Merantau di Egham

Foto 1. berdua bersama Athar dinaungi cuaca gloomy-nya London (1)Veni Takarini – A mother of Athar who took dentistry and taught short courses in United Kingdom during 2014 – 2015. Love to try new things and gain a lot of experiences from local community in Egham. Now she is back to lovely hometown in Bandung.

VENI DAN KELUARGA

Dua bulan setelah menikah di tahun 2011, suami saya harus berangkat ke London untuk melanjutkan pendidikannya di Royal Holloway University of London, sedangkan saya tidak bisa ikut berangkat mendampinginya karena baru saja menjalani pekerjaan di Indonesia selama satu tahun, sehingga tidak bisa langsung mengajukan cuti dalam waktu dekat. Pada tahun 2014, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kursus di negara yang sama dengan tempat suami belajar. Tidak menunggu lama, saya segera mempersiapkan keberangkatan. Karena khawatir Athar, anak kami, akan sulit langsung dekat dengan Papanya, saya memutuskan untuk memboyong orangtua sekaligus memberikan kesempatan untuk mereka berlibur.

Foto 2. Foto keluarga

Bersama suami dan Athar

KEHIDUPAN DI EGHAM, UNITED KINGDOM

Egham termasuk dekat dari London dan punya stasiun kereta sendiri yang sebenarnya jarang dimiliki oleh kota kecil seukuran Egham. Hanya dengan ±50 menit dan ongkos berkereta £14 kita sudah dapat merasakan sibuknya London. Populasi mahasiswa disini memang banyak sekali dan kebetulan Royal Holloway adalah salah satu universitas dengan populasi mahasiswa internasional yang paling banyak seantero UK. Untuk mahasiswa muda yang belum berkeluarga sepertinya Egham adalah kota yang tepat untuk mendapatkan keseimbangan antara sepinya kota pelajar dan hingar bingarnya kehidupan di London.

Lokasi Egham yang dekat dengan tempat tinggal keluarga kerajaan dengan berbagai pilihan kampus internasional favorit menjadikan biaya akomodasi di daerah ini termahal kedua di UK setelah London. Di sini, biaya sewa rumah paling murah untuk mahasiswa single sekitar £400, sharing dengan 4 sampai 5 orang dan biasanya belum termasuk tagihan lainnya. Sedangkan untuk keluarga kecil, dapat menyewa studio, dengan perkiraan biaya sekitar £650-700 perbulan di luar tagihan lainnya. Kami terhitung cukup beruntung karena bisa sharing rumah yang lumayan besar dengan keluarga yang berasal dari Indonesia lainnya, sehingga pengeluaran tidak terasa terlalu mencekik.

Foto 3a. Suasana sepi di sekitar perumahan tempat tinggal kami, sangat ramah anak

Suasana di daerah rumah tinggal kami

Foto 3b Egham Train Station Panoramio

Egham Train Station Panoramio

Untuk sarana transportasi, selain dengan kereta, kita dapat dengan mudah menggunakan bus ataupun berjalan kaki. Berjalan kaki di sini tidak terlalu terasa melelahkan karena selain aman, udaranya juga segar, sehingga perjalanan menjadi tidak terlalu terasa berat. Untuk menikmati Egham, Windsor dan sekitarnya kita dapat membeli tiket bus harian seharga £7 untuk berjalan-jalan.

Foto 4. Contoh sarana transportasi bus

Bus di Egham

Hal yang penting untuk dilakukan pertama kali ketika tiba di Egham adalah pencatatan data sebagai penduduk Egham, karena dengan ini proses pendaftaran untuk fasilitas kesehatan, perpustakaan dan fasilitas lainnya menjadi mudah. Waktu itu yang terpikirkan pertama adalah mendaftarkan Athar ke fasilitas kesehatan terdekat, yaitu National Health Service (NHS), mengingat usianya yang baru akan 2 tahun, sehingga ada beberapa imunisasi yang masih perlu dilengkapi untuk tetap menjaga kesehatannya.

