Berkeliling di Oslo: Tempat Makan dan Belanja

2016-01-12-151317_1600x900_scrotJena Sapyera Qadar –  A Carpicornian working mom, who is loving every single day spent in Oslo with her fantastic team at work and even more awesome team at home! A grateful wife of a loving husband and mother of a sassy beautiful daughter.

Kalau sedang berada di Oslo, pastikan mampir ke salah satu (atau lebih!) dari tempat-tempat yang saya rekomendasikan ini:

Places to hangout with adult friends in Oslo

Saya ngga begitu suka winter sport/activities (I know, booooo….!) jadi kebanyakan ini rekomendasinya either untuk summer atau indoor! Shortly, yang saya tahu, dan biasanya saya coba hindari (hahaha), adalah berikut ini: Korketrekkeren, mungkin paling populer di Oslo untuk tobogganing, dan bisa sewa sled juga. Untuk alpine skiing, Oslo Winter Park Tryvann adalah pilihan paling tepat. Menurut yang suka pergi. Okay bye winter.

Public cupping tiap hari Sabtu di Tim Wendelbøe, satu coffee roastery/espresso bar/coffee resource and training centre milik barista no.1 (katanya ya) di Norwegia bernama sama.

Quick fact: dulu saya dan Abi tinggal persis di atas tempat ini jadi tiap hari keluar rumah dapat wangi kopi enak gratis!

Main ping-pong di Crowbar & Brewery, satu micro brewery cukup ok di Torggata. Dekorasi keramik sendiri di Glazed & Amused – ada lebih dari 70 obyek keramik putih yang bisa kita lukis suka-suka. Ide bagus buat bachelorette party. Untuk indoor activities lainnya: saya rekomendasikan latihan fencing dan kemudian tanding lawan teman-teman, coba Musketer Event (http://www.musketerevent.com). Waktu itu pernah sama rekan-rekan kantor dan kayaknya kita akan coba lagi. Tentunya selain itu ada Megazone/ Indoor paintball. Atau bowling di Oslo Bowling (ini adalah salah satu tujuan bachelorette party saya jadi memorinya cukup indah haha). Selain itu iseng manjat di Klatreverket juga seru. Untuk nongkrong dengan teman-teman, ada banyak pilihan juga:

Oslo mekaniskeverksted

Blå

Champagneria

The Villa, the best dancing place in Oslo. Toiletnya aja seru.

Concert places: Rockefeller, John Dee, Parkteatret, Sentrum Scene.

Bioskop: Cinemateket (untuk film klasik dan film alternatif/kontemporer); banyak film yang ditayangkan di sini diimpor khusus ke Norway untuk hanya ditayangkan di sini. Colosseum Cinema (untuk film box office baru); ada 4 studio, salah satunya yang paling besar punya 978 kursi dan auditorium THX paling besar di dunia. Dan terakhir Gimle Cinema.

Tempat Makan di Oslo untuk Anak.

We have soooooo many options but Mathallen is the best place really! Bisa muat banyak stroller dan sangat child-friendly. Pilihan makanannya juga beragam dan sehat, untuk semua umur ada. Kinasih paling sering makan dari Hello Good Pie, Obento Box, dan Vulkanfisk. Kalau mau belanja bahan masak organik juga tersedia. Pokoknya tempat ini adalah the ultimate gathering for both family and friends!

Mathallen

Dulu pas saya ngetik thesis sering banget ke Bugges dan ngga sadar banyak mama-mama muda (yang sedang maternity leave) pada nongkrong, ternyata tempatnya memang enak kalau bawa bayi.

Crêperie de Mari di jalanan yang sama dengan rumah (Thorvald Meyersgate) punya banyak menu pancake yang enak dan sehat, tersedia juga kursi-kursi tinggi dan meja ganti popok.

Chillout Travel Centre di Markveien adalah satu tempat favorit untuk belanja barang-barang travelling sekalian nongkrong sama Kinasih. Di lantai paling bawahnya ada sofa-sofa yang nyaman banget untuk menyusui.

