Merantau di Turku

Screen Shot 2019-02-02 at 23.23.00Senny Sanjung A Seorang mantan cake decorator asal Bandung yang untuk sementara pindah ke Turku, Finlandia menemani suami bekerja. Sedang berusaha untuk melanjutkan hobby menggambar disela-sela kesibukan mengurus seorang bayi lucu bernama Nevan (1 tahun) dan Atreya (7 tahun)

Suami saya mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan IT di Finlandia sejak Desember 2017, namun karena saat itu saya sedang hamil tua, jadi perusahaan dengan baik hati menawarkan untuk menunda proses relokasinya sampai bulan Juli 2018 (rencananya) setelah anak ke-2 saya agak besar. Tetapi karena proses administratif yang panjang dan tidak selesai sesuai jadwal, akhirnya kami baru pindah di Bulan September 2018 ini.

Administratif Pindah ke Finlandia

Awalnya saat suami mengabarkan dia diterima di perusahaan yang berlokasi di Finlandia, yang terbesit di kepala saya tentang negara Finlandia ialah Finlandia mempunyai sistem pendidikan terbaik di dunia, sehingga dengan senang hati saya mau untuk pindah ke negara tersebut, apalagi saat itu kebetulan anak saya baru lulus TK dan sedang bingung untuk melanjutkan ke sekolah mana. Walau sebenarnya saya dan suami sudah mendaftarkan anak kami di salah satu sekolah swasta di Bandung, tetapi jika dibandingkan dengan kesempatan sekolah di negara yang punya sistem pendidikan terbaik di dunia, siapa yang menolak?

Processed with VSCO with fr4 preset

Sejak mendapat kabar akan pindah ke Finlandia, kami mulai mempersiapkan segalanya. Bukan hal yang mudah untuk pindah ke negara di Eropa dengan 4 orang anggota keluarga, banyak sekali formulir yang harus diisi dan proses yang panjang, dari mulai membuat residence permit yang proses nya mulai dari tingkat paling kecil yaitu RT sampai ke kedutaan, kemudian setelah residence permit selesai pun, masih harus mendatangi berbagai kementrian untuk legalisasi dokumen.

Setelah sampai di Turku pun kami masih disibukan dengan berbagai urusan administratif dan proses pencarian apartemen yang ternyata tidak semudah di Indonesia. Di sini untuk mendapatkan apartemen yang ingin kita tempati, prosesnya harus mendaftar dulu apartemen yang kita inginkan melalui agen apartemen, kemudian pemilik apartemen akan memilih kandidat mana yang cocok untuk menyewa apartemen milik mereka, mirip dengan melamar kerja yah..! 

Screen Shot 2019-02-02 at 23.25.13

Suasana jalanan di Turku menjelang sunset

Tetapi untungnya kami diberi fasilitas apartemen pertama selama 1 bulan dari kantor suami. Kami juga diberikan biaya pengiriman barang-barang dari Indonesia ke Finlandia. Sehingga kami bisa membawa baju-baju, bumbu, sampai peralatan bayi ke Finlandia. Untuk pengiriman tersebut kami menggunakan jasa pos Indonesia.

Adaptasi Merantau di Negara Sedingin Kulkas

Cuaca

Dulu sebelum kami pindah, kami diberi kesempatan dulu untuk mengunjungi Finlandia beberapa bulan sebelumnya, untuk tahu apa kami benar-benar akan merasa nyaman tinggal disana atau tidak. Waktu itu bulan April, kami mengunjungi Finlandia selama 9 hari. Ketika kami datang sedang musim semi dan suhu sekitar kurang lebih 6 derajat  Celsius setiap harinya. Berpindah dari negara tropis yang biasanya suhu diatas 20 derajat Celsius setiap harinya, kemudian tiba-tiba datang ke negara kulkas yang suhu nya dibawah 10 derajat cukup membuat kami “shock” karena kedinginan. Waktu itu terkadang saya sampai sakit kepala saking dinginnya ke kepala. Hampir setiap hari saya memakai masker karena rasanya hidung membeku.

Namun, ketika kami datang di bulan September, untuk benar-benar pindah ke negara ini, udara masih sejuk, karena baru memasuki musim gugur, belum terlalu dingin, masih bisa pakai celana pendek dan belum perlu pakai jaket berlapis-lapis. Sehingga kami mengalami perubahan udara yang cukup bertahap, dari masih sejuk ke mulai dingin, dan semakin dingin, jadi kami mulai terbiasa dengan suhu dingin ini.