Ada sedikit pengalaman yang menarik buat saya, ketika pertama kali belanja tanpa ditemani suami, saya pergi bersama Mama. Tujuan kami hanya membeli satu produk, harganya pun ternyata cukup murah. Waktu itu saya dengan percaya diri membayar dengan selembar uang bernominal besar. Awalnya petugas toko bertanya, adakah uang nominal kecil, saya minta maaf dan menjawab tidak ada, karena uang selembar itulah satu-satunya yang saya bawa. Kebisaaan buruk saya, jika hanya akan keluar belanja di tempat yang dekat, saya tidak pernah membawa dompet. Hanya uang yang dibutuhkan saja. Kemudian dia menegaskan lagi pertanyaannya, dan kali ini saya hanya tersenyum karena saya sudah jawab dan memang tidak bawa apa-apa lagi, tapi ternyata respon yang saya dapatkan cukup mengejutkan ‘That is not funny,’ he said.

Sampai di rumah saya masih sedih dan merasa takut untuk keluar belanja sendiri lagi. Papa dan suami saya mengingatkan untuk mengambil sisi positifnya saja. Hal itu kan sama saja seperti mau naik angkot rute dekat tetapi nekat membayar dengan uang seratus ribuan, ya supir angkot pasti akan kesal tentunya hehe…jadi, di sini lebih baik bayar dengan uang receh pas-pasan dibanding bayar dengan nominal besar. Hal ini berlaku juga untuk toko-toko besar, bukan hanya toko kecil.

ROYAL HOLLOWAY UNIVERSITY OF LONDON

Royal Holloway University of London adalah salah satu kampus yang merupakan bagian dari University of London yang berada di luar London. Situasi ini mirip dengan kampus UNPAD atau ITB di Jatinangor dengan kampus utama di Kota Bandung. Biasanya, teman-teman Indonesia yang datang dari luar kampus RHUL kami bawa kesini sebagai salah satu tujuan wisata karena gedung tuanya yang bagus dan sejarahnya yang menarik. Bagi yang sudah menonton salah satu film The Avengers yang terbaru mungkin sudah mengenali kampus ini.

Foto 14a. sudut foto kastil Royal Holloway yang paling bagus menurut saya

Salah satu sudut kastil Royal Holloway

Foto 14c. Kastil kembaran Royal Holloway yang ada di Virginia Water. sekarang sudah menjadi perumahan.

Kastil kembaran Royal Holloway di Virginia Water yang sudah menjadi perumahan

Selain RHUL, Egham memiliki Strode’s College. Kampus yang ini membuka pendaftaran untuk adult education. Selain untuk belajar, ada beberapa kursusnya yang bersifat rekreasional seperti merajut, dansa, ataupun membuat kerajinan lainnya.

Foto 15. Foto di depan Strodes College, egham

Foto di depan Strodes College, Egham

Saya mencoba mengikuti salah satu kursus mengenai Teaching and Education. Interaksi saya dengan penduduk asli UK mulai terbina di sini karena peserta belajarnya kebanyakan adalah residen. Mereka sangat ramah dan menerima para pendatang dengan baik.

AKTIVITAS ANAK

Ketika datang di Egham, Athar baru akan berusia 2 tahun. Di sela-sela jadwal kursus, saya selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan bermain Athar dengan beberapa aktivitas yang menyenangkan, seperti:

Mengajaknya main di beberapa playground yang terletak di sekitaran Egham dan Staines. Di antaranya adalah Manocroft Playing Field, Hythe Park, Pooley Green Park, dan juga Runnymede Park. Athar paling senang main di Hythe Park yang memiliki trampolin dan Runnymede Park yang memiliki splish splash pool ketika musim panas. Cukup untuk mengobati kerinduan untuk belajar berenang, tetapi harus ingat untuk memakaikan suncream karena sinar matahari yang terik.