Kalau sedang jalan-jalan berdua Kinasih kita juga suka mampir Cocoa di Birkelunden, pilihan minuman coklatnya enak-enak sekali! Favorit saya adalah chili-chocolate dan raspberry-chocolate. The best in town.

Pilihan lain lagi buat mama-mama muda adalah Liebling, kadang suka ada flea market dadakan juga di tempat ini. Saya pernah beli satu koper tua yang Abi coba buang tapi ngga pernah berhasil, dan sekarang kita jadikan dekorasi rumah. Ngomong-ngomong ada satu teman juga yang kerja di sini,  jadi kalau lewat diusahakan dadah-dadah dulu sama dia (hehe).

Kalau semua tempat tadi ramai biasanya kita juga mampir Kaffebreneriet yang di Markveien. Cafe di Oslo Botanical Garden juga sangat child-friendly, tapi kita lebih sering makan di sana pas summer. Ngomong-ngomong semua tempat ini adanya di sekitar rumah di daerah Grünerløkka.

Tempat makan dengan teman seumuran.

Pertama kali saya datang di Oslo, rasanya pilihan tempat untuk makan di luar sangat terbatas. Mungkin karena dulu sibuk belajar, mungkin karena memang harus super ngirit, atau mungkin juga karena kurang gaul sama yang mampu makan di restoran haha! Ternyata banyaaaaaak sekali pilihan tempat makan di Oslo dan sekarang saya berani untuk ngasih rekomendasi.

Mathallen lagi-lagi bisa direkomendasikan, selain Lucky Bird yang akhir-akhir ini menjadi favorit baru keluarga Qadar. Lalu, paling enak sekalian nongkrong di Hitchhicker.

Hitchiker

Dua restoran Korea yang paling saya suka adalah Tintin di Lysaker dan satu lagi Nam Kang, di Torgatta. Nama lain dari Torgatta ini adalah “kebab street,” saking banyaknya restoran kebab di jalanan ini. Banyak orang yang habis clubbing pada ngantri beli kebab di jalanan ini sehabis jam 3 pagi (semua bar atau klub di Oslo harus sudah tutup jam 3 pagi). Restoran Asia lain yang enak ada Thai Orchid dan Diner di Stortingsgate, Nodee di Majorstuen dan di dekat rumah ada East Kitchen kalau sedang malas masak.

Nodee. Pas hamil sering banget ke Habanero di Birkelunden soalnya ngidam banget sama chili con carne-nya yang pedes banget. Restoran Meksiko lainnya yang cukup hip adalah Taco Republica dan Tijuana. Temen saya orang Meksiko merekomendasikan Heart of Mexico di Bygdøy Alle. Tapi kalau menurut Abi, makanan Meksiko yang paling enak ada di People’s. Akhir-akhir ini juga sedang banyak food truck di Oslo, dan salah satunya 4 Gringos, yang seringnya nongkrong di Youngstorget.

Taco Republica

3fd3d2326p3d1415926t3d4

Kalau suka burger, kita juga punya beberapa pilihan: Nighthawk Diner di Thorvald Meyersgate, Illegal Burger di Møllerveien, Munchies di Bernt Ankersgate, dan Dattera til Hagen di Grønland.

Dattera til Hagen

Untuk fine dining, saya rekomendasi two-star Michellin Fauna di Solligata. Saking enaknya salah satu anak tim saya malah bikin satu review di tripadvisor.com sehabis pertama kali kita makan di sana. Sampai ada foto kita segala! Selain itu ada juga Maaemo di belakang kompleks baru Bjørvika, Arakataka di Mariboesgate dan Ylajali di dekat Tulinløkka. Trattoria Populare juga saya rekomendasikan untuk yang suka makanan Italia. Pilihan lainnya di sekitar situ adalah Moods of Norway dan Filippa K.

