Merantau di Buenos Aires, Argentina

Yulita Patricia Semet

Hola! Saya Yulita Patricia Semet, biasa dipanggil Sishi. Psikolog anak dan Ibu dari 3 anak yang saat ini sedang mendampingi suami bertugas di KBRI Buenos Aires, Argentina. Keluarga kami berangkat ke Argentina pada bulan September 2020 lalu untuk mendampingi suami yang bekerja sebagai diplomat di KBRI Buenos Aires. Rencananya kami akan tinggal disini sekitar kurang lebih 3,5 tahun. Dengan mendampingi suami saya di sini, saya berkesempatan untuk fokus mengurus anak-anak dan mengeksplor hobi saya, yaitu merangkai bunga dan fotografi.

Ini pertama kalinya saya tinggal di luar negeri. Awalnya sama sekali tidak menyangka akan bisa ke sini (Argentina). Perjalanannya aja ditempuh selama kurang lebih 2 hari, dan di masa pandemi pula. Tantangan utama adalah di bahasa, karena di sini menggunakan bahasa spanyol yang disebut Castellano, jadi agak beda juga dengan bahasa spanyol umumnya. Alhamdulillah, so far ketemu dengan teman-teman orang Argentina yang open, helpful, dan ramah jadi adaptasi pun lancar.

Di sini ada 4 musim, mirip dengan Australia, jadi suhunya medium lah ya ga sampe panas banget atau dingin banget. 

Tantangan Merantau

Ngurus 3 anak sendirian di tempat baru bener-bener stressful. Beberapa bulan pertama saya sempet ngerasa burnout dan depresi. Ngerasa banyak tekanan dan tuntutan untuk bisa ngejalanin semuanya dengan baik dan perfect, apalagi karena saya psikolog anak kan. Padahal sebenernya tekanan dan tuntutan itu dari pikiran saya sendiri aja. Alhamdulillah suami support dan saya pun belajar untuk let go. Belajar tentang prioritas: yang mana yang harus dikerjain duluan, dan belajar untuk kasih waktu untuk diri sendiri: untuk istirahat dan do what makes me happy. Belajar untuk put my self first; karena ketika saya tercukupi, saya bisa berfungsi secara lebih baik, serta mengurus anak-anak dan keluarga dengan lebih maksimal juga.

Sebisa mungkin saya ajak anak-anak untuk beraktivitas di luar rumah seminggu >3x. Jalan-jalan di taman atau playground. I think that’s a win win because the kids can play freely saya juga jadi bisa relaks. Di sini banyak playground dan taman hijau yang mudah diakses dengan jalan kaki. Orang tua-orang tua di sini juga termasuk yang hangat, santai, dan suportif, ga sedikit-sedikit ngelarang. Di sini juga orang tua-orang tuanya saling jaga & saling back up jadi ngerasa aman aja kalau anak-anak playdate atau main bareng di playground. Sejauh ini, anak-anak bisa beradaptasi dengan baik. Makan minum lancar, sekolah lancar, punya banyak teman juga.

Tempat yang menarik dikunjungi di Buenos Aires dan sekitarnya

Di kota Buenos Aires sendiri ada banyak taman, playground, museum, dan gedung-gedung tua seperti di Eropa. Jadi banyak banget yang bisa dieksplor.

Argentina sendiri negara yang sangat besar dan memiliki keindahan alam yang bervariasi. Di bagian utara ada pegunungan Andes yang gunungnya berwarna-warni, di perbatasan dengan Brazil ada Air Terjun Iguazu, yang termasuk salah satu dari 7 keajaiban dunia. Turun ke selatan ada pegunungan Patagonia. Daerah Bariloche terkenal dengan danaunya yang biru. Lalu ada perkebunan tulip di daerah Chubut dan wisata glacier di Ushuaia. Seru banget untuk dieksplor!

Tempat untuk Belanja Makanan Indonesia dan Komunitas Indonesia di Buenos Aires

Nah, untuk makanan Indonesia memang agak susah karena disini belum ada restoran Indonesia. Alhamdulillahnya, ada 2 local staff yang pintar masak jadi bisa buka PO makanan Indonesia ke mereka. Masyarakat Indonesia pun di sini relatif sedikit dan tersebar di seluruh Argentina, ada yang sebagai rohaniwan/i dan ABK (Anak Buah Kapal). Untuk kami yang tinggal di Buenos Aires, biasanya kami berkumpul seminggu sekali di KBRI untuk berlatih angklung atau pertemuan berkala dengan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP). 

Untuk Komunitas Muslim sendiri, karena di sini muslimnya minoritas, jadi Ramadan tetap beraktivitas seperti biasa aja, ga ada kemeriahan khusus. Enaknya, Ramadan di sini jatuh pada musim gugur, jadi puasanya sekitar 11-12 jam saja (dari jam 6 pagi hingga 6 sore), sedikit lebih pendek dari Jakarta. Lebaran pun jatuh di hari kerja, jadi hanya KBRI dan negara muslim yang meliburkan diri. Hehe.. Tahun 2022 ini, umat muslim di Buenos Aires bisa shalat Ied berjamaan di Mesjid Rey Fadh, saat lebaran mesjid juga menyediakan area bermain anak2 di halaman mesjid jadi semuanya bisa berkumpul, silaturahmi, dan bersenang-senang merayakan hari lebaran bersama2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s