Mengajaknya ke Egham Library. Selain untuk meminjam buku bacaan dan buku audio, ada pula acara Rhymetime untuk anak setiap hari Kamis dan Sabtu pagi. Sedangkan pada hari Rabu merupakan jadwal storytime. Selebihnya, waktu untuk berkreasi dan mewarnai bisa dilakukan kapan saja. Pendaftaran untuk menjadi anggota perpustakaan ini sangat mudah, hanya dengan menunjukan bukti alamat tempat tinggal, maka sudah bisa terdaftar menjadi anggota dan menggunakan fasilitas perpustakaan yang ada. Kami bisa meminjam sampai 20 buku di sini, dan kelebihan yang didapatkan untuk anggota anak adalah bila ada keterlambatan pengembalian tidak akan dikenakan denda. Yeeayy!!! Tetapi ya harus ikut peraturan dong karena buku yang dipinjam untuk kepentingan umum juga. Jangan khawatir, jadwal pengembalian buku akan selalu diingatkan melalui email sekitar 3 hari sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Foto 20. Mejeng dulu di depan library

The Haven Surestart Children Centre merupakan tempat bermain yang menyenangkan yang diselenggarakan oleh pemerintah UK. Di sini, anak bisa bermain setiap hari Senin pagi pada program Messy Monday dengan kegiatan yang memicu kreativitas seperti bemain cat ataupun pasir-pasir. Ya, sesuai namanya ‘messy’, memang agak kotor-kotor sedikit, tetapi tidak perlu khawatir karena sudah disediakan peralatan dan ruangan yang memadai. Program lainnya adalah Tiny Toes pada Jumat pagi yang membebaskan anak bermain di dalam dengan berbagai mainan yang disediakan, maupun di luar ruangan dengan bermain mobil-mobilan, rumah-rumahan, ataupun scooter. Kita dianjurkan untuk memberikan donasi sebesar £1, untuk setiap kegiatan. Di sini juga disediakan snack dan buah untuk anak-anak. Saya senang sekali karena dengan disediakannya snack tersebut, Athar semakin cepat untuk berlatih makan sendiri karena termotivasi oleh teman-teman sebayanya.

Untuk anak berusia 2-2,5 tahun akan diberikan surat untuk pemeriksaan perkembangan dan pertumbuhannya. Biasanya perlu membuat janji terlebih dahulu untuk menjadwalkan waktu pemeriksaan. Pemeriksaan perkembangan dan pertumbuhan yang dilakukan adalah pemeriksaan kemampuan bicara dan bahasa utama yang digunakan, interaksi dengan orang lain, aktivitas psikomotor juga pengukuran berat dan tinggi badan. Petugas pemeriksa kemudian akan memberikan informasi dan ulasan mengenai apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Selain untuk anak, ada beberapa program lain yang ditujukan untuk orang tua. Salah satunya adalah Parenting Course yang merupakan kursus 10 minggu dan diadakan setiap hari Selasa atau Rabu. Kegiatan ini tidak memerlukan biaya sedikit pun, hanya saja perlu mendaftar jauh-jauh hari untuk mendapatkan kesempatannya. Dalam kegiatan ini peserta didampingi oleh tiga orang tutor/fasilitator dan belajar bagaimana membesarkan anak yang baik melalui metode diskusi, berbagi informasi dan pengalaman. Kita juga bisa membeli buku yang mendukung kegiatan ini.

Kegiatan ini sangat menyenangkan karena selain belajar, ini juga dapat dijadikan waktu untuk relaksasi yang tepat bagi orangtua, karena dengan program Creche, para orangtua dapat menitipkan anak kepada pengasuh-pengasuh yang terpercaya. Bagi saya, program Creche ini menjadi sarana yang tepat untuk membiasakan Athar belajar mandiri karena kami belum memasukannya ke nursery. Orangtua juga akan mendapat laporan atas kegiatan yang dilakukan oleh sang anak selama waktu tersebut setiap minggunya, sehingga bisa dilihat perkembangan dan kemajuannya.

MAGNA CARTA TRUST 800TH ANNIVERSARY

Egham juga dikenal mempunyai sejarah yang panjang di UK. Disinilah tempat dokumen yang memuat hak asasi manusia pertama kali dibuat dan disahkan pada tahun 1215. Berawal dari perselisihan antara King John dengan beberapa lapisan masyarakat Inggris pada masa itu, maka dibuatlah sebuah piagam untuk membatasi hak dari para pembesar kerajaan dan masyarakat umum. Sejak saat itu tidak ada orang atau raja sekalipun yang berada di atas hukum. Dokumen inilah yang dikenal dengan Magna Carta. Pengenalan mengenai sejarah Magna Carta ini disajikan dengan lengkap di Egham Museum yang terletak di High Street.

