Merantau di Venlo

Narulita Primaya Hapsari (Maya)  has been living in Venlo, Netherlands since 2010.  Happily settled in Venlo with husband and pretty girl. A huge fan of Indonesian food. 

Tentang Maya dan keluarga. Saya pertama kali merantau pada tahun 2010 mengikuti suami yang berkebangsaan Belanda dan bekerja di sebuah pabrik kaca di Venlo. Kami memiliki seorang anak perempuan bernama Thierra Ellena Octafarrah Deschaux yang saat ini berusia 3 tahun.

maya & fam

Keluarga kecil kami

Tentang Visa Belanda: Untuk mengurus visa tinggal di Belanda tergantung jenis visanya, apakah visa pelajar, bekerja atau tinggal dengan pasangan yang salah satunya adalah warga negara Belanda. Visa pelajar dan bekerja mengurusnya lebih mudah, asalkan ada surat rekomendasi dari universitas atau tempat bekerja biasanya visa akan disetujui.

Untuk visa tinggal dengan suami/istri berkebangsaan Belanda ada persyaratan yang harus dipenuhi seperti; pendapatan suami/istri harus mencukupi minimal 1.430 euro per bulan. Selain itu kita yang akan tinggal di sini harus melakukan Civic Integration Examination atau yang dikenal dengan sebutan MVV . Anda memerlukan MVV untuk mengajukan permohonan izin tinggal yang diperlukan untuk tinggal lebih dari tiga bulan di Belanda. Tes ini berlangsung dalam bahasa Belanda, jadi semacam tes TOEFL untuk Bahasa Belanda plus tentang hal-hal dasar kehidupan kemasyarakatan Belanda. Untuk melakukan tes ini, pemohon harus ke kedutaan Belanda atau konsulat di negara asalnya sebelum mengajukan permohonan visa MVV. Orang yang mengajukan permohonan visa MVV harus terlebih dahulu membuktikan bahwa mereka telah lulus ujian ini

venlo

Venlo adalah sebuah kota di bagian tenggara Belanda, dekat perbatasan Jerman dan terletak di provinsi Limburg.

Floriade World Horticultural Expo di Venlo Region; Pameran yang diadakan 10 tahun sekali ini wajib dikunjungi jika Anda sedang berada di Venlo dan pecinta taman dan bunga.

Tempat tinggal: Di sini ada 2 jenis tipe tempat tinggal, ada rumah yang biasa kita sebut rijtjeshuis dan ada juga apartment. Masing-masing tipe bisa full furnished atau unfurnished.  Untuk di Venlo, yang kotanya jauh dari mana-mana, bisa dapat dengan harga sewa 300 euro all in/bulan dengan spesifikasi 3 kamar tidur, ruang tamu dan dapur kecil. Untuk di kota-kota besar seperti Amsterdam, Rotterdam dan Utrecht harga sewa per-bulannya akan jauh lebih mahal.

Rijtjeshuis

Transportasi: Alat transportasi yang biasa kami gunakan yaitu bus, tram dan kereta. Semua transportasi tersebut baby friendly. Untuk orang yang sudah berumur biasa mereka menggunakan scootmobiel. Rata-rata hampir setiap penduduk di sini punya mobil dan sepeda. Ketika cuaca ekstrim seperti musim dingin biasanya kami menggunakan mobil untuk berpegian.

scootmobiel

Scootmobiel salah satu alat transportasi yang umum digunakan oleh para manula di Venlo

Asuransi : Semua orang yang tinggal atau bekerja di Belanda wajib untuk mengambil standar asuransi kesehatan untuk menutupi biaya, misalnya, konsultasi dokter umum, perawatan rumah sakit, dan untuk resep pengobatan. Di sini banyak sekali macam-macam asuransi. Kita harus pintar pintar memilih dan membayar hanya apa yang kita butuhkan.

Penduduk tetap dan karyawan lokal (dari dan luar Belanda) wajib memiliki “Basisverzekering” (Basic Health Insurance)

Di setiap Website asuransi ada contoh penghitungannya. Misalkan saya, saya akan mengisi data-data untuk mendapatkan kuota asuransi per bulannya: wanita, 28 tahun, ingin asuransi yang mencakup dokter kandungan, melahirkan, dan asuransi sakit di luar negeri. Lalu saya isi lagi data suami, laki-laki, 33 tahun, ingin asuransi yang mengcover  gigi 100% dan asuransi sakit dalam dan luar negeri. Terakhir saya masukan data anak- walau sebetulnya tidak berpengaruh kalo untuk anak, karena untuk anak berusia 0-18 tahun asuransinya free dari pemerintah Belanda dan semua dicover: baik gigi, kecelakaan, sampe operasi sekalipun. Setelah semua data dan jenis coverage yang saya inginkan telang dilengkapi, saya akan dapat total harganya. Sejauh ini yang saya bayar untuk saya sendiri (full asuransi melahirkan, dokter kandungan, kecelakaan, sakit di dalam dan luar negri) dan suami (full asuransi gigi, kecelakaan, sakit di dalam dan luar negeri), kami harus membayar 191,75 euro per bulannya. Untuk lebih lengkapnya bisa baca di sini.

