Merantau di Cape Town

imageMega Puspita – A 30 year-old wife of a Filipino husband, full time mom for Shana and Sheenan. I’m passionate about collecting vintage items and running an online business from my hobby. Spent some years to live Sweden, Qatar, and Johannesburg, our family now reside in Cape Town, South Africa.

Semenjak menikah, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya di dunia telekomunikasi dan menjadi full-time housewife karena mengikuti suami yang bekerja di luar negeri. Suami saya bekerja di bidang telekomunikasi, pekerjaan suami yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain membawa pengalaman yang sangat berharga di mana kami bisa coba merasakan pengalaman hidup di beberapa negara dalam waktu tinggal yang tidak terlalu lama namun tetap bisa belajar untuk hidup mandiri.
Tahun 2009 adalah tahun pertama saya mulai tinggal merantau di luar negeri. Negara pertama yang kami tempati adalah Swedia, kami menetap sekitar 6 bulan dan kembali balik ke Indonesia untuk proses menunggu kelahiran anak kami yang pertama (kedua anak saya lahir di Indonesia ). Negara kedua adalah Qatar, yang  kami tempati selama 1.5 tahun. Dan perjalanan merantau kami masih terus berlanjut, negara yang kami tempati saat ini adalah  Afrika Selatan.

South Africa in African Continent

Awal kepindahan kami ke South Africa, kami tinggal di Johannesburg pada tahun 2012, saat itu kami baru memiliki satu orang putri yang berumur 2 tahun, sebelum akhirnya kami pindah ke Ibukota negara South Africa, yakni Cape Town pada tahun 2013.  Saat ini saya sudah menjadi Ibu bagi dua orang anak.
3

Saat di Cape of Good Hope

Cape Town sebagai ibukota negara, adalah salah satu kota dengan populasi terbesar di South Africa (987,000 data sensus tahun 1996). Kendala berbahasa tidak terlalu saya rasakan, karena hampir semua penduduk lokal dapat fasih berbahasa Inggris, selain Afrikaans.

Pemandangan indah di Cape Town berlatarbelakang Table Mountain

South Africa menjadi negara favorit kami dari beberapa negara sebelumnya yang pernah kami tempati. Kami menemukan beberapa kemudahan selama tinggal di sini, terutama bagi orang tua yang memiliki dua anak balita. Yang paling terasa memudahkan adalah, tidak seperti di Indonesia (khususnya ibukota Jakarta), di sini hampir bisa dikatakan bebas macet. Dengan jarak yang tidak terlalu dekat dari rumah, dalam waktu tempuh 10 menit, anak-anak sudah sampai di sekolahnya, jadi banyak waktu yang bisa dihemat 🙂

Lalu dalam bayangan saya sebelum pindah, negara ini tinggi kriminalitas, belum berkembang dsb. Namun ketika sampai di negara ini dan merantau,  pandangan saya berubah 180 derajat. Warga negara di sini sangat ramah dan hangat terhadap pendatang. Terkadang saya hampir lupa kalau saya sedang berada jauh dari tanah kelahiran saya. Isu tentang perbedaan SARA juga tidak pernah saya dan keluarga rasakan mereka sangat welcome terhadap pendatang.

Cape Town City (Kaapstad – in Afrikaans) at night. Cape Town menyediakan banyak wisata alam yang dapat memanjakan mata penduduk atau pendatang. Beberapa dari tempat tersebut dapat dinikmati secara cuma-cuma ( free entrance).

Sementara kendala yang saya hadapi selama tinggal di South Africa, adalah ketika saya berada di Johannesburg. Beberapa kali saya mendengar berita kriminalitas dari teman-teman suami yang juga pendatang di sini, seperti pencurian kendaraan, pencurian di rumah, biasanya terjadi di daerah rawan kriminal, sebaiknya menghindari beberapa daerah rawan dan bepergian pada malam hari .
Pernah satu kali ketika saya sedang di salah satu outlet di mall saya kehilangan shoulders bag saya. Saya tidak tau bagaimana caranya tas tersebut bisa hilang, karena kebetulan hari itu saya sedang tidak enak badan dan sedang sibuk memilihkan baju untuk dua anak saya. Yang sedihnya pasport saya ada di dalam tas tersebut karena saya baru dari hospital (untuk pendatang memerlukan passport apabila hendak berobat ke rumah sakit di sini). Untuk pengurusan pasport yang hilang saya hanya membutuhkan surat keterangan dari polisi setempat. Setelah itu saya mendatangi KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia)  dan mendapatkan pasport pengganti hanya dalam waktu 3 hari sangat mudah dan membantu sekali, hanya untuk mendapatkan visa pengganti  sangat memakan waktu dan biaya.