83416299_img_3983

Monumen Magna Carta

Perayaan Magna Carta Day diadakan setiap tahun, dan kebetulan tahun 2015 menjadi perayaan yang ke-800 tahun, sehingga dirayakan dengan sangat meriah dibanding dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, Ratu Elizabeth pun datang ke area monumen Magna Carta dekat Runnymede Park untuk memperingatinya. Berbagai festival diadakan di beberapa tempat, mulai dari Egham High Street, kampus-kampus sekitar (RHUL dan Strode’s College), serta Runnymede Park. Penduduk Egham dan para pendatang akan berkumpul dan merayakannya.

Foto 7. Suasana highstreet Egham yang ramai pada saat perayaan Magna Carta

Suasana highstreet Egham yang ramai pada saat perayaan Magna Carta

Festival yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari balap perahu mengarungi sungai Thames yang melewati Runnymede Park yang juga menampilkan perahu kerajaan milik Ratu Elizabeth, sampai dengan pertunjukan teater The Pageant yang menampilkan kisah tentang pengesahan Magna Carta lengkap dengan Knights Battle-nya.

Foto 9. Perahu Ratu Elizabeth

Perahu Ratu Elizabeth

Yang paling berkesan untuk Athar adalah open day Fire Station, karena di sini anak-anak bisa merasakan bagaimana menjadi petugas pemadam kebakaran, mulai dari menggunakan atributnya sampai menaiki truk besarnya, perahu penyelamat sampai ambulans.

Foto 12. Open day Fire Station berarti anak-anak boleh naik truk pemadam kebakaran

Open Day Fire Station

Ketika malam tiba, tepatnya sekitar pukul 21.30 ada lagi kemeriahan dari kembang api yang dinyalakan di beberapa tempat. Uniknya beberapa festival ini dilaksanakan bergiliran di beberapa lokasi agar semua pengunjung bisa terfokus di satu tempat untuk menikmatinya. Yang terbaru dari acara Magna Carta tahun ini adalah disahkannya patung Ratu Elizabeth di area Runnymede Park, tepatnya pada tanggal 14 Juni 2015.

EMPAT MUSIM

Kami mengalami empat musim di sini. Musim semi, panas, gugur, dan dingin. Kami datang ketika musim semi. Tetapi walaupun musim dingin sudah lewat, saya masih tetap saja merasa kedinginan. Tahun ini, datangnya musim panas bertepatan dengan Ramadhan. Jadi waktu puasa di sini menjadi cukup panjang, sekitar 18-19 jam, dimulai sahur sekitar pukul 2.00 dini hari dan berbuka sekitar pukul 21.20 malam. Alhamdulillah, kami bisa melewati dan menikmatinya. Pada saat musim gugur datang semuanya terlihat sangat cantik karena pohon-pohon mengugurkan daun-daunnya. Untuk musim dingin, Egham jarang sekali mendapat salju, tetapi Alhamdulillah pada tahun kami tinggal di sini kami bisa merasakannya. Ketika itu masih jam 5 pagi, saya dan Athar dengan semangat bergegas menuju luar rumah dan bermain salju. Salju yang turun memang tidak banyak, tapi kalau untuk membuat sowman saja, bisalah.

Foto 24. Alhamdulilah sempat membuat snowman dari salju yang tipis

Walaupun tipis, tetap bisa membuat snowman!

Uniknya lagi, kampus RHUL turut menyemarakkan suasana dengan menghadirkan rusa-rusa kutub di kampus. Rasanya lengkap sudah pengalaman kami menikmati musim-musim di sini.

