderland

Menjelang musim dingin, biasanya di awal bulan bulan November kita bisa berkunjung ke Winter Wonderland di Hyde Park. Seluruh area taman disulap jadi taman hiburan yang dipenuhi dengan berbagai atraksi dan rupa-rupa jajanan yang enak. Untuk masuk Winter Wonderland kita tidak perlu bayar. Kita hanya bayar jika ingin naik atraksi tertentu seperti komedi putar, ferris wheel, dll. 

winterwonderland

Kalau tidak ingin naik atraksi kita tetap bisa merasakan meriahnya suasana menjelang musim dingin. Anak-anak pasti suka mencoba jajanan khas marshmallow panggang dan cotton candy.

 

Nonton Film Anak dengan Harga Khusus

Tiket masuk untuk menonton film di bioskop di London tergolong mahal. Untuk dewasa sekitar £12 dan anak £8. Tapi di setiap hari Sabtu dan Minggu, dan juga saat libur sekolah, anak-anak bisa nonton film dengan harga khusus. Di UK ada beberapa perusahaan bioskop. Dua yang paling terkenal yaitu Odeon dan Vue punya program Kids Screening dan Mini Mornings yang menayangkan film anak-anak. 

image001

Memang film yang ditawarkan bukan film yang baru saja dirilis, tapi saya sering memilih program ini sebagai alternatif hiburan karena murah meriah. Berbeda jauh dengan harga normal, kita hanya harus membayar £3.5 per orang (harga dewasa dan anak sama).

London Open House

London punya banyak bangunan menarik yang sebetulnya tidak terbuka untuk umum. Namun satu tahun sekali, di acara yang dinamakan London Open House, masyarakat boleh masuk gratis dan melihat bagian dalam bangunan. Untuk tahu bangunan apa saja yang masuk dalam daftar, kita tinggal berkunjung ke situs web acara ini. Khusus untuk anak-anak, ada Open House Junior. Bangunan yang masuk dalam daftar Open House Junior, cocok untuk dikunjungi anak disertai dengan berbagai aktivitas untuk anak berbagai usia. Beberapa yang menarik adalah program City of a Thousand Architects yang diadakan di City Hall. Di sini anak-anak bisa ambil bagian membuat rancangan gedungnya untuk ditempatkan di maket kota London masa depan.  

cityofthousandarchitects_cityhall

Selain hal-hal yang telah saya sebutkan di atas, tentunya masih banyak kegiatan lain yang diadakan sepanjang tahun. Disamping kegiatan gratis, TFL atau Transport for London, penyedia jasa transportasi umum untuk kota London punya kebijakan kids go free. Jadi kalau kita menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta bawah tanah dan tram, anak sampai usia 11 tahun tidak perlu bayar. Bahkan satu orang dewasa diperbolehkan membawa maksimal 4 orang anak di bawah usia 11 tahun. Tidak bisa dipungkiri, biaya transportasi di London mahal – bahkan salah satu yang tertinggi di dunia karena masih lebih mahal dibanding kota New York – tapi karena anak tidak perlu bayar, kami agak terhibur dan jadi nggak pernah mati gaya selama tinggal di London ☺

Semoga bermanfaat, yaaa..! Untuk beragam kegiatan FREE dan murah meriah lainnya, beberapa Website seperti: http://www.london-baby.com dan www.familybreakfinder.co.uk juga dapat membantu..!

=====

More about London stories from Yoke can be read at her blog: https://ladybugonthego.wordpress.com

Advertisements

Tempat Favorite untuk Keluarga di Singapura

IMG-8447.JPGPrissa Putri J – Once a Lawyer, always a mother.. Raising a fairy princess Quorra and a mighty knight Shatra.

Hello! Nama saya Prissa Putri, sudah 4 tahun ini status saya adalah full time home-maker aka. woman who fully manage a household hahaha..! Jadi termasuk juru masak, tukang bersih bersih, tutor privat sampai uber mom yang sebagian besar waktu habis di jalan untuk mengantar anak dan suami setiap harinya. Sebelum terjun ke profesi menantang ini, pekerjaan saya sebelumnya adalah seorang corporate lawyer di salah satu lawfirm terbesar di Jakarta selama 8 tahun, kemudian naik pangkat diberi kepercayaan mengurus 2 orang anak, Quorra Tjokroatmodjo (6 thn) dan Artachshatra Tjokroatmodjo (4,5 thn) tanpa bala bantuan aka helper di negeri rantau Singapura (malu nih disebut negara rantau padahal jaraknya cuma sejauh cibubur hahaha).

Saya, suami dan 2 anak kami, Quorra dan Shatra pindah ke Singapura pada tahun 2013, setelah suami mendapatkan tawaran bekerja disalah satu multinational technology company. Tepat di awal bulan ini menandai pindahnya kita pindah lengkap sekeluarga selama 4 tahun.

Processed with VSCO with a6 preset

The four of us

Di awal keputusan menerima pekerjaan di Singapura ini, kebetulan kami berdua sama-sama meniti karir yang sama di Jakarta. Sehingga “ambisi wanita karir” saya masih meluap-luap haha… jadi kami tidak langsung pindah secara bersamaan, melihat jarak yang cukup dekat antara Jakarta-Singapura, saya sempat memutuskan untuk tetap bekerja di Jakarta at least sampai akhir tahun 2013 (nunggu bonus akhir tahun lah hahaha, ups!). Setelah 3 bulan mencoba, dan merenungkan kembali prioritas hidup, yang menurut kami keluarga itu sudah seharusnya bersama sama, akhirnya di bulan Oktober 2013 saya memutuskan untuk resign sepenuhnya dan hijrah ke Singapura.

We enjoy every bit of seconds living here in Singapore! Menurut kami, negara ini adalah tempat yang sempurna untuk membesarkan anak-anak. Lingkungan aman, taman kota dimana-mana, playground bersih dan mudah ditemukan, lingkungan komunitas yang kondusif disini sangat memudahkan kami akhirnya menyebut Singapore as our home.

Pindah kesini saat Quorra masih berusia 2 tahun dan Shatra kurang lebih 8 bulan, pertama kali jadi full time home-maker, masih mencari rhythm yang pas, jadi di awal awal kepindahan banyak cerita0cerita yang gak bisa dilupain, salah satunya yang paling menantang adalah waktu Shatra masih harus digendong kemana-mana (thank you ergo baby!) dan antar jemput Quorra sekolah dengan public transportation, sampai pernah sekali waktu, karena cepet-cepet turun, saya sukses terjatuh dan kaki pun terkilir sehingga harus pakai aircast! Tantangan banget haha! Karena disini pace hidup orang-orang itu serba cepet-cepet kaaan jadi penyesuaian ini mengorbankan kaki fracture ;p

Kiasusim

Satu yang saya bisa sebutkan sebagai whatnot to like living here in Singapore, yaitu KIASUISM orang Singapura! Sifat ini mendarah daging sekali sampai ke anak-anak, ambisius ada baiknya, tapi kiasuism that’s another level! Hahahahaha.

Apasih “KIASUISM”, dari istilah Kiasu (Chinese: 驚輸; Pe̍h-ōe-jī: kiaⁿ-su) adalah istilah bahasa Hokkien yang arti sebenarnya adalah sikap mau menang sendiri dan egois. Ini salah satu sikap yang lengkeeett dan identik dengan para Singaporean, dan bisa diliat dalam semua segi berkehidupan di Singapura, mulai dari antri chicken rice, antri sale, daftar sekolah anak, sampe sampe masuk giliran di playground. Karena ini udah sifat yang mendarah daging, dan jadi bagian dari culture Singaporean, jadi anak-anak kecil pun (tentunya karena sikap orang tuanya yang seperti itu juga) jadi ikutan, pokoknya slogannya “gue harusss yang pertamaaaaaaaa” hahahahhahaa. Nah, inilah yang para pendatang dari luar Singapura biasanya merasa super super risih sama sifat yang satu ini, so when I said ambitious is good but Kiasuism is another level, I really mean it! When you’re ambitious, you set the goal for yourself to be successful, but Kiasu, you have to be successful but everyone must loose!

Terjemahan dalam bahasa inggrisnya “afraid to lose out” dari ‘kia’ artinya ‘afraid’ dan su artinya ‘kalah’.

Area Tempat Tinggal

Kami tinggal di area Bukit Timah, masuk postal districtnya district 10, memutuskan tinggal disini karena areanya yang residensial. Mau ke Botanic Garden terjangkau dan dekat, ke kota juga tidak terlalu jauh dengan area hijau yang banyak! Area tempat kami tinggal ini termasuk area pendatang, jadi tetangga kiri kanan depan belakang mostly adalah perantau di Singapura.

IMG-2172

Singaporean yang tinggal di area pun kebanyakan yang memiliki landed house dan pergi ke sekolah di sekolah unggulan Singapura jadi tidak sering berinteraksi dengan mereka kecuali di satu tempat les dengan anak anak hahaha! Menurut kami, area ini new-comer friendly! Sejak 4 tahun lalu, kami jatuh cinta dengan area ini.