KJRI Cape Town

Namun jarak KJRI yang lumayan jauh dari rumah saya (dan lebih parahnya saya tidak bisa mengendarai kendaraan sendiri), menyebabkan saya jarang berkunjung ke KJRI. Walau ada beberapa kegiatan yang bisa saya datangi, seperti kegiatan dharma wanita dan kegiatan lainnya sering dilakukan di KJRI .

Kendala lainnya sebagai orang indonesia tentunya masalah perut menjadi masalah yang lumayan penting , untuk gerai restaurant Indonesia hampir tidak bisa saya dapati , ketika saya berkunjung ke KJRI Cape Town.

Mereka memberi info bahwa ada satu cafe  Indonesia di sini hanya saja jaraknya lumayan jauh dari kediaman kami. Sebagai pengganti kami biasanya makan di restaurant Thailand atau Chinese, yah lumayanlah untuk mengobati rasa kangen,  atau pun masak sendiri di rumah untuk bahan bahan rempah bisa di dapati di supermarket disini ataupun China Town, mie instant yang terkenal di Indonesia pun bisa di dapati disini, hanya  kemiri yang tidak bisa saya jumpai di sini, jadilah saya selalu membawa bekal ketika liburan .
Sejak tinggal di luar negeri saya yang dahulunya buta sekali tentang masak memasak, pelan-pelan sudah mulai bisa belajar beberpa makanan khas indonesia. Salah satu hal yang saya syukuri ketika saya jauh saya bisa belajar banyak.

YANG MENYENANGKAN DARI tinggal di Afrika Selatan

Awal kepindahan kami di sini , kami bisa beraptasi dengan segera , hanya saja saat itu sedang musim panas sementara hampir sebagian besar apartment / house disini tidak menyediakan AC jadilah awal kepindahan yang menjadi masalah pertama hanya masalah suhu saja, tapi perlahan kami dapat beradaptasi dengan cepat.
Kebiasaan warga negara disini patut diacungi jempol, mereka sangat disiplin dan penyayang , sapaan hangat sekedar selamat pagi, terimakasih, apa kabar dan lainnya selalu kami dengar , dan ini merupakan kebiasaan yang sangat baik untuk diajarkan  kepada kedua anak kami.
11

Anak saya bersama salah satu penjual di harbour market

Kegemaran saya menyukai barang barang vintage sangat dimanjakan di negara ini, berbagai flea market dapat ditemukan di hari Sabtu dan Minggu, serta banyaknya gerai online yang menawarkan barang-barang vintage. Harganya pun bervariasi dan lebih murah apabila dibandingkan barang barang vintage dari UK ataupun USA. Kegemaran saya mengumpulkan barang vintage terutama tea set, memunculkan ide saya untuk mengelola online shop via Instagram  yang menjual vintage tea set. Beberapa barang yang saya jual merupakan hasil hunting di negara ini. Mengelola pekerjaan berbasis online sangat menyenangkan dan saya tetap bisa bermain dan menjaga dua anak saya  karena sejak tinggal di luar negeri kami harus mandiri, tidak ada pengasuh untuk anak-anak dan saya memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan rumah bersama suami  tanpa pelayan.
12

Dari telecom engineer alih profesi menjadi vintage seller 🙂

13

Hunting barang barang vintage di Milnerton Flea Market

15

Surga china porcelain vintage market

The Milnerton Flea Market is a favourite weekend treasure trove for hunting down some pretty unusual things for pretty good prices.

Visa Kerja AFSEL

Sejak tahun 2014 syarat mendapatkan visa untuk dapat bekerja formal di South Africa yang memerlukan working visa atau critical skills visa lumayan sulit didapatkan dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya. Berbagai syarat ditetapkan, sepertinya hal ini untuk melindungi slot kerja untuk warga lokal, hanya warga asing yang sudah lulus verifikasi dari beberapa badan formal di bidang tertentu yang dapat apply working visa atau critical visa dan memakan waktu yang lumayan lama sampai visa selesai.

