Merantau di London

1Pinkan Nancy Kirana (Pinkan) – Mother of two (Atilla and Jingga), wife to Indonesian Geologist. An architect by heart, design-lover, ideas-hunter, and nature’s admirer. Has lived in United Kingdom since 2012.

Pinkan Nancy Kirana nama lengkap saya. Teman­-teman Indonesia biasa panggil saya Pinkan, tapi teman­-teman di Inggris lebih gampang memanggil Nancy. Ternyata ada gunanya orang tua saya memberi nama yang agak keminggris, hahaha..  Selain menjadi istri dan ibu, saya juga menyambi proyek desain bangunan/arsitektur dan desain grafis yang dikerjakan dari rumah  dan juga giat menekuni fotografi.

Foto keluarga di penghujung tahun 2013

Foto keluarga di penghujung tahun 2013

Rejeki mendaratkan keluarga kami ke United Kingdom sejak Agustus 2012, saat suami saya mengambil Master (disponsori perusahaan tempat dia bekerja) di Royal Holloway University yang terletak di London coret, yakni di kota Egham, Surrey – yakni suburb area sekitar 1 jam berkendara ke arah barat London.

Kampus Royal Holloway yang megah dan sangat khas nuansa “Inggris”nya.

3

Di depan kampus Royal Holloway University, setahun setelah suami lulus

Selama setahun pun kami menyewa flat tidak jauh dari situ, yang juga tidak jauh dari Legoland theme park dan Windsor Castle (hanya 15 menit berkendara).

Windsor Castle is a royal residence at Windsor in the English county of Berkshire. The castle is notable for its long association with the English and later British royal family and also for its architecture

Setelah suami lulus ternyata dia kemudian ditugaskan di kantor pusat perusahaan di City of London. Maka kami mencari property yang lebih dekat dengan kantor yaitu daerah Wimbledon, meninggalkan suasana tenang pedesaan Virginia Water.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Suasana tenang di sekitar Virginia Water, Runnymede, Surrey

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Savill Garden, salah satu Royal Garden yang berada di dekat Virginia Water

tinggal di Wimbledon

Sebagaimana kebanyakan tipe hunian di Wimbledon, rumah yang kami sewa saat ini adalah sebuah terraced house dari zaman Victoria.

Suasana di neighborhood kami

Suasana di neighborhood kami

10

Atilla di pintu depan rumah Wimbledon

Halaman yang lumayan panjang ke belakang sering menjadi ‘studio’ saya untuk bermain­-main dengan anak­-anak.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Memanfaatkan backyard sebagai studio fotografi abal-­abal

Konsekuensinya adalah maintenance yang lumayan makan waktu dan kami lebih sering membiarkan rumputnya sampai agak gondrong baru dipotong 😀

11

Suka duka di halaman belakang 😀

Wimbledon

Wimbledon dikenal dunia sebagai host kompetisi tennis tahunan internasional. Setiap musim panas, pengunjung membludak dan kota semakin semarak menyambut event kebanggaannya ini. Kami yang ‘kurang mengerti’ tennis sudah cukup senang dengan melihat calon penonton berpenampilan sophisticated berbondong­-bondong meramaikan kota menuju Wimbledon Tennis Stadium.

14

Shuttle bus yang khusus disediakan untuk calon penonton turnamen tennis tahunan Wimbledon.

Perhelatan akbar setiap tahun: Wimbledon Championships

Termasuk dalam Region 6 London Borough, Wimbledon merupakan region yang cukup plural dengan berbagai ras. Karenanya untuk mencari halal butcher (karena kami muslim) dan bumbu-bumbu citarasa Asia cukup mudah. Serunya lagi, area South London ini banyak orang Indonesianya. Saat ini ada 2 keluarga asal Indonesia yang bertetangga sangat dekat dengan kami (rumahnya jarak 5 menit jalan kaki), hampir pasti setiap minggu bertemu untuk sekedar playdate atau masak dan makan bareng menu­-menu nusantara. Bila cuaca bagus, paling tidak 2x seminggu Jingga bermain di Garfield Park, playground terdekat dari rumah yang juga berada di sebelah sekolah kakaknya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jingga dan Amy (sahabat sekaligus tetangga yang juga berdarah Indonesia) di South Park