Venlo Stadhuis – yang ramai pengunjung saat musim panas

Pengalaman Hamil dan Melahirkan. Di Belanda, setiap ibu yang sedang hamil wajib memiliki asuransi dimana semua biaya akan ditanggung oleh pihak asuransi. Jika kita sudah tes kehamilan dan positif, kita biasanya pergi ke dokter keluarga. Masing-masing orang di sini sudah mempunyai primary doctor, jadi kita akan selalu pergi ke dokter tersebut jika kita sakit apapun jenisnya. Jika kita dirasa harus mengunjungi dokter spesialis tertentu, maka dokter keluarga kita itulah yang akan merujuk ke dokter spesialis yang dituju. Nah, untuk kasus kehamilan, biasanya kita akan dirujuk ke verloskundige atau bidan. Seorang verloskundige yaitu orang yang mengambil pendidikan S2 yang mengambil pendidikan kebidanan, jika sudah lulus, mereka dapat membuka praktek di rumahnya. Ditempat prakteknya sudah lengkap dengan peralatan USG mulai dari 2D, 3D hingga 4D. Untuk jadwal kunjungan, biasanya dilakukan 2 minggu sekali selama hamil hingga melahirkan. Verloskundige inilah yang akan membantu kita saat melahirkan nanti baik di rumah maupun di rumah sakit. Di Belanda banyak orang yang melahikan di rumah sendiri, saya sendiri merasa lebih nyaman untuk melahirkan di rumah sakit pada saat itu.
thierra

A week old Thierra

Seminggu setelah melahirkan, veroskundige akan datang ke rumah kita untuk menimbang bayi kita dan mengecek kondisinya. Verloskundige ini akan datang seminggu sekali hingga satu bulan setelah proses kelahiran. Bagi saya pribadi, saya merasa memiliki hubungan yang dekat sekali dengan Verloskundige saya, karena semenjak hamil, melahirkan dan pasca melahirkan beliau selalu mendampingi saya. Sedih rasanya ketikan harus berpisah.

Sekolah Anak: Beberapa hari setelah ulang tahun ke 3, setiap anak di belanda akan dapat surat pemberitahuan dari gemeente (kantor kecamatan) yang isinya adalah mengenai kapan dilaksanakan open house sekolah dasar di kecamatan-kecamatan tersebut. Ada daftar SD apa aja, kapan open house nya dan kapan pendaftarannya. Dalam kasus Thierra yang berulang tahun ke-3 pada bulan Oktober 2014 lalu, selang beberapa hari setelah ulang tahun, kami langsung mendapat surat bahwa beberapa SD di dekat rumah sini mengadakan open house pada bulan Januari 2015. Nah pendaftaran sekolah adalah biasanya seminggu setelah diadakannya open house. Jadi awal Februari sudah harus daftar sekolah, padahal masuk sekolahnya baru bulan Oktober (di sini anak masuk SD umur 4 tahun, masuknya tergantung ulang tahunnya). Thierra ulang tahunnya 2 Oktober jadi masuk sekolahnya persis kalo dia nanti umur 4 tahun (atau bisa juga seminggu sebelum dia berulang tahun ke empat). Jadi tidak seperti di Indonesia yang bulan Juli atau Agustus tahun ajaran barunya. Di Belanda, tiap bulan pasti ada anak baru di kelas karena mulai sekolahnya tergantung dari kapan dia ulang tahunnya 🙂

Between the ages of four to twelve, children attend elementary school (basisschool; literally, “basic school”). This school has eight grades, called groep 1 (group 1) through groep 8. School attendance is not compulsory until group 2 (at age five), but almost all children commence school at age four (in group 1).