Untuk tapas, saya rekomendasikan Delicatessen di Grünerløkka. Kalau beruntung bisa ketemu sama Jo Nesbø, soalnya ini salah satu restoran favorit dia di Oslo. Kalau yang di sini penuh/fully booked, bisa coba Delicatessen yang di Aker Brygge dan Majorstuen. Selain itu ada Schiller’s Tapas di Bygdøy Allé atau Folketeaterpassasjen.

Suatu hari pas ulang tahun saya juga pernah dibawa bos makan di Strand Restaurant di Stabekk. Agak jauh dari sentrum tapi tempat ini enak sekali.

Beberapa tempat makan lain yang dekat kantor (IT Fornebu) yang sering saya kunjungi adalah Maschmanns, Sjøflyhavna, Tintin Sushi, Scandic Fornebu, dan Odonata.

Maschmanns

Kalau mau coba yang beda, ada Pjøltergeist yang menyediakan makanan porsi kecil dari Islandia, Jepang, Papua Nugini dll. Mereka juga punya banyak pilihan bir!

Pjøltergeist

Tempat Belanja Baju Anak di Oslo.

Saya, seperti ibu-ibu kebanyakan, hobinya belanja baju bayi. Saya paling suka belanja baju Kinasih di Barnehuset, karena selain lokasinya ada di sebelah gedung apartemen, mereka juga punya banyak baju anak (desainer maupun retail) dari Denmark, Swedia dan juga Norwegia. Beberapa brand baju favorit yang ada di toko ini adalah Ej Sikke Lej, Fred’s World by Green Cotton, Little Mountains, Wheat, Memini, dan Alba Baby.

Barnehuset

Toko baju lainnya yang kita sering datangi adalah Kool Kidz di Markveien. Tempat ini seru banget karena bisa sekalian cari ide kado yang unik.

Selain itu ada Name It di Byporten, atau Babyshop di Storo Storsenter (salah satu mall di Oslo). Sering saya ngga ada waktu untuk belanja baju di toko jadi beli Zara Kids atau Next online. Kecuali piyama, pilihan baju lainnya cukup banyak dan saya ngga perlu muter-muter di toko seharian. Tempat lain yang punya baju-baju basic adalah Polarn O. Pyret.

Last but not least, toko lain yang sangat penting bagi kehidupan Kinasih adalah Sprell di Markveien. Banyak barang di kamarnya (sprei, selimut, pembatas tempat tidur, mainan, lunch box, buku, dll) datang dari toko ini.

Tempat Belanja Favorite Saya.

Banyak retail brand yang saya suka (misalnya Pull & Bear sama Topshop) ngga buka toko di sini jadi mesti lebih kreatif dengan belanja di Oslo. Di Grünerløkka, toko baju yang saya rekomendasikan adalah Acne dan toko sepatu Shoe Lounge.

Di daerah Sentrum, saya paling suka belanja di Weekday di Stortorvet, dan sekalian mampir juga di Monki sebelahnya. Baju kantor bisa ngasal sih tiap hari jadi ngga perlu sering beli baju formal. Kalau mesti cari baju serius paling mampir Zara di Karl Johans gate. Pilihan lainnya di sekitar situ adalah Moods of Norway dan Filippa

Untuk belanja keperluan lain, design-related, atau cari-kado-buru-buru-related, saya selalu pergi ke Norway Designs, DesignTorget, Chillout Travel Center, atau Skaperverket, semacam toko design kolektif gitu.

Kalau suka interior/product design, mesti mesti mesti mampir House of Oslo! Semua tokonya menarik, mulai dari Åhlens (produknya Muji numpang juga di toko ini), Habitat, Illums Bolighus, Tilbords, etc.