44606543_10218251091488976_1938690534528778240_o

Sekarang saat sedang winter, suhu minus pun tidak membuat saya sakit kepala, dan sampai sekarang suhu tertinggi minus 14 derajat Celsius, saya belum merasa perlu memakai masker. Selama memakai pakaian yang tebal, dan lengkap dari sarung tangan sampai kaos kaki, kami masih bisa bertahan di negara kulkas ini.

Menurut saya bulan November ialah bulan yang paling kurang menyenangkan, karena cukup membuat suasana gloomy, bagaimana tidak, selain suhu yang semakin dingin, 1 atau 2 derajat, bahkan suhu minus. Matahari pun jarang menunjukan sinarnya. Hampir setiap hari langitnya kelabu, selain itu waktu siang yang semakin sedikit daripada waktu malamnya. Sekitar pukul 8 matahari baru akan terbit, dan pukul 16 matahari sudah tenggelam. Kalau ada matahari pun, malah suhu menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Setiap akan pergi keluar kami harus memakai pakaian musim dingin yang lengkap mulai dari sarung tangan, jaket,dan topi. Cukup merepotkan bagi kami yang terbiasa tinggal di negara tropis. Apalagi untuk saya yang masih punya bayi, untuk sekedar mau jemput anak sekolah yang jaraknya dekat atau untuk sekedar mau membeli shampoo di supermarket pun, perjalanannya cukup panjang, dari harus memakai pakaian lengkap untuk saya sendiri kemudian memakaikan pakaian lengkap untuk bayi saya.

_sekitar apartemen

Di sekitar apartemen

Namun ketika bulan Desember tiba dan salju turun, cukup membuat suasama menjadi lebih terang karena semua berubah jadi putih, setidaknya walaupun langit tidak ada matahari, tapi pemandangan salju serba putih dan hiasan lampu natal dimana-mana cukup membuat suasana menjadi lebih hidup.

Makanan

Kemudian tentu saja makanan. Di Bandung, saya bisa dengan mudahnya membeli semangkuk baso dengan harga murah, atau sekedar sarapan kupat tahu di depan komplek. Disini saya tidak bisa merasakan lagi semua itu, untuk bisa menyantap makanan Indonesia yang saya inginkan saya harus membuatnya sendiri, bahan-bahan nya pun harus dibeli di toko asia, bukan di supermarket biasa, yang letaknya ada di pusat kota, 30 menit naik bis dari apartemen tempat saya tinggal. Jika makan makanan finland di restoran, selain harganya cukup mahal, rasanya juga kurang cocok dengan lidah kami. Sehingga jika makan di restoran, seringnya kami makan Asian food atau fast food saja. Di sini semua nya harus serba mandiri, tapi ada sisi positif nya juga yang bisa diambil, kita jadi tidak terlalu manja dengan hal-hal yang mudah didapatkan di Indonesia, seperti asisten rumah tangga yang murah, atau mudahnya pesan makanan dari aplikasi online (dengan harga murah juga tentunya).

Dulu biasanya saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan karena macet nya Bandung yang semakin menjadi, sekarang itu semua tidak pernah kami rasakan lagi disini, tidak ada macet, bis datang tepat waktu, jalanan yang lengang dan bersih jadi pemandangan sehari-hari.

Sampah

Penanggulangan sampah disini juga sangat baik, sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya, seperti kertas, plastik, kaca, metal, dan sampah yang bisa dibakar. Untuk kemasan soft drink sendiri bisa dikumpulkan untuk nantinya di masukan ke dalam mesin yang biasanya ada di supermarket kemudian diganti dengan voucher diskon belanja.

Waktu Sholat

Selain itu, waktu shalat yang berbeda-beda setiap hari nya agak membingungkan saya. Misalnya saat winter ini shalat subuh kurang lebih sekitar jam 7 pagi, matahari terbit jam 9.30 pagi kemudian Zuhur sekitar jam 12.30, dan jam 13.30 sudah Ashar lagi, jam 15.00 sudah Maghrib lagi, dan jam 18 sudah isya. Dan setiap harinya jam tersebut bisa berubah-rubah, tidak seperti di Indonesia yang waktu nya konstan. Seiring perubahan musim, waktu sholat juga semakin berubah, misalnya nanti ketika spring (musim semi) shalat magrib semakin mundur yaitu baru sekitar pukul 8 malam. Sehingga membuat saya agak kebingungan. Untungnya sekarang kita hidup di zaman serba canggih, untuk waktu shalat disini saya menggunakan aplikasi (seperti Muslim Pro) yang biasanya memberi notifikasi waktu shalat sesuai daerah dimana kita tinggal.

