Merantau di Paris

Karina Ratnamurti – Hi, aku Karina, mama dari 2 anak (6y dan 3y) dan sedang hamil anak ke-3. Live in Paris since 2016, dan menjalani most of my life here dengan Long Distance Marriage. Most of my friend bertanya-tanya, apakah masih kurang sibuk juga, pakai hamil lagi segala. Well, manusia berencana, Tuhan pula yang menentukan 😀 Setelah sembuh dari Hyperemesis ketika hamil, doakan kuat untuk kembali ke Indonesia. 


Apa yg membawa keluarga kalian merantau ke Paris? Aku ditugaskan sebagai perwakilan RI di Paris, selama 3 tahun (2016-2019)

What’s to like and not to like about being a mamarantau in Paris?
To love – kota nya cantik (terutama malam hari), dan karena kota wisata, sering dikunjungi saudara dan teman2 dari Indonesia. 

Not to like – birokrasi, the snob, the odor, abd the scam. Saya pernah tinggal di kota besar lainnya, dan belum pernah dalam satu waktu pendek mengalami hal ini : hampir dicopet, kaca mobil dipecahin – kunci rumah dirusak – velg mobil dicuri. 

The snob — beberapa orang Paris memang ramah, tapi kebanyakan terlalu snob untuk sekedar membantu kita hal-hal sepele dan menjawab pertanyaan2 newbie. Tapi hal ini tidak berlaku di luar Paris ya, semakin ke selatan, semakin ramah mereka. This make me sad and homesick, and realize that don’t take Indonesia (and Indonesian) for granted! 


Most favorite place to go in/around Paris? St. Germain de Pres dan Le Marais. Pada dasarnya aku memang suka ngafé, dan nongkrong dengan suami. Sekaligus lihat pemandangan dan jalan-jalan non touristic saat malam hari, ketika lampu-lampu di Paris mulai menyala. 
Actually my most favourite part di Prancis itu bukan Paris, tapi Prancis Selatan, mungkin karena orang-orangnya lebih ramah. 🙂