Pengajian khusus Indonesia di London pun 2 minggu sekali diadakan di daerah Southfield (15 menit dari Wimbledon) dan sebulan sekali di KBRI (45 menit dari Wimbledon). Untuk event-­event besar seperti Idul Fitri dan 17 Agustus biasanya diadakan di rumah Duta Besar karena lebih luas. Walaupun agak jauh dari rumah (sekitar 1 jam dengan mobil), tapi kami selalu berusaha datang, demi melepas rindu dengan makanan nusantara hehehee..

KBRI London

Orang bilang bahwa Englishmen are truly gentlemen, dan saya setuju. Budaya santun dan tolong- menolong yang luar biasa tetap terasa walaupun London merupakan salah satu kota tersibuk di dunia. Mereka terbiasa mengucap “thank you” untuk hal­-hal kecil sepele dan bilang “sorry” dengan sangat humble walaupun tidak melakukan kesalahan 😀 Kesulitan menggotong pushchair di stasiun sendirian? Tenang saja pasti akan ada yang membantu 😀

Di UK, disebutnya “tube” bukan “subway”.

Londoners juga dikenal “always talk about the weather”. Berkomentar tentang cuaca saat itu merupakan trik jitu untuk membuka percakapan dengan Londoners. Apabila ada teman yang bertanya “are you okay?”, jangan kuatir. Bukan berarti Anda tampak sakit atau kesulitan, tapi hanya menanyakan kabar.

Gloomy weather in London

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Suasana London kala weekend, walaupun sangat sibuk tapi orang-­orangnya sangat santun dan ramah.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Seniman jalanan tengah bermain giant bubble di depan Millenium Bridge

Tower Bridge yang sering disangka sebagai “London Bridge” yang berada di sebelahnya

Perbedaan utama yang saya rasakan setelah merantau adalah kehidupan yang serba mandiri. Tidak seperti di Indonesia, sumber daya manusia di sini dihargai jauh lebih tinggi. Lifestyle yang berbeda ini juga mempengaruhi karakter anak-­anak kami. Setiap hari berjalan kaki ke sekolah (jarak 1 km), juga terbiasa melakukan keseharian sendiri seperti makan, mandi, berpakaian dan lain­-lain karena tidak ada pembantu yang siap melayani.

25

Atilla yang scooting atau berjalan kaki ke sekolah

Di sini anak­-anak kami juga lebih terbiasa menghadapi cuaca apapun.. Dingin, angin kencang, hujan, sampai panas terik, tetap berjalan kaki. Mobil hanya kami pakai saat weekend bahkan kadang kami lebih memilih transportasi umum untuk ke tempat-­tempat tertentu.

26

Jalan menuju ke sekolah yang foggy saat winter

27

Anak-­anak di atas double decker bus, salah satu alat transportasi di seputar London

Beruntung pula, hampir semua kebutuhan sehari-­hari sampai entertainment bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari rumah kami. Pusat perbelanjaan, grocery stores, bioskop, sport center, perpustakaan dan lain-­lain. Ditambah matahari yang jarang bersinar terik makin membuat kami betah menjadi pejalan kaki sejati.

28

Pedagang buah langganan saya karena lokasinya ada di sebelah Wimbledon Library (rute tiap minggu)

Berkeliling di LOndon

Shopping mall di London memang tidak sebanyak di Jakarta, tapi banyak tujuan yang lebih menarik untuk di­explore yaitu berbagai macam museum, monumen, historical places atau taman­-taman kerajaan yang ideal dikunjungi saat musim semi atau musim panas.

