Pasar Raya di Addison, Texas

Pada hari Sabtu tanggal 8 November 2014 lalu, IFGF Dallas mengadakan event Pasar Raya. Tidak seperti di acara 17-an di bulan September lalu, di Pasar Raya anda tidak akan menemukan lomba makan kerupuk atau karaoke lagu Indonesia. Acara ini khusus untuk jual-beli makanan dan minuman khas Indonesia. Yang menarik dari acara ini adalah lokasi yang dipilih oleh panitia yaitu hotel La Quinta Inn di Addison, Texas.

pasaraya3

Tidakada asap bakar sate, ruanganrapih dan bersih, kami pengunjung pun tidak kepanasan atau kedinginan, dan kalau mau menghangatkan makanan, kami boleh memakai microwave yang tersedia dari hotel. Selain itu, pembayaran pada masing-masing stall makanan menggunakan kupon dengan harga yang ‘pas’, jadi kami tidak perlu bawa-bawa koin.

pasaraya5

Makanan yang disajikan juga lebih variatif, dan menu lengkapnya sudah disebarluaskan melalui email dan social media sejak beberapa minggu yang lalu, agar pengunjung dapat melakukan pre-order.

pasaraya8

“Emang kenapa sih perlu pre-order?”, pikir saya waktu membaca menu yang dikirim teman saya melalui Facebook. Ternyata pas hari H, banyak makanan yang sudah habis terjual pada pukul 11.30 sedangkan acara baru dimulai pukul 11 siang! Kebanyakan pengunjung sudah pre-order untuk bungkus bawa pulang, yahh…lumayan kan bisa stock ayam penyet/ ikan pesmol / kering tempe untuk makan dirumah? 🙂

  pasaraya2

pasaraya3pasaraya4

Menu fvorit kami adalah Mpek-mpek oleh Kedai Gisi, Nasi Kapau oleh ibu Wati Thompson, dan Risoles oleh Ibu Ita Amalia.

Sayangnya kami tidak kesampaian untuk menyicip Klepon, Martabak, dan Mie Kocok Bandung karena sudah kehabisan dalam waktu kurang dari setengah jam. Sepertinya mengunjungi acara seperti Pasar Raya ini membutuhkan strategi khusus : cek menu pre-order, pesan yang mau dibawa pulang, rencanakan stall mana saja yang mau dikunjungi di hari H, bagi tugas (papa coba makanan A, mama coba makanan B), dan yang pasti datang lebih awal supaya tidak kehabisan!

***

 

17-an di Bulan September

Oleh Debora Manusama-Sinaga

Hari Minggu tanggal 21 Septermber lalu,KMI Dallas-Fort Worth menyelenggarakan acara Indonesian Festival untuk merayakan HUT RI yang ke 69. Mengapa diadakan pada bulan September? Diantara banyak alasan lainnya, KMI sepertinya menyadari bahwa musim panas di Texas merupakan salah satu yang terburuk di Amerika, dengan ketinggian suhu yang dapat mencapai 104 derajat Fahrenheit, khususnya di bulan Agustus. Sayangnya, meski sudah memasuki bulan-bulan musim gugur, Texas masih saja didera panasnya matahari, dan Indonesian Festival minggu lalu juga tidak luput dari sengatannya.

Processed with VSCOcam with f2 preset

Puluhan (bahkan mungkin ratusan) warga Indonesia dan keluarganya memenuhi pavillion kecil di Mary Heads Carter Park, Carrollton mulai dari pukul 11.30 siang hingga 3.30 sore. Meski cuaca sangat panas, kami berbondong-bondong mengantri untuk membeli sate, lontong sayur, pastel, risol dan bakso sambil menikmati hiburan karaoke lagu-lagu Indonesia.

Processed with VSCOcam with f2 preset

Dengan $8 kami bisa mengobati rasa kangen  makanan Indonesia dengan menyantap  5 tusuk sate, lontong, acar, dan kerupuk. Pengunjung yang membawa anak juga bisa mendaftar untuk lomba makan kerupuk dan lompat karung ala 17-an.

Processed with VSCOcam with f2 preset

Saya dan keluarga sangat excited bisa mengajak sepasang orang tua murid dari sekolah renang anak kami yang ternyata berketurunan Jawa-Jerman. Dibesarkan oleh keluarga ‘setengah bule‘, teman kami ini sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia dan sudah lama sekali tidak pulang ke Indonesia. Setelah melahap 4 porsi makanan kesukaan kami, panasnya Texas pun akhirnya mendorong kami untuk pulang lebih awal. “Jangan lupa untuk mengajar anak anda berbahasa Indonesia. Jangan sampai mereka melupakannya,” tutur salah satu anggota KMI  sebelum kami pulang. Sebuah pesan yang tentunya akan kami ingat selama perantauan kami 🙂