Kids Friendly Restaurants

Hampir setiap minggu ada tempat makan baru di Singapura yang memanggil-manggil untuk dicoba haha dan mostly kids friendly! Karena, kebanyakan pendatang di Singapura itu keluarga dengan anak, dan anak-anak tersebut rata-rata babies, toddlers sampai teenagers. Most restaurants di Singapura pasti menyediakan crayons, kertas mewarnai atau buku bacaan! Free magazine yang berkeliaran disinipun membahas seputaran keluarga dan segala aktifitas buat anak-anak jadi gampaaang sekali untuk menentukan aktifitas akhir pekan sama anak-anak disini. Hmmmm, kalau disuruh menyebutkan satu tempat makan favorit ini rasanya suliiittt banget! Tapi saya akan kasih 3 tempat favorit kami sekeluarga untuk ini:

1)    Riders Café

Tempat ini salah satu all time favorite kami! Tempatnya di area Bukit Timah, tidak jauh dari kota tetapi begitu masuk areanya rasanya seperti di ranch luar kota 😀 Kids loveee this place! Timing yang disarankan adalah waktu sarapan, anak-anak punya kesempatan untuk masuk ke kandang kuda keliling liat kuda bahkan bisa pony ride 😀 Weekend, agak sulit dapat meja, tetapi bisa reservasi dulu.

ulu-restaurants-singapore-07160009

2)     Open Farm Community 

Restauran ini letaknya tidak jauh dari Orchard Rd dan dekat sekali dari Singapore Botanic Gardens, restaurant ini punya organic city-farm di areanya dan semua bahannya digunakan untuk penyajian makanan di restaurannya. So definitely its Organic-kids friendly! Dan punya halaman outdoor playground yang luas yang jadi favorit anak-anak. Biasanya kalau udah kesini, habis makan, 2 cangkir kopi pun gak cukup hahaha!

umdscf9892

3)    The Quayside at Robertson Quay

Ini merupakan suatu area, konsepnya adalah open space restaurant row, banyak sekali pilihan makanan sesuai selera, dari Mexican, Japanesse, Chinese, Italian, sampai Middle East yang semuanya kids friendly! So, when in doubt go to this area! Kids can play scooters along the quay of Singapore river trus kita makan enak!

super-loco-3

One of the Mexican Restaurant, Super Loco

 

Nah, kalau tempat hang out terfavorite kita sekeluarga adalah:

1)    Singapore Botanic Gardens

Untuk anak-anak kunci utamanya adalah lapangan luas buat jungkir balik sampe capek tanpa diteriakin mama papanya ya! Hahahhaha jadi tempat ini selalu jadi andalan kita sekeluarga, lebih lagi di Singapore botanic gardens itu punya jadwal rutin concert in the park! Kita selalu cek jadwal rutin di website nparks yang super update untuk event-event ini, bahkan ada juga cinema in the park  yang super kids friendly!

20140811_botanic_sph

item_3-thumbnail-carousel-img-740-416

2)    Museum!

Yes, in Singapore we have these privileges of crazy cool museums everywhere! Anak-anak bisa terekspos dengan Museum yang sangat apik, terawat dan memadai, jadi sesering mungkin kami selalu mengajak anak-anak mengunjungi museum waktu akhir pekan. Favorit kita sekarang ini adalah Singapore National Gallery! Latest visit, kita memperkenalkan lukisan-lukisan karya Raden Saleh ke anak-anak. Dan tentunya exhibition Life is the Heart of the Rainbow oleh Yayoi Kusama.

C5TUKk-VUAEffmw

Tantangan menjadi mamarantau di Singapura

Menurut saya pribadi, hidup disini hampir bisa dikatakan sangat mudah, making friends also is easy karena itu tadi, rata-rata disini banyak pendatang dari berbagai negara jadi lebih friendly. Quorra dan Shatra sekolah di Sekolah Internasional, dan muridnya sangat beragam, dari nationality Israeli, Pakistani, Kuwaity, Greek, Indian, you name it ada semua, dan inilah yang kami mau tanamkan ke anak-anak kalau kita semua ini citizen of the world, we have friends from many different country. Jadi kami sangat bersyukur dengan kesempatan ini.

Tapi tetep sih ada tantangan sebagai seorang Indonesia merantau di Singapura, saya pribadi tidak suka dengan pembagian ras yang diterapkan di Singapore, meskipun negara ini punya tujuan sendiri atas itu menurut saya hal-hal sedemikian harus kita minimalisir. Paras kita yang sama dengan penduduk Singapura dengan ras Malay (Melayu), sering menjadi pengelompokan di tempat-tempat tertentu, dan budaya Melayu yang suka ikut campur (hampir sama nih kayak orang Indonesia 😛 ) kadang-kadang mengganggu hahaha!

====

Instagram: @pichaputri

Merantau di Athena

di-museum-arkeologi-athens.jpgIrma Kartika – I am an architecture graduate who never worked in architecture world, but my passion is still there (at least admiring the buildings 🙂 ), now a mother of two boys, currently living abroad with my family to accompany my husband pursuing his master’s degree in La Rochelle, France. In 2011-2014 our family resided in Athens, Greece to follow my husband’s duty in the embassy.

Hallo..! Saya seorang sarjana Teknik jurusan Arsitektur, yang setelah lulus kuliah kemudian bekerja di beberapa perusahaan sebagai marketing. Sejak melahirkan anak pertama saya berhenti bekerja dengan rencana akan kembali bekerja, namun 20 bulan kemudian saya melahirkan anak kedua, maka saya pun memilih untuk menjadi full-time mom untuk kedua anak saya, Rafa dan Zafa. Sedari kecil saya tidak pernah pindah domisili, berada di kota dan kompleks yang sama, baru pindah rumah ketika menikah, itu pun cuma beda beberapa blok dari rumah orang tua saya.

Berbeda dengan suami saya yang ayahnya bekerja sebagai diplomat, membuatnya selalu berpindah rumah dan negara. Ia pun memilih pekerjaan yang sama dengan ayahnya setelah menikah dengan saya. Maka di tahun 2011, 5 tahun setelah menikah dengan 2 anak balita saya pun memulai petualangan berpindah ke negara lain mengikuti tugas suami saya sebagai diplomat. Kota yang menjadi tempat tujuan kami adalah Athena, ibukota Yunani.

Idul Fitri 2014 di Wisma Duta Athena.jpg

Idul Fitri di KBRI Athena

Tinggal di Ibukota Yunani

Yunani seperti halnya Indonesia merupakan negara kepulauan yang indah dan kaya akan tradisi. Terletak di daerah mediterania membuat Yunani mempunyai iklim yang hangat, memiliki 4 musim namun musim dingin relative lebih ‘hangat’ dibanding negara Eropa lainnya.

dsc_0066

Athens, a city worshipped by people and gods. The beautiful capital of Greece is one of the oldest cities in the world. It is said to be the cradle of civilization and the birthplace of democracy. 

Athena, ibukotanya merupakan kota bersejarah dengan bangunan-bangunan kuno berpadu dengan hiruk pikuk kehidupan di ibukota. Saat kami tiba di sana di bulan Agustus 2011 Yunani sedang dihantam oleh krisis ekonomi yang sangat parah sehingga kehidupan di kota Athena agak muram, dan lesu ditandai dengan banyaknya toko-toko yang tutup dan keadaan lingkungan yang kurang terawat serta kotor. Demonstrasi pegawai / buruh menjadi agenda rutin beberapa bulan sekali dengan sesekali ada mogok (strike) transportasi umum seperti metro dan bus. Namun selama kami tinggal di sana masih dalam taraf aman dan terkendali.

Kendala utama yang harus kami hadapi adalah Bahasa. Bahasa Yunani mempunyai alfabet sendiri yang berjumlah 24. Meskipun beberapa alfabet sudah cukup familiar karena penggunaannya di pelajaran fisika namun jadi peer bagi saya di awal-awal kedatangan kami untuk membaca nama tempat terutama jika sedang bepergian dengan transportasi umum. Namun lama-kelamaan saya pun bisa membaca tulisan Yunani dan saya pun sempat kursus singkat Bahasa Yunani selama 3 bulan yang diadakan oleh KBRI untuk para pegawai dan pasangannya.

img_2011

Meskipun demikian tidaklah sulit menemukan penutur Bahasa Inggris di Athena. Di daerah wisata di pusat kota Athena, Bahasa Inggris sangatlah umum digunakan sehingga kita tidak perlu khawatir lost in translation.

Berkeliling di Athena

Kota Athena merupakan tujuan wisata historis,  kota ini berbukit-bukit dengan bukit tertingginya adalah Bukit Lykavittos dimana dari puncaknya kita dapat melihat pemandangan kota Athena 360 derajat.

lykavittos_hill_002

Lykavittos Hill

Bukit lainnya adalah bukit dimana terdapat bangunan paling terkenal di Yunani yaitu Acropolis of Athens. Mengunjungi tempat ini sudah menjadi impian saya sejak kecil dan akhirnya tercapai malah lebih dari 5 kali tak bosan kesana melihat kebesaran sejarah dan juga pemandangan yang spektakuler.

1200px-view_of_the_acropolis_athens_28pixinn-net29

The word acropolis comes from the Greek words ἄκρον (akron, “highest point, extremity”) and πόλις (polis, “city”).[2] Although there are many other acropoleis in Greece, the significance of the Acropolis of Athens is such that it is commonly known as “The Acropolis” without qualification

pemandangan Athena dr Acropolis

Pemandangan Athena dari Acropolis

bermain sepeda di Stadion Olympiade OAKA

Bermain sepeda di Stadion Olympiade OAKA

Tempat lain yang perlu dikunjungi adalah Monastiraki, sebenarnya saya kesini karena disanalah terdapat restoran makanan khas Yunani yang sangat lezat. Gyros (di Indonesia dikenal dengan nama Kebab), merupakan irisan daging kambing dan sapi yang dibungkus dengan Pita (roti tipis berbentuk lingkaran) dengan saus Tzatziki (paduan yoghurt Yunani dengan potongan timun dan taburan daun dill) yang segar plus Greek Salad ( potongan timun, paprika hijau, bawang Bombay, tomat, olive, disiram dengan minyak olive, perasan lemon dan garam) merupakan makanan yang dapat dijumpai di seluruh penjuru Yunani.

souvlaki-pita-gyros

Gyros..!

monastiraki-shop2

Monastiraki Flea Market is a jumble of shops selling artisanal soaps, handmade sandals and souvenir T-shirts.