Foto 25a. Saat winter banyak keramaian di Royal Holloway pagelaran reindeer ini termasuk salah satunya

Saat winter banyak keramaian di Royal Holloway. Pagelaran reindeer ini termasuk salah satunya

MENIKMATI EGHAM DAN SEKITARNYA

Kota terdekat yang biasa kami kunjungi selain Staines, adalah Englefield Green dan Windsor. Jika akan berangkat ke Windsor menggunakan bus, maka kita akan melewati Englefield Green. Di sini setiap tahunnya diadakan acara Steam Fair yang menjadi tempat bermain yang menyenangkan.

Foto 26. Steam fair di Englefield green

Windsor memang sudah cukup terkenal karena di kota ini banyak memiliki istana tempat tujuan wisata, diantaranya adalah istana tempat tinggal Ratu Elizabeth. Suatu hari kami pernah melihatnya dalam kendaraan yang melaju di dalam istana tanpa pengawalan yang ketat, ketika kami berjalan melewati The Long Walk. Jalur awal The Long Walk ini ditandai dengan adanya patung King George yang menghubungkan Great Windsor Park dengan Windsor Castle. Selain di istana Buckingham, London, di istana ini juga terdapat proses Changing Guard yang menjadi daya tarik turis.

Foto 27. Patung king George yang menandai dimulainya jalur the Long Mile

Patung king George yang menandai dimulainya jalur the Long Walk

Selain istana yang menjadi daya tarik, tempat wisata yang kami kunjungi lainnya adalah Legoland Windsor. Di tempat ini Athar sangat dimanjakan dengan permainan-permainan yang menarik. Kami mengikuti program Merlin Pass dengan membayar sekitar £70 di masa promosi untuk keanggotaan satu tahun. Merlin Pass ini bisa digunakan untuk menikmati beberapa tempat wisata yang tersebar di UK. Selain Legoland Windsor, ada juga Thorpe Park, Maddame Tussauds, SeaLife Aquarium, London Eye, Alton Towers, dan masih banyak lagi. Thorpe Park sebenarnya berada relatif dekat dari Egham (https://www.thorpepark.com/) wahananya seperti DUFAN dengan beberapa wahana yang cukup ekstrim walaupun masih tetap dapat dinikmati oleh seluruh keluarga. Namun sayang, kami belum sempat mengunjunginya karena hampir semua wahana mengharuskan tinggi minimum 1 meter sedangkan tinggi Athar belum mencukupi.

Ada satu tempat favorit Athar yang cukup sering kami kunjungi, yaitu National History Museum. Tempat ini menjadi favorit Athar karena banyak terdapat fosil-fosil dinosaurus dan binatang lainnya. Lokasi lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Tower Bridge, London Bridge, dan Hampton Court Palace. Kami juga sempat mengunjungi daerah lain seperti Leicester, Welwyn Garden City, Guildford, Oxford karena bertepatan dengan lokasi kursus kedokteran gigi yang saya ambil. Tak jauh dari Oxford ada kota kecil bernama Bicester Village (http://www.bicestervillage.com/), tempat berburu barang-barang branded yang sedikit outdated dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan di outlet resmi mereka. Tempat ini selalu penuh dan tak jarang kita dapat bertemu dengan sesama perantau dari Indonesia. Bahkan saking banyaknya pengunjung dari luar negeri, sampai-sampai disediakan musala dan tempat beribadah lainnya di sana.

HELLO INDONESIA, PEMILU DAN PERAYAAN KEMERDEKAAN

Hello Indonesia adalah acara tahunan yang digagas oleh penggiat turisme di Indonesia sebagai ajang promosi mengenai Indonesia di UK. Acaranya diadakan di Trafalgar Square pada salah satu weekend di bulan Mei atau Juni. Untuk kami yang kangen Indonesia, acara ini menjadi kegiatan temu kangen warga Indonesia dan menjadi ajang jajan kuliner nusantara.

