Merantau di Perth

profile photoRiska Apricia (Ika) – I’m a 32 year old mom that currently resides in Perth and lives with 2 little munchkins named Leia (3,5 yo) and Hadrian, whom we called Dara from his middle name Cakradara (1 yo). Living with the ex-boyfriend turned lover and was upgraded into husband around 6 years ago, Dana (32 yo).

Tentang Ika dan Keluarga

Setahun setelah menikah, suami saya (Dana) memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2-nya di Perth. Jadi pada awal tahun 2010 kami pergi merantau ke Perth. Kami datang ke Australia dengan menggunakan student visa, dimana saya jadi dependant suami saya.

Perth adalah ibukota dan kota terbesar di negara bagian Western Australia (WA). Perth adalah kota terpadat keempat di Australia, dengan taksiran populasi 2.02 juta penduduk per Juni 2014.

Berhubung Dana mengambil studi Master, saya sebagai dependent bisa bekerja full time tanpa batasan,  saya pun bekerja sebagai sales executive di sebuah toko perhiasan untuk mengisi waktu luang. Empat bulan setelah pindah ke Perth, saya hamil dengan anak pertama kami yaitu Leia. Dan setelah Leia lahir, kami semakin ada keinginan untuk melanjutkan tinggal di sini. Saat itu kami merasa sepertinya Perth is a better place for us to raise a family.

Formasi saat ini: Ika, Dana, Leia dan Dara.

Formasi keluarga saat ini: Ika, Dana, Leia dan Dara.

Akhirnya, setelah Dana menyelesaikan sekolahnya dia pun mendapatkan tawaran pekerjaan, namun perusahaannya tidak mau langsung mensponsori untuk kami bisa dapat Permanent Residence. Karena situasi ini, untuk memperpanjang durasi kami tinggal di Perth, jadi lah saya melanjutkan kuliah lagi dan ambil S2 jurusan accounting.

Melanjutkan Studi S2 di perth

Saya kuliah di Edith Cowan University dan pada saat itu Leia berumur 13 bulan. Hal yang menyenangkan dan membantu banget adalah di kampus ada yang namanya Creche. Creche itu seperti daycare namun perbedaannya adalah waktu menitip anaknya dibatasi. Jadi anak cuma bisa dititip selama 3 jam/hari dan 4 hari/minggu.

Suasana di creche Edith Cowan University

Kebetulan memang dalam satu hari durasi kuliah hanya 3 jam. Jadi Leia selalu ikut saya ke kampus dan sebelum kelas dimulai, saya akan ke crèche dan menitip Leia di sana untuk bermain dengan anak-anak yang lain. Namun, terkadang repot juga, karena sangat strict hanya boleh 3 jam, terkadang saya harus lari terbirit-birit setelah kelas agar tidak lewat batas waktu hahaha.

Leia dan Dana

Leia dan Dana

Setelah setahun kuliah, jreng….! Ternyata saya hamil anak kedua..! Hadrian Cakradara Alamsyah yang kami panggil Dara. Saya pun lalu cuti 1 semester karena semester terakhir saya dimulai tepat seminggu setelah saya lahiran, jadi kayanya mustahil banget bisa kuliah dengan newborn (ya khaan…haha).

Setelah Dara berusia 6 bulan, saya sudah harus kembali kuliah, jujur…. susah juga sih menemukan waktu untuk belajar, tapi selalu diada-adain demi semester terakhir bisa lulus! Akhirnya, Alhamdulillah Desember 2014 saya berhasil lulus!! Senangnyaaa bukan main dan lega banget.

Lega sekali rasanya saat wisuda Desember 2014 kemarin…!

Tanpa terasa kami sudah 5 tahun tinggal di Perth, tapi proses untuk mendapatkan Permanent Residence masih kami jalani hingga sekarang. Saat ini, kami menggunakan Graduate Visa, dimana kami bisa tinggal di Perth untuk 18 bulan lagi. Harapan kami adalah sebelum Graduate Visa kami habis masa berlakunya, kami bisa apply Permanent Resident.