Untuk berbelanja area yang sangat terkenal adalah jalan Ermou di Daerah Syntagma di seberang parlemen Yunani. Jalan ini merupakan jalur pejalan kaki yang di kiri kanannya dijejali oleh berbagai toko dengan merk-merk global seperti H&M, Zara, Marks & Spencer, dan juga restoran cepat saji seperti McDonald’s, Starbucks dan lainnya. Sudah menjadi rahasia umum di jalan ini banyak copet yang beroperasi, sehingga jangan pernah lengah ketika sedang berbelanja disini.

athens-greece-ermou-street-panagia-church

Ermou Street – It took its name from Hermes, the ancient Greek god of commerce. In the middle of Ermou Street is one of the oldest churches in Athens, the Panaghia Kapnikarea

Selain itu tentunya tempat yang harus dikunjungi di Athens adalah Plaka yang terletak di dekat Akropolis dan merupakan ‘village’ di dalam kota Athena. Saat ini sepanjang jalannya berjejer toko suvenir, restoran dan kafe dengan bangunan-bangunan yang bernuansa ‘desa’ Yunani dengan gang-gang yang sempit, menanjak, dan jalan berbatuan.

Tempat Tinggal di Athena dan Sekolah Anak

Kami tinggal di daerah suburban di Utara kota Athena di sebuah Mesoneta, ini adalah istilah khas Yunani untuk bangunan paduan antara apartemen dan rumah. Jadi bangunan tempat kami tinggal terdiri dari 6 lantai dan 4 unit tempat tinggal. Tetangga satu bangunan kami terdiri dari berbagai bangsa, dari Nigeria, Jerman dan satu unit lagi ditempati oleh pemilik bangunan yang asli Yunani.

BBQ di halaman rumah

BBQ di halaman rumah

Pada saat pindah ke Athena, anak saya yang pertama berumur 4 tahun sehingga masih di tingkat nursery (disebut paidikos statmos). Di Yunani umur masuk TK (disebut Nipiagogio) adalah 5 tahun dan SD (disebut Sxolio) adalah 6 tahun. Untuk sekolah negeri tingkat TK dan selanjutnya tidak ada biaya pendidikan alias gratis, kami hanya perlu membayar untuk biaya wisata sekolah saja.

23530347

Rafael, anak pertama saya, masuk sekolah pertamanya di Yunani di Nipiagogio negeri yang terletak 700 meter dari rumah. Pendaftaran sudah dilakukan di bulan Maret, syaratnya adalah pemeriksaan kesehatan di dokter mata dan dokter gigi, dan akte kelahiran serta buku vaksinasi. Pada saat masuk sekolah Rafael belum bisa sama sekali berbahasa Yunani, namun 2 minggu kemudian ia pun sudah dapat berkomunikasi dengan teman-teman sekalasnya.

Di kelas Rafael

Untuk masuk SD syaratnya ditambah dengan pemeriksaan ke dokter jantung. Selama 2,5 tahun bersekolah di Yunani Rafa tidak mengalami kesulitan beradaptasi dan berkomunikasi. Ia bahkan memiliki teman baik yang masih sering berkomunikasi hingga saat ini.

Bersama teman-teman sekolah

Bersama teman-teman sekolah

Anak saya yang kedua, Zhafran, pernah saya coba untuk masukkan sekolah di tingkat paidikos statmos. Di tingkatan ini meskipun milik negara, namun kami harus membayar biaya yang besarannya tergantung gaji orangtua. Semakin besar gajinya maka bayarannya pun semakin mahal, namun tentu saja jauh lebih murah dari sekolah swasta. Setiap hari anak-anak diberi makan 2 kali dan jam sekolahnya adalah jam 8 hingga jam 11.30.

Pada saat tinggal di Yunani Zhafran sempat berhubungan dengan masalah kesehatan karena ia memiliki kelainan Sleep apnea (gangguan tidur karena tidak bisa bernapas untuk beberapa detik) akibat pembesaran amandel dan adenoid. Di Athena Zhafran pun dioperasi pengecilan amandel dan adenoid di sebuah rumah sakit negeri. Mengapa negeri? Karena harga rumah sakit swasta di Athena sangat sangat mahal. Kekurangannya adalah stafnya (kecuali dokternya) TIDAK ADA yang dapat berbahasa Inggris. Berbekal modal Bahasa Yunani sepatah sepatah Alhamdulillah saya pun dapat menembus kerumitan administrasi birokrasi rumah sakit negeri di Yunani. Operasi pun berjalan lancar dan uniknya setelah operasi dengan bius total Zhafran hanya perlu diobservasi 3 jam setelah itu langsung pulang.

Yang Paling Disenangi dari Athena

Hal yang paling kami sukai di Athena adalah banyaknya taman bermain untuk anak-anak di pemukiman dan pantai yang bersih dan yang paling penting adalah pantai tersebut gratis biaya masuk ataupun apabila dipungut bayaran sangatlah murah. Sehingga sepanjan kami tinggal di Yunani tempat yang paling banyak kami kunjungi adalah pantai-pantainya di berbagai pulau yang ada di sana.

satu tenda sewa beramai-ramai di pantai

Satu tenda sewa beramai-ramai di pantai

Pantai Myrtos di pulau kefalonia

Pantai Myrtos di pulau Kefalonia

Liburan musim panas merupakan liburan sekolah yang terpanjang yaitu 3 bulan lamanya. Di musim panas ini banyak keluarga Athena yang ‘mudik’ menitipkan anak-anak mereka di rumah orang tuanya di kampung halaman mereka masing-masing yang berada di luar kota Athena. Di musim panas temperature dapat mencapai hingga 45 derajat sehingga hiburan yang paling murah dan menyenangkan adalah berenang di laut. Dengan temperature air yang cukup sejuk sekitar 25 derajat berpadu dengan temperature di luar yang lebih panas membuat badan segar.

Nafplio

Nafplio

summer life in Greece

Summer life in Greece

marina Flisvos di utara kota Athena, tempat hangout di tepi laut

Marina Flisvos di utara kota Athena, tempat hangout di tepi laut

Bermain di pantai tentu saja tidak boleh melupakan minuman khas di musim panas yaitu frappe, campuran es, kopi, dengan susu dan gula lalu di mix dengan mesin khusus sehingga keluar buih. Rasanya, segar sekali…!

frappe

Frappe..!

Masyarakat Yunani masih memeluk erat agama Kristen Orthodoks, dengan ritual yang berbeda dengan Kristen Protestan dan katolik. Hari keagamaan yang dirayakan besar-besaran di Yunani adalah Paskah, yang berbeda dengan paskah Internasional, biasanya beda 1 minggu sebelum atau sesudahnya. Di hari ini dirayakan dengan berbagai ritual keagamaan dengan puasa selama 40 hari sebelumnya.

tradisi lempar guci di hari paskah (2)

Tradisi melempar guci di Hari Paskah

Secara umum orang Yunani sangatlah ramah dan mereka sangat menyukai anak-anak. Jangan heran jika berpapasan di jalan ada orang yang mengusap kepala anak-anak sambil tersenyum hangat bahkan di toko jika saya berbelanja dengan anak-anak ada pegawai toko yang memberikan coklat, eskrim, atau buah-buahan gratis untuk anak-anak.

greek-hospitality-xenia

Xenia is the Greek concept of hospitality

Orang Yunani merupakan orang yang senang mengobrol, suka makan, superstitious, sangat kekeluargaan, santai.


More stories from Irma: https://mamarafazafa.wordpress.com/ and Instagram @irmakarika

Musim Dingin di Negeri Padang Pasir, Abu Dhabi

 

c8de7c1d-1923-48ac-834d-ee472ac93925-e1507717587502.jpgWinda Putri (Winda) – Black coffee lover, Bhumi’s bunda, Al’s wife. Move from north to middle east. 4 years in Copenhagen, the 3rd year in Abu Dhabi. Ready for next chapter.

Pastilah yang terbersit saat pertama kali mendengar Timur Tengah dan gurun adalah cuaca panas dan matahari yang terik. Memang tidak mengherankan, di kota ini, musim panas yang dimulai bulan Juni dan puncaknya di bulan Agustus, temperatur udaranya bisa mencapai 55 derajat Celcius. Kegiatan di luar ruangan seolah-olah berhenti saat musim panas. Udaranya yang kering membuat orang-orang malas keluar rumah. Namun saat musim dingin tiba, semuanya berubah.

Abu Dhabi from Heritage Village

Tinggal di Abu Dhabi, salah satu emirat (negara bagian) di Uni Arab Emirat, membuat saya sangat menikmati musim dingin yang dimulai di akhir Oktober. Saat angin dingin mulai bertiup, saat suhu udara mulai turun adalah waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan di luar ruangan. Bahkan musim dingin pun menjadi saat yang tepat untuk membuka kembali koleksi baju hangat , sweater dan jaket, mengingat saat malam hari suhu udara bisa mencapai 7 derajat selsius.