Selain Hello Indonesia, perayaan hari kemerdekaan Indonesia di UK juga menjadi salah satu ajang silaturahmi dengan sesama saudara sebangsa setanah air. Perayaan hari kemerdekaan di UK juga tak kalah meriah jika dibandingan dengan di Indonesia. Hanya saja, acara seperti ini lebih mempunyai nilai tambah untuk kami yang tinggal di luar negeri. Di acara ini kami bertemu banyak teman dan calon teman yang dalam keseharian agak susah bertemu karena perbedaan jadwal kesibukan, jarak, dan lain sebagainya. Bahkan di satu kesempatan, saya dan suami bertemu dengan kawan semasa SMA yang di Indonesia saja, walaupun kami tinggal di pulau yang sama, tidak pernah bertemu semenjak kami lulus SMA.

Lain halnya dengan pemilu. Mengikuti proses Pemilu 2014 di UK menjadi pengalaman unik kami selama tinggal disini. Pemungutan suaranya diadakan di kantor kedutaan besar Indonesia di London. Bagi penduduk yang tinggal di area sekitar London, dapat langsung mengikuti Pemilu pada harinya. Namun bagi masyarakat Indonesia yang tinggal jauh dari London, disediakan mekanisme memilih melaui amplop surat yang dikirimkan beberapa waktu sebelum pemilu sehingga dapat dihitung bersamaan dengan hasil pemungutan suara langsung.

Foto 39a. Suasana pemilu langsung di KBRI LOndon

Suasana pemilu

HALQAH, FAMILY IFTAR DAN LEBARAN DI EGHAM

Sebagai seorang muslim, pikiran saya ketika datang pertama kali ke UK dipenuhi dengan bagaimana pelaksanaan ibadah dan bagaimana mencari bahan makanan halal. Tetapi ternyata kekhawatiran saya agak berlebihan. Di UK, setidaknya di Egham, walaupun menganut sistem sekuler tetapi masyarakatnya menghargai perbedaan, apalagi masalah kepercayaan pribadi. Kami dapat dengan mudah mengakses tempat untuk beribadah. Bahkan di Royal Holloway,  disediakan ruang baru untuk komunitas muslim di Egham dan sekitarnya untuk melaksanakan salat jumat dan acara-acara keagamaan lainnya seperti salat Ied ataupun acara silaturahmi antara sesama muslim. Ada juga pengajian rutin (halqah) yang diadakan di Windsor setiap minggunya yang pesertanya berasal dari dari beragam latar belakang etnis dan budaya.

Bahan makanan halal juga relatif mudah ditemukan. Biasanya kami pergi ke Slough dan Hounslow. Untuk pilihan restoran atau toko yang menyediakan bahan halal bisa melihat website http://www.halalhmc.org/. Kalau sekiranya malas jalan-jalan, memesan bahan makanan halal online melalui beberapa website juga dapat dilakukan. Bahkan, toko-toko kelontong besar seperti TESCO, ASDA dan SAINSBURY’S sudah banyak menyediakan opsi daging halal di websitenya.

Foto 41a.Mushola di RHUL

Mushola di RHUL

Foto 42 Suasana family iftar di RHUL, anak-anak berlarian tak terkendali

Suasana family iftar di RHUL

Kehidupan singkat kami di Egham memberikan segudang pengalaman untuk kami. Semua pasti setuju, belajar memang tidak pernah ada matinya, tentunya akan dilakukan terus menerus sepanjang hayat. Ya, kehidupan saya berubah drastis di Egham. Saya mulai belajar berumahtangga secara mandiri, mulai belajar masak, memahami cara mendidik anak, bahkan belajar mengenai ragam kehidupan. Sungguh berbeda ketika di Indonesia, saya lebih banyak disibukan oleh pekerjaan kantor, sedangkan di sini saya mulai belajar memaknai kehidupan yang sebenarnya, dan semoga saja ketika kembali nanti saya dapat menata hidup dengan lebih baik lagi.

Saya dan Athar harus kembali ke Indonesia lebih awal dikarenakan izin belajar saya sudah habis dan sudah harus kembali bekerja. Semoga suami saya bisa cepat menyusul pulang dan kemudian merencakan perantauan kami berikutnya.

—–

Sebagian foto pada laman ini terhubung dengan image asli gambar, dan selebihnya adalah karya Veni dan keluarga.

This article is edited by Mamarantau Content Editor and Contributor: Ajeng Ika Nugraheni, a mamarantau based in Singapore.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s