SEKOLAH ANAK di AFSEL

Kedua anak saya shana ( 5 y) sheehan (3 y) bersekolah di playschool awal tahun 2016 ini shana akan memasuki grade R atau setara SD kelas 1 di indonesia. Sebagian besar sekolah di Cape Town memakai Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan Afrikaans sebagai tambahan. Tak jarang sepulang sekolah saya mendapatkan kosa kata Afrikaans baru dari anak saya.
Tidak ada kesulitan untuk kedua anak saya mengikuti sistem pendidikan dan sosialisasi di sini. Anak-anak dibiasakan disiplin dan sangat menyanyangi antara satu sama lainnya. Sambutan pelukan ketika mereka berjumpa di pagi hari ketika akan memasuki gerbang sekolah, tak jarang anak yang usia lebih besar membantu membawakan tas adik kelasnya, pemandangan ini sangat menyenangkan hati saya sebagai orang tua .
16

Suasana playschool saat jam bermain

Sekolah di sini biasanya menyediakan waktu halfday atau fullday school untuk orang tua yang bekerja. Mereka dapat tidur siang, makan, bermain bersama teman lainnya hingga pukul 4-5 pm ketika orang tua balik dari kantor .

17

Putri saya juga mempelajari art drumming khas South Africa di sekolahnya dan dia sangat menyenangi kegiatan tersebut.

Beberapa kali dalam setahun mereka melakukan outing ke Gan Eden farm, shop grocery, park dan tentunya  pertunjukan akhir tahun yang sangat dinanti oleh setiap orang tua.

Tempat Wisata  yang saya rekomendasikan jika menjungi AFSEL

South Africa adalah  negara yang sangat kaya wisata alam. Sepertinya poin ini yang berperan penting mambuat saya betah dan sangat menyukai negara ini. Weeekend atau pun long holiday merupakan waktu yang sangat kami tunggu tunggu untuk explore negara yang sangat indah ini.

A. Sun City  ( resort )
Hidden resort yang satu ini wajib dikunjungi dan menjadi tempat paling favorit bagi saya selama menetap di South Africa . Menempuh jalan darat kurang lebih 3 jam dari Johannesburg.
22

Sun City

B. Table Mountain
Ini merupakan kebanggan Cape Town, sepanjang mata memandang hampir selalu ada background Table Mountain ini didapati. Untuk pecinta alam, dapat mendaki gunung tersebut untuk sampai ke atas, dan untuk yang membawa anak-anak bisa naik melewati cable car yang disediakan. Di atas gunung ini kita dapat menemukan cafe, berbagai tanaman khas South Africa dan tentunya keindahan pemandang kota Cape Town dari atas.
24

Cable car untuk mencapai puncak Table Mountain

25

Pemandangan dari atas Table Mountain

 C. Kalk bay
Kalk bay merupakan surga untuk pecinta vintage, di sini kita dapat dengan mudah mendapatkan furniture, china porcelain, baju vintage dalam harga yang terjangkau.
27

Salah satu toko vintage di kalk bay

d  hout bay, camps bay, clifton beaches, boulder beaches
Di Cape Town sangat banyak pilihan pantai yang dapat dikunjungi  nama-nama di atas hanya beberapa pilihan saja, masih ada beberapa yang tidak saya sebutkan. Namun yang paling special adalah Boulder Beaches dimana kita dapat melihat penguin di sini…!

Colourful beach house at Muizenberg beach

 

Penguins colony at Boulder Beach

30

Weekend getaway at Camps Bay

E. Kirstenbosch National Botanical Garden
Kirstenbosch merupakan botanic garden yang paling indah di dunia; berbagai ragam flora dapat ditemukan di sini. Kita dapat bersantai, piknik, ataupun bermain bersama keluarga di sini. September dan Oktober merupakan waktu yang paling baik mengunjungi tempat ini di mana kita akan melihat warna-warni dari tanaman di sini. Taman ini sangat cocok untuk : plant-seekers, photographers, walkers, hikers, and families tentunya sangat indah mengisi akhir pekan ditemani keluarga dengan makanan yang enak dan pemandangan yang spektakuler..!

Kirstenbosch National Botanical Gardens

F. V&A waterfront
Tidak lengkap kalau ke Cape Town tetapi tidak mengunjungi tempat ini. Di sini kita dapat menemukan VA waterfront mall, kids play park, berbagai hotel ekslusif dengan pemandangan yang sangat indah, souvenir shop, berbagai restaurant, city sight-seiing harbour cruise dan scratch patch mineral world untuk pecinta batu-batu alam.