Padang Pasir yang Sureal.

Padang Pasir

Abu Dhabi adalah kota yang dikelilingi oleh padang pasir, hanya bagian Utara yang berbatasan dengan laut. Lautan pasir berwarna kuning adalah keindahan yang bisa dinikmati saat musim dingin tiba. Hening dan sureal. Desir suara pasir yang bergerak seolah-olah mencoba berbicara tentang masa lalu, dinginnya pasir saat bertelanjang kaki berjalan diatasnya mendinginkan tubuh setelah musim panas yang panjang. Keindahan matahari tenggelam yang memberikan warna keemasan dan bintang yang bertebaran di langit saat malam tiba merupakan keelokan yang tak bisa diungkapkan.

 

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di gurun pasir yang indah ini, berkemah salah satunya. Bermalam di padang pasir menjadi kegiatan banyak penduduk Abu Dhabi saat musim dingin. Baik yang datang dengan membawa tenda sendiri atau menggunakan penginapan yang telah disediakan.

 

Gambar kiri atas-bawah : hasil pencarian Google

Pengalaman mengikuti satu paket wisata menikmati padang pasir bersama dengan keluarga mengubah pandangan saya tentang kehidupan sosial masyarakat padang pasir. Sebelum negara Uni Emirat Arab terbentuk, negara awalnya merupakan sebuah suku-suku kecil yang berpindah-pindah dari satu sudut padang pasir yang satu ke sudut yang lain, berkelana bersama keluarga dan kelompoknya bersama dengan ternak mereka yang sering disebut Bedouin. Kehidupan nomaden ini kemudian berubah menjadi kehidupan menetap namun tetap menjalankan tradisi kehidupan semi-nomaden.

DESERT5.JPG

Pada suatu kegiatan berkemah, para tamu akan menggunakan tenda-tenda dengan motif yang indah dan kuat melindungi dari panas di siang hari dan dingin di malam hari sebagai tempat istirahat. Para wanita akan menyiapkan makanan atau membuat hiasan henna di tangan para tamu yang ingin dihias. Para lelaki akan menyiapkan kopi khas Arab yang disebut Qahwa dengan aroma kardamom (kapulaga) yang dibuat langsung diatas bara api dan disajikan dengan teko khusus dallah di teko kecil tanpa gagang fenjan , diiringi bunyi rebab dan puisi yang mengalun menjadikan malam musim dingin, berkemah di bawah langit padang pasir, adalah pengalaman yang tak mudah terlupakan.

Pesona Pantai di Pinggir Teluk Arab

Kalau saja saya tidak pindah ke negara ini, mungkin saya tidak pernah mengatahui kalau negara ini memiliki pulau-pulau kecil di bagian luarnya dan berbatasan dengan teluk Arab yang terkenal. Abu Dhabi memiliki beberapa pantai yang menjadi tujuan penduduknya menghabiskan waktu sambil menikmati matahari saat musim dingin. Salah satu yang menarik adalah Pantai Layang-layang (Kite Beach) , Pulau Yas.

IMG-9926

Pantai ini cukup landai sehingga selain para penggiat hobi kite surfing/boarder , pantai ini juga dijadikan tempat melakukan olah raga kano atau kayak, dan juga merupakan tempat keluarga menghabiskan waktu akhir minggu untuk berkemah. Jika tidak ingin berkemah, bisa juga menikmati hari dengan acara panggang-memanggang dan menunggu air pasang sambil mencari kepiting dibalik bebatuan.

 

Dibeberapa sisinya tedapat sekelompok pohon mangrove sehingga sebagian orang memilih untuk menghabiskan waktu memancing. Tidak jauh dari pantai ini, disisi yang tidak landai, pemilik jetski menghabiskan waktunya memanaskan mainannya dan kemudian berkeliling sedangkan yang lain memilih untuk berkendara dengan kudanya.

Saadiyat beach

Pantai lain yang bisa dijadikan tempat pilihan menikmati sore sambil menunggu matahari terbenam adalah pantai Saadiyat. Pantai ini merupakan bagian dari wilayah konservasi koral dan tempat singgah beberapa spesies lumba-lumba dan penyu di Abu Dhabi.

Museum di Sudut Padang Pasir

Abu Dhabi sesungguhnya bukan kota yang bisa dinikmati dengan transportasi umum. Transportasi umum seperti bis lebih banyak tersedia di pusat kota dan beberapa jalur bis yang menghubungkan pusat kota dengan bagian luar kota . Beberapa tempat hanya bisa dicapai dengan taksi, namun taksi juga tidak tersedia disemua tempat. Sehingga pada umumnya, satu keluarga akan memiliki satu mobil untuk alasan kemudahan.

Museum Auto Nasional

Satu tempat unik yang letaknya agak tersembunyi di tengah gurun Al Bashra layak dikunjungi dan hanya bisa dicapai dengan kendaraan pribadi adalah Museum Auto Nasional Emirat (Emirates National Auto Museum). Museum ini terletak 45 km dari kota Abu Dhabi atau sekitar 30 menit, dengan bangunan utamanya berbentuk piramida, museum ini memiliki 200 koleksi mobil yang merupakan koleksi pribadi Sheikh Hamad bin Hamdan Al Nahyan yang beberapa diantaranya adalah mobil-mobil dengan ukuran raksasa, pesawat penumpang dan bola dunia beroda.

 

Selain Museum Auto Nasional , tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Syeikh Zayed Learning Centre (SZLC). Berlokasi di dalam kebun binatang Al Ain, yang merupakan kebun binatang terbesar di UEA, pusat belajar ini terdiri dari museum, beberapa ruang pamer, sebuah ruang cinema, dan perpustakan yang akan memberikan informasi tidak hanya kehidupan flora dan fauna di UAE namun juga memberikan informasi mengenai kehidupan kultural di jazirah Arab.

 

Hal menarik lain tentang Pusat Belajar Syeikh Zayed ini adalah bangunannya yang dibangun dengan memperhatikan keberlanjutan dengan lingkungan sekitarnya. Saat berkunjung ke muse mini, pemandu wisata yang sebagian besar adalah mahasiswa menerangkan tentang arsitekturnya dibuat sedemikian rupa sehingga hemat energi, menggunakan bahan yang rendah polusi dan kemudian menerangkan tentang pendingin alami dengan menggunakan kolam di tengah bangunan sehingga menjaga suhu dalam ruangan tetap sejuk. Selain itu yang menarik adalah tentang penggunaan grey water untuk keperluan sanitasi. Satu hal lagi yang menarik tentang museum ini adalah latar belakangnya adalah bagian tertinggi di negara ini, yaitu Jabal Hafeed atau Bukit Hafeed.

Perjalanan Safari di Gurun Buatan terbesar di dunia

Gazelle

Kegiatan menarik lainya bisa dilakukan di kebun binatang terbesar di negara ini, yang terletak di Al Ain, adalah menikmati perjalanan safari di gurun Afrika buatan seluas 217 ha. Di area buatan ini hewan-hewan dibiarkan liar dan kita bisa menyaksikan hewan-hewan ini bergerak berkelompok, beristirahat, dan saling berinteraksi antar spesies. Tempat ini bukan hanya rumah bagi spesies hewan yang berasal dari jazirah Arab dan Afrika seperti Oryx, Springbok , Gazelle, Singa, Burung Unta, Jerapah dan Zebra, namun juga merupakan habitat bagi 38 spesies tanaman yang berasal dari Afrika juga lokal. Tempat ini dibangun menyerupai dengan gurun asli di Afrika dengan membuat oasis di beberapa bagian agar hewan-hewan ini dapat hidup seperti di habitat aslinya.

 

Perjalanan safari ini menggunakan kendaraan 4×4 yang dikemudikan langsung oleh Emirati yang sekaligus sebagai pengarah tur. Sesekali perjalanan harus terhenti karena sekelompok Orxy melintas di depan kendaraan atau sekawanan Jerapah mendekat. Jerapah-jerapah ini boleh diberi makan wortel yang disediakan oleh kebun binatang. Sayangnya, hewan predator , saat ini baru singa, diletakkan ditempat terpisah dan dalam area tertutup, namun masih bisa melihat mereka berkeliaran bebas.

Mesjid Megah yang Menyejukkan

Zayed Grand Mosque

Tempat ini sebenarnya tidak hanya bisa dinikmati saat musim dingin, pada musim panas pun tempat ini akan menjadi salah satu tujuan favorit menghabiskan waktu menunggu waktu sholat sambil membaca Al Quran atau beristirahat. Mesjid besar Syeikh Zayed (Syeikh Zayed Grand Mosque) merupakan masjid terbesar di Abu Dhabi dengan bangunan putih yang megah. Selesai dibangun pada tahun 2006, masjid ini merupakan bangunan dengan desain yang terinspirasi dari desain-desain masjid di seluruh dunia. Kubahnya terinspirasi dari Mesjid Badashi di Lahore Pakistan, dan desain dinding, menara dan ruang-ruangnya terinspirasi dari desain masjid-mesjid di Maroko salah satunya masjid Hasan II di Kasablanka, Maroko. Di ruang utama mesjid , terdapat karpet terbesar di dunia yang melapisi seluruh lantai ruangan dan merupakan buatan tangan para pengrajin karpet Persia dari Iran.

 

Mengikuti tour gratis yang diadakan oleh mesjid adalah pilihan yang tepat untuk bisa menikmati seluruh sudut mesjid, karena beberapa bagian hanya dibuka untuk sholat Jumat dan hanya untuk laki-laki. Dengan mengikuti tour kita bisa menikmati sampai bagian depan mimbar, dan melihat lampu Kristal megah yang berada di tengah-tengah ruangan utama.

