Serba-serbi Finlandia (2)

WhatsApp Image 2016-10-18 at 20.34.02.jpegRika Melissa – Indonesian woman, currently live in Kerava, Finland with two bilingual sons- Kai and Sami, a Finns husband – Mikko. Still trying (hard) to learn Suomi language. Always left her heart in Jakarta.

Akibat musim dingin yang terlalu panjang, musim panas di Finlandia jadi terasa sangat berharga. Dan begitu langit musim panas mulai menyapa, banyak orang yang berusaha untuk menjadikan musim panas menjadi lebih spesial dengan cara menciptakan permainan-permainan seru. Permainan ini awalnya dibuat untuk iseng-iseng saja, pesertanya cuma warga sekitar saja tapi kemudian mulai terkenal sampai akhirnya diakui sebagai cabang olah raga resmi di Finlandia. Malah beberapa diantaranya dibikin kejuaran dunianya karena banyak orang asing yang juga tertarik untuk ikut serta. Berhubung olah raganya gak umum, aneh, dan memang agak gila, cabang-cabang olah raga tersebut kemudian dijuluki sebagai hullut suomalaiset urheilulajit atau olah raga gila orang Finlandia.

i_hullutsuomalaiset_valmis

Beberapa cabang olah raga tersebut adalah:

Eukonkanto (Wife Carrying Competition)

Ini salah satu olah raga gila yang paling penting dan paling terkenal. Kejuaraannya diadakan setiap musim panas di Sonkajärvi. Di cabang olah raga ini laki-laki harus berlari melewati beberapa rintangan sambil menggendong wanita (istri). Konon olah raga ini terinspirasi dari sebuah legenda di bagian timur negara Finlandia, dimana jaman dahulu kala, penjahat laki-laki suka datang ke desa kecil menculik perempuan untuk dijadikan istri. Biasanya penjahat tersebut membawa perempuan culikan mereka dengan cara menggendong/menunggingkannya di pundak.

ccf55b40-781f-49e8-9041-c567b73dce59

Untuk lombanya sendiri yang ikut tidak harus suami-istri tapi harus sepasang pria dan wanita. Kita dapat menjadi peserta dalam kompetisi Eukonkanto dengan cara mendaftarkan diri di website resminya dan jika menang, hadiahnya adalah berliter-liter bir sebanyak berat “istri” yang diangkut.

Ilmakitara (Air Guitar Competition)

Ini juga gak kalah gila, ya. Lomba pura-pura memainkan gitar. Maksud ‘ngana’?

Mengintip sedikit di Wikipedia: Air guitar is a form of dance and movement in which the performer pretends to play rock or heavy metal-style electric guitar, including riffs, solos, etc. Playing an air guitar usually consists of exaggerated strumming and picking motions and is often coupled with loud singing or lip-synching.

Masih menurut wikipedia, ada beberapa kriteria penilaian dalam kompetisi pura-pura main gitar ini:
Technical merit— biarpun cuma pura-pura tapi main gitarnya harus meyakinkan, harus terlihat real, dinilai dari bagaimana teknik bermainnya, termasuk posisi jari-jari saat memegang kord.
Mimesmanship— mimik dan ekspresi yang harus meyakinkan, bahwa mereka memang sedang sungguh-sungguh main gitar, bukan cuma pura-pura.
Stage presence—kharisma di atas panggung. Be a rock star and rock the audience. Salam tiga jari, pemirsa!
Airness—nilai artistik dari performance yang ditampilkan.

130813170912-air-guitar-world-championships-oulu-finland-horizontal-large-gallerynanami

Dan saya cuma bisa geleng-geleng kepala, apaan sih ini? Tapi Air Guitar Champioship justru yang sudah mendunia, kejuaraannya sudah diadakan dimana-mana dan ada computer game-nya juga.

Suojalkapallo (Swamp Soccer)

Alias main bola di dalam lumpur. Awalnya kegiatan ini dijadikan sebagai ajang latihan untuk militer atau atlet profesional dalam rangka meningkatkan kondisi fisik mereka. Secara permainan bola biasa saja sudah jelas menuntut ketahanan fisik, apalagi jika bermainnya di dalam lumpur. Seiring waktu, permainan ini mulai populer di kalangan masyarakat umum dan sekarang malah ada kejuaraannya.

suofutis2760762

Permainan ini tidak benar-benar dilakukan di rawa berlumpur melainkan di lapangan yang direndam lumpur. Waktu tandingnya juga lebih singkat dari permainan bola biasa, “cuma” 2×13 menit saja. Swamp soccer dibuka untuk grup lelaki dan perempuan dan kejuaraannya sudah diadakan di negara-negara lain seperti Swedia dan Brazil.

Muurahaispesässä istuminen (Ant-Nest Sitting Competition)

Ini pasti kejuaraan paling edan. Lomba duduk di sarang semut! Dengan bokong telanjang!

Katanya, sih, perlombaan duduk di sarang semut ini diadakan di banyak daerah di Finlandia sepanjang musim panas. Rekor dunia saat ini dipegang oleh Lyde Lyytikainen dengan waktu 2 jam 10 menit.

Dari yang saya baca-baca di internet, tips paling penting dalam mengikuti kegiatan ini adalah untuk membuat bokong kita kebas dan mati rasa sebelum berlomba. Bisa dengan cara mencubit-cubit bokong dulu seharian, atau ditampar-tampar hingga mati rasa, atau bisa juga dengan cara merendam bokong di air es selama beberapa jam sebelum perlombaan dimulai.

Saappaanheitto (Boots Throwing Competition)

Ini lomba jauh-jauhan melempar sepatu bot karet. Laki-laki akan diberikan sepatu bot no.43 untuk dilempar sementara perempuan no. 38. Gaya melemparnya dibebaskan kepada peserta yang penting harus coba untuk melempar sejauh mungkin. Kejuaraan dunia melempar sepatu ini sudah diadakan di beberapa negara di luar Finlandia, diantaranya di Italia, Jerman, Estonia, Swedia dan Polandia.

saappaanheitto

Asal muasal permainan ini masih menjadi tanda tanya. Diduga pada jaman dahulu kala ada seorang pria yang sedang bersantai di teras mökki-nya sambil minum bir, tiba-tiba dia melihat ada sepatu bot tergolek di halaman dan terus… dilempar deh (kriik… kriik). Ada yang bilang, semua cabang olah raga aneh di sini Finlandia tercipta akibat kebanyakan minum bir setelah bersauna.

Lomba lempar melempar ini agaknya cukup diminati di Finlandia. Selain melempar sepatu bot masih banyak lainnya yang bisa dilempar. Ada lomba melempar telepon genggam, melempar kursi atau melempar rumput.

Menarik yaa? Mau dicoba di Indonesia? 🙂


Written by Rika Melissa. Content editor: Mita Rangkuti.

Images on this page are linked to its original source (if not, it is all taken from the Internet).

Merantau di Britania Raya

dsc04794Resci Anggrita (Eci) – A wife and a mom of one daughter. Easily excited person. Lived in Egham,UK 2012 – 2016 to accompanying my husband doing PhD in Royal Holloway University of London.

Adaptasi tinggal di Egham, Britania Raya

Egham merupakan salah satu kota bagian dari Runnymede Council, yakni kota kecil yang ada di bagian South East-nya London. Kota kecil yang sepi ini juga dilalui oleh arus sungai the famous River Thames. Egham itu kota yang sepi, jauh dari keramaian layaknya London. Untuk yang ingin mecari ketenangan, banyak yang memilih Egham untuk dijadikan tempat tinggal. Yang bekerja di London pun rela menempuh jarak yang cukup jauh (kurang lebih 40 menit ke Central London dengan kereta). Dan bahkan, banyak juga yang memilih untuk menghabiskan masa tua di Egham; karena selain mahasiswa Royal Holloway, mayoritas penduduk di Egham adalah yang sudah sepuh.

10615505_10204407864775407_1543472584104387018_n

Eci bersama Ega dan Qaireen

Royal Holloway ini bagian dari university of London, terletak di kota Egham 31 km dari pusat kota London. Terdiri atas tiga Fakultas dan 20 Departement. Salah satu departemen nya itu adalah Department Earth of Sciences. Geology ada di bawah departemen tersebut dan menjadi salah satu jurusan favorit di Royal Holloway. Setiap tahunnya akan ada satu mahasiswa program master yang dikirim dari Teknik Geologi ITB. Mayoritas di Royal Holloway memang ada di jurusan GeologI dengan Program Master. Suami Eci kebetulan tinggal satu-satunya yang menjalani Phd di sini, dua seniornya sudah kembali mengabdi di almamater mereka.

Sama halnya dengan para perantau dari luar UK, hal yang sangat saya senangi adalah fasilitas umum yang rapih, bersih, dan gratis. Playground for kids jadi hiburan bagi saya dan anak saya, karena anak saya umurnya masih dibawah tiga tahun, jadi belum sekolah. Sehingga hari-hari weekdays sering sekali dihabiskan di playground, library atau yaa di rumah saja. Di library biasanya ikut kids activity seperti rhyme time bernyanyi bersama atau sekedar storytelling oleh pustakawan.

egham-main-street

Main Street Egham yang selalu sepi dan tenang di hari biasa

Tentang Egham dan Apartemen Hunting

Biaya sewa rumah dan transportasi di Egham yang cukup mahal untuk ukuran mahasiswa. Tapi Alhamdulillah tercover tiap bulannya. dengan menyiasati kami selalu makan masakan rumah alias mengurangi jajan di weekdays. Jalan-jalan dan jajannya dirapel di akhir pekan.

Di Egham tidak ada supermarket atau butcher yang khusus menyediakan produk halal. Kita bisa mendapatkan daging, ayam dan produk halal lainnya di kota sebelah, Slough, yang banyak komunitas muslim disana, ataupun belanja online dari supermarket tertentu. Kalau untuk bumbu dapur, rempah, produk Asia yang  jarang dijual di supermarket pada umumnya bisa di beli di Oriental Store di Egham atau di Tuesday Market di kampus RHUL. Tempe, kecap manis, mie instan, saus sambal, ikan teri, dan sereh semua ada di sini, jadi tidak perlu jauh jauh ke London.

Dari 2012 di UK, Eci dan suami gak pusing cari rumah, karena sudah ada temen temen Indonesia yang bantu mencarikan. Dikarenakan budget sewa rumah yang kurang bersahabat untuk para mahasiswa yang membawa serta keluarga, jadi kami tinggal di sharing house sesama orang Indonesia. Egham ini salah satu kota mahal dalam hal property, padahal tidak ada apa-apanya tapi mungkin karena deket Windsor (rumahnya bu Ratu ), atau demand-nya banyak untuk mahasiswa pendatang. Lebih dari setengah uang beasiswa kami tersedot untuk sewa rumah. Belum lagi karena kita bukan permanent residence disini, ada beberapa House Agent yang mengharuskan kita membayar full 6 bulan sewa didepan. Mahal banget dong klo dibandingin sama kota lain di UK kayak Birmingham atau Cardiff. Uang sewa satu kamar sharing house di Egham bisa buat sewa flat atau rumah dengan dua kamar di Birmingham.

magna-carta-800th-anniversary-main-street

Annual Magna Charta event di Egham High Street

Dari 2012-pertengahan 2015 kita tinggalnya di Egham, deket banget dengan Train Station. Pertengahan 2015- sekarang kita pindah ke Englefield Green, lebih deket ke kampus, dan agak lebih murah karena jauh dari pusat kota Egham.

Pengalaman nyari rumah yang sekarang ditempatin punya cerita tersendiri. Karena banyak house agent yang menolak. Karena tau suamiku tidak hanya sendiri, tapi akan bawa istri dan anak. Intinya mereka mau menyewakan satu kamar untuk satu orang . Tapi untungnya di akhir akhir ada satu House Agent yang bersedia menerima satu kamar diisi dengen tiga orang, pegawainya udah kasian liat kita ditolak tolakin agent house karena punya toddler.

181401

Thames River yang melewati Egham

Tiap tahun ganti personil yang Master. Seru !!! kayak rumah kost deh,mau ke WC cepet cepetan. Keseruan lainnya ya homesick agak terobati lah ya, banyak temen ngobrol. Semua teman Indonesia sudah dianggap seperti saudara.

Pengalaman Melahirkan

Eci dari pertama hamil udah di UK, periksanya di puskesmas (Health Centre) di deket rumah. Misalnya bulan ini ke GP,bulan depan cek hamilnya ke bidan di Health centre yang sama. Dan dua kali USG ke Rumah Sakit waktu hamil 4bulan dan 7 bulan. Dari semasa hamil dan melahirkan tidak ada uang sepeserpun dikeluarkan, dari kontrol rutin bulanan, vitamin, injeksi, biaya melahirkan semuanya ditanggung pemerintah . Seinget saya, hanya membayar uang cetak USG dua kali, masing masing 3 pounds untuk sekali cetak foto usg. Sebenernya biaya cetak juga tidak diwajibkan, hanya karena ini pengalaman pertama hamil buat kenang-kenangan.

Di luar rencana kita, yang awalnya direncanakan melahirkan dirumah sakit . Gak disangka proses pembukaannya relatif  cepat. Waktu itu usia kandungan 37 weeks 6 days (besoknya emang sudah due date lahiran dan first wedding anniversary kami) si Qaireen sudah gak sabar mau keluar. Karena sudah masuk ke tahap emergency, maka saya dan suami memutuskan untuk menelpon 911 dan bidan. Satu unit Ambulance pun datang ke apartemen dengan 1 senior paramedic serta satu trainee paramedic. Pas datang, mereka memeriksa posisi bayi sudah crowning, sehingga diputuskan lebih aman menunggu di rumah daripada melahirkan di jalan. Dengan sabar, si bapak Paramedic ngebimbing kapan harus push. Selama proses persalinan, saya ditemani oleh si mbak trainee sambil menghirup Entonox dengan tujuan agar lebih rileks. Dan Alhamdulillah it works, dua kali ngeden saja. Si anak lahir jam tiga sore waktu setempat. Setengah jam kemudian, midwife tiba untuk cek kondisi aku dan bayi.

Walaupun tidak melahirkan di rumah sakit, ternyata hari kedua setelah melahirkan, saya dan Qai nginep juga dirumah sakit. Karena Qaireen agak kuning (jaundice), dan ASI saya masih belum banyak. Empat hari tiga malam kami menginap di rumah sakit, dan suami saya hanya boleh menemani dari pagi hingga jam 21 malem. Selebihnya saya survive berdua Qai. Tapi Alhamdulillah gak perlu sampai masuk incubator, dan hanya rawat jalan sampai Qai berumur dua bulanan harus cek darah ke rumah sakit setiap minggunya. Dan selama kami stay di rumah sakit pun, kita tidak perli bayar sama sekali baik biaya rawat inap maupun obat, injeksi dsb.

