Merantau di Ohio

Anisa Kharismawati – Ibu dari 1 orang anak bernama Daffa yang kini berusia 22 bulan. Setelah menyelesaikan program pascasarjana di Indonesia saya langsung menyusul suami ke Columbus, Ohio. Kegiatan saya sehari-hari selain ibu rumah tangga adalah menulis. Saya suka mengisi waktu dengan menulis ditengah kesibukan saya mengurus anak saya.

Tentang Keluarga

Sudah 1 tahun 2 bulan saya tinggal di Columbus, Ohio sedangkan suami sudah 2,5 tahun. Tahun lalu di bulan Januari saya dijemput oleh suami dari Indonesia untuk pindah ke Ohio. Saat itu anak kami baru berusia 8 bulan. Jadi sebelumnya saya dan suami long distance marriage (LDM) selama kurang lebih 1,5 tahun. Saya belum bisa langsung mendampingi suami karena harus meyelesaikan pendidikan saya terlebih dahulu.

Suami saya saat ini tercatat sebagai mahasiswa di The Ohio State University untuk program doctor di bidang industrial and systems Engineering. Sebagai seorang dosen di salah satu universitas di Yogyakarta maka kepergiaan kami ke Ohio dalam rangka tugas belajar suami. Tentunya setelah suami selesai dengan program pendidikannya kami akan kembali lagi ke Indonesia. 

Bukan hal yang mudah bagi kami saat membawa bayi dari Indonesia ke Amerika. Perjalanan yang lama kurang lebih 30 jam membuat anak kami sempat kelelahan belum lagi saat kami ke datang ke sini temperatur di Columbus sedang rendah-rendahnya, tapi alhamdulillah semua bisa terlewati dengan baik meski perlu usaha dan doa yang ekstra.

Saat ini kami sekeluarga tinggal di Buckeye Village yang merupakan familly housing yang disedikan oleh The Ohio State University untuk mahasiswa yang sudah berkeluarga. Alhamdulillah biaya sewa housing di Buckeye Village ini termasuk terjangkau dan memiliki fasilitas yang cukup memadai. Karena diperuntukkan untuk mahasiswa dari berbagai negara maka kami hidup bertetangga dengan berbagai orang dari penjuru dunia. Kebanyakan mereka dari China, Pakistan, Korea Selatan, Mesir, Turki dan Indonesia sendiri tentunya. Komplek tempat tinggal kami terdiri atas 200 rumah dan 7 rumah diantaranya di huni oleh orang Indonesia.

Fasilitas yang bisa kami peroleh dari Buckeye Village ini antara lain tempat fitness gratis, jadi sebagai residen dari Buckeye Village kami bisa menggunakan fasilitas ini kapan saja juga ada playground tempat bermain anak yang tidak jauh dari rumah. Biaya sewa 1 unit rumah di Buckeye Village ini untuk yang 2 kamar adalah $675 perbulan sedangkan untuk yang 1 kamar biayanya adalah $525 perbulan, kami sendiri menyewa rumah yang 2 kamar. Selain itu kami masih dikenakan biaya listrik yang kurang lebih $30 perbulan sedangkan untuk air dan internet disediakan gratis oleh pihak kampus,

Kehidupan di Ohio

Dulu sebelum saya datang ke Amerika, ada perasaan takut dan cemas apakah saya bisa diterima dengan baik disana karena saya berjilbab sebagaimana yang kita tahu bahwa banyak berita yang kurang menyenangkan terhadap perlakuan muslim di Amerika namun setelah saya sampai di sini alhamdulillah tidak pernah saya jumpai diskriminasi terhadap muslim di Amerika. Saya memiliki tetangga yang baik dan ramah juga tidak pernah mesdiskriminasikan kami. Satu hal yang saya pelajari di sini bahwa semua orang harus tertib dan taat pada aturan yang ada, mulai dari antri membayar di kasir, antri di toilet dan pastikan kita tidak menatap orang dengan tatapan tajam karena orang di sini tidak menyukai itu. Selain ramah, orang-orang di Ohio juga sangat helpful lihat saja bagaimana orang tersebut mendahulukan orang lain dari pada dirinya. Ini bisa dilihat bagaimana cara orang tersebut membukakan pintu untuk kita saat sama-sama dengan masuk atau keluar dari toko ataupun tempat-tempat lainnya.