VA waterfront di waktu malam hari

G.two oceans  Aquarium
Tempat ini sangat menarik dan memberikan edukasi kepada pengunjung. Untuk yang belum sempat ke Boulders Beach untuk melihat penguins, kita dapat menjumpai penguin di tempat ini.

Setiap public atau school holidays biasanya diadakan acara untuk anak-anak di sini

Processed with Moldiv

H. cape point
Salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Cape Town, di sana kita dapat melihat old light house, dan tentunya pemandangan Cape Town dari atas .

Cape Point: where the Indian and Atlantic ocean meet

44

Beautiful Old Light House

Processed with Moldiv

Cape Point Table Mountain National Park

Nah, untuk mengunjungi semua tempat di atas, kita dapat membeli tiket City Sightseeing Cape Town ( seperti bus hop on-hop off di negara lainnya), lokasinya tidak jauh dari aquarium. Ini merupakan salah satu cara yang paling efektif supaya kita dapat melihat semua tempat yang wajib dikunjungi di Cape Town dalam waktu 1 hari.  Harga tiketnya sekitar 150 ribu rupiah  per orang, dan dari atas bus kita akan dimanjakan pemandangan kota Cape Town yang indah.

City Sightseeing’s hop on-hop off red bus is the best way to see Cape Town and get to Table Mountain, Kirstenbosch & Imizamo Yethu Township.

J. kagga kamma
Apabila Turki memiliki Cappadocia, Cape Town memiliki Kagga Kamma. Tempat wisata satu ini menyediakan pilihan open air room , dimana kita dapat tidur dan menikmati langit tanpa ada batasan, serta cave room , pengalaman yang sulit ditemukan di Indonesia ataupun negara lainnya.
44

Kagga Kamma Cave Room

K. Bo-kAap
Arsitektur bangunan warna- warni ini sangat eye catching. Di sini kita dapat menemukan Cape Malay kuliner dan first Mosque di South Africa. Untuk yang ingin belajar memasak Cape Malay juga bisa mendatangi tempat ini.

Colorful houses of Bo-Kaap, Cape Town

The Turquoise Mosque

Dan…..Masih banyak tempat lainnya yang wajib dikunjungi di Cape Town..! Terutama shark diving dan safari tour. Untuk shark diving sayang sekali saya belum berkesempatan mencoba hal yang satu ini karena umur dari kedua anak saya belum bisa mengikuti activity yg menarik ini 😀

Kalau usia anak-anak sudah mencukupi: ini akan menjadi salah satu agenda wajib: shark diving!

Selain tempa-tempat touristy di atas, untuk skala kegiatan mingguan dengan keluarga, saya sangat menyukai sunday dan local market di sini, karena selalu saja dapat menemukan barang barang unik dan mereka juga selalu menyediakan tempat bermain untuk anak-anak.

Processed with Moldiv

Nordhoek farm village market – an african shopping experience

Noordhoek Community Market – yang ini setiap hari Kamis menjelang sunset..!

Makanan Lokal

Makanan lokal Cape Town yang terkenal adalah seafood dan bumbu peri-perinya. Untuk lidah Asia, sepertinya orang Indonesia akan cukup mudah beradaptasi karena warga lokal di sini juga menyukai rasa pedas dan makanan yang berbumbu. Untuk sayuran segar dan buah buahan juga sangat mudah di dapat dan harganya cukup murah.
Processed with Moldiv

Beberapa makanan khas South Africa

Hal terbesar yang sangat saya syukuri diberi kesempatan untuk tinggal di South Africa, di sini saya banyak belajar menghargai perbedaan terutama dari anak saya dan anak anak lainnya
Friends are made by Heart Not by skin color …….It doesn’t matter what race you are. In the dark we’re all the same color.
Berikut cuplikan link video yang saya dapatkan dari salah satu fb i love capetown : see , hear, smell, taste embrace Cape Town:
—–
Untuk teman2 yang ingin menanyakan info tentang south africa bisa menghubungi personal facebook saya : https://www.facebook.com/megapuspita.mega
Personal instagram : shanasheehan
Foto-foto pada laman ini adalah karya Mega dan beberapa di antaranya terhubung langsung dengan link asli dari image uang digunakan.
Advertisements