Di sini ada masjid, tapi tidak seperti di Indonesia yang bisa dengan bebas nya mengumandangkan azan disana-sini. Masjidnya pun kecil, lebih seperti mushola, karena disini kami merupakan minoritas. Tapi cukup untuk suami saya bisa melakukan ibadah shalat Jumát bersama umat muslim lainnya.

Kesibukan Mamarantau di Turku

Sekarang masih disibukkan mengurus keluarga di rumah, karena saya masih mempunyai bayi yang baru saja berusia 1 tahun. Kegiatan rutin saya selain mengurus bayi di rumah (apartemen), setiap hari saya menjemput anak saya dari sekolah yang jarak nya sebenarnya tidak jauh dari tempat tinggal kami, dan dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Jika bosan di apartemen saya akan jalan-jalan ke pusat kota melihat keramaian, gedung-gedung di Finland, dan berbelanja keperluan sehari-hari.

screen-shot-2019-02-02-at-23.23.24.png

Selain itu saya juga sedang senang membuat ilustrasi, jika sedang ada waktu luang saya berusaha untuk bisa melanjutkan hobi saya menggambar. Sekarang juga saya sedang mendaftar untuk mengikuti integration plan, jadi semacam program untuk pendatang yang pindah ke Finlandia tetapi belum mempunyai pekerjaan. Programnya itu salah satunya yang paling umum ialah mengikuti sekolah bahasa Finlandia selama 10 bulan, kemudian setelah itu kita bisa mengikuti sekolah/kursus/training untuk disiapkan ke lapangan pekerjaan nantinya. Selama mengikuti program ini kita juga bisa mendapatkan tunjangan sebesar mulai dari 32 euro per hari kerja. Disini juga sudah umum ketika orang tua nya bekerja atau sekolah, bayi atau anak-anak mereka akan dimasukkan ke daycare, sehingga disana anak-anak usia pra-sekolah bisa belajar bersosialisasi bersama teman sebaya nya.

Berkeliling di Turku

Kota Turku ini ialah kota yang tidak terlalu besar, tidak sebesar Bandung atau Jakarta. Jadi tidak banyak tempat rekreasi untuk keluarga yang bisa dikunjungi. Namun dengan berjalan-jalan di sekitar aura river di pusat kota saja sudah jadi pengalaman menarik bagi kami, Gedung-gedung vintage di sekitar Aura river dan Turku Cathedral di dekatnya menambah keindahan alam Turku.

Screen Shot 2019-02-02 at 23.30.00

Turku Cathedral

Sesekali kami main ke hutan yang letaknya tidak jauh dari apartemen kami. Atau ketika winter seperti sekarang ini, anak saya senang main sledging (kereta luncur) diatas salju. Tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain, main kereta luncurnya bisa di dekat apartemen saja, karena disini banyak lahan yang bisa digunakan anak-anak untuk bermain. Di setiap komplek apartemen pasti ada tempat bermainnya, setidaknya ada ayunan, perosotan, dan tempat untuk bermain pasir.

 

 

Di sini juga banyak tempat untuk bermain ice skating, salah satunya di dekat apartemen kami. Ada hari-hari tertentu dibuka untuk umum dan gratis. Dan hari-hari lainnya digunakan untuk latihan para atlet atau jadwal latihan untuk murid sekolah.

Di sini juga ada Turku Castle, yaitu salah satu bangunan bersejarah di Finlandia yang sudah berumur lebih dari 700 tahun. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Di dalam nya masih seperti kastil jaman dulu, kita serasa masuk ke film Eropa jaman dulu ketika masuk ke kastil ini. Harga tiket masuk ke Turku Castle ini 11€ untuk dewasa, 5€ untuk anak usia 7-15 tahun, dan gratis untuk usia dibawah 7 tahun. Selain museum yang menampilkan ruang-ruang dan perabotan jaman dulu di dalam kastil, disini juga ada toko souvenir dan restoran yang menyediakan makanan Finlandia.