Komunitas Indonesia di Egham

Orang Indonesia di Egham sering banget kumpul-kumpul (selain karena di rumah sharing house dengan orang Indonesia ) tahun 2015 memang mahasiswa Indonesia-nya lagi banyak dan kompak banget. Mereka aktif di group LINE. Kalo ngumpul biasanya pada maen Play station (haha), nonton bareng, maen kartu, dan terakhir juga sempet badminton rutin setiap Jumat.

badminton

Kalau cuaca sedang hangat dan anak anak pada rajin, pada belanja bareng terus BBQ-an deh di rumah. Tahun 2016, mahasiswanya lebih sedikit, selain itu halaman belakang rumah kami kurang mumpuni untuk BBQ party, jadi sudah tidak pernah lagi kumpul-kumpul BBQan. Selain sama mahasiswa, kami juga jalan bareng keluarga Indonesia lain, ada yang tinggal di kota sebelah tepatnya Virginia Water.

14669018467111

Dan kenalan pun jadi bertambah serta membuka lapangan pekerjaan baru buat Eci. Eci sempet beberapa kali terima orderan jualan gorengan dan bumbu masak jadi. Alhamdulillah, banyak teman banyak rezeki 😀

dsc05690

Kumpul-kumpul dengan teman Indonesia sebelum Ramadan

festival-jajanan-indonesia-london

Festival jajanan indonesia event yang diselenggarakan PPI London

piknik-di-saville-garden

Piknik besama mbak pinkan dan keluarga (mamarantau London)

Dan Juni 2016 adalah summer terakhir kami di UK, ini. Dari pengalaman merantau disini, banyak hal yang didapat, salah satunya keluarga tak hanya sebatas hubungan darah, ketika jauh dari tanah air teman baik juga merupakan rezeki yang tak terhingga nilai.

 —-

Pengalaman Hamil dan Melahirkan di Swedia (Dan TIPS menyiapkan MPASI)

10919239_486791268155126_1629298947_nDeni Yulia Mardvall – A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden with lovely husband and a daughter. A dream catcher who takes one step at the times for every challenge in life.

PENGALAMAN HAMIL DAN MELAHIRKAN DI SWEDIA

Saya beruntung bisa mendapatkan pelayanan yang serba gratis tanpa biaya selama kehamilan. Proses kehamilan saya berjalan lancar di mana pengawasan diberikan oleh bidan. Di Swedia, Stockholm pada khususnya, begitu tahu kita hamil, kita diharapkan untuk mendaftarkan diri ke klinik bersalin yang ada di daerah kita, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mendaftarkan diri ke daerah selain tempat tinggal kita. Kita bisa memilih mana yang menurut kita terbaik dan nyaman untuk melakukan pemeriksaan.

3

D-day minus 1

Seperti halnya saya, ketika saya tahu pertama kali saya hamil, saya tidak bisa mendaftarkan diri di klinik yang berada paling dekat dengan tempat tinggal karena klinik dan rumah sakit terdekat sudah penuh dan tidak menerima pendaftaran lagi. Maka dari itu, saya mendaftarkan diri di kecamatan Stockholm, dimana saya memilih klinik ibu dan anak yang dikelola secara private namun bekerjasama dengan pemerintah, jadi siapapun yang mendaftarkan diri di sana akan mendapatkan fasilitas yang sama seperti ibu-ibu lain yang mendaftarkan diri di klinik atau rumah sakit milik pemerintah. Nama klinik dimana saya melakukan pemeriksaan adalah Mama Mia (Mama Mia – Midwives – Karlavägen 58-60, Östermalm, Stockholm)

PERBEDAANNYA DENGAN INDONESIA

Banyak hal yang berbeda selama proses kehamilan dan melahirkan antara Indonesia dan Swedia. Saya akan mencoba memberikan sedikit contoh menurut pengalaman saya pribadi dan semoga saja saya bisa menyebutkan semua tanpa ada yang tertinggal.

Seluruh Biaya Selama Proses Kehamilan dan Melahirkan Ditanggung oleh Pemerintah. Baik itu proses kehamilan normal ataupun jika ada masalah dan memerlukan perlakuan atau pemeriksaa khusus. Kita hanya membayar biaya administrasi dan biaya kamar saat suami menemani kita di rumah sakit setelah melahirkan yang jumlahnya sangat kecil. Hal ini tentunya berbeda dengan di Indonesia.

Kelahiran Normal Ditangani oleh Bidan. Di Swedia, selama proses kehamilan dan melahirkan, saya ditangani oleh bidan karena kehamilan saya normal. Dokter hanya diperlukan jika ada masalah dengan kehamilan atau dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut saat proses kehamilan. Proses melahirkan pun sama, dokter hanya dibutuhkan saat dibutuhkan atau ada masalah yang memerlukan tenaga medis yang lebih ahli. Contohnya saat pemberian epidural, maka dokter anastesi yang akan memasang alat epidural tersebut. Berbeda dengan Indonesia dimana sangat jarang proses kehamilan ditangani oleh bidan dan lebih banyak dokter yang memegang peranan selama proses kehamilan dan melahirkan.

Selama Proses Kehamilan hanya Diberikan Folic Acid dan Pil Omega 3. Dalam hal ini, saya meminum omega 3 karena selama proses kehamilan saya tidak bisa makan ikan sama sekali, setiap mencium ikan dalam bentuk apapun baik itu mentah dan sudah dimasak, saya akan mual yang sering diakhiri dengan muntah yang berkepanjangan sampai bau ikan tersebut hilang. Maka dari itu saya dianjurkan untuk meminum omega 3 untuk memberikan asupan gizi cukup buat janin di dalam kandungan. Namun jika bisa memakan ikan, cukup memakan folic acid saja. Ini juga berbeda jika dibandingkan dengan di Indonesia. Saat saya hamil 4 bulan, saya pulang liburan ke Bali dan setelah terbang jarak jauh saya melakukan kontrol ke salah satu dokter di Denpasar untuk USG. Sempat bertukar informasi dengan dokter tersebut dimana dokter tersebut sangat kaget setelah tahu bahwa saya hanya mengkonsumsi Folic Acid dan Omega 3 saja karena menurut dokter tersebut, ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di Bali, akan diberikan setidaknya minimal 5 pil yang harus diminum, antara lain folic acid, kalsium dll. Hal ini juga yang saya lihat berbeda dengan yang ada di Swedia. Karena di Swedia, bidan akan melakukan pemeriksaan yang teliti sebelum menganjurkan ibu hamil untuk meminum asupan selain folic acid. Jadi pemberian pil walaupun itu hanya sekedar vitamin atau zat besi sekalipun itu tidak bisa sembarangan dan harus sesuai dengan kebutuhan.

Jatah untuk melakukan USG hanya 3 kali untuk Kehamilan Normal. USG juga adalah salah satu yang amat sangat berbeda antara Swedia dan Indonesia. Di Swedia, jatah untuk melakukan USG hanya diberikan 3 kali untuk kehamilan normal. Pertama saat kita melakukan CUB test ketika usia kehamilan 16 minggu, di mana tes ini pun tidak diharuskan. Kita bisa memilih untuk melakukannya atau tidak. CUB test ini gunanya untuk melihat apakah ada kelainan di janin seperti menderita down syndrome, dan lain-lain. USG kedua, saat kehamilan sudah berjalan 22 minggu di mana bidan akan menanyakan apakah kita ingin tahu jenis kelamin janin atau tidak (dengan catatan bidan bisa melihat jelas dan sang janin dalam posisi yang pas untuk melihat jenis kelamin tersebut). Ketiga adalah saat bayi sudah melewati due date yang biasanya akan diberikan pada minggu ke 41. Selebihnya jika kita ingin melakukan USG, kita harus membayar sendiri untuk kehamilan normal karena dianggap tidak perlu. Sedangkan di Indonesia, kehamilan normal pun yang namanya USG tersebut dilakukan sering dan seperti yang diceritakan salah satu kakak saya yang melakukan USG setiap kali melakukan pemeriksaan. USG akut bisa dilakukan jika diperlukan, seperti saat sudah melewati perkiraan tanggal melahirkan maksimum 2 minggu, maka diperlukan USG untuk melihat apakah janin di dalam perut dalam keadaan baik, begitu juga plasenta dan air ketuban.

afp-midwife

Midwife Sofie Laaftman checks Christina Singelman’s pregnancy progress at Mama Mia, a pregnancy care clinic in Stockholm, Sweden. According to the organization Save the Children, Sweden is the second-best  country in the world to become a mother, behind Finland.  Picture via nydailynews.com.

Kursus Melahirkan secara Cuma-Cuma. Di Swedia, kami mendapatkan fasilitas cuma-cuma untuk ikut kursus melahirkan di mana dibagikan informasi bagaimana menghadapi kontraksi, apa saja yang perlu disiapkan, pertolongan apa saja yang bisa didapatkan di rumah sakit yang nantinya bisa digunakan jika diperlukan dan masih banyak informasi lain seputar proses melahirkan. Kursus ini tidak hanya ditujukan untuk ibu hamil, tetapi juga ditujukan kepada para pasangan mereka karena dalam kursus tersebut diberikan juga informasi kepada para pasangan bagaimana menghadapi atau memberikan pertolongan ketika kontraksi sudah terjadi. Jadi baik ibu hamil dan pasangannya tidak panik ketika kontraksi sudah dirasakan. Sepengetahuan saya, belum ada kursus seperti ini diberikan di Indonesia. Ada kemungkinan saya kurang informasi mengenai hal ini karena selama saya berkomunikasi dengan teman atau keluarga yang sedang hamil atau baru saja melahirkan, mereka tidak pernah mendengar tentang fasilitas ini di Indonesia.

PEMERIKSAAN RUTIN

Saat melakukan pemeriksaan rutin dengan bidan, selalu dilakukan pengecekan detak jantung. Beberapa kali dilakukan pengetesan darah untuk melihat kadar zat besi yang ada di dalam tubuh dan juga kadar gula. Puji Tuhan selama kehamilan kadar zat besi saya bisa dibilang sangat mencukupi sehingga tidak usah meminum zat besi tambahan. Begitu juga kadar gula yang normal sehingga tidak pernah menjadi masalah selama kehamilan berlangsung. Saat bertemu bidan, kami biasanya berdiskusi tentang apa saja kegiatan yang dilakukan, seperti dianjurkan tetap melakukan kegiatan olahraga ringan seperti jalan kaki. Selain itu, ada juga diskusi tentang asupan makanan yang bagus untuk pertumbuhan janin di dalam perut. Pengalaman saya dengan bidan yang saya temui bisa dikatakan sangat memuaskan karena beliau bisa menjawab semua pertanyaan saya tentang segala macam topik terkait kehamilan.

Selanjutnya ketika sudah mendekati perkiraan tanggal melahirkan, kita diberikan informasi tentang surat-surat apa saja yang diperlukan. Dianjurkan untuk mengikuti kursus mengenai informasi tentang proses melahirkan dan menurut pengalaman saya, bidan saya sendiri yang mendaftarkan saya dan suami, jadi kami hanya tinggal datang saja ke kursus yang sudah dipilih waktu dan tanggalnya. Namun dalam kasus beberapa teman yang pergi ke bidan yang lain, mereka harus mendaftar sendiri ke rumah sakit pemerintah yang menyediakan kursus gratis proses melahirkan ini.

the-girl-who-always-brings-rainbow_5

Baby A – the girl who always brings rainbow

MEMPERSIAPKAN MPASI SI BUAH HATI

Sejak hamil Agnes tahun 2013, saya sudah sering mencari-cari informasi tentang cara mengurus anak terutama saat mereka bayi. Informasi ini biasanya saya dapatkan dengan cara bertanya pada teman di Stockholm yang sudah memiliki anak, lewat website-website, mengikuti event-event ibu dan anak yang diadakan oleh beberapa organisasi, browsing di Instagram atau dengan bertanya pada bidan yang saya temui selama masa kehamilan berlangsung.

Untuk makanan Agnes, jujur saya berusaha sebaik mungkin memberikan yang menurut saya sehat seperti membuat makanan sendiri saat Agnes mulai makan makanan pendamping ASI. Kebetulan anak saya juga tidak begitu suka sama makanan siap saji yang bisa dibeli di beberapa supermarket.

beberapa-buah-dari-banyak-buah-buahan-yang-diuji-satu-persatu-selama-3-hari-berturut-turut-untuk-melihat-apakah-ada-reaksi-alergi-atau-tidak_1

Beberapa buah dari banyak buah-buahan yang diuji satu persatu selama 3 hari berturut-turut untuk melihat apakah ada reaksi alergi atau tidak

beberapa-sayur-dari-banyak-sayuran-yang-diuji-satu-persatu-selama-3-hari-berturut-turut-untuk-melihat-apakah-ada-reaksi-alergi-atau-tidak_1

Beberapa sayur dari banyak sayuran yang diuji satu persatu selama 3 hari berturut-turut untuk melihat apakah ada reaksi alergi atau tidak

 Menyiapkan MPASI sebenarnya sangat mudah menurut saya, hanya bermodalkan hand mixer atau blender atau food processor atau saringan biasa, kita sudah bisa menyiapkan MPASI buat anak untuk pertama kali. Saya mengenalkan MPASI pada Agnes pada saat dia berumur 5 bulan dan di Swedia dianjurkan untuk MPASI pertama adalah sayuran dasar yang berupa puree kentang, kacang polong, parsnips, wortel dan makanan ini biasanya diberikan hanya 1 sendok the per hari selama 3 hari berturut-turut untuk melihat reaksi apakah si anak memiliki alergi atau tidak. Setelah itu baru ditingkatkan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan si anak.

cara-memanaskan-makanan-a-alat-lylypot-ini-ditaruh-di-atas-panci-berisi-air-hangat-untuk-mencairkan-jadi-tidak-memakai-microwave

Cara memanaskan makanan A, alat lylypot ini ditaruh di atas panci berisi air hangat, untuk mencairkan, jadi tidak memakai microwave

puree-buah-dan-sayur-yang-sudah-dibekukan-dengan-menggunakan-cetakan-ice-cube-dibuat-seperti-ini-untuk-memudahkan-porsi-dan-tidak-membuat-baru-setiap-harinya-stock-makanan-dibuat-seminggu-sekali

Puree buah dan sayur yang sudah dibekukan dengan menggunakan cetakan ice cube, dibuat seperti ini untuk memudahkan porsi dan tidak membuat baru setiap harinya. Stock makanan dibuat seminggu sekali

porsi-makan-a-setelah-lolos-uji-coba-alergi-untuk-semua-sayuran

Porsi makan A setelah lolos uji coba alergi untuk semua sayuran

Agnes saya berikan MPASI yang berupa sayur mayur terlebih dahulu karena untuk menghindari dia ketagihan dengan rasa manis yang terdapat pada buah-buahan walaupun bisa dibilang wortel pun memiliki rasa yang lumayan manis. Saya memperkenalkan berbagai macam sayur mayur sedini mungkin pada Agnes agar nantinya kalau dia sudah besar dia sudah mengenal rasa sayur mayur tersebut dan tidak susah untuk makan. Cara saya sangat sederhana untuk menyiapkan MPASI buat anak kami.