Mesjid ini akan menjadi tempat tujuan utama di bulan Ramadhan dan menjadi salah satu mesjid yang menjadi pilihan utama untuk sholat Ied.

Wilayah Suaka Flamingo

Tempat lain yang sangat menarik di sudut kota Abu Dhabi adalah wilayah suaka Al Wathba. Daerah konservasi Al Wathba ini merupakan salah satu daerah tujuan migrasi bagi burung Flamingo di UEA. Flamingo besar (Phoeicopterus roseus) tidak hanya bermigrasi, namun selama musim dingin, mereka juga berkembang biak, sehingga pada puncaknya bisa mencapai 2000 ekor di wilayah suaka ini.

Flamingo Besar

Di tempat ini telah disediakan jalur untuk melakukan pengamatan burung dan di sepanjang jalur kita bisa menemukan tanaman-tanaman liar khas gurun dan bila beruntung kita bisa bertemu dengan beberapa reptil yang melintas. Rumah bagi 260 jenis burung , 16 reptil dan 10 mamalia ini merupakan tempat yang tepat untuk menikmati musim dingin sambil berpiknik. Berjarak 40 km dari pusat kota Abu Dhabi di wilayah Al Ghar, tempat ini merupakan permata tersembunyi di tengah gurun.

 

Tidak dipungkiri, dengan moda transportasi umum yang terbatas, banyak tempat-tempat menarik yang bisa menjadi tujuan menghabiskan musim dingin di Abu Dhabi. Bila ingin merasakan tantangan yang tidak biasa, bisa menikmati dune bashing di bukit pasir tertinggi di negara ini, yaitu di Gurun Liwa, atau menikmati liburan mewah di hotel bintang lima yang terketak di tengah gurun, atau berkemah sambil menikmati kawanan flamingo yang sedang menetap sementara waktu di pesisir teluk Arab ini.

–ø–

windadeftianiputri.wordpress.com |@windadeftiani

Images provided were taken by Winda and family, some related images are linked to original sources.

[Mamarantau Tips] Pengalaman Naik Pesawat dengan Bayi 1 Bulan

Fathiannisa Gelasia (Icha) – Seorang litigator yang sekarang beralih profesi mendedikasikan waktu serta tenaga untuk merantau bersama suami ke Bangkok dan menjadi stay at home mom.

Tips Pertama:  Naik Pesawat dan Traveling Bersama Bayi 1 Bulan

Saya dan suami pertama kali membawa Dhaulagiri pulang ke Indonesia dengan pesawat ketika Dhaulagiri berusia 1 bulan 7 hari. Waktu itu kami, terutama saya, lumayan panik dan kebingungan, karena ini pertama kalinya membawa anak bayi yang bahkan belum berusia 40 hari untuk naik pesawat terbang. Sesuai dengan rekomendasi dokter di Bangkok, tidak ada halangan untuk Dhaula bisa naik pesawat, dan tidak ada keharusan untuk saya menutup lubang telinganya, sesuai dengan apa yang direkomendasikan banyak orang selama ini.

Seandainya memungkinkan, memang lebih baik apabila ketika lepas landas maupun mendarat Dhaulagiri aktif menggunakan otot-otot di rahang dan rongga kerongkongannya, agar tidak ada udara yang tersumbat ketika tekanan kabin naik. Akan tetapi, dokter kami tidak mewajibkan hal tersebut. Untuk berjaga-jaga, saya tetap membawa kapas yang sudah digulung kecil-kecil untuk telinga Dhaula. Kami sengaja membeli tiket pulang ke Indonesia pada malam harinya, ketika jam tidur Dhaula. Alhamdulillahnya, Dhaula sejak usia 1 bulan selalu tidur di waktu yang sama setiap malamnya, dan Alhamdulillah masih beranjut hingga sekarang sudah berumur 4 bulan 11 hari. Walaupun masih terbangun 2-3 kali setiap malamnya, tapi antara pukul 20.00 – 21.00 pasti sudah tertidur di kamar.

Pengalaman pertama naik pesawat bersama Dhaula berjalan lancar. Dhaula sempat menangis 20 menit pertama di pesawat, karena tidurnya terganggu dengan suara-suara di pesawat, dan arena saya juga panik, maka mungkin Dhaula ikut menjadi panik juga. Akhirnya sepanjang perjalanan pulang tersebut, karena saya tidak bisa menenangkan Dhaula saking paniknya, akhirnya Dhaula digendong oleh bapaknya hingga kami mendarat di Soekarno Hatta. Tidak ada kapas yang tersumpal di telinga Dhaula maupun susu yang diminum sesuai rencana, tapi untungnya Dhaula tidak mengalami gangguan pada telinganya.

Hingga hari ini, Dhaula sudah 8 kali naik pesawat terbang, dan semuanya tanpa menggunakan kapas pada telinganya. Apabila memungkinkan dan Dhaula sedang terbangun, pasti saya beri susu. Namun apabila tidak, saya dan suami tidak memaksa Dhaula untuk bangun dari tidurnya untuk minum susu. Yang paling saya ingat adalah perjalanan pulang kami dari Korea Selatan kembali ke Bangkok, ketika Dhaula masih berusia 2,5 bulan. Kami mengambil pesawat  sore karena tidak ada jadwal untuk pesawat malam. 2 jam pertama Dhaula tertidur pulas, tapi lalu terbangun karena tiba-tiba Dhaula harus buang air, dan lalu pampersnya bocor, haha. Jadilah saya harus memandikan Dhaula di wastafel kamar mandi pesawat terbang yang sangat sempit tersebut.

Tips dari saya, intinya sebagai orang tua tidak boleh panik, karena pastinya anaknya ikutan panik juga.  Tidak usah terlalu strict dan yang penting dibawa happy. Anak bayi menangis ketika lepas landas ataupun mendarat saat naik pesawat itu hal biasa, kadang-kadang Dhaula juga menangis, tapi saya dan suami cuek aja. Dibawa happy sambil ajak ngobrol si bayi. Untungnya suami saya selalu siaga membantu saya menjaga Dhaula, ditambah suami saya tipe orang yang anti panik, jadilah kalo saya panik sedikit pasti langsung dibantu untuk bisa santai lagi.

Tips Kedua: SLING WRAP, BABY CARRIER ATAU STROLLER?

Kondisi pedestrian street di Bangkok tidak semaju di Negara-negara Barat sana; jalanannya tidak rata, banyak lubang dan tidak semua stasiun ataupun terminal untuk kendaraan publik memungkinkan kami menggunakan stroller. Saya mulai menggunankan sling wrap ketika Dhaula berumur 2 minggu, merk saya gunakan adalah Boba, bentuknya kain panjang dengan bahan elastis yang cara penggunaannya harus dililit di badan saya.

Saya juga punya baby carrier dengan merk ergo baby, dan mulai digunakan sejak Dhaula berumur 2 minggu juga. Dengan penggunaan sling wrap ataupun baby carrier itu, saya bisa dengan bebas menggunakan kedua tangan saya untuk beraktifitas, dan entah kenapa Dhaula selalu dapat tidur lebih lelap dengan kedua benda tersebut. Bahkan diawal-awal, suami saya setiap malam membantu saya menidurkan Dhaula dengan menggunakan ergo baby sebelum dipindahkan ke kasur. Untuk berjalan-jalan pun kami lebih prefer untuk menggunakan sling wrap atau baby carrier.

Selama di Korea dan Koh Samui, keduanya adalah benda yang wajib ada di dalam tas saya. Mungkin karena posisi Dhaula ketika digendong seperti dipeluk dan di dekat dengan dada saya atau suami, sehingga tidurnya pun lebih tenang. Akan tetapi untuk sekarang, saya dan suami membatasi penggunaannya hanya apabila kami berjalan-jalan keluar rumah atau apabila saya harus beraktifitas di rumah, seperti memasak, menyapu, dll.

Sementara untuk stroller, Dhaula belum bisa terlalu lama dan betah duduk berlama-lama di stroller, sehingga walaupun kami keluar membawa stroller, kami tetap berjaga-jaga membawa salah satu dari sling wrap atau baby carrier. Merk stroller yang kami gunakan adalah Babyzen Yoyo karena tingginya frekuensi kami untuk travelling, maka suami saya memilih untuk invest di stroller yang kokoh, ringan dan kecil ketika dilipat. Sewaktu kami travelling ke Koh Samui saat liburan songkran kemarin, hanya dua kali kami menggunakan stroller, sisanya dengan boba atau ergo. Keadaan jalanan di Koh Samui hampir tidak memungkinkan kami untuk menggunakan stroller. Ditambah karena destinasi kami adalah pulau, maka stroller lebih sering digunakan apabila kami berjalan-jalan disekitar hotel saja.

Tips saya untuk yang mau berwisata ke Bangkok, selalu sedia kain untuk menggendong anak, baik itu slingwrap, geos ataupun kain jarik dan atau baby carrier, karena kondisi jalanan dan udara di Bangkok tidak selalu memungkinkan untuk penggunaan stroller, apalagi jika bentuk strollernya adalah heavy weight stroller.

===

Merantau di Berlin

Afifah Shihab – Ibu dari 2 anak perempuan dan sekarang menetap di Berlin, Jerman. Bukan tipe ibu penyabar dan kreatif, tapi belajar setiap hari untuk lebih baik.