12 thoughts on “Merantau di Cape Town

  1. Triana Halim says:

    Alo mba mega,salam kenal. Saya tinggal di Pointe Noire, Republic Congo dan lagi nyari2 referensi ttg cape town, dan baca cerita mba jadi mupeng super sangat mau ke cape town, beda banget ama di sini mba. Harus diwujudkan nih. Trusss jempol banget ya mbaaa udah keliling dunia, cakep dah 😍😍

    Like

  2. Benny Tan says:

    halooo mbak,kenalin saya benny,sy juga skrng lg di south africa tepatnya di kota Port elizabeth.
    dsni gak seperti di cape town. kota nya lebih kecil dan sepi.
    jadi pengen pindah ke cape town 😦

    Like

  3. Julian Sukrisna says:

    Lho, saya baru menemukan blog yang sangat informatif dan inspiratif. Salam kenal mbak, saya Julian, dari Malang, Jatim Indonesia.

    Terus menulis ya, saya akan terus mengikutinya. Terima kasih telah berbagi cerita di negeri seberang.😀

    Salam dari Tanah Air Indonesia.

    Like

  4. siska gurning says:

    hai mba mega….salam kenal…kalau boleh mau nanya2 sedikit mba…rencananya saya dan teman akan ke Afsel (Joburg 1 malam kemudian Cape Town) walaupun masih tahun depan…hehhehee.. kalo boleh tau untuk di Joburg daerah mana yg cenderung aman namun tetap dekat dengan rail station untuk turis2 seperti kami ini yah mba..? terimakasih sebelumnya mba mega…😊😊😊

    Like

  5. Andre Darwis says:

    Hi mega. Cape town, johanesberg dan kota” lain di afrika selatan adalah kota” dan negara afrika selatan yang belum pernah saya kunjungin selama hidup saya hingga kini. Saya sudah keliling dunia bahkan ke iceland, south pole juga..entah kapan saya bisa ke afrika selatan…membaca blog mega sangatlah menyenangkan dan mentakjubkan bagi saya..semakin kuat keinginan saya untuk ke afrika selatan. Insya Allah dalam tahun ini saya bisa ke sana. Terimakasih mega atas blog nya. Sangat membantu petualangan saya nantinya. Hopefully we can meet up in cape town if you have a free time ya. Take care mega.

    Like

  6. yayan says:

    Haloo.. Mega..
    Salam knal..
    Nama saya yayan saefudin.
    Langsung aza.. Saya mau minta bantuan . klo Bank di Afrika Selatan ada ug nama nya Bank FNB.
    Apakah kita bisa cek n recek Kartu ATM Bank FNB atas nama kita sendiri di babk tersebut?

    Terima kasih.
    Yayan Saefudin
    +62 85.2222.76541

    Like

    • Neti Nurfitriani says:

      wah mba mega,hebat sudah ke cape town..sukses selalu saya ada rencana mba insyaAlloh tahun ini akan menikah dengan orang sana dan merancanakan juga untuk menjadi warga sana…baca blog mba makin greget ingin ke cape town/

      Like

      • Detisriwahyuni says:

        Halo mba neti, salam kenal. Saya jg rencana tahun ini mau stay d cape town jd lagi nyari tau info2 nya nih ^^, semoga mba neti pernikahannya lancar ya. Dan kalo ada info sedikit banyaknya soal cape town itu pasti berguna banget buat saya , ini akun ig saya @detisriwahyuni

        Makasih

        Like

      • harlitanurulfatihah says:

        Hi Mba Neti..
        Wah, selamat atas pernikahannya yah..
        Saya juga kebetulan WNI yang menikah dengan pria warga negara Afrika Selatan dan saat ini kami menetap di Cape Town. Disini tidak terlalu banyak warga negara Indonesia, sangat senang rasanya kalau mendengar ada warga negara Indonesia yang akan tinggal disini atau hanya sekedar berlibur. Semoga kita bisa berjumpa.
        Salam 🙂

        Like

  7. Hety A. Nurcahyarini says:

    Mbak Mega, di mana pun sekarang berada.. semoga selalu sehat dan semangat. Seru sekali ceritanya. Saya sedang cari referensi untuk travelling ke Johannesburg sendiri, setengah hari, paska mengikuti konferensi, dan menemukan blog Mbak Mega. Semoga aman ya Mbak, deg-degan :”)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s