Untuk toko buku di Oslo, ada dua tempat yang selalu saya kunjungi: pertama, Tronsmo di Kristian Augusts gate. Tiap musim panas saya selalu ritual pergi ke sana borong buku di Tronsmo’s AMAZZZZZING annual backyard sale. Mulai dari tahun pertama waktu masih mahasiswi, sampai sekarang kerja dan punya anak selalu nyempetin ke sana. Ngga pernah nyesel.

Tronsmo

Toko kedua adalah Outland di Kirkegata. Bedanya dengan toko pertama yang lebih banyak punya buku kontemporer, design dan seni, Outland ini lebih condong ke komik, superheroes, lego, games, dan merchandise dari series yang super geeky seperti Doctor Who (which is favorit kita banget!). Pengalaman seru di Outland bagi saya adalah ketemu Neil Gaiman face-to-face untuk pertama kalinya. Dia tanda tangan dua buku buat saya (American Gods versi Inggris dan Fortunately, The Milk versi norsk) dan juga nanya, HOW ARE YOU? Saya rasanya mau pingsan!!! Hahahaha. Saya punya hampir semua bukunya Neil Gaiman dan rasanya momen ini membuat hidup saya makin sempurna.

Neil Gaiman lagi nanya apa kabar!

Dulu waktu masih jadi mahasiswi kalau butuh buku selalu ke Akademika yang di UiO atau Tanum di Universitetetsgate.

Tanum

Hampir semua orang di Oslo punya sepeda jadi toko dan bengkel sebenarnya banyak di mana-mana. Tapi kita sudah langganan di Oslo Sykkelverksted di Sannergata.

Kita sama-sama punya DBS, Den Beste Sykkel, yang asalnya dari Norwegia

Pilihan lainnya untuk yang vintage-looking bicycles adalah Dapper di Markveien. Sepedanya cantik-cantik banget! Toko ini dibagi dua, satu untuk sepeda dan bengkel, satu lagi untuk barbershop, baju, tas, pomade, dan barang-barang buat cowok lainnya.

Satu pilihan bengkel sepeda lain yang sudah lama ada di Oslo adalah Den Rustne Eike di Sofies gate.

Untuk interior rumah, selain House of Oslo, dekat rumah juga banyak toko yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Fransk Bazar:

Granit di Thorvald Meyers gate juga punya semua barang yang dibutuhin di rumah: pot bunga, wadah recycling, gelas, kotak-kotak buat berkas penting, sampai magnetic notepad yang buat di kulkas.

Flea market dan Thrift Shop di Oslo

Biasanya setiap spring-summer-fall ada yang namanya loppemarked/flea market di sekolah-sekolah di seluruh kota untuk ngumpulin dana. Untuk tahu jadwalnya kapan dan di mana, bisa mengunjungi http://www.loppemarked.info. Dekat rumah ada satu loppemarked yang selalu ada setiap hari Minggu, di Birkelunden. Semua orang yang mengunjungi rumah kita pasti pernah juga mengunjungi flea market ini.

Ugler i Mosen. Pernah suatu hari saya lewat dan kebetulan pemilik tokonya baru ganti, jadi dia buang semua barang jualan pemilik sebelumnya. Kita boleh ambil sesukanya dong! Abi dan Kinasih sampai pulang saking saya kelamaan milih-milih.

Frøken Dianas Salonger. Thrift store ini paling baru di Grünerløkka, belum setahun mungkin. Tapi ukurannya paling besar dibanding yang lain, dan kayaknya juga paling mahal.

Fretex Unika Grünerløkka. Second-hand shop ini punyanya Salvation Army Norway dan paling banyak cabangnya di sini, dan juga paling murah.

Marita Butikken. Toko ini adalah toko yang paling dihindari Abi karena menurut dia, toko ini sarangnya hoarders seperti saya! Haha. Tapi serius deh, ibu-ibu (dan atau vintage lovers) mana yang akan menolak mampir sini setiap lewat?

Other notable shops:

Manillusion

Robot

Ada satu tempat di Markveien yang gapunya nama gitu, jadi saya panggil dia Tegalega. Haha. Belinya mesti cash dan kadang bisa nawar.