Orang-orang di sini adalah penggila American Football karena kami punya tim kebanggaan dari The Ohio State University. Saat pertandingan tiba, jalanan bisa sangat sepi dan stadion menjadi sangat penuh juga biasanya saat tim The Ohio State University bertanding orang-orang akan memakai baju bewarna merah sebagai bentuk dukungan untuk tim kesayangan mereka.

Yang paling saya suka dari Ohio adalah banyaknya tempat wisata yang gratis dan mudah dijangkau selain itu musim semi merupakan musim favorit saya karena bunga-bunga mulai bermekaran dan temperatur saat itu tidak terlalu dingin juga tidak terlalu panas jadi enak untuk jalan-jalan diluar rumah. Tapi jika musim panas dan musim dingin tiba saya harus bersiap-siap untuk menjaga kesehatan karena saya memiliki alergi serbuk bunga dan anak saya alergi terhadap suhu dingin. Saat musim panas datang bunga-bunga bermekaran dan biasanya serbuk bunganya tertiup angin kemudian terhirup dan membuat kepala saya sakit sekali. Alergi saya terhadap serbuk bunga baru saya ketahui saat saya di Amerika karena selama di Indonesia saya tidak pernah merasakan sakit seperti itu dan biasanya ini saya siasati dengan menggunakan masker agar serbuk bunga tidak terhirup. Sedangkan saat musim dingin, anak saya alergi terhadap suhu dingin jadi kami harus siaga dengan banyak cream dan lotion agar kulitnya tetap lembab. Meskipun begitu kami tetap menghabiskan waktu diluar, karena sayang jika musim tersebut dilewatkan begitu saja.

Untuk Anak

Vaksin

Seperti yang kita tahu bahwa vaksin merupakan hal yang wajib untuk dinegara maju. Anak-anak tidak bisa sekolah jika vaksin mereka belum lengkap untuk anak seusia mereka. Nah disini ada tempat vaksin yang disediakan pemerintah yang bayarnya disesuaikan dengan pendapatan orang tua namanya Public Health atau boleh dikatakan sebagai puskesmasnya amerika. Kalau untuk sekolah sendiri di sini dimulai dari preschool dari umur 3 tahun ada juga day care untuk usia dibawah 3 tahun tapi day care di sini biayanya cukup mahal bisa $500 perbulan. Saat ini anak kami sendiri tidak kami masukkan ke day care karena pertimbangan biaya itu tadi.

Program WIC

WIC atau woman, infant and children merupakan program nutrisi tambahan dari pemerintah ohio untuk wanita, bayi dan anak-anak. Biasanya WIC diberikan pada ibu hamil, ibu yang memiliki, bayi dan anak-anak sampai dengan umur 5 tahun. Jadi WIC ini memastikan bahwa ibu hamil, ibu yang memiliki bayi dan anak-anak sampai dengan umur 5 tahun memiliki nutrisi yang cukup sehingga mereka tidak kekurangan nutrisi yang bisa membuat mereka sakit dan untuk mengurangi angka kematian bayi dengan mengurangi kejadian berat badan lahir bayi rendah. Kami mendaftarkan anak kami pada program ini. Setiap bulannya kami mendapat jatah sereal, selai kacang, roti tawar, telur susu dan $8 untuk membeli sayuran atau buah-buahan.

Hobi dan traveling

Alhamdulillah di Ohio ini banyak sekali tempat wisata dan tidak terlalu jauh untuk dijangkau. Berikut ini adalah beberapa tempat favorit kami di Ohio

COSI

COSI atau Center of Science and Industry ini merupakan tempat favorit kami. COSI memberikan suasana yang menarik dan informatif bagi pengunjung untuk mengetahui lebih banyak tentang lingkungan, warisan juga tentang diri kita sendiri. Biasanya di COSI ada pameran, peragaan dan berbagai kegiatan pendidikan yang diigunakan untuk menarik perhatian pengunjung dalam memahami sains, industri, kesehatan dan sejarah. Di COSI sendiri terdapat area anak yang bernama kids space dan ini menjadi tempat favorit bagi anak kami. Di kids space ini terdapat banyak wahana permainan yang disedikan untuk anak bayi, balita,  pra-sekolah dan anak TK yang berguna untuk mengembangkan keterampilan mental, fisik, dan sosial melalui permainan.