Semoga membantu ya tips dan pengalaman-pengalaman saya..!


Written and taken by Deni Mardval

http://www.demaodyssey.com

Content editor: Mita Rangkuti

Merantau di Heidelberg, Jerman

foto-keluargaTheresia Rajaguguk has been living in Germany for over than a decade. She works as a Finance expert and lives with her husband and two children.  She loves gardening, decorating and playing volleyball!

 Merantau di Heidelberg

Saya, suami saya, Steve, dan kedua anak kami Eleora (4,5 tahun) dan Eliott (2 tahun) tinggal di Heidelberg, Jerman. Heidelberg merupakan salah satu kota tujuan wisata di Jerman. Kotanya cantik, dilintasi sungai Neckar, dan ada kastil yang sebagiannya sudah runtuh. Heidelberg juga terkenal sebagai kota universitas. Universitas Heidelberg merupakan universitas tertua di Jerman.

germany-heidelberg-university

Heidelberg University

Selain itu, ilmu kedokteran di Heidelberg cukup ternama, sampai-sampai pusat riset kanker di Eropa didirikan di Heidelberg. Ditambah juga dengan banyaknya perusahaan nasional maupun internasional yang ternama di sekitar Heidelberg membuat komposisi masyarakat di kota Heidelberg menjadi sangat beragam.

germany-heidelberg-hauptstrasse-altstadt

Hauptstrasse and the Altstadt (Old Town)

Walaupun disibukan oleh pekerjaan, saya berusaha menyediakan waktu yang cukup untuk suami dan anak-anak. Hari Sabtu kami usahakan selalu bersama, jadi kalau ada undangan dari teman, biasanya kami datang sekeluarga. Hari Minggu adalah hari gereja buat kami. Pagi dan sore hari kami ikut kebaktian di gereja, siangnya sering diisi makan siang bersama teman gereja. Gereja kami, Gereja Bible Baptist ini telah berdiri sejak 20 tahun yang lalu, dipimpin oleh misionar dari Amerika.
Semenjak tinggal di Jerman, hobi saya berubah. Saya jadi suka berkegiatan di luar seperti berkebun, jalan-jalan di hutan, dan barbeque. Seperti kebanyakan ibu-ibu yang tinggal di luar negeri, tanpa disadari saya juga jadi hobi masak, apalagi masakan Indonesia.
hasil-berkebun

Hasil kebun kami.

kebun

Sebagian dari tanaman di kebun.

Saya lebih suka musim dingin daripada musim panas “Es gibt kein schlechtes Wetter, es gibt nur falsche Kleidung!“ Pernyataan ini benar sekali menurut saya, terutama untuk Jerman yang lebih banyak dinginnya daripada panasnya. Kalau kedinginan, saya bisa pakai baju yang tebal dan berlapis-lapis. Kalau musim panas, mau pakai baju setipis apapun, tetap saja panas. Kalau sudah panas sekali, saya tidur di basement. Anak-anak juga berpindah main di basement. Karena orang Jerman sangat menghargai environment, mereka tidak suka pakai AC.

58389f0c39ad5d1cd94fe19ff573a0ab

During winter in Heidelberg

Awal Hidup di Jerman

Tahun 2003 saya datang ke Jerman, tinggal di kota Darmstadt, dengan tujuan melanjutkan kuliah master sebagai bekal saya untuk pulang ke Indonesia dan menjadi dosen, cita-cita saya saat itu. Saya lulusan teknik sipil dari Universitas Katolik Parahyangan dan ekonomi dari Universitas Padjadjaran Bandung. Jerman merupakan pilihan saya karena biaya kuliah di Jerman bisa dibilang hampir gratis. Kenapa hampir gratis? Karena saya hanya membayar biaya administrasi yang sudah termasuk tiket transportasi umum yang per semester-nya tidak sampai 100 EUR.

Tahun 2003 saya memulai kuliah master di bidang bisnis dan administrasi di Hochschule Anhalt, Jerman. Ketika saya lulus di tahun 2005, perekonomian Jerman dan negara Uni Eropa sedang tidak baik. Susah sekali saat itu mendapatkan pekerjaan. Karena saya masih ingin tinggal di Jerman, saya melanjutkan kuliah master di Universität Konstanz. Kira-kira setengah tahun sebelum lulus, saya kerja praktek di SAP dan sejak saat itu sampai sekarang, saya bekerja di perusahaan yang sama.

ngerasain-tinggal-di-4-kota-di-jerman

Merasakan hidup di 4 kota di Jerman.

 

 Ibu Bekerja di Jerman

Suami saya dan saya bekerja di perusahaan yang sama, SAP SE. SAP merupakan perusahaan internasional yang bergerak di bidang software. Karena itu, walaupun kami bisa berbahasa Jerman, kami lebih sering berbahasa Inggris di kantor. Saya kerja fulltime di bidang finance. Pekerjaan saya tidak mengharuskan saya bekerja dari jam 8 sampai 5 sore karena role-nya global, jadi saya berkomunikasi dengan orang-orang di kantor lokal SAP mulai dari Australia sampai dengan Brazil. Saat ini saya bertanggung jawab di bidang finance untuk salah satu cloud solution yang SAP tawarkan, namanya SAP ByDesign. Mulai bulan September saya akan pindah ke departemen lain. Kali ini saya akan pegang solusi Hana Enterprice Cloud (HEC) dan S/4 HANA Cloud.

SAP-Zentrale 16zu9

SAP HQ di Walldorf, ca. 15 km dari Heidelberg

Waktu kerja saya cukup fleksibel yang bisa mulai dari jam 7 pagi dan bisa juga berakhir di tengah malam. Tetapi jadwal kerja ini saya yang buat sesuai dengan kegiatan pribadi saya juga di hari itu. Saya sangat suka dengan pekerjaan saya dan orang-orang di lingkungan kerja saya. Saya banyak bekerja dengan lelaki dan mereka tidak menganggap remeh saya. Juga saat saya cuti melahirkan (10,5 bulan untuk anak pertama dan 7,5 bulan untuk anak kedua), kantor sangat mendukungnya. Saat saya kembali bekerja, bos saya memberikan tugas yang menantang walaupun dia tau saya punya dua anak kecil. Bos saya, lelaki, bilang banyak kejadian kalau ibu rumah tangga lebih efisien dalam bekerja karena mereka harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum jemput anak, jadi tidak ada istilah santai dulu deh, bisa dikerjain nanti. Ini dibuktikan dengan saat bos saya memberikan spot award dua kali kepada saya di tahun saya kembali dari parental leave.

Oh iya, di Jerman setiap ibu atau bapak yang baru saja mempunyai anak boleh mengambil cuti sampai 3 tahun. Ibu wajb cuti 6 minggu sebelum tanggal kelahiran anak dan 8 minggu sesudahnya dengan gaji dibayar penuh. Setelah 8 minggu sampai dengan anak berumur 14 bulan, ibu dan/atau bapak boleh mengambil cuti dari kantor dan gajinya sebesar 67% dari gaji bersih, maksimal 1800 EUR akan dibayarkan oleh negara. Tetapi kalau hanya ibu atau bapaknya saja yang ambil cuti, hanya sampai usia anak 12 bulan akan dibayarkan oleh negara. Sedangkan kalau ibu dan bapak mengambil cuti di waktu yang bersamaan, uang yang diberikan oleh negara tidak sampai umur anak 14 bulan, tetapi uang itu akan dibayarkan dengan total jumlah 14 kali. Selain itu, anak juga mendapatkan uang dari negara sebesar 190 EUR sampai anak mendapatkan pekerjaan atau maksimal usia anak 25 tahun.

heidelberg_germany_10082005_main_street

Heidelberg Main Street

Waktu melahirkan anak pertama, saya ambil total cuti 10,5 bulan dan suami ambil cuti 6 bulan. Untuk anak yang kedua, saya ambil total cuti 8,5 bulan dan suami ambil cuti 8 bulan. Saat anak kami berumur 14 bulan, mereka mulai kami titipkan di daycare yang juga ditunjang oleh kantor. Lumayan, setiap bulannya kami membayar lebih murah karena subsidi dari kantor. Biaya daycare di Jerman termasuk jauh lebih murah daripada di US atau UK karena negara memberikan tunjangan yang lumayan besar ke daycare yang dikelola olah institusi milik negara atau oleh gereja. Tetapi biaya bulanan TK/daycare yang dapat tunjangan dari pemerintah biasanya bergantung dari penghasilan kotor keluarga. Semakin tinggi penghasilan, semakin besar biaya yg dibayarkan ke TK/Daycare. Kalau Private TK/Daycare menetapkan biaya yang tetap, tanpa mempertimbangkan faktor keuangan. Sedangkan biaya sekolah dari SD hingga kuliah itu gratis. Kecuali kalau sekolah swasta/private yah, biayanya ditetapkan oleh insitusi nya.

Dibawah ini table biaya TK di Heidelberg. Kalau Daycare, biayanya sekitar 2 kali lipat deh untuk insitusi yang sama.

Anak pertama kami sudah masuk TK yang tidak jauh dari rumah kami. Anak kedua kami masuk di Daycare yang letaknya di sebelah gedung kantor saya. Jadi kegiatan kami di pagi hari dimulai dengan sarapan bersama, mengantar anak pertama ke TK, lalu pergi ke kantor dan menurunkan anak kedua di daycare. Sorenya kami jemput anak kedua, lalu jemput anak pertama, dan pulang sama-sama ke rumah.

Tapi saat summer holiday seperti saat ini, TK dan daycare juga ikutan tutup selama 3 minggu. Repotnya, karena TK dan daycarenya bukan di institusi yang sama, jadwal tutup mereka juga sedikit berbeda. Libur mereka cuma overlapped selama 1 minggu. Jadi selama 5 minggu kami harus memikirkan bagaimana mengatur pekerjaan kantor dan mengurus anak. Kadang-kadang anak ikut ke kantor, jadi saya tidak perlu masak makan siang karena kami sekeluarga bisa makan di kantin. Ada beberapa ruangan kantor yang dijadikan ruangan kerja untuk orang tua yang membawa anaknya. Jadi orang tua bisa bekerja dan anak-anak main bersama.

Nanti kalau anak-anak saya sudah lebih besar, kami bisa mendaftarkan anak kami ke program summer holiday yang ditawarkan oleh pemerintah kota. Tergantung dari umur anak, ada program liburan yang menginap tetapi lebih banyak lagi yang dilakukan setiap hari dari pagi sampai sore, jadi anak-anak tidak perlu menginap. Programnya seperti belajar bagaimana bekerja di kebun binatang, program latihan olah raga seperti basket, renang, sepak bola, dll, program membaca di perpustakaan, program seni, dan masih banyak lagi. Biaya yang dikenakan juga tidak terlalu banyak, jadi tidak membebankan orang tua.

Sebagai pegawai di Jerman, kami dapat libur 30 hari kerja setahunnya. Di SAP, liburan yang tidak terpakai di tahun sebelumnya, bisa juga dibawa ke tahun-tahun berikutnya. Jadi saya dan suami sudah menabung libur yang bisa kami pakai kalau anak-anak sudah masuk sekolah dasar. Karena liburan summer di sekolah dasar bisa sampai dua bulan lamanya. Orang tua tanpa kakek dan nenek seperti kami ini diwajibkan kreatif deh kalau sudah punya anak di usia sekolah karena total liburan anak sekolah lebih sedikit daripada libur orang bekerja.

schloss-heidelberg-famous-castle-in-germany

Schloss Heidelberg, one of the famous castle in Germany

Ibu merantau IRT vs Ibu bekerja di Jerman

Terus terang saya tidak bisa membandingkan antarai IRT dan ibu yang bekerja di luar rumah karena saya selalu bekerja di luar rumah bahkan sebelum menikah. Tetapi kalau saya ingat-ingat waktu saya cuti melahirkan, saya jadi punya banyak waktu untuk ikutan komunitas ibu-ibu di Heidelberg. Waktu cuti melahirkan anak pertama, saya ikut menjadi group leader di komunitas ibu-ibu namanya MOPS (Mother of Preschoolers) Heidelberg. Waktu cuti anak kedua, saya ikutan lagi. Ada 2 groups MOPS di Heidelberg: satu yang pakai Bahasa Inggris, satunya lagi Bahasa Jerman. Setiap tahun tema yang dibahas berbeda-beda. Saya juga banyak belajar tentang kerajinan tangan di grup MOPS ini. Ada mentor mama, mama yang sudah senior, yang membimbing kita dan “memanjakan” kita. Contohnya: sewaktu saya pulang dari RS setelah melahirkan, selama 4 minggu, teman-teman dari MOPS membawakan makanan untuk keluarga saya seminggu 2 kali. Teman-teman gereja membawakan makanan juga seminggu dua kali. Jadi dalam sebulan pertama setelah melahirkan, saya tidak perlu memasak.

mops_kerajinan-tangan_2

mops_kerajinan-tangan

Hasil kerajinan tangan MOPS

Enaknya ikut MOPS, saya jadi kenal dengan ibu-ibu yang mempunya anak bayi. Kami banyak meluangkan waktu bersama, berdiskusi, dan belajar bagaimana menjadi ibu di Jerman. Sering kami bertemu di playground. Oh iya, playground bisa ditemukan di setiap sudut perumahan di Jerman. Pemerintah Jerman sangat mengutamakan ruang bermain untuk anak-anak.

asd1

Saya tidak bisa melihat perbedaan antara IRT dan ibu bekerja di luar rumah. Menurut saya effort ibu sama saja. Mungkin IRT terkadang bisa dilihat lebih santai karena tidak harus bekerja diluar rumah, sedangkan ibu yg bekejar juga masih harus bekerja di rumah jadi IRT. Tetapi saya juga lihat kalau saya mendapat banyak bantuan dengan adanya daycare dan TK sampai sore, sedangkan biasanya IRT tidak menitipkan anaknya di daycare atau TK sampai sore. Jadi ada positif dan negative di mata masing-masing orang dan lebih baik melakukan apa yg menurut kita baik, bukan apa yg menurut orang lain baik.