Pertama kali saya datang ke Berlin, Jerman 6,5 tahun (2010) yang lalu karena ikut suami yang bekerja sebagai Engineer di bidang konstruksi automotif.  Awal datang, penyesuaian yang sulit selain cuaca yang dingin adalah bahasa. Bahasa Jerman termasuk bahasa yang sulit mulai dari Pronunciation apalagi Gramatik. Di Jerman, mengikuti kursus bahasa Jerman menjadi program Integrasi Republik Jerman bagi pendatang yang akan bermukim di sini.

WhatsApp Image 2017-07-05 at 14.56.50

Untuk mendapatkan visa tinggal bersama keluarga, saya harus mengikuti sertifikasi ujian A1 di Goethe Institute Jakarta. Sesampainya di Berlin, melanjutkan sampai B1 sebagai program integrasi. Sekarang ini saya baru saja menyelesaikan ujian B2 setelah sebelumnya vakum melahirkan dan mengurus dua anak selama 3,5 tahun. Biaya yang dibayarkan untuk mengikuti kursus bahasa sampai tingkat B1 waktu itu dibiayai setengahnya oleh Badan Imigrasi.  Masih ingat waktu itu masih takut untuk ke supermarket atau ke dokter sendiri, karena takut tidak mengerti bahasa mereka dan tidak bisa berkomunikasi.  Karena beberapa pengalaman pertama saya, beberapa orang Jerman entah karena enggan atau apa, tidak mau menggunakan bahasa Inggris. Dan first impression saya waktu itu orang Jerman agak dingin dan kurang begitu ramah dengan pendatang.

Pengalaman melahirkan

Ibu hamil memeriksa kandungannya di klinik dokter kandungan, untuk melahirkan mendaftar di RS lain sesuai pilihan. Selain itu, ibu yang akan melahirkan mendapatkan bidan khusus yang akan datang kerumah untuk memeriksa kesehatan ibu dan bayi mulai dari sebelum melahirkan sampai pasca melahirkan.

Waktu itu pengalaman yang bikin agak kaget karena waktu itu bayangan saya, yang ganti popok di hari hari pertama di RS adalah suster, tapi ternyata semua dikerjakan ibu atau ayahnya sendiri, jadi biasanya di sebelah kamar inap tersedia kamar khusus yang menyediakan perlengkapan bayi lengkap mulai dari popok ganti, baju, jumper, popok kain, tisu basah, dll. Awalnya ngerasa repot dan masih sakit. tapi justru itu yang membuat kita sebagai orangtua baru jadi percaya diri dan kuat untuk mengurus bayi sendiri mulai dari mengganti popok sampai mengukur temperatur bayi.  Bukan hanya itu, makan pagi pun kita harus ambil sendiri di kafetaria RS, jadi waktu itu ke kafetaria yang letaknya di lantai yang sama sambil dorong bayi, makan pagi pun ditemani bayi karena memang para suami tidak boleh menginap di RS.

By the way, di sini, selimut dan bantal diwanti-wanti agar tidak dipakai untuk bayi. mereka sangat memperhatikan keselamatan bayi ketika tidur, karena bisa tertutup selimut/bantal. Sebagai gantinya, mereka memakai schlafsack (kantung tidur). Di RS umum seperti tempat saya melahirkan kantung tidur ini diberikan secara percuma dari awal bayi dilahirkan.

Kantung tidur (schlafsack) pengganti selimut

Mencari berbagai informasi tentang mengasuh bayi di Berlin, bagaimana merawat kesehatan bayi dll saya dapatkan secara gratis dari berbagai tempat; mulai dari flyer, situs online, majalah-majalah gratis yang ada di klinik, apotek, hingga  ke sentra keluarga tempat bertemunya komunitas keluarga. Sayangnya memang semua dalam bahasa Jerman. Selain itu, kita juga bisa bertanya dengan bidan yang datang ke rumah. Tugas utama bidan yang datang ke rumah adalah memeriksa kondisi ibu dan bayi, dan beberapa kali mengajarkan ibu cara memandikan bayi, membersihkan bekas tali pusar, mengajarkan cara menyusui, memberi obat jika ada luka menyusui, dan sebagainya. Bidan biasanya datang selama 2 minggu sampai 1 bulan, tergantung kebutuhan, tapi biasanya setelah 1 bulan ibu-ibu sudah ahli mengurus anaknya 😉

WhatsApp Image 2017-07-05 at 14.526.50.jpg

Selain bidan, yang membuat saya juga terkesan adalah badan sosial keluarga di Jerman yang sangat memperhatikan kesejahteraan keluarga. Waktu itu ada pekerja sosial yang datang, memberikan informasi, misalnya, daftar dokter anak yang ada di daerah sekitar, jadwal imunisasi, daftar daycare, memberikan informasi terkait administrasi kelahiran anak dst. Selain itu juga menanyakan kondisi psikologis ibu dan anak dan bersedia menjawab segala pertanyaan tentang anak di Berlin (misalnya tempat bermain indoor atau grup bermain PEKIP )

54005021012514744029

PEKiP-kurs is a Parent-Child Program for parents and their children in their first year.

Senam Pasca Melahirkan

Setelah kelahiran, saya mengikuti senam pasca kelahiran yang dianjurkan oleh dokter. Biayanya ditanggung oleh asuransi jika diambil selama bayi nya masih dibawah 9 bulan. Senamnya membawa bayi tentunya di suatu ruangan sentra keluarga, tenang dan lebih banyak diatas matras. Senam yang berfungsi untuk  menguatkan rahim kembali. Di sentra keluarga ini juga terdapat program lain seperti Pekip, yaitu grup bermain ibu dan anak yang dipandu oleh guru. Sambil bernyanyi, bermain dan berkenalan sesama ibu atau ayah.

Senam pasca melahirkan (Ruckbildung Gymnastik)

Komunitas Indonesia di Berlin

Sebagai ibu kota Jerman di mana KBRI bertempat, Berlin memiliki penduduk Indonesia yang sangat banyak diantara kota kota lain. Di Berlin ada mesjid komunitas Indonesia yang disebut juga IWKZ.eV. Masjidnya masih berbentuk rumah belum seperti bangunan masjid. Di sini adalah salah satu tempat paling mudah dan cepat mencari komunitas bagi para muslim ☺. Bagi para mahasiswa Ada juga PPI dan KMKI (komunitas katolik). Di bulan Ramadhan, masjid Indonesia dan KBRI mengadakan acara buka puasa bersama setiap minggunya.

Selain itu, KBRI juga sering mengadakan acara festival budaya , baik itu di aula KBRI atau di tempat umum seperti Mall atau di taman kota misalnya di salah satu Taman Garten der Welt yaitu taman yang memuat area dengan arsitektur berbagai negara, salah satunya ada taman bali. Di area ini semua arsitekturnya bertemakan Bali. Di taman ini, sering diadakan festival kultur seperti pertunjukan tari dan kuliner dari Bali.

Area taman Bali di Garten der Welt , Berlin  disamping menawarkan keaslian suasana Bali, juga menawarkan pemandangan yang eksotis tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga tropis yang banyak di jumpai di negara beriklim trofis.

Tempat Ramah Anak di Berlin

Berlin merupakan kota yang sangat hijau, dengan 2.500 tempat terbuka hijau diseluruh Berlin (https://www.berlin.de/berlin-im-ueberblick/hauptstadtleben/erholung/ ). Setiap 200 m di daerah perumahan, harus ada tempat bermain anak. Sayangnya , banyaknya pemilik anjing di Berlin membuat kota ini jadi kotor dengan kotoran anjing di jalanan dan beberapa taman walau sudah ada larangan membawa masuk anjing ke rumput taman. Ditambah masih banyak juga penduduk  yang tidak menjaga kebersihan kota.

Tempat bermain di Berlin dan mungkin di sebagian besar di kota kota di Jerman lebih banyak berbahan kayu dan lebih banyak menawarkan main panjat-panjatan dan rintangan.

Di tengah kota juga terdapat beberapa peternakan mini. Tidak harus  pergi jauh ke luarkota , anak -anak bisa lihat langsung binatang-binatang seperti : domba, sapi, kuda poni, ayam, dan kelinci.

Waktu Keluarga

Akhir pekan biasanya kita pakai jalan jalan main ke spielplatz ( playpark) diluar. Kalau cuaca tidak mendukung, kita pindah ke tempat main indoor seperti Legoland yang menawarkan yearly ticket.  Memasuki musim semi, taman0taman besar seperti Britzer Garten dan Garten der Welt menawarkan pameran bunga seperti tulip dan sakura (Cherry Blossom).

tulipan-03

Britzer Garten

Street Art di Berlin juga menarik untuk diamati

Pengalaman lainnya di Berlin

Selain sebagai ibu rumah tangga, saya masih mengikuti kursus lain namanya Elternredaktion. Sebuah program kursus dari VHS ( sentra pendidikan komunal) untuk menulis sebuah majalah bagi para imigran. Disini saya belajar berdiskusi tentang tema apa yang menarik ditulis, belajar mengenal berbagai orang dari berbagai latar belakang budaya dan belajar menulis berita atau sebuah laporan interview dan belajar fotografi jurnalistik.