Pengalaman Melahirkan di Perth

Pengalaman saya melahirkan di Perth juga ada suka dukanya. Leia dan Dara dilahirkan di rumah sakit yang sama, yaitu King Edwards. King Edwards atau biasa disebut King Eddy’s adalah public hospital, namun RS ini terkenal untuk melahirkan karena merupakan pusat untuk kehamilan yang kompleks. Awalnya saat hamil Leia, saya dirujuk ke King Eddy’s hanya karena lokasi tempat tinggal yang dekat. Tapi pada saat kehamilan kedua dengan Dara, kehamilan saya termasuk kategori high risk sehingga dirujuk kembali ke King Eddy’s.

First family photo di RS setelah melahirkan Dara

Mungkin yang paling dirasa berbeda dengan melahirkan di Indonesia (berdasarkan cerita saudara-saudara dan teman) adalah di King Eddy’s karena ini public hospital, setelah melahirkan, pasangan tidak boleh menginap, jadi si Ibu diharuskan menghabiskan malam pertama atau kedua di RS hanya dengan bayi yang baru lahir.

Proud big sister

Proud big sister

Jujur aja, waktu baru melahirkan Leia sih tegang juga, namanya juga anak pertama, jadi masih agak keder dan grogi. Lucunya, di kamar terpampang jelas ada informasi kalau anak menangis jangan langsung panggil suster, tapi harus bisa coba menenangkan sendiri dengan cara (1) disusuin, (2) ganti popok, dan terakhir (3) cuddle atau dipeluk. Kalau ketiga cara tersebut sudah dicoba baru boleh panggil suster. Mungkin itu kali ya, yang dirasa berbeda. Waktu melahirkan Dara sih sudah aga lebih pede dan siap, jadi suami ga nginep juga sudah biasa, dan ga lagi merasa tegang.

Leia and Dara – Di sini, kalau sudah waktunya membawa anak pulang, orang tua diwajibkan punya car seat, kalau tidak ada car seat, anak tidak boleh dibawa pulang.

Mencari Jasa Baby Sitter atau Nanny

Setelah punya anak, mungkin seperti banyak yang dialami oleh banyak orangtua muda lainnya, waktu pacaran berdua suami memang jadi agak terbatas. Dulu sebelum kami punya anak, kami suka sekali menonton, nah setelah ada Leia dan Dara tentu sulit, awalnya karena adik ipar saya sekolah di sini juga, saya dan suami suka minta adik untuk babysit Leia (Dara belum hadir).

Ika dan Dana pre kids: kami suka sekali traveling dan nonton. Untuk menjaga quality time kami sebagai pasangan, kami tetap menyengajakan date night, dan anak-anak bisa ditangani oleh nanny selama beberapa jam

Ika dan Dana pre kids: untuk menjaga quality time kami sebagai pasangan, kami tetap menyengajakan date night once in a while.

Tapi setelah adik ipar pindah ke Adelaide, kami lebih banyak bergantung pada jasa nanny atau babysitter. Di Australia, website gumtree cukup jadi andalan untuk mencari berbagai hal dan salah satu diantaranya adalah jasa nanny. Tapi tentu saja kami harus berhati-hati dan teliti dalam memilih.

Situs Gumtree: dari mulai cari mobil hingga nanny ada di sini.

Situs Gumtree yang sangat membantu: dari mulai cari sepatu, mobil hingga nanny ada di sini.

Jasa nanny biayanya beragam, mulai dari $15-$25/jam, rate ini berbeda-beda tergantung kualifikasi nanny, ada yang sekolah child education, jadi mereka selain punya pengalaman, juga punya pengetahuan untuk menghadapi anak-anak. Ada juga yang menawarkan sekaligus untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, jadi mereka bersedia untuk cuci piring dan sebagainya. Tapi kalau saya selalu minta untuk nanny hanya focus untuk mengajak Leia dan Dara main dan makan. Itu pun untuk mempermudah, biasanya makan siang dan snack sudah saya siapkan.

Dara saat ulang tahun ke 1

Dari website gumtree, kalau saya merasa cocok dengan profile nannynya, maka saya akan contact dan atur interview untuk kenal lebih lanjut dan cek chemistry dengan anak-anak. Kalau suka baru deh kami akan hire kalau kami butuh jasa mereka. So, far kami cukup beruntung karena kami ada 1-4 orang nanny andalan yang juga sayang sama anak-anak dan nanny yang kami sewa pun bukan hanya orang Australia saja tapi ada juga orang Singapore dan Brazil. Karena keragaman ini, anak-anak pun jadi terbiasa dengan berbagai culture dan karakter. Setelah menghire nanny biasanya saya akan mengirimkan daily routine anak-anak jadi dengan begitu nanny maupun anak-anak lebih mudah beradaptasi dan bisa menjalankan keseharian dengan lancar.