Winter Wonderland 2014 – keseruan menyambut Holidays season di Wimbledon

Natural History Museum adalah tujuan ideal keluarga dalam segala musim. Bangunan yang indah, koleksi yang menarik dan tiket masuk yang gratis membuat antrian masuknya cukup panjang setiap hari. Sebaiknya datang sepagi mungkin (museum buka jam 10) karena semakin siang akan semakin ramai. Anak-­anak sangat menikmati tempat ini karena banyak real size kerangka dinosaurus dan hewan­-hewan lainnya. Barang­-barang yang dijual di bagian shop juga sangat menarik dan edukatif.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Belajar dengan gratis dan fun di National History Museum, London

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Anda juga bisa memasuki National Gallery dengan gratis dan menikmati lukisan-­lukisan karya pelukis besar seperti Van Gogh. Berlokasi di Trafalgar Square, museum ini dekat dengan landmark-­landmark lain yang tidak kalah menarik seperti Buckingham Palace, London Eye dan Big Ben.

Trafalgar Square – bangunan di belakangnya adalah National Gallery. Kita bisa nongkrong dan people-watching di dekat air mancur

Inside National Gallery

London Transport Museum

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Atilla dan Takka di London Transport Museum

image

Di depan British Museum

image2

British Museum, tempat dikumpulkannya hasil kolonialisme Inggris dari seluruh dunia, termasuk mumi Cleopatra dan keluarganya ada di sini..!

Jika Hyde Park terlalu mainstream, Anda bisa mencoba Hampton Court (istana tudor King Henry XIII) dan Windsor Castle (semacam “Istana Bogor”­nya Queen Elizabeth) yang sering kami kunjungi. Keduanya berpekarangan luas dan cantik yang bisa dinikmati tanpa membayar tiket masuk. Sedangkan untuk menikmati tur berkeliling istananya, Anda harus membayar £17 per orang dewasa.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di depan Windsor Castle

Namun untuk park yang lebih natural dan wild, favorit penduduk lokal di sini adalah Wimbledon Common atau Richmond Park. Cocok untuk jogging jarak jauh, bersepeda santai, dog walking atau sekedar jalan-­jalan santai sambil mengintai rusa­-rusa liar (di Richmond Park) dan piknik. Hampton Court adalah tempat favorit kami, karena selain cantik, juga lebih santai (anak bebas main guling­-gulingan) dibandingkan dengan Windsor Castle yang lebih strict (karena masih dihuni).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Richmond Park saat summer

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Shopping arcade di depan Windsor Castle

inggris adalah surga bagi pecinta barang antik

Bagi yang suka hunting barang antik, Inggris surganya. Salah satu spot yang paling terkenal adalah Portobello Market. Lokasinya berdekatan dengan Notting Hill yang identik dengan Hugh Grant dan Julia Roberts. Harga antiques di Portobello Market agak tinggi karena banyak merupakan peninggalan keluarga kerajaan dan bangsawan (cutlery dsb).

Untuk mencari harga yang lebih miring bisa melipir ke Apple Market di Covent Garden atau Camden Market. Saat orangtua saya berkunjung, paling tepat kalau diajak blusukan ke pasar barang antik, sekedar cuci mata atau kadang mendapat something collectible untuk kenang-­kenangan.

Camden Market

Apple Market

Saya sendiri getolnya mampir ke charity shops, yaitu toko-­toko kecil yang menjual barang­-barang secondhand dari penduduk lokal, yang hasil keuntungannya ditujukan untuk charity; penderita kanker, jantung, dsb. Di Wimbledon city centre (sekitar 10 menit berjalan kaki dari rumah) terdapat sekitar 10 charity shops dan saya sering mendapatkan pernak­-pernik lucu (kebanyakan untuk property foto) dengan harga miring. Barang­-barang di Portobello Market lebih “serius” antiknya dan lebih mahal, lebih sering didatangi oleh antiques hunter yang serius.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hasil “mengabsen” charity shop di seputaran Wimbledon

Untuk se­sekali menghibur anak­-anak, beberapa theme park atau amusement park favorit di antaranya Legoland Windsor (lumayan seru untuk anak di bawah 12 tahun), Chessington Park (bertema jungle, untuk segala umur dan hanya 30 menit dari Wimbledon), Thorpe Park (bertema horror, cocok untuk remaja), London Eye (melihat The city of London dari atas), Sea Life (semacam Sea World, lokasi di dekat London Eye dan Big Ben).