Di majalah edisi kemarin yang saya tulis adalah tentang pengalaman seorang relawan asal Indonesia yang mendedikasikan waktunya untuk mengajar Bahasa Jerman bagi keluarga pengungsi asal Syria. Karena saya suka menulis, kursus ini sangat menarik buat saya.  Kursus ini diadakan secara gratis bagi siapa saja dengan tingkat bahasa standard, kebanyakan yang ikutpun beragam mulai dari anak muda sampai orangtua. Tidak perlu punya keahlian menulis apalagi jago bahasa Jerman. Di sini siapapun diterima. Selain menulis tentang interview, saya juga ikut menyumbangkan resep indonesia yaitu resep tumis kacang panjang tempe (karena waktu itu tema majalah nya kacang panjang) .

Dari kursus bahasa Jerman saya mendapat sekali banyak pengalaman, diantaranya bisa pergi ke kamp Konsentrasi Yahudi di Berlin utara, karena di setiap kursus biasanya ada yang namanya kunjungan ke museum atau tempat tempat bersejarah.

Memorial and Museum sachsenhausen

Sampai ke pengalaman bertemu dengan Perdana Mentri Jerman ‚Angela Merkel di tahun 2017. Perdana Mentri Jerman ini datang dalam rangka kunjungan demografis dan tempat kami belajar kebetulan juga bertempat di gedung sosial yang menunjang dan membantu berbagai program sosial untuk berbagai lapisan masyarakat. Suatu pengalaman yang tidak akan terlupakan bisa bertatap muka langsung dengan orang nomor satu di Jerman.

Di gedung tempat saya belajar ini pula terdapat berbagai program ‘Engagement‘ , yaitu suatu inisiasi bagi masyarakat yang ingin membantu komunitas Berlin secara volunteer. Bisa membantu membacakan buku di perpustakaan bagi kelompok anak-anak, bisa juga membantu menemani pengungsi yang masih minim berbahasa Jerman, membantu para lansia, membantu membersihkan kota, dst.

Program Engagement ini sangat terstruktur di mana para relawan ditraining dan didampingi oleh supervisor. Saya tertarik dengan program engagement ‚Lesepaten, dimana volunteer 1x dalam seminggu menyediakan sekitar 2-3 jam untuk membacakan buku bagi anak anak di Perpustakaan. Menurut saya, program sosial di Berlin yang terintegrasi dan lengkap ini lah yang ingin sekali suatu saat saya bawa ke Indonesia untuk mensupport masyarakat di berbagai aspek. Mulai dari anak anak, keluarga dan juga lansia.

=====

Kisah Afifah dan keluarga bisa dibaca juga di http://www.jemarikecil.wordpress.com tentang kehidupan di Berlin dan kisah + tips parenting lainnya.

 

Merantau di Bangkok

Processed with VSCO with hb1 presetFathiannisa Gelasia (Icha) – Seorang litigator yang sekarang beralih profesi mendedikasikan waktu serta tenaga untuk merantau bersama suami ke Bangkok dan menjadi stay at home mom.

PENGALAMAN MERANTAU

Pertama kali saya mulai merantau itu pada tahun 2013, dimana saya menempuh pendidikan master hukum di Leiden, Belanda. Tapi saat itu saya belum menikah dan belum jadi seorang mamarantau. Setelah menikah dengan suami pada tahun 2015, kami sempat merantau dan tinggal di Bali selama 7 bulan, sebelum akhirnya suami mendapatkan panggilan kerja di Bangkok pada awal tahun 2016.

IMG_8476

With husband: Agantara Juanda

Awalnya hanya suami yang berangkat ke Bangkok karena saya sedang hamil kedua dan ketika kehamilan pertama saya mengalami kegagalan, dokter menyarankan saya untuk berangkat ke Bangkok ketika kehamilan kedua saya ini sudah berumur 5 bulan.

MERANTAU DI BANGKOK

Pada tanggal 15 Agustus 2016 saya tiba di Bangkok dan memulai perantauan saya kembali, kali ini bersama suami saya. Walaupun sudah terbiasa tidak tinggal serumah dengan orangtua (saya sejak kuliah sampai akhirnya menikah dengan suami tidak tinggal bersama orang tua), mungkin karena saya sedang hamil dan hormon yang berantakan, bulan-bulan pertama saya di Bangkok lumayan membuat saya depresi, tertekan dan sedih. Sejak lulus kuliah Sarjana Hukum pada Januari 2012, saya sudah terbiasa bekerja, menghasilkan pendapatan sendiri dan memiliki hari-hari yang aktif.

Processed with VSCO with hb1 preset

Namun, karena kondisi saya yang sedang hamil 5 bulan ketika tiba di Bangkok, maka sangat tidak mungkin ada kantor hukum atau perusahaan yang mau menerima saya bekerja karena toh dalam waktu 3 bulan saya sudah akan mengambil cuti melahirkan. Maka dimulailah hari-hari saya dimana saya benar-benar belajar menjadi ibu rumah tangga dan belajar menikmati kesendirian saya di Bangkok.

TENTANG BANGKOK

Tinggal di Bangkok hampir mirip dengan Jakarta. Cuacanya, kondisi jalanannya, bahkan tekstur makanan pun sedikit tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Yang cukup mengejutkan adalah kemacetan di Bangkok; sama persis dengan Jakarta. Untungnya apartemen saya dan suami berada persis di depan stasiun BTS (Bangkok Mass Transit System) yang berupa kereta cepat, hampir sama dengan MRT. Karena kemacetan yang berlebihan itu, terkadang saya dan suami sangat menghindari berkunjung ke tempat-tempat yang hanya bisa didatangi dengan menggunakan kendaraan pribadi.

5104226627001_5230017886001_5219431537001-vs

Bangkok via Lonely Planet

7138231-bangkok-july-12-bts-sky-train-at-the-platform-in-rush-hour-on-july-12-2013-in-bangkok

The Bangkok Mass Transit System, commonly known as the BTS or the Skytrain

Lebih menarik lagi, ojek disini juga merupakan sebuah transportasi yang cukup umum dan sangat murah. Jadi, terkadang saya dan suami menyiasati jalanan macet dengan menggunakan ojek. Misalnya, sewaktu shalat Ied pada Idul Adha kemarin. Jarak antara rumah kami dengan KBRI cukup jauh, dan di daerah sekitar KBRI tidak terdapat BTS. Ditambah KBRI berada di tengah-tengah kawasan perbelanjaan, jadi biasanya sangat jarang taksi yang mau mengantarkan penumpang dengan tujuan ke daerah-daerah sekitar KBRI tersebut. Shalat Ied di Bangkok dilaksanakn pukul 07.00 pagi, bersamaan dengan jam sibuk para pegawai Bangkok yang harus berebutan untuk bisa masuk ke dalam BTS. Setelah mengantri di BTS lebih dari 30 menit, saya dan suami akhirnya memutuskan untuk naik ojek ke KBRI. Dengan waktu tempuh sekitar 30-35 menit ke KBRI, kami harus membayar ojek sekitar 80.000 per orang. Tapi ya hampir sama dengan di Jakarta, kalau pake ojek, sudah pasti akan bisa menghindari macet di Bangkok.

motorcycle-taxi-in-bangkok_1

Motorcycle Taxi (a.k.a Ojek)  dan ada UberMOTO juga

Hal menarik lainnya yang kami alami disini adalah ketika Raja Thailand, King Rama IX Bhumibol Adulyajed, meninggal dunia pada bulan Oktober 2016 yang lalu. Kami menyaksikan sendiri bagaimana seluruh warga Thailand secara bersama-sama berkabung atas kematian Raja mereka tersebut. Stasiun TV lokal hanya menggunakan warna hitam putih, hampir seluruh website Thailand pun hanya berwarna hitam putih, tidak ada lagi iklan dan musik-musik yang terdengan di TV umum di dalam BTS, dan hampir 90% warga Bangkok menggunakan baju berwarna hitam, abu-abu atau putih. Sangat jarang kami melihat ada warga Bangkok yang tidak menggunakan ketiga warna tersebut. Minggu-minggu pertama setelah kematian Raja Thailand tersebut, suasana berkabung benar-benar terasa di seluruh jalanan-jalanan Thailand.

ru-co-tang-3ngay-tang-thong3.jpg

Saya dan suami pun berusaha mengikuti peraturan berkabung tersebut. Sampai-sampai kami kehabisan pilihan baju berwarna hitam, abu-abu atau putih untuk digunakan sehari-hari.

KEHIDUPAN DI BANGKOK

Untuk mengurus rumah di Bangkok saya dan suami seringkali mengalami kesulitan, khususnya dalam hal bahasa. Rata-rata pegawai yang bekerja di apartemen kami tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik, termasuk pula asisten rumah tangga harian yang membantu saya membersihkan rumah, ataupun pekerja yang biasa memperbaiki AC atau masalah listrik kami. Jadi benar-benar semuanya menggunakan bahasa Inggris yang sangat singkat dan kebanyakan menggunakan bahasa isyarat. Saya dan suami tidak mempekerjakan asisten rumah tangga bulanan, tetapi hanya mingguan. Seminggu sekali, ada 2 orang asisten rumah tangga yang membantu saya membersihkan rumah. Sisanya saya sendiri yang membersihkan. Sampai detik ini saya masih belajar dan berusaha beradaptasi dengan peran baru saya sebagai ibu rumah tangga. Mengurus rumah dan mulai Desember, mulai mengurus anak pertama kami. Akan tetapi, kemauan saya untuk bekerja sepertinya sangat sulit untuk dihilangkan sehingga sudah sebulan belakangan ini saya akhirnya memulai profesi baru saya sebagai konsultan hukum freelancer, yang mana sejauh ini pekerjaan tersebut sangat pas dengan saya di Bangkok ini.