Selain untuk date night, saya pernah menggunakan nanny ketika saya harus kembali kuliah namun Dara tidak suka di Creche, jadi saya sempat menggunakan nanny selama 2 minggu sebelum orang tua saya datang.

Mencari Apartemen di Perth

Selama 5 tahun tinggal di Perth, kami cukup sering berpindah-pindah tempat, karena kami juga masih menyewa, belum memiliki rumah sendiri. Saat ini kami tinggal di rumah ke-empat. Kenapa sering pindah-pindah? Bisa dibilang kombinasi antara situasi dan keinginan kami untuk mencoba daerah baru seiring dengan berkembangnya keluarga kami. Awal kami tinggal di Perth, kami tinggal di CBD (Central Business District) tapi setelah hamil Leia, kami ingin pindah ke suburb agar kami bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih nyaman. Dan selanjutnya seperti yang bisa ditebak karena Dara hadir, jadilah kami butuh tempat yang lebih besar dan hal itu yang menyebabkan kami pindah ke rumah lain.

Perth CBD

Setiap mau pindah kami cek website namanya realestate.com.au dan kami bisa liat suburb sama rumahnya sesuai filter yang kami mau, sambil bayang-bayangin deh tinggal di rumah itu kami akan senang atau tidak. Kalau sepertinya cocok, baru deh kami mulai datangi ke open house. Yang paling tegang sih terkadang banyak saingannya kalau lokasi dan rumahnya bagus dan harga sewanya juga terjangkau. Kalau begitu kami harus cepet-cepetan untuk submit aplikasi, terkadang deg-degan juga menunggu kabar dari agen apalagi kalau rent yang sekarang sudah kami tidak perpanjang.

Sudut rumah

Sudut rumah

Buat kami sendiri, mencari tempat tinggal yang penting dekat dengan taman berhubung kami punya anak kecil, selain itu dekat dengan supermarket juga membuat lebih mudah kalau kami mau belanja. Kalau tertarik untuk menyekolahkan anak di public school, penting juga untuk mempertimbangkan lokasi tempat tinggal dengan serius, karena di sini setiap public school ada masing-masing catchment area, dimana kalau tempat tinggal kami di dalam catchment area tersebut, anak kami bisa disekolahkan di sekolah tersebut. Namun, kalau tempat tinggal kami di luar catchment area sekolah tersebut, maka anak kami tidak akan diprioritaskan dan kami cuma bisa menaruh nama anak di waiting list.

Leia di Landsdale Farm School

Leia di Landsdale Farm School

Hal yang Disukai dari Tinggal di Perth

Mengenai tinggal di Perth sendiri, ada banyak hal yang saya sukai, diantaranya adalah banyaknya taman-taman dan pantai yang bisa kami nikmati. Jadi kalau weekend juga selain lebih hemat, kami tidak jenuh dengan hiburan yang itu-itu aja.

Leia di Fraser Point - salah satu tempat favorite kami

Leia di Fraser Point – salah satu tempat favorite kami

Ada beberapa taman yang kami sering datangi, diantaranya Kings Park, Hyde Park (ada water playground yang seru buat anak-anak dan di dekat taman ini ada bakery namanya Mary St bakery yang jualan salted caramel donut enak banget..!) dan Yokine Reserve (local dekat rumah).

View from Kings Park: Perth skyline – go for a picnic. sight-seeing, people-watching, and sunset.

fave places to go sir james mitchell park

Sir James Mitchell Park

Sundays

Sunday at Sir James Mitchell Park

Fave places to go 4 Synergy Parkland salah satu taman di Kings Park

4 Synergy Parkland salah satu taman di Kings Park

Di salah satu sudut Kings Park juga ada Bali Memorial yang didedikasikan untuk warga Western Australia yang meninggal atau terluka pada saat pemboman di Bali pada 12 October 2002 silam. It was officially dedicated on 12 October 2003.