Legoland Windsor

Di atas London Eye

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pemandangan dari atas London Eye

Madame Tussauds (kalau ini biasanya ortunya yang lebih happy, tapi ada The Avangers 4D cinema yang seru untuk anak-anak), Alton Towers (amusement park di midland, ada Cbeebies land yang sedang happening terutama buat balita), dan lain-­lain.

56

Bersama “kembaran” Jose Mourinho di Madame Tussauds London.

Di tahun pertama, kami membeli Merlin Annual Pass karena jatuhnya sangat sangat hemat untuk menjajal hampir semua tempat­-tempat di atas, bebas masuk ke semuanya selama setahun penuh.

fossil hunting

Liburan sekolah biasanya kami manfaatkan untuk mengeksplor daerah countryside. Area south west sangat populer saat summer karena memiliki garis pantai yang panjang dan mendapat paling banyak sinar matahari. Dorset, Cornwall, Devon hingga Sommerset memiliki banyak titik pantai yang cantik. Favorit kami adalah Jurassic Coast di Dorset yang merupakan tempat pertama kali ditemukan fosil dinosaurus secara lengkap oleh Mary Anning.

Karena suami saya seorang geologist, jadilah fossil hunt sebagai aktivitas hiburan keluarga kami. Hingga saat ini, Lyme Regis dan Charmouth Beach menjadi tempat wisata para pemburu fosil profesional maupun amatir (anak­-anak, keluarga). Demikian pula dengan Isle of Wight (pulau di bagian selatan Inggris, sekitar 1,5 jam berkendara dengan mobil lalu menyebrang 45 menit dengan ferry) yang dikenal sebagai The Island of Dinosaurs dengan banyak macam aktivitas untuk keluarga.

57

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Mulai dari kakek nenek sampai anak cucu seru mencari bebatuan berfosil di Charmouth Beach, Dorset, England.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bapak ­ anak mencari fossil buruannya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sunrise di Weymouth, Dorset. Masih bagian dari Jurrasic Coast

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berjalan kaki mencari 6 titik “jejak dinosaurus” di seluruh Isle of Wight

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Salah satu dinosaurs spot berikut penjelasan dan aplikasi interaktif yang kami temukan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lanjut dengan mencari fossil (lagi) di Isle of Wight

Kota-kota Kecil di Inggris yang Cantik

Apabila Anda penikmat arsitektur bersejarah seperti saya, Bath adalah kota kecil yang cantik. Jaraknya sekitar 3 jam driving dari London. Saat pendudukan Romawi di tanah Inggris, Bath menjadi tempat peristirahatan dan mereka membangun pemandian ala Romawi disana. Mungkin bisa dibayangkan seperti kota Bandung atau Malang kalau di Indonesia; selain kaya akan bangunan bersejarah nan artistik, plaza­-plazanya juga dipenuhi dengan street performance art yang menghibur.

68

Landmark heritage town Bath.

67

69

Street performer di sepanjang plaza kota Bath

Di sepanjang jalan, Anda bisa menyempatkan diri untuk mampir ke desa­-desa cantik khas Inggris, atau kastil-­kastil peninggalan era medieval. Anda juga akan melewati Stonehenge yang tersohor. Jika melihat sekitar 10 tahun ke belakang, Stonehenge beserta misterinya hanya bisa saya lihat di majalah dan Discovery Channel. Tidak pernah terbayangkan sekarang sering lewat bahkan terjebak macet tepat di depannya 😀

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Oya, bagi Anda yang menyukai historical places seperti ini, bisa menjadi member English Heritage untuk mendapatkan free access ke 400 situs peninggalan di seluruh wilayah Inggris selama setahun penuh!