Selain itu tidak jauh dari COSI kita akan menemui Genoa Park. Dari Genoa Park tersebut kita bisa melihat lanscapenya kota Ohio yaitu sungai Scioto dan Gedung-gedung tinggi yang ada dibelakangnya. Ini merupakan icon kota Columbus dan jika anda datang ke Ohio jangan lewatkan untuk berfoto disini.

Columbus Zoo

Ini juga merupakan tempat favorit keluarga kami. Di sini kita bisa melihat hewan-hewan dari seluruh benua dan ada hewan asal Indonesia juga lho seperti komodo dan orang utan. Columbus Zoo ini hampir buka sepanjang tahun namun pada saat musim dingin biasanya yang dipamerkan hanyalah hewan yang biasa hidup di tempat dingin seperti beruang kutub dan penguin. Menjelang natal dan tahun baru di Columbus Zoo mengadakan pameran lampu di malam hari yang di sebut  Light Show, meskipun saat itu dingin tapi pengunjungnya tetap banyak karena Light Show ini bagus sekali.

Snow Tubbing

Jika datang ke Columbus saat musim dingin jangan lewatkan untuk mencoba wahana yang satu ini.  Snow tubing adalah meluncur bebas pada permukaan salju dan ini bisa dilakukan jika ada dataran tinggi ke dataran rendah. Nah karena menggunakan media salju jadi wahana ini hanya dibuka saat musim dingin. Untuk masuk ke wahana ini pengunjung harus membayar $25 perorang. Untuk melakukan snow tubing kita harus menggunakan tube. Tube ini bentuknya sepeti ban namun tengahnya tidak bolong. Untuk meluncur kita perlu naik keatas bukit, nah naiknya menggunakan travelator sehingga kita tidak kehabisan tenaga untuk mendaki bukitnya. Tinggi bukit untuk snow tubing adalah 1000 ft atau sekitar 308 meters dan tersedia 10 jalur luncuran. Agar meluncurnya tetap aman sebaiknya kita menggunakan pakaian yang tertutup rapat sehingga tidak akan terselip atau terjatuh saat meluncur ataupun mendaki ke bukit. Anak-anak juga bisa ikut wahana ini karena tidak ada batasan umur dan batasan tinggi.

Franklin Park Conservatory

Saat musim semi tiba merupakan saat yang indah untuk melihat bunga-bunga bermekaran. Nah, salah satu tempat favorit kita adalah Franklin Park Conservatory yang memiliki koleksi bunga yang indah dan bermacam warna. Untuk masuk ke sini pengunjung dikenakan biaya $15 untuk orang dewasa dan $8 untuk anak umur 3th sampai dengan 12 tahun. Sedangkan anak dibawah umur 3 tahun tidak dipungut biaya alias gratis. Karena bangunan dan tanamannya yang unik biasanya Franklin Park Conservatory juga digunakan untuk acara pernikahan ataupun acara resmi lainnya.

Hyden Falls

Hyden falls merupakan wisata air terjun yang berada di sisi barat sungai Scioto. Akses untuk menuju air terjun ini sangat memadai sehingga pengunjung tidak mengalami kesulitan untuk menikmati indahnya air terjun tersebut selain itu juga tersedia parkiran kendaraan yang luas dan meja-meja untuk piknik bagi pengunjung sehingga meskipun membawa anak tetap menyenangkan