Screen Shot 2019-02-02 at 23.28.59.png
Turku Castle

Selain Turku Castle, tempat yang cocok dikunjungi untuk keluarga ialah Kupitta park. Ini adalah taman besar di Turku, dan salah satu bagian nya dikhususkan untuk tempat bermain anak-anak, ada ayunan, perosotan, dan lain-lain. Kemudian juga kadang diadakan acara anak anak seperti workshop untuk anak atau penampilan theater untuk anak-anak.

Kupitta Park

Selain itu dari kota Turku ini kita bisa menghabiskan akhir pekan dengan naik cruise, kita bisa menginap di cruise dan menikmati fasilitas di cruise seperti kids playground, shopping tax free, ada juga café, pub dan spa. Atau kita juga bisa naik cruise untuk mengunjungi daerah lain seperti Aland island, atau ke Stockholm Sweden dan Tallin, Estonia.

1433-a71e0af762c

_badut di dalam cruise

Badut di cruise

Suka Duka Merantau

Kangen dengan keluarga dan teman itu pasti, kadang kebayang ingin bertemu keluarga sampai terbawa mimpi. Apalagi seperti saya yang belum bekerja dan setiap hari hanya berada di rumah. Merasa sepi itu pasti. Ketika ada teman/saudara yang meninggal atau ada yang menikah kita tidak bisa hadir disana. Disini tidak ada keluarga satupun, beruntung sudah ada kenalan orang-orang Indonesia yang kadang bisa dijadikan tempat bertanya segala macam atau sekedar ngopi-ngopi cantik. Orang-orang Finlandia bisa dibilang kebanyakan tertutup dan pendiam, mereka punya ruang privasi sendiri yang tidak mau diganggu oleh orang lain, apalagi orang asing seperti kami.

Kemudian di sini juga kami belum bisa membeli mobil karena belum mempunyai SIM Finlandia. Sehingga kemana-mana harus naik bis. Sebenarnya bis di sini sangat nyaman, bis datang sesuai jadwal, jadwal dan rute bisa dengan mudah dilihat melalui aplikasi, halte bis juga ada di dekat apartemen kami, dan untuk orang yang berpergian membawa anak dengan stroller naik bis tidak dikenakan biaya alias gratis. 

 

Kendalanya ialah ketika harus menunggu bis disaat udara sedang dingin-dinginnya, dan tidak ada ruangan indoor untuk menunggu. Atau ketika anak saya yang masih bayi menangis di dalam bis yang sedang penuh. Belum lagi jika harus berjalan jauh ke tempat tujuan saat sedang winter seperti ini, mendorong stroller diatas jalan dengan salju yang cukup tebal cukup sulit, selain itu kadang jalanan licin karena salju sudah menjadi es, sehingga harus sangat berhati-hati. Tapi sejauh ini tidak ada kendala yang sangat fatal untuk kami selama tinggal disini.

Sekolah Anak di Finlandia

Saya ingin membagikan pengalaman menyekolahkan anak saya di negara yang katanya mempunyai sistem pendidikan terbaik di dunia. Beruntungnya ketika kami pindah ke Finland, anak saya yang pertama baru lulus TK dan memang sedang mencari sekolah dasar yang paling cocok untuk saya. Sehingga walaupun anak saya masuk sekolah terlambat 1 bulan, tidak diperlukan proses adaptasi yang sulit ketika di sekolah. Sebelum kepindahan kami ke Turku kami memang sudah berencana untuk menyekolahkan anak kami di sekolah international saja yang Bahasa pengantar sehari-hari nya Bahasa inggris. Karena kami tidak akan selamanya tinggal di Finland, mungkin saja beberapa tahun ke depan kami akan pindah ke negara lain atau pulang ke Indonesia, karena walaupun pekerjaan suami saya bersifat permanen, bukan kontrak, kami belum berencana untuk tinggal disini selamanya.

cel-lisboa-73969-unsplash

Sekolah di sini pada umumnya berbahasa pengantar Bahasa Finnish atau Swedish, jika pendatang seperti anak saya ingin bersekolah di sekolah umum seperti itu, nanti tahun pertama akan masuk kelas untuk belajar bahasanya dulu. Tetapi karena anak saya masuk sekolah international jadi anak saya tidak perlu mengikuti kelas seperti itu. Sebelum anak saya bisa masuk ke sekolah international, dia harus mengikuti tes terlebih dahulu, tesnya bahasa Inggris, untuk mengetahui sejauh mana kemampuan anak saya berbahasa inggris, karena syarat utama untuk masuk sekolah ini, selain umur nya harus 7 tahun, dia harus bisa berbahasa Inggris.