Komunitas Indonesia

Karena saya pindah ke Heidelberg setelah saya bekerja, saya tidak sempat kenal dengan komunitas Indonesia di Heidelberg. Saya ikut komunitas lain seperti diceritakan di atas. Waktu saya tinggal di Darmstadt dan Konstanz semasa saya kuliah, saya rajin ikut komunitas Indonesia di kota itu, seperti PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) dan Perki (Persekutuan Kristen Indonesia). Sampai sekarang pun teman-teman Indonesia saya adalah teman sejak sama-sama kuliah.

Tips Sebagai Ibu Bekerja di Jerman

Sebagai ibu bekerja, saya harus pintar-pintar mengatur waktu dan tenaga supaya tidak sampai burn out dan keluarga tetap terjaga. Ini tips yang selama ini saya lakukan:

  1. Rumah berantakan; na und? (so what?)

Dengan dua anak yg sedang asik bereksperimen, saya sih sudah tutup mata aja deh kalau rumah berantakan. Saya tidak mau membatasi ruang belajar anak. Karena saya tidak kasih anak main gadget, jadi wajar saja kalau mereka main dengan segala macam mainan yang ada di dalam rumah maupun di luar rumah. Hasilnya, yah rumah seperti kapal pecah.

Saya tidak terlalu ambil pusing. Saya rapikan sebisanya saja. Saya juga belum mau hire Putzfrau (cleaning lady) untuk bantu-bantu di rumah

Tips yg bisa saya share: undang orang kerumah sesering mungkin.

Entah kenapa kalau tau akan ada tamu, kami sekeluarga jadi cepat banget bersihin rumah (termasuk anak-anak juga ikutan karena mereka excited mau kedatangan tamu). Jadi rumah lebih sering bersih dan kita jadi bisa ketemu teman-teman dengan santai di rumah daripada ketemu di café.

2. Masak secara efisien dan dalam jumlah besar

Masak dalam jumlah besar berarti juga belanja dalam jumlah besar. Saya belanja seminggu sekali, kadang dua kali kalau ada yg kelupaan. Biasanya saya belanja di supermarket yang cukup besar, hari jumat sore atau sabtu pagi dan masak yang banyak di hari Sabtu. Sebagian hasil masakan saya masukan kulkas, sebagian lagi saya bekukan di freezer. Jadi kalau pas lagi sibuk di hari kerja, tinggal keluarin makanan beku. Karena berteman dengan banyak orang Amerika, saya juga jadi terbiasa menggunakan slow cooker untuk masak (di Jerman slow cooker sama sekali tidak terdengar).

Buat saya, invest di peralatan masak sangat berguna. Saya ga ngomong tentang kitchen machine yang harganya lumayan, mulai saja dari pisau yang tajam atau panci yang bagus. Ini sudah bantu banget.

Masak efisien juga artinya masak yang terencana. Kadang saya merencanakan akan masak apa jauh-jauh hari. Salah satu contohnya, waktu anak saya ulang tahun, tradisinya adalah bawa kue ulang tahun ke Kindergarten sebelum jam makan siang. Jadi pagi-pagi saya kerja dulu dari rumah, lalu bikin adonan kue dan kue siap dipanggang. Saat kue dipanggang, saya kerja lagi. Satu hal yang saya suka adalah beli peralatan masak yang bisa bantu masak lebih efisien. Jadi untuk ultah anak, saya beli cetakan kue bentuk bunga matahari. Total waktu yang saya habiskan untuk bikin kue ini tidak lebih dari 1 jam. Ini hasilnya.

ulang-tahun-anak_kue-ultah

 

  1. Time management dan kerja sama dengan suami

Karena saya juga bekerja, suami dan saya harus bekerja sama dalam menyelesaikan tugas rumah. Tiap malam kami komunikasikan jadwal kami untuk esok hari, siapa yg antar anak, jemput anak, dll. Ada meeting-meeting yang tidak bisa saya hindari terjadi di waktu yg sama dengan waktu antar/jemput anak sekolah atau ke dokter atau ikut kegiatan anak di sekolah, karena itu kerja sama dengan suami amat sangat diperlukan. Selain itu, banyak tugas-tugas rumah yang jadi tanggung jawab suami juga. Jadi keberhasilan ibu bekerja sangat banyak dipengaruhi oleh peran suaminya di rumah kalau menurut saya.

Waktu anak saya ulang tahun, saya adakan acaranya di rumah. Karena dengan begitu, saya tidak terlalu menghabiskan banyak waktu, kebetulan acara ultahnya itu di hari kerja. Jadi sebelum dan sesudah acara, saya masih bisa kerja. Saya undang beberapa anak dari Kindergarten dan ibu mereka. Saya masak sesuatu yang gampang saja. Buat orang Jerman, makanan Indonesia sesederhana apapun, jadinya mewah untuk mereka. Karena yah beda aja jenis makanannya. Saat itu saya buat nasi kuning pakai bumbu jadi di rice cooker, mie goreng, ayam panggang tinggal masukin over, kerupuk yang sudah jadi beli dari toko asia, dan sosis direbus buat anak-anak.

ulang-tahun-anak

  1. Tetap sediakan waktu untuk menyalurkan hobi

Setiap orang pasti sibuk dong, entah ibu IRT maupun ibu bekerja. Dari pengalaman saya, to keep my sanity level, saya selalu menyediakan waktu untuk menyalurkan hobi saya. Tidak perlu waktu yang lama, 1 jam sehari untuk diri sendiri sudah lebih dari cukup. Biasanya kalau sudah suntuk, saya pergi ke kebun liat tanaman dan kasih makan ikan mas di kolam belakang. Setiap Rabu, saya ikutan kegiatan di gereja. Setiap kamis, saya ikutan main voli dengan ibu-ibu di Heidelberg. Jadi belum sampai suntuk banget, sudah disegarkan kembali oleh kegiatan-kegiatan yang saya memang suka.

Satu hobi yang saya dan suami saya juga suka adalah memperbaiki rumah atau mendekorasi ruangan-ruangan di rumah sendiri. Ini hobi yang juga bikin kantong tidak kempes karena ongkos tukang di Jerman mahal sekali. Dari hobi ini, kami sudah bikin kamar tidur anak, garden, kamar mandi, pasang lantai dan lain-lain.

 

  1. Belanja online

Sebelum punya anak, saya senang sekali pergi ke mall atau kota atau factory outlet. Kadang yg dibeli juga tidak banyak, tetapi senang lihat-lihatnya. Setelah punya anak, saya banyak mengubah strategi karena waktu untuk belanja makin berkurang sedangkan harus diakui keluarga saya juga perlu baju dan barang-barang lain. Saya banyak belanja online. Mulai dari beli baju buat saya, suami, anak-anak, mainan anak2, sampai beli peralatan rumah tangga. Saya punya daftar apa saja yang harus dibeli. Kalau tidak begini, jangan-jangan jadi laper mata. Dan juga dengan adanya daftar, jadinya cepat selesai belanjanya.

  1. Maintain personal finance

Mungkin karena pekerjaan saya di bidang finance, saya sangat sadar tentang keuangan keluarga saya. Buat saya, uang bukan segalanya dan saya tidak mau diperbudak oleh uang. Karena itu saya harus bisa manage apa yang ada supaya keluarga saya tetap bisa menikmati kehidupan dengan level yg sama. Saya tau keadaan keuangan keluarga saya dan saya tau apa yang keluarga saya mau capai. Dengan itu, saya membuat rencana dan bagaimana mencapai keinginan dan cita-cita keluarga saya, seperti mengatur pengeluaran, memantau pemasukan, analisis investasi dan hanya investasi kalau saya sudah tau seluk beluk bidang itu dan investasi hanya kalau suami setuju, mengoptimalkan tax, dan melihat tunjangan atau program dari negara yg bisa ambil. Saya pikir ini adalah pekerjaan dasar semua ibu untuk mengatur keuangan keluarga.


blog: http://tinggal-di-jerman.com

Edited by Mamarantau’s Content Editor Ajeng @misskepik

Merantau di Chiba

mitaMita Rangkuti – A proud Indonesian living in Chiba with her husband and her son. They are living their life in wanderlust, open to new adventure and opportunity.

KELUARGA MERANTAU

Merantau di Chiba bukanlah kisah perantauan yang pertama bagi keluarga kami. Kami sudah terbiasa hidup merantau sedari awal pernikahan kami ketika kami tengah mengenyam pendidikan lanjut di Singapura. Tuntas dari Singapura, suami saya mendapat pekerjaan yang membawa kami sekeluarga melanjutkan perantauan kami di Chiba.

bangunan

Memiliki pengalaman merantau sebelumnya tidak serta merta membuat kami menjadi 100% ahli. Tentu selalu saja ada hal-hal baru yang menuntut kita terus beradaptasi dan berkembang. Faktor yang paling terasa signifikan bagi saya adalah cuaca, selain juga tentu saja orang-orang dan budayanya. Saya merasa sangat terbantu dengan bermacam informasi yang tersedia di berbagai media saat ini. Oleh karena itu, saya juga akan mencoba berbagi informasi yang saya punya, semoga dapat membantu atau setidaknya menambah wawasan.

TENTANG CHIBA

Chiba merupakan provinsi yang masih masuk ke dalam wilayah Kanto. Chiba berbatasan dengan Tokyo dan Saitama pada bagian barat dan Ibaraki pada bagian utara. Sebagian besar dari wilayah Chiba terletak di dalam Semenanjung Boso, hanya sedikit wilayah Chiba Utara yang terletak di bagian Narita. Begitu pula sebaliknya, seluruh Semenanjung Boso pun masuk ke dalam wilayah Chiba. Dengan begitu, Chiba sangat identik dengan Semenanjung Boso karena dapat dikatakan keduanya merupakan sesuatu yang kurang lebih sama. Hal itu pula yang menyebabkan Chiba dikelilingi oleh perairan, baik Teluk Tokyo di bagian barat maupun Samudera Pasifik di bagian selatan dan timur. Oleh karena itu, tidak heran bila ada banyak sekali pelabuhan dan pantai di Chiba.

chiba-prefecture-91581

Chiba

Secara demografis, Chiba cukup dibanjiri oleh penduduk manula. Dengan begitu, terdapat kesan bahwa kehidupan di Chiba, terutama kehidupan malamnya, tidak segegap gempita kehidupan tetangga sekitarnya, seperti Tokyo dan Yokohama. Bahkan di kota Chiba, pusat perbelanjaan tutup pada pukul 8 malam di Hari Minggu. Efek lain dari banyaknya penduduk manula adalah menjamurnya panti jompo, pusat kebugaran, dokter gigi, klinik dan salon. Hal menarik lainnya terkait dengan itu adalah kendaraan unik khas manula, yang disebut “Town Cart”, seringkali dijumpai di Chiba. Kendaraan tersebut bermesin seperti motor, tetapi memiliki empat roda serta tempat duduk yang extra lebar dan nyaman untuk menyokong aktivitas para manula dalam bermobilisasi. Kendaraan tersebut bahkan dapat digunakan di dalam pusat perbelanjaan dan kereta. Selain dapat digunakan oleh manula, kendaraan unik tersebut juga dapat digunakan oleh orang berkebutuhan khusus.

image1

Kendaraan Manula “town cart”

Salah satu aktivitas yang digemari para manula tersebut selain berkeliling adalah bercocok tanam. Masih banyaknya lahan kosong, terutama di daerah yang jauh dari kota, membuat kegiatan tersebut mungkin dilakukan. Tanaman yang ditanam berbeda-beda mengikuti musim. Hasil panennya kemudian dikonsumsi sendiri atau dibagikan ke sanak kerabat bila tidak dijual. Kegiatan bercocok tanam tersebut biasanya dilakukan di pekarangan sendiri atau lahan umum.

image2

Lahan bercocoktanam

KEHIDUPAN DI CHIBA

Salah satu keuntungan hidup di Chiba sebagai tetangga Tokyo, yang merupakan ibukota Jepang, adalah tersedianya fasilitas yang cukup memadai dengan biaya hidup yang relatif lebih rendah. Selain itu, akses ke tujuan wisata dan tempat hiburan di Tokyo juga relatif mudah. Begitu pula dengan berbagai acara yang sering diadakan di Tokyo, baik kegiatan KBRI dan komunitas Indonesia, maupun event dan festival internasional, juga cukup terjangkau dari Chiba. Keuntungan lainnya yang sangat terasa adalah keberadaan Bandara Narita di Chiba yang memudahkan akses mobilisasi ke dalam dan luar Jepang. Bandara Haneda juga cukup mudah dijangkau dengan adanya Aqua Line, membuat tersedianya lebih banyak pilihan akses dari dan keluar Chiba.

Bila ada keuntungan tentu ada pula kerugian, walaupun menurut saya sejauh ini belum ada yang terlalu signifikan. Menurut saya pribadi, kerugian yang terasa adalah Chiba lebih sepi bila dibandingkan dengan kota besar tetangganya, yakni Tokyo dan Yokohama. Namun, mungkin hal ini tidak masalah bagi orang-orang yang tidak menyukai keramaian dan lebih menyukai keadaan yang tenang jauh dari hingar-bingar. Selain itu, bila dibandingkan dengan kedua kota besar yang saya sebutkan tadi, orang-orang di sini lebih sedikit yang bisa berbahasa inggris, terutama para manula. Masalahnya, di Chiba banyak sekali para manula yang tidak familiar dengan bahasa inggris sehingga kita harus berupaya extra dalam berbahasa jepang. Hal lainnya adalah keberadaan toko indonesia dan produk halal yang juga tidak sebanyak di Tokyo. Walau demikian, hal ini dapat disiasati dengan delivery, baik melalui telepon maupun secara online, yang saat ini sudah cukup banyak tersedia.