72

Mengeksplor kastil-kastil dan desa dari era medieval.

Dengan jarak yang kurang lebih sama (2­3 jam berkendara dari London), Anda bisa juga menjajal Costwolds, diyakini memiliki desa tercantik se­-Britania Raya dan sering digunakan sebagai lokasi pembuatan film. Desa ini masih berpenghuni sehingga ada peringatan bagi wisatawan agar tetap menjaga sopan santun, jangan sampai mengganggu penduduk setempat.

Costwolds yang sangat cantik

Atau bila Anda penggemar Shakespeare, bisa mengunjungi tempat lahir dan dibesarkannya yaitu di Stratford-upon­-Avon (Anna Hathaway’s Cottage). Pengelolanya sering mengadakan event-­event terkait dengan Shakespeare, Anda bisa cek agendanya di http://www.shakespeare.org.uk.

Shakespeare’s Birthplace

Secara garis besar, United Kingdom (mainland) saya gambarkan sebagai berikut :

73

Bagian Selatan adalah tempatnya matahari, pantai, tebing­-tebing cantik yang berbatasan dengan pantai, kaya akan sejarah era dinosaurus fossil hunting spot. Recommended place to visit (semua yang sudah dijelaskan di atas).

Bagian Tengah (midland) kaya akan bukit­-bukit cantik, kota/desa bersejarah, danau, farm. Recommended places to visit; Peak District, Lake District, York, Snowdonia (Wales). Di Peak District kita bisa hiking ke dataran tinggi (atau kombinasi dengan skylift), caving, menjelajah ke desa­-desa kecil, (lagi­-lagi) belajar fossil dan lain­-lain.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

80

Hiking di Lake District yang terkenal akan danau­-danaunya yang indah.

Di atas pegunungan Llanberies, Snowdonia National Park, Wales. Salah satu puncak terindah di UK

Di atas pegunungan Llanberies, Snowdonia National Park, Wales. Salah satu puncak terindah di UK

Di Windermere, pusat keramaian Lake District, kita bisa menyewa puddling boat ataupun yang menggunakan mesin:

82 83

Bagian Utara (Scotland, Highland) adalah tempatnya gunung-­gunung bersalju, danau, peternakan domba juga gudangnya shortbread dan cashmere. Recommended places to visit: Kota Edinburgh, Fort Augustus, Fort Williams, Glencoe, Urquhart Castle (by the Loch Ness).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pemandangan dari atas Calton Hill, bukit di Edinburgh yang wajib kunjung.

86

Scottish man with his bagpipes, ciri khas Scotland

Bila Anda ke Scotland, jangan sekedar melewati Loch Ness tapi mampirlah ke Urquhart Castle. Sebuah medieval castle yang sangat well-­maintained dan dilengkapi beberapa aktivitas interaktif untuk semua umur. Menikmati cantiknya Loch Ness sambil belajar sejarah sekaligus bermain.

“Loch” berarti danau dalam bahasa kuno Scotland

87

Urquhart Castle: Very recommended!

Menjajal chairlift di pegunungan Glencoe, Scottish Highland. Daerah yang terkenal akan pembunuhan masal klen MacDonalds oleh kaum Jacobite di tahun 1692 (the massacre of Glencoe):

Processed with VSCOcam with p5 preset

Processed with VSCOcam with f2 preset

Dengan banyaknya tempat dan situs yang bisa dijajal dan dijelajah, dijamin masa­-masa perantauan tidak akan terasa membosankan. Mulai dari yang gratis, murah sampai yang mahal (sekali-­sekali kalau ada rejeki) bisa menjadi pilihan.