Fave places to go Salah satu playground yang kita suka datengin, menarik bgt temanya pirate ship lokasinya Heathcote Reserve

Salah satu playground yang kami suka datengin, menarik bgt temanya pirate ship lokasinya Heathcote Reserve

Fave places to go Saw avenue playground di Kings Park

Saw avenue playground di Kings Park

Taman di tengah kota

Perth has one of the best and attractive public space – this one during one of summer days (Desember)

Street performer

Leia dan sepupunya Kinan di Caversham zoo ada area terbuka bisa langsung pet kangaroo dan kasih makan

Leia dan sepupunya Kinan di Caversham zoo ada area terbuka bisa langsung pet kangaroo dan kasih makan

Kangaroo sign – you can see them in the wild too

Untuk pantai kami suka ke Floreat Beach, Scarborough Beach dan North Beach, biasanya di pantai-pantai ini juga ada playgroundnya jadi kalau Leia lagi ga mau berenang kami ajak main aja di playgroundnya.

Floreat Beach

Floreat Beach

Me and Dara summer 2015 in Floreat Beach

Hal lain yang saya sukai dari Perth adalah kalau lagi musim liburan sekolah pasti banyak acara gratis baik outdoor maupun di dalam shopping centre, terutama kalau lagi winter di sini pasti hujan jadi terkadang saya ajak Leia ke shopping centre dan main di event-event yang muncul hanya saat liburan sekolah.

School holiday di city ada instalasi berbagai games dan aktivitas untuk anak2

School holiday di city ada instalasi berbagai games dan aktivitas untuk anak-anak

Itty Bitty City – yang terbuat dari kardus bekas. Acara gratis untuk anak-anak berkreasi dalam periode liburan sekolah

“It’s like a rainbow snow!” – kata Leia saat bermain di “confetti dome”, sebuah instalasi saat liburan sekolah juga di City.

School holiday free activities 1 pop up beach di city

School Holiday free activities Princess Zone di Westfield Innaloo

School Holiday free activities Princess Zone di Westfield Innaloo

Terlihat sekali pemerintah di sini selalu berupaya untuk mengisi kegiatan anak-anak selama liburan sekolah dan aktivitasnya selain gratis juga seru-seru lho!

Mencari Komunitas  dengan penduduk lokal

Kalau bicara yang tidak disukai dari Perth, mungkin hanya satu, jauh dari keluarga dan sahabat-sahabat. Kadang hal ini yang suka bikin manyun, tapi saya cukup beruntung bisa menemukan teman-teman baru di sini yang menyenangkan. Awalnya memang sulit pindah ke tempat baru untuk menemukan teman, namun setelah saya melahirkan Leia, saya bergabung dengan First Parent Group (direfer dari community centre), yang mana group ini merupakan kumpulan ibu-ibu yang jadi orang tua untuk pertama kalinya. Group ini pun dibentuk berdasarkan usia anak, dengan demikian anak-anak selalu memiliki teman dengan usia yang sepantaran. Sampai saat ini Leia masih tergabung dalam group ini, kami bahkan punya nama yaitu Winter Bunnies, karena anak-anak kami lahir pada waktu winter dan di tahun kelinci ☺

With the Winter Bunnies moms pada saat ulang tahun Leia ketiga

Seiring dengan kami semakin lama tinggal di Perth, kami pun mulai mengenal komunitas orang-orang Indonesia dan saya pun mulai merasa lebih betah untuk tinggal di sini, karena saya jadi memiliki teman-teman dekat lagi di perantauan.

Bersama teman-teman Indonesia pada Australia day piknik dan nonton kembang api

Perth events Australia day yang jatuh pada 26 Januari

Australia Day jatuh pada tanggal 26 Januari setiap tahunnya

Tempat-tempat Favorite di Perth

Sehari-hari saya suka mengajak anak-anak untuk bermain ke taman, karena selain gratis anak-anak juga pastinya senang. Dan di Perth banyak sekali taman dengan playground dan saya coba ajak ke taman yang berbeda sehingga Leia dan Dara ada variasi dan tidak cepat bosan dengan taman tertentu.

Bercengkrama di taman

Tapi Leia tentu saja punya tempat bermain favorit yaitu Lotterywest Playground & Stickybeaks Café. Di tempat ini ada cafenya tapi kami juga boleh bawa makanan sendiri dan piknik, dan ini yang membuat saya juga suka sekali mengajak anak-anak kesini. Tempat bermainnya juga besar dan ada karakter-karakter binatang yang cukup unik.