Karena kondisi sedang hamil sewaktu pindah ke Bangkok, jujur saya tidak terlalu banyak mengeksplorasi kota Bangkok, kecuali berkunjung ke tempat2 perbelanjaan yang memang harganya sangat jauh lebih murah dibanding Jakarta. Menariknya, di Bangkok ini sangat banyak dan terkenal dengan Night Market, yaitu tempat-tempat perbelanjaan dan hiburan yang buka dari sore hingga dini hari. Dari mulai yang khusus untuk belanja seperti Chatucak Weekend Market, sampai kawasan hiburan malam seperti yang ada di Patpong.

IMG_3163

chatuchak-weekend-market

The Chatuchak Weekend Market is the largest market in Thailand. Also known as JJ Market, it has more than 8,000 stalls, divided into 27 sections.

or-tor-kor-market-bangkok

Food galore via migrationology

Sisanya hampir sama seperti Jakarta, Bangkok dikelilingi oleh mall-mall besar yang menjadi tempat hiburan utama.

PENGALAMAN HAMIL DAN MELAHIRKAN

Pada 22 Desember 2016 yang lalu, saya melahirkan anak pertama saya di Bangkok. Perjalanan kami untuk bisa menemukan dokter yang sesuai tidak terlalu susah sepertinya. Hal tersebut dikarenakan kriteria saya dan suami dipersempit dengan keharusan memilih rumah sakit yang jaraknya dekat apartemen kami dan mudah aksesnya (akses BTS terutama, karena seperti yang sudah tulis, kemacetan di Bangkok tidak jauh berbeda dengan Jakarta). Pilihan kami akhirnya jatuh pada rumah sakit St. Louis, yang jaraknya hanya 3 stasiun BTS dari apartemen kami. Untuk akses dengan uber maupun taksi pun cukup mudah dan dekat, sehingga tidak perlu khawatir mengenai waktu tempuh. Dokter kandungan yang kami temui pun ternyata sangat pro persalinan normal dan kemampuan berbahasa Inggris-nya mempermudah kami untuk berkomunikasi.

IMG_8083

St. Louis Hospital – Women’s Health Center

Due date persalinan saya Desember kemarin adalah tgl 26 Desember 2016. Namun, sejak awal Desember rupanya saya sudah mengalami pembukaan 1, dan pembukaan 1 mentok hampir 10 hari. Dua minggu sejak dokter saya memeriksa bukaan 1 saya tersebut, akhirnya keputusan untuk diinduksi kami ambil karena rupanya saya sudah ada di bukaan 4, akan tetapi kontraksi yang saya rasakan tidak cukup kuat. Pada 22 Desember 2016 pukul 3 sore, saya masuk ruang persalinan.

Pengalaman melahirkan saya yang pertama ini cukup traumatis untuk saya pribadi, walaupun terhitung cukup cepat. Saya mulai diinduksi pukul 15.00 sore, dan putri kami lahir pukul 23.36 malamnya. Akan tetapi, proses persalinan yang saya alami cukup jauh berbeda dengan persalinan di Indonesia. Pukul 20.00 dokter menyatakan bahwa saya sudah memasuki bukaan 8, dan sepertinya pukul 21.00 saya sudah akan mempunyai bukaan penuh dan bisa mengejan untuk melahirkan anak saya. Akan tetapi, sejak bukaan 8 tersebut, rupanya saya sudah disuruh untuk mengejan. Dokter bilang untuk mempercepat naiknya bukaan. Saya pun mengejan ditemani suami dan ibu saya, dibantu oleh beberapa bidan, dokter saya ada di ruangan sebelah membantu pasien lain yang juga sedang bersalin.

Pukul 21.00 tiba, tetapi dokter saya tidak juga datang. Beberapa bidan juga sudah sibuk keluar masuk sehingga terkadang saya mengejan hanya didampingi suami dan ibu saya. Rasa sakit dan mulas karena kontraksi serta obat induksi bercampur jadi satu, ditambah juga rasa panik karena dokter yang kami andalkan tidak datang-datang ke ruang bersalin. Pukul 22.30 akhirnya dokter masuk ruang bersalin sambil meminta maaf karena sebelumnya tertahan di ruang bersalin lainnya dengan pasien yang juga sedang melahirkan. Suami dan ibu saya sudah habis tenaga untuk protes dan saya pun sudah tidak bisa fokus lagi. Proses persalinan pun dimulai, saya mulai mengejan dan kepala putri kami mulai perlahan-lahan terlihat. Namun, mungkin badan saya sudah terlalu lemas dan tidak bertenaga karena tiba-tiba saya kejang-kejang dan akhirnya dokter pun memutuskan untuk emergency c-section karena kondisi saya cukup berbahaya untuk persalinan normal. Pukul 23.05 kami masuk ruang operasi dengan keadaan saya yang masih gemetar tidak bisa diberhentikan, dan baru bisa tenang setelah disuntikkan obat penenang. Setelah itu proses operasi pun dimulai dan tak lama kemudian putri saya lahir. Alhamdulillah dengan keadaan sehat, selamat dan sempurna.

IMG_2134

Putri pertama kami “Kakak Dhaula”

Secara keseluruhan, kebiasaan-kebiasaan di rumah sakit ini hampir sama dengan di Indonesia. Saya diajari cara menyusui yang baik dan benar, bahkan suster-suster pun tidak keberatan membantu saya melakukan breast massage di hari-hari awal untuk memperlancara produksi ASI. Saya diberikan minuman jahe dan gingseng 3 kali sehari untuk memperbanyak ASI dan memulihkan tenaga. Setelah 4 hari observasi di rumah sakit, akhirnya kami sekeluarga bisa pulang ke rumah. Yang unik adalah rumah sakit di Bangkok tidak mengenal tindik menindik pada bayi perempuan, jadinya putri kami baru bisa ditindik ketika kami pulang ke Indonesia sebulan kemudian.

HAL SEPUTAR ANAK

Sejauh ini mengurus bayi hanya berdua dengan suami di negara orang merupakan tantangan tersendiri. Selain dari asisten rumah tangga yang datang untuk membersihkan rumah seminggu sekali, kami melakukan yang lain-lainnya sendiri. Untungnya Bangkok sangatlah baby friendly. Rata-rata stasiun BTS memiliki eskalator dan elevator sehingga mempermudah kami menggunakan stroller. Di mall-mall pun sudah disediakan nursery room, walaupun terkadang masih menjadi satu dengan disable bathroom, tapi setidaknya privasi ketika menyusui atau harus ganti popok bisa terjaga dengan baik.

TUJUAN WISATA DI BANGKOK

Tempat favorit saya dan keluarga, terutama apabila ada keluarga atau teman yang berkunjung ke Bangkok, adalah Asiatique Riverfront. Night Market yang satu ini letaknya ada persis di sebelah Sungai Chao Phraya. Menariknya, toko-toko di sini buka sampai malam dan dikelilingi dengan jajanan yang menarik di sekitarnya. Untuk kami yang mempunyai bayi kecil, night market yang satu ini sangat ideal. Udaranya enak karena letaknya di pinggir sungai, banyak restoran-restoran yang bisa jadi pilihan untuk makan, dan tersedia nursery room di beberapa bagian.

Asiatique-6Edit

Asiatique The Riverfront is an expansive open-air mall with river views and a cutting-edge ‘festival market and living museum’ concept.

Merantau bertiga bersama suami dan anak saya adalah pengalaman hidup yang mengajarkan saya banyak hal. Bagaimana harus bekerja sama dengan suami, membagi tugas dan berkomunikasi dengan baik, dimana hingga saat ini saya dan suami masih harus terus belajar dan belajar. Apalagi ditambah, kami jauh dari keluarga dan kerabat dekat kami, sehingga sangat minim yang namanya bala bantuan. Hampir semua pekerjaan rumah tangga saya lakukan sendiri, 2 minggu sekali ada yang datang kerumah untuk membantu membersihkan rumah dari tungau-tungau, dan di weekend, saya dan suami kerja bakti berdua mengurus rumah sambil menjaga Dhaula. Begitu pula dalam hal mengurus Dhaula, setiap mandi pagi dan malam, bapaknya selalu meluangkan waktu untuk memandikan Dhaula sebelum berangkat kerja dan ketika pulang kerja. Baru ketika malam hari, saya dan suami bisa bersantai, makan malam dan beraktifitas lainnya. Siang harinya kadang saya harus putar otak untuk meng-entertain Dhaula, kadang saya ajak Dhaula jalan-jalan untuk groceries shopping atau sekedar bermain sore hari di taman atau apabila suami sedang tidak sibuk dan bisa pulang on time, saya ajak Dhaula jalan kaki menjemput suami ke kantornya yang memang jaraknya tidak jauh dari rumah.

Sekian sekilas cerita-cerita tentang kehidupan di Bangkok. Nanti akan saya sambung lagi mengenai liburan keluarga kami ke Koh Mui dan Seoul beberapa waktu lalu dengan si bayi kecil Dhaulagiri. Saya akan berbagi tips berpergian dengan bayi 40 hari  🙂

WhatsApp Image 2017-05-01 1at 22.37.25

———-

Foto-foto terlampir adalah foto pribadi Icha dan keluarga. Beberapa foto lainnya terhubung dengan tautan asli foto atau dicantumkan dalam picture credit.

Article written by Icha and edited by Mamarantau’s content editor: Mita Rangkuti.

Instagram Icha: ichagelasia. More info about living in Bangkok or contact Icha personally please contact to mamarantau@gmail.com.