National Museum of US Air Forces

Dulu saya kira museum adalah tempat yang membosankan tetapi museum di Amerika justru membuat saya ketagihan. Salah satunya adalah National Museum of US Air Forces. Museum ini berhasil membuat saya berjalan kurang lebih 3 km karena ukuran museumnya yang sangat besar. National Museum of US Air Forces ini merupakan museum penerbangan militer tertua dan terbesar di dunia. Museum ini mengumpulkan, meneliti, melestarikan, warisan dan tradisi Angkatan Udara, sebagaimana misinya yaitu terbang, berjuang dan menang. Di sini kita bisa melihat bentuk kerangka pesawat-pesawat mulai dari zaman dulu sampai zaman sekarang dan menambah pengetahuan kita mengenai angkatan udara

Makanan Favorite dan Halal di Columbus, Ohio

Kalau anda berkunjung ke Columbus, Ohio jangan pernah lewatkan untuk mencoba ice cream dari Graeter’s Ice Cream. Ini merupakan ice cream favorit keluarga kami yang sudah berdiri dari tahun 1868, sehingga umurnya saat ini sudah sekitar 145 tahun. Lebih tua dari Indonesia bukan. Rasa ice cream favorit kami adalah black raspberry chocolate chip yang memiliki rasa manis dan asam yang pas. Sekali nyoba pasti ketagihan. Selain itu, kita biasanya juga makan di restoran afrika atau timur tengah yang menjual makanan halal. Nah, salah satu restoran afrika favorit kita adalah African paradise. African paradise menjual berbagai macam olahan ayam, sapi dan kambing dengan rempah-rempah khas timur tengah tapi tidak usah khawatir rasanya sangat enak dan masih bisa diterima oleh lidah orang Indonesia. Juga ada kedai ala kaki limanya Amerika yang biasanya menjual makanan halal menggunakan food truck. Jadi kedai ini biasanya berjualan berpindah-pindah tempat. Nah, salah satu food truck favorit kita adalah Khyber Halal Gyro yang menjual gyro dengan isian daging ayam atau daging sapi dan harganya termasuk yang ramah di kantong.

Facebook: Anisa Kharismawati. IG: @anisashariza Blog: apartofanisa.blogspot.com

Student Family Life in United States

ChicaPuti Ceniza Akbar (Chica) – has been living in New Bedford, Massachusetts, USA since 2010 with two sons and lifetime partner. She loves to volunteer at several local communities as well as running this site in her spare time.

I received some emails from friends and acquaintances asking about my life in the United States. So this post is meant to be the response for that requests and provide a short brief conditions on how a student with family can live and survive in the US – with a tight financial situation and still be happy with it :)

I have number of Indonesian friends who are living, studying, and working in the United States, but I know only a few that have a condition like us. My husband and I, young married couple with kids, from middle class family, with only one source of income (scholarship funding), and struggling to make a living for our own. I understand the financial burden of students who decided to being apart from their love ones. But in my case sometimes all you have to do is simply DO IT since there is always a way to survive. After all this is the Land of Opportunities (read: the United States).  Everything is possible and no one should be discriminated because of their identities.

Hakim2

When we came to the New Bedford, Massachusetts in 2010, my husband (Aradea Hakim) was asked by one of his friends: “Ara, are you sure that you can cover all your family’s needs in there? Because scholarship stipend is very tight, I myself as a single person has a very tight monthly budget to cover the rent, car insurance, fuel, electricity, Internet and TV bills, phone, groceries, etc..etc…, I think your wife should find a job or looking for a Master degree here so that you both can have two incomes” – A friend, 2010 –

Clearly our friend is very concerned about our condition here–a PhD student with 3 dependents who rely only one single source of income! But, hey, we are in the USA, remember? There are many benefits  for low-income family from federal or state government. The key is that we have to find it ourselves. And every states have a different policy and benefits available for their residents.

I just want to let you know, that the benefits are available for you and your family. The best way to find it is through browsing into government websites (usually identify with [dot]gov) or simply visit public service offices, community heath center, city hall, library, among others, where most of the informational brochures about the benefits are available. Grab all the information you need and do not hesitate to contact the officials and remember that one information can lead to another.