Kurikulumnya sendiri sekolah international ini sama saja dengan sekolah berbahasa Finnish, yang membedakan hanya Bahasa pengantarnya saja. Sekolahnya juga masih dibawah kota Turku sendiri, bukan sekolah swasta, Semua sekolah di sini gratis, semua alat dan buku sekolah gratis, bahkan diberikan makan siang juga. Kecuali jika ingin mengikuti les diluar jam sekolah, ada biaya yang harus dikeluarkan. Yang saya suka dari Finland ialah tidak adanya kesenjangan sosial yang tinggi untuk setiap orang, jadi maupun orang itu anak dari bos suatu perusahaan atau anak dari kelas pekerja, semua akan sekolah di sekolah yang sama, les di tempat yang sama, dan mendapat perlakuan yang sama. Semua sekolah sama kualitasnya, tidak ada sekolah favorit atau sekolah yang buruk, semua tinggal memilih sekolah yang paling dekat dengan tempat tinggal mereka, sehingga ke sekolah hanya perlu dicapai dengan jalan kaki.

_suasanadikelas

Suasana di kelas

Pendidikan di sini sangat cocok untuk saya yang tidak ingin memberikan tekanan berlebihan untuk anak, dan ingin lebih memberikan waktu untuk mereka untuk menikmati masa anak-anak mereka. Setiap 1 jam pelajaran (45 menit) anak-anak diberikan waktu istirahat selama 15 menit, kemudian baru melanjutkan pelajaran selanjutnya. Tetapi jika waktu nya makan siang, waktu istirahat menjadi 45 menit.

Di sekolah sering diadakan acara seperti outing ke hutan atau museum, dan sering ada acara seru untuk special occasion seperti Halloween party, Christmas party, Father’s day, atau ulang tahun sekolah.

Screen Shot 2019-02-02 at 23.29.19

Saat Halloween party

Di sekolah ini juga ada pelajaran agama Islam, tidak di semua sekolah ada pelajaran Islam, karena melihat jumlah muridnya sendiri yang ingin mengikuti pelajaran agama Islam. Karena ini sekolah internasional jadi banyak pendatang dari negara beragama Islam sehingga diadakan pelajaran agama islam disini. Selain pelajaran agama islam, ada beberapa agama lain yang diadakan di sekolah, salah satu nya tentu saja kristen, dan untuk yang tidak mau mengikuti kelas agama akan mengikuti kelas pelajaran ethic.

Untuk hubungan antara guru dan murid juga disini menggunakan aplikasi yang bernama Wilma, jadi tidak ada lagi buku penghubung seperti di Indonesia. Di dalam aplikasi tersebut kita bisa melihat PR apa saja yang diberikan guru setiap harinya, progress anak mengenai suatu pelajaran,  pesan / pengumuman yang diberikan sekolah untuk orang tua murid, sampai jika anak kita sakit pun kita tinggal memberitahukan melalui aplikasi tersebut.

outing ke hutan

Outing ke hutan

Satu kelas terdiri dari sekitar 20 orang, tetapi dibagi lagi untuk beberapa mata pelajaran, seperti misalnya pelajaran matematika, dibagi 2 kelompok yaitu matematika A dan matematika B, jadi 10 orang dengan 1 guru, sehingga anak-anak lebih terperhatikan. Kecuali untuk pelajaran olahraga, semua belajar bersama.

Di sini tidak ada ujian akhir semester, hanya ada beberapa tes ketika di dalam pertengahan semester, itupun tidak semua pelajaran. PR pun tidak banyak dan sehari hanya ada PR untuk satu mata pelajaran saja. Di penghujung semester ada pertemuan setiap orang tua dengan guru kelas untuk membahas perkembangan anak nya di sekolah, di pelajaran mana saja ia kurang dan dibahas bagaimana cara untuk memperbaikinya.

Blog: http://mynameissenny.blogspot.com. Instagram: @senisanjung (personal) dan @seenysanjung (untuk ilustrasi)

 

 

Advertisements