Lotterywest Playground

Ohya, di beberapa tempat atraksi wisata di Perth, biasanya menerima concession card atau student card dan kita bisa mendapatkan diskon untuk masuk, namun sayangnya student card yang diterima hanya student card WA (Western Australia)  bukan internasional.

Fave places to go water maze di forrest place City

Water maze di Forrest Place City

Tempat lain yang kami suka juga perpustakaan, biasanya saya ajak ke perpustakaan lokal yang dekat rumah, tapi kalau pas kami ke City saya juga suka ajak anak-anak ke perpustakaan karena di City lebih bagus tempatnya, kursi buat anak-anaknya juga lucu ada yang berbentuk kereta..!

Perth State Library

State Library

Fave places to go Perth city Library (Leia sama temannya Kyra)

Leia bersama temannya Kyra di Children’s section, State Library

Yang tak terelakan kalau ke Perth adalah street art atau muralnya, yang tentunya dijadikan ajang untuk foto-foto (sekaligus mengapresiasi seninya ;)) ikadara

Image-1431634896161

Sebuah mural yang merupakan bagian dari  PUBLIC2015 – 50 artists, 42 walls, 18 International Change Makers.

Image-1431634827186

Di Perth juga banyak bookshops – kalau pun tidak membeli buku, melihat-lihat tokonya pun sudah cukup menyenangkan..!

Di dekat rumah ada suburb namanya Leederville, nah kami suka ke Oxford Street yang isinya jajaran toko dan berbagai tempat makan, salah satunya kami suka ke toko buku ini – koleksi bukunya lucu-lucu sekali..!

suburb dekat rumah namanya leederville, kita suka ke Oxford Street isinya jajaran toko dan berbagai tempat makan, salah satunya kita suka ke toko buku ini, bukunya lucu2 bgt

Her reading nook

Tempat favorite lainnya di Perth:

Just 30 minutes from Perth’s city centre, the bustling, dynamic port city of Fremantle “Freo” has long been renowned for its eclectic mix of arty and alternative types. Its streets buzz with the song of buskers, the side walks fill with a wild collection of art and music floats out from trendy cafés and bars.

Suasana di daerah “London Court” – The only walk in the world outside Britain that has captured a setting and atmosphere so similar to that of Tudor England, London Court is a retail walkway running between Hay Street Mall and St Georges Terrace in the heart of Perth.

Salah satu hal yang saya suka dari Perth adalah sering kali banyak event-event yang menyenangkan, seperti Vintage Market (favorit saya adalah Polkadot vintage market yang diadakan setiap tiga bulan sekali, dan dulu waktu saya baru pindah ke Perth, saya sempat berjualan juga di Polkadot Vintage Market ini).

Suasana Polka Dot Vintage Market

Ada juga Fringe festival atau Fringe World, yang lebih ditujukan untuk orang dewasa pada awalnya namun belakangan mulai ada pilihan aktivitas dan show untuk anak-anak.

Perth events Fringe world 2013

Fringe world 2013

Perth events laneway vintage market as part of the fringe world 2013

Laneway vintage market as part of the Fringe World 2013

Perth events Fringe World 2015

Fringe World 2015

Salah satunya adalah mermaids, setiap hari pada jam tertentu akan ada mermaids yang berenang di sebuah tabung, mermaidsnya biasanya akan ajak anak-anak bermain dan menciprat-cipratkan air.

Mermaid Tank part of Fringe World 2014

Mermaid Tank part of Fringe World 2014

Show lain di Fringe festival seperti burlesque show, circus, stand up comedy.

Perth Events Sunset Verandah di Scarborough beach sebagai part of Summerset Arts Festival

Sunset Verandah di Scarborough beach sebagai part of Summerset Arts Festival

Perth events Instalasi untuk anak2 explore di Beaufort Street Festival

Instalasi untuk anak-anak explore di Beaufort Street Festival

Di Beaufort Street Festival 2013 orang-orang boleh ngecat 1 mobil ini

Di Beaufort Street Festival 2013 orang-orang boleh ngecat 1 mobil ini

Perth events The Giants parade bagian dari Perth International Arts Festival

The Giants parade bagian dari Perth International Arts Festival

“The Little Girl” marionette

Oz Comic Con 2015

Free outdoor cinema at Northbridge Piazza

Outdoor cinema yang berbayar juga ada: Rooftop Cinema

Awesome Festival yang diadakan setiap tahun di bulan Oktober selama liburan sekolah, jadi festival ini ditujukan untuk anak-anak, dan acaranya beragam ada teater, membuat buku, music dan berbagai aktivitas seru untuk anak-anak. Tahun lalu di Awesome Festival ada STORYBOOK yaitu sebuah instalasi yang menyerupai Alice in Wonderland.