——-

For more daily pictures please visit Pinkan’s instagram account @pinkannancykirana atau http://www.dimanamenginap.wordpress.com untuk review, tips dan gambaran tempat­-tempat menginap selama traveling.

Foto-foto pada artikel ini adalah karya Pinkan dan keluarga  – beberapa foto penunjang langsung terhubung dengan image tersebut.

Advertisements

29 thoughts on “Merantau di London

    • canacasa says:

      When there is a dream, there is a will Doena. Dulu saya juga ga kebayang bakal nyampe sini. Jadi tetap semangat yaa!

      Like

  1. Gara says:

    Wow, impressive. Lengkap kap, komplet plet. Semua tentang Inggris, budaya, alam, belanja, dan wisata lain-lainnya. Keren! Semoga suatu hari saya bisa ke sana dan menjelajah semua ini :amin.

    Like

    • canacasa says:

      Thanks ya, Gara! Sebenernya belum lengkap kap nih.. Hahaha.. Di London masih ada cerita tentang Harry Potter spots, art galleries yang keren-keren etc etc.. Ga habis-habis listnya 😀

      Aamiin! Even more yaa

      Liked by 1 person

  2. denaldd says:

    Pinkaaann, keren sekali ceritanyaa 😄😍😍 sukaaa sama foto2mu. Semoga bisa kesampaian mblakrak kesana. Thanks Mama Rantau sudah menghadirkan cerita Pinkan

    Like

  3. Patar says:

    Misi nya pingin ke Inggris, tapi jalan untuk menuju kesana tidak tahu. Sejak SMA sya bercita-cita, tp sampai sekarang msh ttp di Indo.
    Bisa share teman-teman caranya bagaiamana..? Thanks

    Like

  4. fivit says:

    Pinkannnn speechless ttg smuanya, dr foto2 nya terbayang keindahannya, mdhnn someday sy sudi mampir ksana jg aminnn 😍 #mupeng #sirikbener saya kwkwkwkwk

    Like

  5. Dewi ros anggraeni says:

    Wawwwww senangnyaa… Aku bangga membacanyaaa… Oiyah Saya juga nanti punya rencana utk mencoba merantau utk belajar Dan bekerja Semoga berjalan lancar …Saya 3 Minggu tinggal dilondon didaerah Queensway-central line…Dan Saya Harap kita bisa berteman Setelah Saya tinggal disana nanti rencana Saya akan pergi lagi bulan mei 2016 Setelah semua dokumen selesai… Senang rasanya Saya punya teman baru dilondon Semoga sukses utk kita semua oiyah… Utk saling berhubungan Saya bileh minta nomer whatsaap Supaya lebih mudah… Thank you,,,

    Like

  6. Endang Krisnawaty says:

    mba Pinkan..lengkap sekali ceritanya. mau tanya itu Atila sekolah di sekolah umum dengan bahasa pengantar inggris yah? jika dari Indonesia belum bisa berbahasa inggris gimana yah? Atila usia berapa mba sekarang? anakku kelas 1 SD saat ini kayaknya sebesar Atila.

    Like

  7. Risna Endah Febriany says:

    Mba Nancy, Agustus tahun ini saya akan pindah ikut calon suami ke London… tinggal di daerah Bromley… awalnya agak worry, soalnya gak punya kenalan di sana kecuali keluarga calon suami… gak tau mesti ngapain di sana, tapi setelah baca tulisan mba aku jd sedikit legal, dan semakin excited… mba Boleh minta contact nya? FB atau email… terima kasih

    Like

  8. Atik winarni says:

    Artikel yg menarik…sekitar agustus 2016 misua insya Allah mau kerja di Aberden.tp kdng msh worry setelah membaca artikel ini jd agak mntap untk pindah.trimksh mba nancy

    Like

  9. vivi says:

    Nulis cerita novel pakai latar Bibury Village (katanya lebih dikenal dengan sebutan Costwold),
    jadi pengen pergi ke sana.

    Doakan ya, saya bisa pergi ke sana.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s