Spøk og Spenning – tempat beli buku komik dan vinnyl bekas

Futura – tempat beli lampu vintage

Selamat makan dan berbelanja di Oslo!

—–

http://goldfishvspiranha.com/ | Instagram: jspyr

Pengalaman Hamil dan Melahirkan di Singapura

858533_10151441582214637_205627387_oAnya –  32 y.o – Loves good food, good friends, good walk, and clean houses – Lives in Singapore since 2010 with a toddler girl, a baby girl, and a human male

Pengalaman hamil di Singapura

Pengalaman hamil saya garis besarnya sama dengan ibu-ibu di belahan dunia lain mungkin ya? Apa-apa dikerjakan sendiri, kemana-mana sendiri, naik public transport di saat penuh pun kadang harus cuek dan berani minta orang untuk memberi tempat duduknya untuk kita. Biasanya yang rela memberi tempat duduk adalah ibu-ibu, bahkan kadang nenek-nenek, sampai saya sendiri yang malu. Mas-masnya sih biasanya pura-pura tidur, jadi harus berani untuk nyolek dan minta tempat duduk.

Memilih Obgyn dan Rumah Sakit di Singapura

Untuk obgyn dan pilihan lokasi melahirkan, di Singapura ada dua opsi, public atau private. Melahirkan di public hospital relatif lebih murah biayanya dibandingkan dengan private hospital. Tapi biarpun namanya rumah sakit pemerintah, standar pelayanannya bagus dan kondisi rumah sakit bersih, nyaman, dan tidak seram (ini penting kan ya?). Selain itu, untuk kondisi kehamilan beresiko tinggi, melahirkan di public hospital lebih aman karena banyak dokter spesialis yang berpraktek di RS tsb, dan tentunya akan menekan biaya apabila ternyata proses bersalin memerlukan penanganan tambahan, misalnya NICU, emergency c-sect, dll. Namun ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan bila ingin memilih public hospital, seperti:

        • Untuk paket pemeriksaan dokter umumnya hanya ada 2 kali scan USG, sementara private clinic biasanya melakukan cek lewat USG di setiap kunjungan konsultasi
        • Beberapa rumah sakit melakukan pemeriksaan dokter dan USG di ruangan terpisah
        • Saat bersalin ada kemungkinan dokter didampingi residen yang kadang ikut melakukan penjahitan, atau ikut melakukan observasi
03 KKH

Kandang Kerbau Hospital (KKH) adalah rumah sakit ibu dan anak yang paling besar di Singapura, terkenal dengan dokter-dokter anak dari berbagai spesialisasi

Ada beberapa hal yang bisa jadi perhatian untuk ibu yang ingin melahirkan di sini.

  • Rumah sakit di Singapura umumnya menyediakan maternity hospital tour. Dalam tour ini, calon ibu dan ayah bisa melihat kondisi ruang bersalin, kamar pasien, kamar bayi, fasilitas yang disediakan (parentcraft room, waterbirth room, dan sebagainya). Yang asyik, setelah maternity tour ibu diberi goodiebags dari rumah sakit berisi sampel produk ibu dan bayi
  • Beberapa minggu sebelum melahirkan, calon ibu sebaiknya melakukan pre-admission di RS yang bersangkutan dan memberikan bukti pre-admission kepada dokter
  • Agak berbeda dengan di Indonesia, ibu hanya boleh ditunggu oleh 1 (satu) orang sejak memasuki ruang bersalin. Biasanya pihak RS meminta agar calon ayah yang menunggu. Bila ayah berhalangan, baru orangtua atau orang terdekat lain.
  • Untuk normal delivery, rumah sakit di sini menerapkan skin-to-skin contact langsung begitu bayi lahir dan ari-ari digunting. Biasanya ibu diminta untuk memeluk (dan menyusui bila mungkin) bayi selama kurang lebih 30 menit, sebelum bayi dibersihkan dan diberi tag
  • Beberapa rumah sakit mulai memakai barcode tagging. Bila bayi berdekatan dengan orang tua yang salah, maka alarm pada tag akan berbunyi
  • Untuk makanan, supplier makanan di rumah sakit adalah halal-certified, dan terdapat confinement menu untuk pasien Chinese
  • Rumah sakit menyediakan parentcraft class gratis selama ibu menginap di RS, topik yang diajarkan umumnya mengenai breastfeeding dan cara memandikan bayi. Bila ingin kelas yang lebih komprehensif, ada juga kelas-kelas yang berbayar
  • Saat anak lahir, rumah sakit akan memberikan health book yang isinya mirip dengan Kartu Menuju Sehat. Selain itu juga ada daftar imunisasi yang nanti akan dilengkapi dengan vaksin-vaksin yang diterima anak. Seperti sudah ditulis oleh Ajeng, pemerintah Singapura mewajibkan semua anak untuk melengkapi mandatory vaccination sebelum masuk primary school.
04 Healthbook