Tunjangan untuk anak: Thierra mendapatkan tunjangan anak atau yang disebut kinderbijslag per kwartal (4 kali dalam setahun, jadwalnya1 Januari,1 April, 1 Juli dan 1 Oktober) dari pemerintah Belanda, yang besarnya tergantung umur anak; semakin besar umurnya, semakin banyak tunjangannya. Tunjangan ini berhak didapatkan anak sampai dia berusia 18 tahun.
Daycare: Saat ini saya sedang menyelesaikan kuliah saya di Gilde Opleidingen, jurusan Pedagogisch Medewerker Kinderopvang (Child Care Worker). Pada saat saya kuliah, Thierra saya titipkan di daycare. Tarif yang dikenakan yaitu 6,5 euro per jam dan sudah termasuk popok serta makanan, jadi saya biasanya hanya menyiapkan baju ganti saja di tas Thierra. Di Venlo untuk pembayaran daycare menganut sistem subsidi dari pemerintah. Jadi subsidi didapatkan jika kedua orang tua bekerja atau salah satu bekerja dan yang lainnya sekolah. Jika salah satu orang tua di rumah dan tidak bekerja maka tidak berhak mendapatkan subsidi. Pemerintah ingin menggalakkan program bekerja, karena jika banyak orang yang bekerja, banyak juga yang akan bayar pajak. Oh ya, untuk jumlah subsidi yang didapatkan tergantung dari gaji orang tua.
daycare

Thierra ketika di daycare

Salah satu ruangan di daycare

Salah satu ruangan di daycare

Tempat bermain bersama anak : Ketika musim dingin atau musim gugur biasanya saya membawa Thierra ke indoor playground bernama Ballorig dimana cuaca tidak mendukung untuk Thierra bermain outdoorBallorig ini cabangnya ada di hampir setiap kota di Belanda. Tiket masuk Ballorig per anak 7,5 euro dan orang tua (16+) gratis. Ballorig ini juga menyediakan fasilitas kartu tahunan dimana kita bebas bermain selama setahun dengan biaya hanya 7 euro perbulan. Untuk info lebih lengkap bisa klik disini.

Suasana di Ballorig

ballorig

Thierra di Ballorig

Selain ballorig, biasanya saya mengajak Thierra public space lainnya seperti ke Limburgs museum dimana disana kita bisa melihat barang-barang peninggalan dari pra sejarah hingga saat ini.

salah satu kegiatan di Limburg Museum

salah satu kegiatan di Limburg Museum

Selain museum, di Venlo ada juga science center bernama Ithaka. Selain bermain tentu saja anak bisa banyak belajar disini.
ithaka 1

Ithaka Science Center

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

kegiatan science yang ada di Ithaka

 Beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi jika sedang berkunjung ke Venlo:

Naik kapal di sungai Maas

Suasana di dalam kapal

Suasana di dalam kapal

Kinderboerderij Hagerhof (kebun binatang)

Di kebun binatang ini kita bisa memberi makan dan memegang binatang yang ada

Bisa memberi makan dan memegang binatang yang ada

klimpark 1

Klimpark Fun Forest ( Taman Panjat)

Bulan Februari lalu juga ada Venlo Carnaval yang berlangsung selama 4 hari (mulai hari Sabtu -berakhir hari Selasa). Ini adalah salah satu karnival tertua di Belanda: dirayakan sejak tahun 1912, kecuali untuk periode Perang Dunia Kedua.

Sejauh ini saya sangat menikmati hidup merantau di Venlo, walau tidak sebesar dan seramai kota besar lainnya seperti Amsterdam atau Roterdam, saya tetap bisa merasakan kenyamanan hidup di negeri kincir angin ini. Tidak dipungkiri kadang saya sangat rindu dengan jajanan pinggir jalan yang ada di Indonesia, walau sudah merantau jauh, lidah saya ini tetap lidah dengan selera Indonesia 🙂

Di Venlo ada toko masakan Jawa bernama Toko Indradjaja – toko ini juga ada di beberapa kota lain di Belanda.

Komunitas: Di Venlo ada komunitas Keluarga Katolik Indonesia, pengajian dan arisan kecil-kecilan biasanya juga rutin diadakan. Karena kesibukan kuliah saat ini, saya belum terlalu aktif dalam kegiatan komunitas tersebut. Ohya, di sini juga ada komunitas yang bernama IWN (Indonesian Women in Netherlands) tapi itu untuk seluruh Belanda bukan hanya di Venlo- kalau sedang tinggal di Belanda dan tertarik, bisa ikut gabung dengan 440 member IWN lainnya di page Facebook IWN, rencananya bulan April ini akan ada outing ke Brussels bersama-sama. Yuk ikutan..!

——-
Semua foto terlampir adalah milik Maya dan beberapa foto penunjang terhubung langsung dengan link foto asli. Interviewed and edited by mamarantau’s contributor Yania Andarini.

Advertisements

One thought on “Merantau di Venlo

  1. Andin says:

    Hi Mba Maya.

    Saya mau tanya,
    Kalo semisal suami orang indonesia dapat pekerjaan di Belanda,
    Saya dan Suami harus mengikuti Ujian MVV ga ya mba untuk apply visa ke sana?

    Terima kasih 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s