The category of low-income family is calculated by dividing  the household’s annual income (before taxes) with the number of persons in the family (household size). This number will be further categorized in Federal Poverty Guidelines (annually renewed) and used in calculating different amount of benefits. Those who are eligible must also meet the criteria based on: citizenship status, health or physical condition (disabled, pregnant, HIV, etc), age group (children, senior > 65 years old, etc), and other general requirements which are different for each benefits. You should check your eligibility for each benefits, usually in the websites in which there is a tool for screening eligibility before you can apply to the appropriate program. When visiting social security or benefits’ office, do not forget to bring all necessary documents (proof of ID and proof of income) and the person-in-charge will be available for consultations.

As I said earlier, different States have different benefit policies available. For those who live in the State of Massachusetts, the following information might be helpful.

  • Food – Woman, Infant, and Children (WIC). The Special Supplemental Nutrition Program for Women, Infants, and Children – better known as the WIC Program – serves to safeguard the health of low-income pregnant, postpartum, and breastfeeding women, infants, and children up to age 5 who are at nutritional risk by providing nutritious foods to supplement diet. This is the first benefit that I obtained when we moved here. Every month me (first as a breastfeeding woman and second as a pregnant woman) and my sons (after 6 months old) received around $60-70 vouchers of the healthy foods listed on this program. Besides WIC, there is also SNAP food benefits or known as Food Stamp. Unlike WIC, only US citizen can received food stamps.

  • Health Insurance – The federal governments Health Resources and Services Administration provides free healthcare to low income families throughout all 50 states. Low income families and individuals can stop by participating clinics to get their medical needs. Applying for this type of insurance is easy and if you don’t get the insurance because of the immigration status, usually you would be still eligible for free medical visits, with little or no cost at all. Moreoever, in Massachusetts there are also MassHealth and Health Safety Net.

  • Heating – The Low Income Home Energy Assistance Program (LIHEAP) assists eligible low income households with their heating and cooling energy costs, and, if the state chooses, to weatherize homes. During winter time (starting November 1st until April 30th) the heating bills can double or triple the usual amount. For example, during summer the gas bill is only $15-$20 per month (only for the stove/cooking), and by winter it can reach up to around $120/ month! With this assistance, the government will pay portions (or all) of the heating bill.

  • Public Housing – Preservation of Affordable Housing (POAH). If you are lucky, you can get a subsidized housing in a very good condition in a short queue. Under this program, usually you only need to pay 40% off from what you have to pay in normal price to the landlord or private management.

  • Cell Phone – Lifeline. The government has been very thoughtful to their low-income residents in providing call emergency service. Those who currently enrolled in government programs (depends to each state, check yours in here) like MassHealth can received one decent cell phone per household with Free 250 minutes talk and text every month.

  • Early Childhood Education – PACE. Public school in US is free (1st grade to 12th grade), but preschool and kindergarten are  mostly not. Parents have to pay at least $700-$900 for preschool/ kindergarten in the monthly basis. But then again, no need to worry! Since education is fundamental, government really pays attention to early childhood education and try their best so every child can go to school and get a proper knowledge so they won’t be left behind once they entering the public school. In New Bedford, Massachusetts, there is PACE (People Acting In Community Endeavors) that provides many programs dedicated to educate and facilitate low income families. The program for children and family including, for instances, Head Start provides a free family center child development program for children ages 3-5 for eligible low income families.

  • Family Center is a family support and literacy program. Always check similarly established center in your city. Usually the Center offers various services designed to provide parents and families with the support and resources they need to learn new skills, enhance family interactions, and empower them to reach their full potential. All services are free.

  • Tax Service – Usually during tax reporting season (March-April), there is VITA (Volunteer Income Tax Assistance) who offers free service to file your tax return. This service is very beneficial since the tax system is very complicated and different forms will affect the total tax due. Also, there will be a special credit deduction for low income family.

There are other programs that might be available in other State too which are unknown to me who live in Massachusetts.  So don’t worry about living abroad  – it will broaden your knowledge and enrich your experience. I suspect that, based on my case, even if it is hard, it would be a memorable journey that your family will embrace one day!

 —–

This is a repost blog from Indonesia Mengglobal that I originally posted last April 2014