Story Book – Alice in Wonderland

Di story book, anak-anak diajak untuk membuat buku cerita sendiri menggunakan imajinasi dan ada beberapa task yang harus kami ikuti selagi membuat buku kami.

Keriaan Chinese New year di Northbridge (bisa dibilang china townnya Perth)

Keriaan Chinese New year di Northbridge (bisa dibilang china townnya Perth)

Sculpture by the Sea 2015 – Cottesloe Beach

‘Water Dreaming’ by the Warlukurlangu Collaboration is seen at Sculpture By The Sea at Cottesloe Beach

Nah jadi, kurang lebih seperti itu deh pengalaman tinggal di sini, berikutnya nanti saya bisa share tempat makan favorit kami disini, maklum kami sekeluarga doyan makan hehehe..!

———

Instagram: @ikachubby. Foto-foto terlampir milik Ika dan keluarga. Sebagian foto penunjang diambil dari blog Nazura Gulfira dan beberapa link yang terhubung langsung.

Advertisements

6 thoughts on “Merantau di Perth

  1. lentonesia says:

    Halo mbak Ika, melihat perjalanan kamu di Perth saya jadi tertarik banget pengen berkarir disana. Apakah susah ya seorang Sarjana Komunikasi seperti saya mendapatkan kerja disana? Sebernarnya ada beberapa teman saya yang sekarang tinggal di Sydney dan Perth, tapi saya malu mau tanya kerjaan sama mereka. Saya sudah menikah (1 anak), sekarang lagi kerja semacam Affiliate gitu lah. Sepertinya kalo kerja disana saya bisa mendapatkan penghasilan lebih untuk menghidupi keluarga. Terima kasih Mbak Ika :))

    Like

  2. linda says:

    Mbak Ika.senang dan bangga membaca tulisannya.saya linda.pns.pengen banget kuliah s2 di Perth.Dengan pertimbangan dekat ke Bali.utk kuliah S2 Hukum di Perth biayanya berapa ya? Anak saya SD kelas 5 kl ikutan gimana ya utk sekolah disana?

    Like

  3. Marketing Yamaha says:

    Anaknya lucu mbak 🙂
    Mau tanya dong mba, harga lukisan realis atau wajah pada umumnya brp ya? Saya pengen ekspor dari jogja tp blm tau range harganya.
    Saya akan berterimakasih sekali kalau mbak bisa jadi perantara ekspor saya. Hitung2 penghasilan sampingan mbak 🙂

    Like

  4. Nini says:

    Mlm Mbak Ika, saya jg tinggal di Perth sejak Des’14, tp sampe skarang msh blm punya temen sesama WNI, bisa bantu no kontak biar bisa gabung, terima kasih

    Like

  5. Erzi says:

    Hallo mbak,

    Cerita mb Ika sangat membantu banget untuk saya yang berencana pindah ke Perth tahun ini. Kebetulan saya mempunyai anak usia sekolah 6 dan 8 th. Saya lagi lihat2 sekolah nih mbak, kali mbak Ika pernah tau atau punya kenalan yang anaknya sekolah si AIC atau Langford atau Al-hidayah kah? Aku lagi cari2 review sekolah islam yang bagus di sana. Kalau mbak Ika ada review mungkin bisa share mbak?

    Mudah2an kali aja kita berjodoh bisa bertemu selama saya di sana nantinya ^-^

    Saya tunggu informasi yang mungkin ada dari dirimu ya mbak 🙂

    Like

  6. ayu says:

    Hai mba ika. Salam kenal, aku random searching dan ketemu tulisan mba Ika.

    Aku dan suami ada rencana ke perth dan margaret river 11-16 mei 2017 ini. Lebih tepatnya kita nekat traveller sih. Aku boleh minta suggestion mba untuk itinerary supaya maksimal waktu dan bs berkunjung ke iconic place di perth? Akodomasi apa yang harus aku gunakan dll. Kalau boleh aku dishare through my email.

    Thanks before mba 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s