TRANSPORTASI UMUM

Kereta

Kereta masih menjadi salah satu transportasi andalan di Jepang dengan tarif yang cukup terjangkau, tidak terkecuali Chiba. Terdapat beberapa perusahaan jalur kereta di Chiba, tetapi yang paling mendominasi adalah Japan Railway atau yang lebih dikenal dengan JR. Terdapat dua jalur utama di bagian selatan, yaitu jalur Sotobo yang menyusuri ruas pantai tepi timur dan jalur Uchibo yang menyusuri ruas pantai tepi barat. Sementara itu di sisi utara, terdapat tiga jalur yang cukup penting, yaitu jalur Narita yang menghubungkan Kota Chiba dengan Bandara Narita, serta jalur Sobu dan Keiyo yang menghubungkan Kota Chiba dengan Tokyo. Selain JR, terdapat pula perusahaan lain yang menyediakan berbagai jalur kereta di Chiba, seperti Keisei dan Kominato.

img_3622

Peta Jalur Kereta di Chiba

Umumnya, terdapat dua jenis kereta, yakni local dan rapid. Kereta local berhenti di seluruh stasiun, sedangkan kereta rapid tidak demikian. Selain itu, di jalur tertentu adakalanya tersedia gerbong khusus untuk reserved seat. Gerbong tersebut memiliki layout tempat duduk seperti shinkansen dan diperlukan biaya tambahan untuk dapat duduk di gerbong tersebut. Selain kereta umum, terdapat pula kereta express yang melewati wilayah Chiba, di antaranya adalah Narita Express, Wakashio dan Sazanami. Kereta tersebut sangat cepat dan hanya berhenti di stasiun tertentu. Di Chiba, Narita Express atau dikenal juga dengan N’EX, hanya berhenti di stasiun Chiba, Yotsukaido, Sakura, and Narita. Itupun hanya pada saat rush hours saja karena untuk selebihnya, kebanyakan N’EX tidak berhenti di antara Bandara Narita dan Tokyo.

Sementara itu, Wakashio dan Sazanami merupakan kereta express penghubung antara Tokyo dengan bagian selatan Semenanjung Boso. Wakashio menghubungkan Tokyo dengan Awakamogawa di sisi timur menggunakan jalur Sotobo, sedangkan Sazanami menghubungkan Tokyo dengan Kimitsu di sisi barat mengunakan jalur Uchibo.

img_3624

Narita Express

Bus

Walaupun menjadi andalan utama, tidak semua bagian Chiba terjangkau oleh kereta. Oleh karena itu, ada kalanya dibutuhkan transportasi lain. Transportasi yang menjadi andalan selanjutnya adalah bus, mengingat tarifnya yang juga masih terjangkau. Yang perlu diperhatikan terkait dengan operasi bus adalah jadwal. Umumnya frekuensi bus tidak terlalu banyak, terlebih lagi di daerah-daerah terpencil. Bahkan, ada bus dengan jadwal hanya hitungan jari dalam sehari.

Di Chiba, terdapat beberapa perusahaan yang mengoperasikan bus lokal maupun ekspres, seperti Chiba Chuo, Kominato dan Keisei. Bus lokal umumnya mengakomodasi rute-rute yang tidak terjangkau oleh kereta, baik pemukiman maupun public place seperti Rumah Sakit, pusat perbelanjaan, tempat tujuan wisata dan sebagainya. Bus lokal biasanya dapat berhenti di setiap halte dalam rute yang dilewati. Selain bus lokal, terdapat pula bus ekspres yang biasanya hanya menghubungkan beberapa lokasi, seperti Airport Limousine Bus, Willer Express dan Narita Kuko Kotsu. Bus ekspres tersebut memiliki rute dengan tujuan di antaranya Bandara Narita, Tokyo dan Bandara Haneda. Umumnya, tarif bus ekspres relatif lebih mahal bila dibandingkan dengan menggunakan kereta atau bus lokal. Namun, bus ekspres memang memberikan kemudahan dan kenyamanan lebih mengingat penumpang hanya tinggal duduk manis sampai tujuan tanpa harus berganti-ganti kendaraan. Hal tersebut tentu dapat menjadi nilai tambah, terutama bagi manula, penumpang dengan banyak bawaan, maupun para penumpang yang berpergian dalam rombongan.

img_3724

Airport Limousine Bus

Taksi

Tarif yang tinggi membuat taksi tidak menjadi pilihan utama dalam berpergian. Untuk jarak yang sama, tarif taksi bisa berkali-kali lipat bila dibandingkan dengan transportasi yang lain. Dapat dikatakan, taksi merupakan transportasi darurat. Misalnya, dalam keadaan ketika tidak ada transportasi lain yang menjangkau tempat tujuan atau pada saat genting yang tidak terelakan, seperti ketika telat atau harus secepatnya pergi ke Rumah Sakit. Namun selain dalam keadaan-keadaan genting tersebut, penggunaan taksi mungkin juga dapat dipertimbangan dalam situasi lain, seperti ketika membawa barang bawaan yang banyak atau berpergian bersama orang penting.

HAL SEPUTAR ANAK

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, fasilitas di Chiba cukup memadai, begitu pula dengan berbagai sarana dan pra-sarana yang terkait dengan kebutuhan anak. Di sini hampir setiap taman dilengkapi dengan fasilitas bermain anak, walaupun hanya se-simple sebuah perosotan atau tempat panjat-panjatan. Terlebih lagi taman-taman yang berukuran besar, umumnya terdapat tempat permainan anak yang lebih kompleks. Biasanya pula di dalam satu neighbourhood tidak hanya terdapat satu taman bermain. Di sekitar tempat tinggal saya contohnya, terdapat setidaknya enam taman bermain dengan jarak berdekatan, dari yang berukuran sangat kecil hingga sangat besar.

Di public area seperti bandara, tempat perbelanjaan dan klinik pun sering kali tersedia tempat bermain anak. Kalau tempatnya tidak terlalu besar pun, mereka berupaya untuk menyediakan pojokan kecil yang dilengkapi dengan beberapa mainan dan buku. Begitu pula dengan nursery room, hampir selalu tersedia di public area sehingga kita tidak perlu cemas bila perlu menyusui atau mengganti popok si kecil. Bila tidak tersedia nursery room khusus, biasanya aktivitas tersebut dapat dilakukan di toilet untuk orang berkebutuhan khusus. Toilet tersebut umumnya dapat ditemui di stasiun dan tempat-tempat keramaian, seperti taman dan pusat perbelanjaan, selama tempat tersebut tidak terlalu terpencil.

mita4

Tempat Bermain Anak di Salah Satu Klinik Chiba

KESEHATAN

Pemerintah Jepang sangat mempedulikan kesehatan penduduknya, tidak terkecuali para pendatang atau orang asing yang dikenal dengan istilah gaijin. Seluruh anggota tidak terlepas dari anjuran medical checkup, tidak terkecuali anak. Saya sebut anjuran karena sebenarnya medical checkup ini tidak wajib, tetapi sangat disarankan. Umumnya medical checkup ini untuk dewasa hanya sekali saja atau dalam beberapa kasus bisa lebih dari sekali dalam setahun. Dalam medical checkup dewasa terdapat tes mata, tes darah, tes urin dan sebagainya yang mana akan cukup mahal bila kita lakukan sendiri di rumah sakit walau dengan asuransi sekalipun sehingga sayang untuk dilewatkan.

Sementara itu untuk anak-anak, pemeriksaan kesehatan dan perkembangan anak dilakukan pada usia-usia tertentu, seperti pemeriksaan pada usia 1.5 tahun, 2 tahun dan sebagainya. Pada pemeriksaan tersebut para orang tua diberi penataran tentang pola asuh anak dan hal-hal terkait perkembangan anak, dalam bahasa jepang tentunya. Orang tua juga diwawancara mengenai perkembangan dan aktivitas anak sehari-hari. Terdapat pula pemeriksaan gigi anak disertai dengan konsultasi mengenai kondisi gigi anak.

KEBERSIHAN DAN TATA CARA PEMBUANGAN SAMPAH

Jepang memang terkenal sebagai negara yang teratur dan disiplin, terutama masalah kebersihan. Hampir semua tempat sampah yang tersedia di tempat umum terbagi dalam beberapa kategori, tidak terkecuali di Chiba. Di tempat umum seperti stasiun dan pusat perbelanjaan, biasanya kategori tersebut terbagi atas bottles, cans, PET bottles, newspapers-magazines dan others. Sementara itu, di beberapa tempat seperti taman terbuka, tempat sampah yang tersedia mungkin tidak sekomprehensif itu, tapi setidaknya terdiri dari dua kategori, yakni recyclable dan combustible. Di sini jarang sekali single bin yang tersedia, kalaupun ada hanya tersedia di toilet wanita. Itupun fungsinya dikhususkan hanya untuk membuang sampah terkait kewanitaan, yang tidak dapat di-flush layaknya tissue toilet degradable.

image3

Tempat sampah di stasiun

Tata cara pembuangan sampah domestik atau sampah rumah tangga pun tidak kalah rumitnya dengan di tempat umum. Di Chiba, terdapat lima kategori sampah rumah tangga, yakni combustible, incombustible, hazardous, recyclable, dan bulky items. Masing-masing kategori tersebut memiliki jadwal pembuangan yang berbeda dengan penanganan yang berbeda pula.

Yang unik, penarikan biaya pembuangan sampah di sini dilakukan via pembelian kantong plastik sampah alih-alih melalui iuran. Dengan begitu, semakin banyak sampah yang perlu dibuang, semakin banyak pula biaya yang diperlukan seiring dengan banyaknya kantong plastik sampah yang diperlukan. Kantong plastik tersebut dapat dibeli di hampir semua toko, dari toko kecil hingga pusat perbelanjaan besar. Namun, pemerintah memberikan sokongan persediaan kantong plastik sampah bagi bayi dan manula, mengingat adanya penggunaan popok dan hal-hal terkait lainnya yang dapat menambah beban pembuangan sampah. Kantong plastik sampah tersebut diberikan setahun sekali dalam jumlah yang cukup banyak.

Terdapat dua jenis kantong plastik sampah, yaitu untuk sampah combustible dan incombustible. Sementara itu, sampah hazardous, recyclable dan bulky items tidak membutuhkan kantong plastik sampah khusus. Sampah hazardous dan recyclable cloth cukup menggunakan kantong plastik bening biasa. Sementara itu, recyclable paper seperti newspapers, magazines dan cardboard cukup diikat dengan tali, tanpa memerlukan kantong plastik. Begitu pula dengan recyclable bottles, cans dan PET bottles, tidak memerlukan kantong plastik dan cukup dimasukkan langsung ke dalam wadah yang disediakan pada saat jadwal pembuangan. Glass bottles dipisahkan sesuai warna, wadah putih untuk uncolored bottles, wadah coklat untuk brown bottles, sedangkan wadah hitam untuk other bottles. Untuk cans tersedia wadah biru, sementara untuk PET bottles tersedia jaring-jaring hijau. Lain halnya dengan kategori sebelumnya, untuk pembuangan bulky items, kita harus melakukan pengajuan khusus. Pengajuan tersebut dapat dilakukan baik via telepon maupun secara online. Bulky items tersebut kemudian akan diangkut setelah kita membayar biaya pembuangannya. Selain itu, kita juga dapat membawa sendiri bulky items tersebut ke tempat pembuangan terdekat dan melakukan pembayaran di sana secara langsung.

KOMUNITAS INDONESIA

PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Chiba
Walaupun tentu masih kalah bila dibandingkan dengan Tokyo, Chiba termasuk daerah yang cukup banyak orang Indonesia-nya, yang sebagian besar juga merupakan mahasiswa. Dengan begitu, PPI Chiba dapat terbilang cukup aktif mengadakan berbagai kegiatan. PPI Chiba memiliki website dan FB page yang aktif. Kegiatan yang diadakan oleh PPI Chiba di antaranya adalah welcome party, sports day, academic forum, perayaan kemerdekaan, buka puasa bersama, dan berbagai acara kumpul-kumpul lainnya. Dari acara-acara tersebut, beberapa di antaranya terbuka untuk umum, baik untuk WNI lainnya maupun WNA, yakni seperti perayaan kemerdekaan dan buka puasa bersama. Kegiatan-kegiatan tersebut umumnya diadakan di seputar lingkungan Universitas Chiba, terutama di sekitar asrama, walaupun ada pula yang diadakan di tempat lain.

tempat-sholat

Suasana 17an di Chiba 😀

PMC (Pengajian Muslimah Chiba)
PMC memiliki agenda pengajian yang diadakan setiap bulannya. Selain pengajian, PMC juga memiliki kegiatan-kegiatan lain, seperti kelas tahsin dan acara buka puasa bersama. Biasanya kegiatan-kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Nishi-Chiba. Setelah menyewa selama bertahun-tahun, baru-baru ini Masjid Nishi-Chiba telah lunas terbeli dan telah sepenuhnya menjadi milik umat.