Children’s health book

Total biaya melahirkan normal di public hospital berkisar antara 2000-6000 SGD, sedang di private hospital sekitar 5000-15000 SGD, tergantung jenis kamar. Bila ingin menggunakan epidural atau forceps, tambahan biayanya sekitar 500-1000 SGD. Untuk persalinan caesarian total biaya sekitar 25% lebih mahal dari persalinan normal (sumber: Ministry of Health).

Pemilihan Home Birth, Water Birth, dll.

Home birth belum terlalu populer di Singapura dan dokter kandungan yang bersedia membantu persalinan di rumah masih sangat sedikit. Selain itu persalinan di rumah wajib dibantu oleh bidan yang teregistrasi. Tahun 2014 lalu belum ada bidan Singapura yang teregistrasi untuk melakukan persalinan. Sehingga orang tua yang ingin melakukan home-birth harus mengundang bidan dari negara lain yang teregistrasi. Bidan ini harus melaporkan diri dan mendaftar ke Singapore Nursing Board sebelum mendapat ijin mengakomodasi home birth. (sumber: home birth)

Waterbirth di Singapura bisa dilakukan di National University Hospital (NUH), Mount Alvernia Hospital, Thomson Medical Centre, dan Raffles Hospital dengan tambahan biaya sekitar 300-4000 SGD untuk fasilitas waterbirth. (sumber: biaya waterbirth)

Di sini sudah jarang ada ibu yang melahirkan normal dan drug-free. Beberapa dokter ada yang memang menyarankan agar ibu memilih persalinan dengan epidural. Alasannya, supaya pengalaman melahirkan bisa diingat sebagai hal yang mudah dan tidak traumatik. Akan tetapi, rumah sakit juga menyediakan alat-alat bantu selain obat-obatan, seperti gym ball, yoga mat, atau portable CTG sehingga selama labor ibu tidak harus terikat di tempat tidur dan bisa bebas bergerak.

Kesan Tentang Dokter

Dokter di sini umumnya membebaskan orangtua untuk memilih metode melahirkan. Tapi dari pengalaman saya dengan dua dokter berbeda di rumah sakit berbeda, umumnya mereka akan mengusahakan persalinan normal (termasuk Vaginal Birth After Caesarian-VBAC), kecuali untuk ibu hamil beresiko tinggi.