PRODUK DAN RESTORAN HALAL

Selain tempat diadakaannya berbagai kegiatan, di Masjid Nishi-Chiba juga terdapat NAHA (Nippon Asia Halal Association) yang menyediakan berbagai produk halal. Tidak hanya di Masjid Nishi-Chiba, produk halal juga dapat ditemukan di beberapa pusat perbelanjaan, seperti Gyomu Supa, Kaldi, dan Aeon. Di beberapa tempat seperti Bandara Narita dan Shisui Premium Outlet, juga dapat ditemukan restoran halal. Selain restoran halal, Bandara Narita dan Shisui Premium Outlet juga menyediakan tempat sholat.

image5

Tempat Sholat Shisui Premium Outlet

TUJUAN WISATA

Tokyo Disney Resort
Walau terkenal dengan sebutan Tokyo Disney Resort, tempat hiburan ini sebenarnya masih terletak di wilayah Chiba. Menjadi tujuan wisata yang sangat diminati di Jepang, Tokyo Disney Resort diserbu oleh tidak hanya pengunjung dari Jepang, tetapi juga pengunjung dari mancanegara. Tak ayal, Tokyo Disney Resort hampir selalu penuh setiap saat dibanjiri oleh pengunjung yang membeludak. Terdapat dua macam theme park di Tokyo Disney Resort, yakni Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea. Keduanya menyuguhkan berbagai wahana dan atraksi yang spektakuler sehingga dapat menyedot antusiasme dari segala umur. Selain theme park, terdapat pula pusat perbelanjaan Ikspiari dan berbagai hotel di Tokyo Disney Resort. Di dalam Ikspiari terdapat toko souvenir yang menyediakan berbagai merchandise Disney. Begitu pula dengan Bon Voyage, toko souvenir yang berada di luar theme park, terletak di sebelah Ikspiari. Dengan begitu, para pengunjung yang tidak masuk ke dalam theme park juga tetap dapat merasakan atmosfer Disney sambil berbelanja.

mita3

Cinderella Castle

Kamogawa Seaworld
Terletak di Semenanjung Boso bagian selatan, Kamogawa Seaworld memiliki atraksi andalan berupa Pertunjukan Paus Pembunuh. Tentu tidak hanya Pertunjukkan Paus Pembunuh, Kamogawa Seaworld juga memiliki tiga atraksi lainnya yakni Pertunjukan Beluga, Pertunjukan Lumba-Lumba dan Pertunjukan Singa Laut. Kamogawa Seaworld memang merupakan Seaworld yang terbilang cukup lengkap di area Boso. Selain terdapat bermacam koleksi ikan yang menarik, terdapat pula berbagai satwa lainnya, seperti walrus, penguin dan beberapa jenis burung. Kamogawa Seaworld juga menyuguhkan berbagai aktivitas edukatif. Pengunjung tidak hanya dapat berinteraksi dengan satwa, tetapi juga dapat memberi makan, berenang bersama, hingga mencicipi pekerjaan sehari-hari animal trainers.

image6

Pertunjukan Paus Pembunuh

Tokyo German Village
Tokyo German Village merupakan taman hiburan dengan nuansa Jerman yang terletak di tengah Semenanjung Boso. Terdapat banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini, dari berperahu hingga bermain panahan. Selain terdapat berbagai wahana, terdapat juga bermacam aktivitas edukatif, seperti kegiatan memasak, memanen, hingga berinteraksi dengan berbagai satwa. Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan yang asri dengan berbagai bunga yang berbeda setiap musimnya.

image7

Taman Hiburan Bernuansa Jerman

Chiba City Folk Museum (Chiba Castle)
Chiba City Folk Museum atau yang dikenal dengan Chiba Castle ini merupakan pemugaran dari bangunan lama Chiba Castle yang direkonstruksi mengikuti model kastil Jepang tradisional. Bangunan putih klasik jepang ini berlokasi hanya beberapa stasiun dari Stasiun Chiba. Oleh karena itu, tempat ini cukup ideal bagi mereka yang hanya memiliki waktu singkat dalam kunjungannya ke Chiba. Pada musim-musim tertentu seperti saat hanami, Chiba Castle cukup ramai didatangi pengunjung. Pada saat itu, terdapat berbagai stand yang menjual makanan, barang-barang tradisional, dan stand permainan tradisional. Biasanya terdapat pula pertunjukan yang tidak hanya menampilkan musik tradisional jepang, tetapi juga menampilkan musik western.

Naritasan
Naritasan merupakan tujuan wisata yang cukup digemari di Chiba. Berlokasi sangat dekat dengan Bandara Narita membuatnya sering didatangi oleh pengunjung yang hanya singgah sebentar di Jepang. Selain kuil, lorong toko-toko tradisional menuju kuil merupakan daya tarik yang sangat besar bagi pengunjung. Terdapat berbagai makanan dan barang-barang tradisional dengan harga yang cukup terjangkau. Selain toko tradisional, terdapat juga berbagai restoran dan cafe di seputar Naritasan. Kalaupun tidak untuk mengunjungi kuil, para pengunjung bisa datang untuk sekedar bersantai di cafe-cafe tersebut.

narita-san-4

Suasana Kuil

Nokogiriyama
Seperti halnya Kamogawa Seaworld, Nokogiriyama juga terletak di bagian selatan Semenanjung Boso. Namun, keduanya terletak di sisi yang berseberangan. Kamogawa Seaworld menghadap ke Samudera Pasifik, sedangkan Nokogiriyama menghadap ke Teluk Tokyo. Dengan menyuguhkan relief pegunungan, Nokogiriyama memberikan pemandangan alam yang cukup mengagumkan. Terlebih lagi dengan adanya ropeway, yang dapat mengakomodasi pengunjung untuk naik ke bagian puncak dengan menggunakan kendaraan berupa cable car. Selain pemandangan alam, terdapat pula kuil dan patung Buddha yang menjadi ikon Nokogiriyama.

img_3740

Pemandangan dari Ropeway

816663_2282

Selain tempat yang telah diceritakan, masih banyak lagi tempat-tempat menarik yang dapat dikunjungi di Chiba, seperti Mother Farm, Yoro Keikoku, Tateyama dan sebagainya. Masing-masing tempat memiliki keunggulan yang berbeda-beda dan sayang untuk dilewatkan. Jalan-jalan di Chiba memang tidak ada habisnya, semoga ada waktu untuk berkeliling sebanyak-banyaknya.

 —-

All images are courtesy of Mita and family – other used images are linked to its original source.

Instagram: mitarangkuti

Berlibur ke Santorini

liaCatharina Aulia – A mother of 4 years old daughter, Mikha, an owner of small online business and a co-founder of pop up market event planner in Jakarta. Currently live in Haarlem to accompany her husband who is pursuing his MBA degree in Netherlands.

Merantau di Harleem

Cerita rantau kami berawal diawal tahun 2015, ketika suami saya Dony mendapatkan beasiswa MBA nya di Belanda. Berhubung perusahaan tempat suami bekerja tidak memiliki policy mengenai unpaid leave selama 1 tahun, sehingga akhirnya suami memutuskan untuk mengajukan resignation. Sementara di saat yang bersamaan sayapun baru 1 tahun merintis sebuah usaha event planner bersama beberapa rekan yang penggarapannya lebih spesifik pada penyelenggaraan thematic pop up market. Tujuan mendirikan usaha ini adalah untuk memberikan sebuah platform bagi pengusaha-pengusaha berbakat Indonesia to sell their products yang biasanya kami selenggarakan di beberapa mall di Jakarta.

Tahun 2015 menjadi saat-saat yang cukup challenging bagi kami berdua, selain  karena keputusan yang diambil cukup beresiko, di sisi lain saya harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk kepindahan kami ke Belanda dan saya juga harus berkomitmen untuk tetap fokus menjalankan tanggung jawab saya dalam mempersiapkan event-event yang dalam waktu dekat akan digelar.  Jadi hingga saat ini hati di Belanda pikiran di Jakarta 😀

Three Months of Juggling

Di Belanda kami sempat berpindah dua kali tempat tinggal, awalnya kami tinggal di kota Tilburg yang berada di North Brabant province di mana daerah tersebut lebih dekat dengan perbatasan Belgia dibandingkan dengan kota-kota besar yang lebih kita kenal seperti Amsterdam, Den Haag, atau Rotterdam. Lalu, Setelah 9 bulan kami tinggal di Tilburg, perusahaan dimana suami melakukan research-nya berada di Amsterdam. Karena waktu tempuh Tilburg – Amsterdam cukup panjang sekitar dua jam, maka untuk menghemat waktu, energi dan biaya akhirnya kami memutuskan untuk mencari tempat tinggal yang lebih mendekati kantor dan pilihannya jatuh di Haarlem, kota kecil yang cantik di North Holland hanya sekitar 10 menit dari Amsterdam.

lia4

Suasana dekat kediaman kami di Harleem

Semua tidak menjadi lebih mudah dari yang saya bayangkan, karena hanya satu minggu sejak kami tiba di Tilburg, Dony harus langsung menjalankan studinya full time setiap hari dari pagi hingga pukul 6-7 malam dan hampir tidak bisa digangggu karena tugas-tugas yang cukup banyak juga. Sehingga diawal kedatangan kami, saya harus beradaptasi sendiri dengan kultur, cuaca, jadwal public transport yang punctual  dan mencari tahu sendiri segala sesuatunya tanpa suami, termasuk juga mengurus segala hal adminstratif seperti pengurusan verblijf atau ID Card, pendaftaran ke municipality, sekolah anak dan lain sebagainya. Selain berjibaku dengan urusan rumah tangga dan mengurus Mikha di usia toddler yang selalu ingin mendapat perhatian, sayapun harus bekerja dan berkomunikasi lintas benua secara intens dengan rekan-rekan di Jakarta setiap hari dengan perbedaan waktu yang cukup jauh sehingga tidak jarang kami berdiskusi dari subuh hingga larut malam.

Tiga bulan pertama tinggal di Tilburg, saya merasa cukup sulit dan kami cukup banyak melakukan penyesuaian. Pada bulan-bulan ini saya sempat berada di titik depresi, lelah, kesepian dan selalu ingin pulang kembali ke Jakarta. Saya merasa buruk dalam menjalankan seluruh peran saya sebagai ibu, istri yang sekaligus harus bekerja menjalankan usaha saya dengan kondisi long distance seperti ini. Sering saya berada pada kondisi 24 jam mungkin hanya tidur 3 jam saja untuk bisa menjalankan seluruh peran ini terutama jika sudah mendekati event.

kota

Haarlem dan Tilburg

Mungkin suami merasa jika hal ini terus menerus didiamkan akan berdampak buruk bagi kami bertiga dan saat ini kami tidak mempunyai banyak pilihan, maka kami sepakat jika Dony mendapat libur agak panjang, maka saya pun harus mengambil day off atas pekerjaan saya dan waktu tersebut kami gunakan untuk explore tempat baru atau berlibur ke negara lain untuk me-recharge our mood and energy or simply just to reward ourselves after a series of hardworks.  

Dalam artikel ini saya berbagi mengenai destinasi wisata keluarga kami ke Yunani beberapa waktu lalu.

Berlibur ke Oia, Santorini

Thira atau sering dikenal dengan nama Santorini merupakan sebuah  pulau vulkanik di Laut Aegea yang berada di antara Pulau Ios dan Anafi, 20 km dari daratan Yunani. Pulau ini merupakan kelompok Kepulauan Cyclades. Pulau ini memiliki luas wilayah 73 km² dan populasi 13.600 jiwa (2001).

santorini-map

Santorini Map

Thira atau Santorini pada awalnya bernama Strongyle yang berarti bundar, dinamakan Strongyle karena bentuk dari pulau ini berbentuk bundar. Menurut pakar sejarah, pulau Santorini ini terbentuk kurang lebih 3500 tahun yang lalu akibat dari letusan gunung berapi Gunung Thera. Ledakan yang terjadi menurut para ahli sangat besar dan dahsyat, hal ini terbukti dari adanya sebuah Kaldera yang luas di tengah pulau sehingga membentuk sebuah lembah yang dalam dan pada akhirnya terisi oleh air laut yang bernama Laut Aegean.

Sebetulnya rencana kami untuk berlibur ke Santorini sudah direncakan sejak akhir tahun lalu untuk summer holiday, namun berhubung suami baru akan menyelesaikan kuliahnya di bulan Oktober, maka judulnya late summer holiday :D.  Walaupun telat dan suhu pada awal Oktober di Belanda sudah mencapai 5  celcius degree, surprisingly ternyata Santorini masih panas bangettt. Walaupun kalau dilihat secara temperatur  hanya sekitar 24-27 derajat celcius, which is sudah tidak terlalu tinggi temperaturnya, tetapi real feelnya masih cukup terik dan panas.

lia1

Family

Perjalanan menuju Santorini kami lakukan melalui jalan udara. Berangkat dari Schipol Airport, directly menuju Santorini Airport (JTR) memakan waktu sekitar 3jam 20 menit. Ada beberapa pilihan maskapai dari Schipol antara lain KLM, Aegean Air atau Transavia untuk budget flight.  Sesampainya di airport, kami dijemput oleh bus service yang sudah di arrange dari hotel tempat kami menginap di Oia.

Mengapa disarankan untuk menggunakan fasilitas jemputan dari hotel? Karena ternyata rumah, toko, maupun  hotel-hotel di Oia tidak memiliki alamat! Sehingga untuk Mama yang berencana berlibur kesana bersama keluarga, untuk kenyamanan dan mengurang keribetan disarankan agar menggunakan jasa penjemputan dari hotel. Waktu yang ditempuh dari airport menuju Oia sekitar 30 menit, dengan biaya sekitar €30 untuk 1 keluarga (max. 4 orang). Dan jangan lupa siapkan tips untuk driver seharga segelas kopi, berkisar antara €3 – €5. Alternatif lainnya adalah menggunakan bus lokal dan turun di Oia bus stop. Untuk tarifnya saya kurang paham tapi mungkin sekitar €2-5 per orang. Berhubung Oia merupakan desa cantik dengan gang-gang sempit, maka kendaraan tidak bisa masuk sampai ke depan hotel, sehingga semua kendaraan bermotor hanya bisa berhenti di bus stop dan koper harus kita bawa sendiri menuju hotel atau dengan bantuan porter yang disediakan pihak hotel.

lia3

Oia (baca : ii-a) adalah the most famous villages in Santorini. Oia terletak diatas tebing yang terdiri dari jajaran rumah, whitecaves resorts dengan balkon view Kaldera dan Aegean sea yang spektaaaaaa, blue domes church, windmill dan anak tangga yang cukup curam.  Oia dikenal diseluruh dunia for its quiet life, most beautiful, picturesque and fantastic sunset in Santorini.

view-from-sunset-spot-in-oia

View from Sunset Spot in Oia

Hari pertama, sesampainya di hotel, rasanya gak pengen kemana-mana lagi. Karena view dari balkon kami  is beyoooond our imagination. Sambil nyeruput kopi atau segelas juice, kaldera, laut Aegea dan blue domes beautifully captured in front of our eyes! Sementara menunggu sunset pada pukul 19.00, kami mulai berkeliling sekitar Oia dari pukul 4.30 sore. Yang perlu diketahui jika kita berencana membawa anak adalah lupakan stroller. It won’t work untuk strolling around dan menikmati pulau ini sambil mendorong stroller, jalanan cukup sempit mungkin kurang dari 2 meter lebarnya dan very busy and crowded di jam-jam tertentu, ditambah lagi kontur jalan yang mengharuskan kita naik turun berpuluh dan beratus anak tangga untuk mendapatkan spot yang bagus untuk menikmati sunset. Karena kontur jalan beberapa area di Oia cukup curam, naik turun dan a bit slippery, saya dan Mikha sempat beberapa kali terpeleset hingga terjatuh padahal kami sudah berpegangan pada railing tangga, sehingga disarankan menggunakan sepatu atau alas kaki yang cukup nyaman dan bahan alas yang tidak licin.

menjelang-malam-di-oia

Menjelang malam di Oia

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, Oia dikenal dengan sunset yang begitu cantik and we are the witness of that beauty! That’s the most beautiful sunset I’ve ever seen in my entire life! Merindiing liat sunsetnya. Oia is veryyyy beautiful in every corners. Dan bagi yang hobi fotografi seperti suami saya, ada satu sunset spot, (agak sulit mendeskripsikan lokasinya) gambaran strukturnya seperti benteng dan kita bisa naik ke atasnya. Di situ kita benar-benar bisa melihat dan mengcapture suasana sunset, windmill, blue domes church dan seluruh desa ini dengan jelas. Untuk bisa mendapatkan posisi atau spot yang bagus kita harus berada di lokasi ini minimal 1 jam sebelum sunset karena spot ini akan dipenuhi oleh turis bahkan mereka sudah berada di lokasi ini 2 jam sebelumnya.

lia2

Greek Restaurant

Ada beberapa Greek restoran yang kami kunjungi selama di Oia, salah satunya kami mencoba 1 resto kecil bernama Pitogyros letaknya berada di sebrang Lolita’s gelato. Kami pesan chicken gyro dan lamb kebab gyro dengan harga €3/each, we simply say both Gyros were a BOMB. It was the best Gyros in town! Sayang gak ada fotonya karena udah keburu masuk perut.

photo0jpg

PitoGyros

Restoran kedua yang kami kunjungi adalah  Kasteli, letaknya tepat didepan Canava suites. Not a fancy restaurant, semacam restoran keluarga, mereka menjual beberapa traditional Greek food tapi yang the bessssstt dan wajib dicoba adalah grilled lamb ribs-nya. It’s finger lickin’ good.  Saking susah move on, dua kali kami makan malam di sini ini dengan menu yang sama. Untuk harga per platenya hanya sekitar €9.

Restoran ketiga yang kami coba adalah Ammoudi Fish tavern, letaknya berada di Ammoudi bay dibawah Oia village, bisa turun dari Oia melalui tangga tapi sepertinya tidak direkomendasikan kalau membawa anak usia toddler karena tangganya cukup curam dan pasti sangat melelahkan untuk mereka. Alternatif lain dengan taxi biayanya €10.

Kalau saya baca reviewnya sih the best seafood restaurant in Oia. Saya akui the view was stunning, laut Aegean, sunset dan Oia village. Tapi untuk seafood plater yang kami pesan dengan harga €65 adalah overrated, mahal dan rasanya biasa banget. Jadi mungkin restoran ini lebih menjual view atau mungkin kami salah pilih menu. Kalau saya kurang merekomendasikan makan disini kalau niatnya bukan untuk makan cantik atau lagi laper.

img_9358

View of Amoudi Bay (via Camchowda.com)

Santorini Sailing Tour

Sebetulnya ada banyak tempat-tempat yang dapat di-explore dari Santorini, kita bisa naik donkey untuk explore seluruh desa, atau Santorini wine tasting tour karena Santorini juga dikenal dengan pabrik anggurnya dan bisa juga pergi ke desa lain untuk mendapatkan ambience yang berbeda seperti mengunjungi Fira, Imerovigli, Firostefani dan lainnya dengan berjalan kaki maupun naik lokal bis. Berhubung liburan kami cukup singkat dan harus dipilah-pilah mana yang sekiranya fun juga untuk Mikha, maka hari ke-3 kami memilih untuk melakukan sailing tour. Seluruh sailing tour disana dikelola oleh Santorini Yachting Club, harganya cukup variatif mulai dari €85 per orang untuk group besar sebanyak 48 orang per boat, €130 untuk semi private berisi 10-15 orang per boat, hingga €170 per person untuk tour yang lebih private. Anak kecil dengan batasan umur 4 atau 5 tahun tidak dikenakan biaya. Sailing tour yang kami ikuti memakan waktu sekitar 5 jam. Kami dijemput sekitar pukul 1 siang lalu menikmati tour hingga sunset. Harga tersebut sudah termasuk antar jemput hotel, sailing tour dan buffet. Kapal akan berhenti 3x yaitu di hot spring, red beach dan white beach dan kita bisa berenang ataupun snorkeling di ketiga spot ini.  Kedalaman laut sekitar 10-18m, dan kapal berhenti 25 menit hingga 1 jam di tiap spot untuk memberikan kesempatan bagi yang ingin berenang di spot tersebut.

santorini_sailing_lagoon_520_06

The Boat (via santoriniyachtingclub)

Mikha superrr happy karena dia pun saya ajak untuk ikut merasakan berenang di laut, ini menjadi pengalaman pertamanya, sambil sesekali ketelen air laut. Selama kami berenang papa-nya tegang banget dari atas kapal, jadilah hasil fotonya backlight dan goyang  semua. Jangan  lupa membawa baju dan handuk lebih juga sunblock untuk menjaga kulit dari sengatan matahari. Dan bagi yang membawa anak kecil walaupun terik, saya sarankan juga untuk membawa baju tebal atau jaket karena angin laut yang cukup kencang dan dingin.

Ibukota Santorini: Fira

Hari terakhir di Santorini, kami memutuskan untuk meng-explore daerah Fira. Fira sendiri adalah ibukota dari Santorini.  Walaupun dari segi arsitektur secara garis besar mirip dengan Oia yang didominasi oleh bangunan berwarna putih diatas tebing kaldera, feel dan ambience di Fira berbeda dengan Oia. Oia moodnya lebih relax, sementara Fira lebih ramai dengan shopping street-nya, cafes dan night clubs.  Sepanjang jalan sempit kanan kirinya dipenuhi oleh butik-butik yang menjual branded watch, jewellery, maupun kios-kios souvenirs. Untuk yang mau shopping, Fira menawarkan lebih banyak pilihan.

view-nea-kameni-dan-thirassia-from-fira

View Nea Kameni dan Thirassia from Fira 

fira1

Shopping area, Fira

Ada berbagai cara untuk menuju Fira dari Oia. Bisa dengan berjalan kaki sekitar 2-3 jam, rental kendaraan dan bisa juga menggunakan bus lokal dengan tarif €1,8 per orang sekali jalan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.  Dari Fira kita bisa mendapatkan panoramic view kaldera sekitar 18km dari Akrotiri hingga Nikolaus dan pulau vulkanik Nea Kameni. Disini kami mengunjungi gereja Katolik St.  John The Baptist dimana uskup Santorini menetap dan juga ada 2 museum yang dapat dikunjungi Archeological Museum of Thera dan Museum of Prehistoric Thera.

sunset-view-from-fira-ibukota-santorini

Sunset view from Fira

donkey_trail_-_fira_-_thira_-_to_mesa_gialos_port_-_santorini_-_greece_-_05

Donkey Trail Fira – Thira – to Mesa Gialos port

Last Day in Santorini

Keesokan harinya kami check-out untuk  kembali pulang ke Belanda. Yang perlu diperhatikan dari Santorini airport adalah ukurannya yang cukup kecil dan beberapa hal masih dilakukan secara manual, sehingga paling tidak 2 jam sebelumnya  harus sudah sampai di Airport karena mereka hanya memiliki 3 loket check in.

Antrian begitu panjang, begitu pula saat security check in. Bahkan untuk memasukkan koper ke bagasi pun kita harus drop sendiri di tempat terpisah (bukan di loket check in), walaupun lokasinya masih berdekatan dengan loket check-in. Jadi proses kami selesai pada saat sudah last call boarding pesawat. Jadi prosesnya memang kurang efisien dan staff yang ada juga tidak terlalu banyak.

Sekian perjalanan kami ke Santorini semoga cerita kami cukup berguna bagi mamarantau yang berencana berlibur kesana. Kami memang tidak bisa explore terlalu banyak karena berkaitan dengan waktu kami yang singkat dan karena membawa anak kecil juga membutuhkan waktu lebih banyak untuk mempersiapkan dan mempertimbangkan hal-hal yang penting yang bisa menjaga keamanan dan kenyamanan anak.


Pics are courtesy of Lia and Family, otherwise stated or linked to the original images.

Serba-Serbi Finlandia (1)

wpid-img_20150731_213558_hdr.jpgRika Melissa (Rika) – lives in Kerava, Finland, with two bilingual sons and a Finn husband and trying to learn Suomi language. Always left her heart in Jakarta.

Banyak yang bilang Finlandia ini negara yang low profile, alias kurang dikenal. Memang tidak banyak orang ataupun produk-produk terkenal yang berasal dari negara ini, kalaupun ada, biasanya orang tidak mengira kalau asalnya dari Finlandia. Misalnya saja permainan Angry Birds yang di-release oleh Rovio, sebuah perusahaan dari Finlandia, cuma sedikit orang yang tahu bahwa permainan tersebut diciptakan di Finlandia.

article-2148493-133ba590000005dc-491_634x419

Angry Birds in Sarkanniemi Amusement Park in Tampere, Finland

Kalau dulu sih ada Nokia yang bisa dibanggakan sebagai produk Finlandia. Itu pun banyak yang mengira kalau Nokia adalah perusahaan Jepang. Sekarang Nokia sudah bangkrut, asetnya sudah dibeli oleh Microsoft, semakin sulit saja rasanya memperkenalkan negara ini ke orang lain. Duh, Finlandia nasibmu.

Setiap kali mudik ke Indonesia dan bercerita ke orang lain kalau saya tinggal di Finlandia, masih sering saya menerima respon “Dimana tuh?”

Cukup banyak yang tau bahwa negara ini letaknya di benua Eropa, tapi tepatnya dimana, bertetangga dengan negara apa, rata-rata masih jarang yang tau. Dibandingkan dengan negara tetangga seperti Swedia, Norwegia dan Rusia, rasanya Finlandia jelas kurang populer. Pengetahuan orang-orang luar Eropa tentang negara ini bisa dibilang masih kecil sekali. Makanya, setelah 7 tahun tinggal di Finlandia, saya memutuskan untuk menulis artikel tentang serba-serbi negara utara yang selalu dingin seperti kulkas ini. Biar kita semua jadi tambah kenal sama Finlandia, ‘kan seperti kata pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’.

238819030_ff0d62fbc4

Artikel ini tidak serius, fakta yang ditulis di sini pun yang ringan-ringan saja, tapi semoga bisa menambah pengetahuan sekaligus juga menghibur.

NEGARA NORDIK, BUKAN SKANDINAVIA

Masih banyak orang yang mengira Finlandia adalah bagian dari Skandinavia. Hal ini salah besar karena definisi Skandinavia mengacu pada kelompok negara yang memiliki latar belakang sejarah dan akar bahasa yang sama, negara-negara tersebut adalah Denmark, Swedia dan Norwegia – tiga negara yang dulunya merupakan teritorial bangsa Viking dan karena bahasanya yang mirip-mirip, umumnya mereka bisa saling mengerti satu sama lain.

Finlandia sendiri termasuk dalam kumpulan negara Nordik yang terdiri dari Skandinavia (Norwegia, Swedia dan Denmark), Finlandia dan Islandia. Walaupun bertetangga dekat dengan Skandinavia, Finlandia memiliki bahasanya sendiri yang jauh berbeda dengan bahasa yang ada di Skandinavia.

Untitled-1

Walaupun begitu, Finlandia sebenarnya memiliki dua bahasa nasional: Finlandia dan Swedia. Ada sekitar lima persen penduduk Finlandia yang menggunakan bahasa Swedia sebagai bahasa sehari-harinya. Hampir semua teks, petunjuk arah, nama kota, halaman internet dan lain-lainnya di negara ini disajikan dalam dua bahasa, Finlandia dan Swedia. Hal ini tidak mengherankan karena Finlandia pernah menjadi bagian dari negara Swedia selama 700 tahun sejak 1105 hingga 1809.

NEGARA SERIBU DANAU

Land of a Thousand Lakes, begitulah julukan untuk negara Finlandia karena memang ada lebih dari 180 ribu danau di negara ini, dari yang berukuran kecil hingga danau besar Saimaa di timur Finlandia. Danau-danau ini mengambil sekitar 10 persen dari area negara Finlandia dan hampir dua pertiga dari negara ini masih dipenuhi oleh hutan. Biru dan hijau adalah dua warna yang mendominasi lanskap Finlandia. Birunya air di danau dan hijau pepohonan di hutan.

forest-lake-sky

Danau dan hutan merupakan sumber kehidupan dan rekreasi warga sekitarnya. Di musim panas banyak orang memancing ikan di danau dan memetik arbei di hutan. Di musim dingin danau-danau yang beku dijadikan arena ice skating oleh warga. Kegiatan ice fishing juga lumayan populer di Finlandia terutama mendekati musim semi ketika danau-danau masih membeka namun langit kembali terang setelah menggelap di musim dingin.

seasons_march_730_ice_fishing_zanderland_finland

Ice Fishing

Di sekitar danau biasanya ditemui kabin-kabin musim panas atau yang lazim disebut mökki dalam bahasa Finlandia.

NEGARA ASAL JOULUPUKKI (SANTA KLAUS)

Menurut kepercayaan masyarakat Finlandia, Santa Klaus, atau di sini disebut sebagai Joulupukki, berasal dari Korvatunturi, Lapland. Tidak ada tahu dimana tepatnya letak rumah Santa di Korvatunturi karena memang lokasinya dirahasiakan. Tapi Santa Klaus yang baik hati akhirnya memutuskan untuk mendirikan tempat kerjanya di Rovaniemi, ibu kota Lapland dan siapa saja boleh datang dan berkujung ke tempat tersebut setiap hari sepanjang tahun. Tempat inilah yang dikenal sebagai Santa Claus Village.

wild_free_santa_claus

Di sini kita bisa berjumpa dengan Santa dan para kurcaci ciliknya.

Salah satu tempat yang selalu dibanjiri turis di Santa Claus Village adalah kantor posnya. Setiap surat yang dikirimkan dari Santa Claus Village Post Office akan mendapat cap Arctic Circle yang tidak dapat ditemui di tempat lain. Gak heran di sana banyak pengunjung yang ingin mengirimkan kartu pos untuk kerabat ataupun untuk diri sendiri. Selain itu, setiap tahunnya Santa Claus Village Post Office menerima lebih dari setengah juta surat dari berbagai negara. Membaca surat dari anak-anak juga merupakan salah satu pekerjaan penting Santa Klaus dan surat-surat tersebut akan dibalas olehnya selama ada alamat balasan yang jelas.

87fe1351704f6626ffff19eae7dac0a3

santa-elves-santa-claus-main-post-office-rovaniemi-1c2a9visitrovaniemi-fi

Atraksi lain yang juga banyak digemari pengunjung di Santa Claus Village adalah meluncur di kereta salju sambil ditarik oleh rusa kutub, seperti Santa Klaus! Walaupun untuk turis rusa kutubnya cuma bisa jalan di darat, tidak bisa terbang. Rusa kutub terbang khusus dipakai oleh Santa Klaus saja.