Saat kehamilan anak pertama saya ada di minggu ke 35, janin masih sungsang dan dokter menyarankan untuk menunggu sampai minggu ke 36. Bila masih sungsang, dokter memberi pilihan untuk melakukan external cephalic version (ECV), yang maksudnya adalah melakukan ‘pijatan’ pada perut dengan tujuan memutar bayi. Harapannya supaya sebisa mungkin saya bisa melahirkan dengan normal. Dokter ini juga termasuk dokter yang sangat pro-pain medication, tapi saya tetap memilih untuk melahirkan tanpa epidural. Pagi setelah melahirkan, dia datang ke rumah sakit sambil misuh-misuh. Katanya saya kok mau-maunya menahan sakit kontraksi padahal ada pilihan untuk pain-free. Dalam hati saya bilang, yakali gratis Dok.. Lumayan kan 1000 dolar bisa buat mudik dua kali :))

Dokter untuk anak kedua saya lain lagi ceritanya. Orangnya cantik, punya 4 (yes, empat!) anak dan badannya seperti model iklan WRP. Dokter ini sangat pro-natural. Saat bayi saya belum menunjukkan tanda-tanda lahir saat due date tinggal beberapa hari lagi, dia yang menyuruh saya untuk sabar dan tidak menyarankan untuk induksi.

Rumah sakit dan tenaga medis di Singapura sangat mendukung ASI ekslusif. Iklan dan promosi susu formula untuk bayi umur dibawah 6 bulan dilarang oleh pemerintah, biarpun susu formula tetap tersedia di supermarket bagi yang membutuhkan.

Seperti saya tulis di atas, begitu bayi lahir langsung diberikan ke ibu untuk skin to skin bonding dan inisiasi menyusu dini. Kamar bayi tetap tersedia, tapi rumah sakit menekankan agar bayi berada di dekat ibu selama mungkin. Default dari rumah sakit adalah full breastfeeding, kecuali memang kondisi ibu secara medis tidak memungkinkan dan ada permintaan dari orangtua.

Selama ibu menginap di rumah sakit, ada lactation consultant yang akan mendampingi dan membantu ibu agar dapat menyusui dengan benar. Mereka juga akan menelepon ibu beberapa minggu setelah melahirkan untuk mengecek apakah proses menyusui berjalan lancar. Lactation consultant saya saat hamil anak pertama galak sekali, dia sering menelepon untuk mengecek, sambil bilang, “Coba kamu pikir, 200 dolar sebulan untuk beli susu, kalau kamu kumpulin kan bisa untuk liburan sekeluarga.” (Harga susu formula untuk bayi di bawah setahun berkisar antara 45-60 sgd per kaleng)

Status Kewarganegaraan Anak yang Lahir di Singapura. Kewarganegaraan anak yang lahir di Singapura akan mengikuti kewarganegaraan orangtuanya. Anak dari orangtua yang bukan WN Singapura berstatus foreigner dan diberi waktu 42 hari sejak lahir untuk tinggal di Singapura sebelum memperpanjang izin tinggal. Jadi apa saja yang harus dilakukan orangtua yang melahirkan di Singapura?

  • Begitu anak lahir, langsung mengurus Singapore Birth Certificate di rumah sakit atau di Immigration and Checkpoints Authority of Singapore (ICA, kantor imigrasi Singapura). Lama waktu pembuatan akta sekitar 5-15 menit. Nomor akte kelahiran akan menjadi nomor identitas anak dan akan digunakan untuk banyak keperluan administrasi, termasuk keperluan imigrasi dan pendaftaran sekolah.
  • Setelah itu, orang tua membawa Singapore Birth Certificate, paspor orangtua dan buku nikah orangtua ke KBRI sebagai syarat pembuatan Akta Kelahiran (Indonesia). Lama pembuatan 1 hari kerja
  • Setelah punya akta kelahiran, langsung membuat paspor bayi di KBRI. Biasanya selesai dalam waktu 3 hari kerja
  • Kalau bayi sudah memiliki paspor, maka orangtua bisa mulai memilih apakah ingin mendaftarkan anak mereka untuk menjadi Permanent Resident, atau akan tetap dengan status foreigner dan mengajukan permohonan Long Term Visit Pass (LTVP). Karena pengajuan PR memakan waktu proses yang lama dan ada kemungkinan untuk ditolak, biasanya orangtua langsung memproses LTVP supaya bayi tidak overstay.

———