DIAM ITU EMAS

Di Eropa ada peribahasa “As talkative as a Finn” yang sesungguhnya adalah sebuah sindiran untuk orang yang terlalu pendiam. Finlandia memang tidak terkenal sebagai bangsa yang ramah dan suka berbicara. Malah sebaliknya, orang-orangnya cenderung pendiam, private dan reserved. Duduk bersama tanpa ada pembicaraan dianggap normal di sini, tidak ada keharusan untuk mengisi kekosongan. Situasi yang sering membuat orang asing grogi, termasuk saya.

Ada yang bilang, mimpi buruknya orang finlandia itu jika diajak berbasa-basi dengan orang asing. Bukan karena mereka sombong, tapi lebih karena pada umumnya mereka pemalu.

Sebuah video dari show Jimmy Kimmel, yang sempat viral di sini, menggambarkan dengan jelas bagaimana “pintarnya” orang finlandia berbasa-basi. Adapula sebuah interview dengan Mikä Hakkinen, juara Formula 1 dari Finlandia, yang juga menunjukkan hal tersebut.

Selain tidak banyak bicara, warga Finlandia juga sangat menghargai personal space. Mungkin karena itu saya merasakan segala-galanya dibuat dengan ukuran yang lebih besar di sini. Lorong di supermarket, jarak kursi di bis, kamar ganti di toko pakaian, dsb. Pokonya semua terasa lebih lega dan minim berdesakan dengan orang lain.

Karena alasan personal space ini juga makanya kursi-kursi di bus umum sering dibiarkan kosong sementara banyak penumpang memilih berdiri. Tau kan bahwa kursi di bus umum biasanya dibuat dua bergandengan? Jika satu kursi sudah terisi maka orang akan malas untuk mengisi kursi disebalahnya. Apa alasannya? Karena banyak orang yang risih duduk berdempetan dengan orang asing, apalagi di bis umum kursinya memang cenderung lebih kecil dibandingkan dengan kursi kereta.

Untuk bus yang rutenya jauh atau melewati tempat-tempat ramai di Helsinki, kebiasaan ini mulai ditinggalkan. Mungkin karena di Helsinki juga ada banyak orang asing sehingga budaya ‘duduk sendiri’ ini mulai tergeser. Tapi, untuk bus jarak dekat, bus pinggir kota dan bus yang beroperasi mengelilingi daerah perumahan, masih sering terlihat kursi-kursinya hanya setengah terisi.

bussi-taynna

Apa yang terjadi jika kita tetap nekad duduk di sebelah orang asing? Seringnya sih tidak terjadi apa-apa. Tapi kadang saya alami juga orang-orang yang mukanya panik ketika saya terlihat berjalan mendekati kursi kosong di sebelahnya, ada yang langsung meletakkan tas di kursi sebelah biar tidak diduduki orang lain dan ada juga yang mendesah kesal ketika saya memutuskan untuk duduk di sampingnya.

Nah, selain kursi bus yang terlalu ‘cepat penuh’ di negara ini, perkara menunggu di halte bus juga lumayan unik. Masih dengan alasan menghormati personal space, orang-orang Finlandia jarang bergerombol di halte bus. Jikalau di halte disediakan bangku panjang, biasanya cuma ada satu orang saja yang duduk di situ, sisanya berdiri berjauh-jauhan.

people-in-finland-are-very-serious-about-their-personal-space-5

Kalau saya bilang, sih, ‘haltenya di mana, nunggunya di mana’ saking berdirinya saling berjauh-jauhan, ada aja orang-orang yang yang menunggu busnya bermeter-meter dari halte.

TELUR BEBAS SALMONELLA

Bersama dengan negara-negara Nordik lainnya, Finlandia menerapkan kontrol keamanan bahan pangan tingkat tinggi. Lebih tinggi dibandingkan negara-negara Eropa lainnya. Makanya harga makanan di sini juga lebih mahal. Jangan heran jika melihat harga bahan pangan import di sini lebih murah dibandingkan dengan yang lokal. Sayur dan buah-buahan dari Spanyol terkenal mengandung banyak pestisida, daging sapi dari Jerman lebih tinggi kadar dioksin-nya dan arbei-arbei import dari luar negara Nordik tidak disarankan untuk dimakan mentah karena dikhawatirkan tercemar polusi.

Berkat prosedur food safety yang sangat teliti dan menyeluruh inilah Finlandia berani membuat pernyataan bahwa telur-telur ayam di negara ini bebas salmonella. Setiap telur yang dijual di pasaran bisa ditelusuri jejaknya hingga ke peternakan asalnya. Setiap peternakan harus mengikuti lisensi khusus dan melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan produknya terhindar dari infeksi salmonella. Setiap orang yang pekerjaannya berurusan dengan bahan pangan, entah itu di peternakan, di pabrik makanan, di restoran sebagai koki, kasir atau pelayan, harus menyertakan dokumen bebas salmonella dari puskesmas setempat. Dan jika karyawan bepergian ke luar negara nordik, mereka wajib untuk melaporkan dirinya ke puskesmas untuk pemeriksaan salmonella sebelum nantinya kembali bekerja.

kananmuna

Berhubung sekarang ini saya lagi ikut sekolah masak di Helsinki, dari sekolah saya jadi tahu kalau Finlandia membuat pernyataan bahwa semua telur ayam di negara ini bebas salmonella dan karenanya aman dimakan mentah. Wow, cucok banget buat yang suka STMJ, ya?

SAUNA

Ada yang tau kalau orang Finlandia suka banget ke sauna? Sukaaa sekali, sampai hampir setiap bangunan di sini pasti ada saunanya. Diperkirakan ada lebih dari 2 juta sauna di Finlandia untuk populasi negaranya yang ‘hanya’ 5 juta saja. Artinya, kurang lebih ada satu sauna untuk setiap rumah.

Di negara ini memang sangat umum untuk memiliki sauna pribadi di rumah sendiri, termasuk juga di apartemen. Jikalau di apartemen tidak terdapat sauna, di gedung apartemennya (biasanya di basement) pasti ada sauna bersama yang dipakai bergiliran oleh penghuni. Pokoknya, punya sauna itu wajib hukumnya di sini. Bahkan di kantor-kantor dan di gedung parlemen juga juga dilengkapi dengan sauna.

sauna-8

Menurut buku sekolah bahasa finlandia saya, sauna adalah ruangan pertama yang dibangun ketika mendirikan rumah agar penghuni rumahnya bisa tinggal di sauna sambil menunggu ruangan lainnya diselesaikan. Kenapa di sauna? Ya, karena di sauna ‘kan hangat sementara negara Finlandia hampir selalu dicekam udara dingin.

Di perkotaan praktek di atas memang sudah ditinggalkan karena umumnya orang-orang tinggal di apartemen dan pembangunan rumah pun ditangani oleh kontraktor. Tapi di desa-desa kecil, dimana masih banyak orang yang membangun rumahnya sendiri, kegiatan tinggal di sauna ini masih bisa ditemui.

steam-of-life-2010-five-men-in-sauna

Segitu pentingnya kegiatan bersauna di sini sampai-sampai meeting kantor pun kadang sambil bersauna. Bila di tempat lain bos-bos besar rapat membuat kesepakaran sambil main golf, di Finlandia meetingnya sambil keringetan di sauna. Semoga gak pake bau ketek yaaa.

Menurut orang Finlandia, bersauna itu membuat relax, pikiran jadi tenang, otot-otot tubuh melemas, omongan jadi lancar, makanya pria-pria Finlandia yang terkenal dingin dan pendiam bisa jadi lebih banyak ngomong kalau sedang bersauna.

Memang peraturan di sini cukup ketat untuk masalah pembagian sauna pria dan wanita. Kecuali di rumah sendiri, kegiatan bersauna tidak boleh campur jenis kelamin. Apalagi di sini juga diwajibkan untuk menanggalkan seluruh pakaian ketika masuk sauna. Satu-satunya yang boleh dibawa cuma selembar handuk, itu pun dipakai sebagai alas duduk, bukan untuk menutupi daerah pribadi.

Kebersihan sauna harus dijaga dan benda-benda seperti pakaian dalam atau pakaian renang diduga bisa membawa kotoran dan kuman ke dalam sauna, makanya di sini wajib berpolos ria jika mau ke sauna.

Ibu guru di sekolah bahasa saya juga pernah bercerita bahwa jaman dahulu kala banyak wanita yang melahirkan bayinya di sauna karena sauna dianggap tempat yang paling higienis. Pemandian jenazah juga dilakukan di sauna dengan alasan yang sama. Buat yang flu, pilek, dan sakit tenggorokan, sauna juga jawabannya. Sauna is the cheapest medicine, begitu kata orang Finlandia.

MÖKKI

Jika orang Jakarta senang ke puncak untuk menginap di pila (alias villa), orang Finlandia sukanya pergi ke mökki, atau kabin musim panas, yang biasanya dibangun di daerah terpencil jika perlu di tengah hutan. Diperkirakan ada lebih dari satu juta mökki yang terselip di hutan-hutan Finlandia, gak heran kalau negara ini kadang juga disebut sebagai Negara Seribu Kabin, Land of Thousand Cottages.

Apa saja yang bisa dilakukan di mökki? Apalagi kalau bukan…bersauna! Berbeda dengan sauna di perkotaan yang umumnya bertenaga listrik, di mökki inilah yang namanya sauna sebana-bananya sauna. Sauna dengan bahan bakar kayu yang dipercaya membuat panas di sauna terasa jauh lebih nyaman daripada panas yang dihasilkan oleh listrik.

Selain bersauna, kegiatan lainnya selama di mökki adalah berenang di danau, memancing, bersampan, jalan-jalan di hutan memetik arbei atau jejamuran. Musim panas adalah saatnya untuk panen bluberry, raspberry, longanberry, dan berbagai macam arbei lainnya. Mendekati musim gugur jamur-jamur yang bermunculan di hutan. Ada kantareli, suppilo, herkkutati dan masih banyak lainnya yang sedap dimakan tapi hati-hati, jangan sampai memetik jamur beracun! Sebelum memetik jamur ada baiknya belajar dulu tentang jenis-jenis jamur yang umum ditemui di hutan Finlandia.

Namun hal yang paling esensial ketika tinggal di mökki adalah mencari ketenangan – menjauhi bisingnya perkotaan, meninggalkan rutinitas pekerjaan, menjalani hidup yang lebih sederhana dan menikmati the art of doing nothing.

rinteelta

Saya sempat tidak mengerti mengapa warga Finlandia merasa butuh menenangkan diri ke mökki di tengah hutan padahal kota besarnya pun bisa dibilang jauh dari ramai dan berisik, apalagi jika dibandingkan dengan Jakarta, sampai akhirnya, tahun lalu saya dan keluarga merasakan juga hidup di mökki sewaan selama seminggu.

mo%cc%88kki

Seminggu di mökki tepi danau di Kerimäki.

Karena lokasinya yang terpencil, sinyal telepon genggam jadi melemah selama di mökki dan sinyal internet malah lenyap. Hiburan kami waktu itu cuma TV dengan beberapa channel dan setumpuk buku yang saya pinjam dari perpustakaan. Biarpun sering ‘sakaw’ internetan tapi saya tidak merasa kalau waktu seminggu di mökki itu membosankan. Ada banyak sekali yang bisa dan harus dilakukan di sana.

Selain kegiatan seperti bersampan, jalan-jalan di hutan dan memetik arbei, tugas-tugas rumahan kami juga banyak. Misalnya saja, tidak ada air keran di mökki, yang ada malah sumur, jadi kalau butuh air kami harus menimba dulu. Mau cuci piring, nimba, mau mengepel lantai, nimba lagi. Lumayan bikin lengan berotot. Pagi-pagi bangun tidur, suami biasanya memasak bubur oatmeal sementara saya memetik bluberry untuk dimakan bersama bubur tadi. Siang-siang kami memetik jamur dan sorenya saya olah jamur menjadi omelette.

Untuk yang memiliki mökki sendiri (bukan sewaan) daftar kegiatannya akan bertambah karena di mökki ada saja yang harus dikerjakan. Membenarkan sampan, membersihkan halaman, membersihkan sauna, mengisi stok kayu bakar, dll. Mökki bukan tempat untuk bermalas-malasan.

cottage_22

Namun di mökki kami juga punya banyak waktu tenang untuk membaca di ruang tamu sambil menyalakan perapian, melamun di dermaga melihat matahari terbenam, memancing di tengah danau dengan menggunakan sampan atau menikmati sauna sekeluarga. Awalnya terasa aneh terisolasi seperti itu tanpa sedikit-sedikit mengecek WhatsApp, tapi lama-lama saya jadi terbiasa juga. Saya juga jadi lebih menikmati pekerjaan rumah seperti mencuci piring atau menimba air selama di sana karena… yah… apalagi yang mau dikerjakan di mökki? Dan saya juga jadi punya waktu lebih banyak untuk anak-anak karena perhatian saya tidak lagi terpecah-pecah untuk berbagai hal. Makanya orang Finlandia selalu bilang bahwa retret ke mökki adalah saatnya untuk bertenang, mendekatkan diri dengan alam dan meningkatkan hubungan dengan keluarga.

mancing-di-mo%cc%88kkiOh saya juga belum bilang ya kalau di mökki tidak ada kamar mandi dan WC-nya di luar rumah dengan sistem ‘plung’ alias tidak bisa diflush dengan air? Ingat ‘kan di mökki tidak ada running water?

Selama di mökki kami mandi di danau, dan karena airnya dingin, jika sudah menggigil kedinginan kami akan langsung masuk sauna sampai kulit kami memerah karena panas. Jika sudah tidak tahan dengan panas di sauna, kami lari ke luar dan melompat ke danau. Begitu terus berkali-kali. Jangan ditanya betapa bahagianya anak-anak saya saat itu, tawa mereka selalu pecah tiap kali kami melompat ke danau atau berlomba lari menuju sauna. Sekarang saya jadi kangen sekali akan kebersamaan kami sekeluarga selama di mökki. Dekat dengan alam, dekat dengan keluarga.

sumur-di-mo%cc%88kki

Biarpun pada intinya mökki adalah kabin musim panas tapi ada juga orang-orang yang suka berkunjung ke mökki di musim dingin. Kegiatan selama musim dingin masih berputar di sekitar sauna yang ditambah dengan kegiatan berguling-guling di salju ketika sauna sudah terasa terlalu panas. Ada juga orang-orang yang suka berendam di avanto, semacam lubang besar yang dibuat di sungai atau danau yang membeku. Kebiasaanya berendam di avanto dan kemudian masuk sauna ini dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

avanto

Kebiasaanya berendam di avanto dan kemudian masuk sauna ini dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Di Finlandia ada juga berbagai olah raga “gila”, baca di Serba-serbi Finlandia (2) yaa..!